Tuesday, September 4, 2007

seraut pinsil kerinduan

ah, mencari judul puisi hari ini terasa aneh
biarkan saja tangan menari seperti ucapmu selalu
dalam kegetiran menunggu hasil yang tak menentu
dan bilahan bambu kerinduan berjajar rapi
sepertinya menanti untuk dipukul lembut
pengrajin angklung
ku bersenandung
tentang kau
hari ini
hanya senandung
yang kuharap dapat mampir
sejenak mengisi relung dadamu yang semakin tipis
digerus rokok dan asap abu-abu
yang semakin erat memelukmu

aku rindu
sekilas seperti lagu
benar, aku rindu
nyanyian hatimu dalam detak
yang selalu kurasakan bila kita bersedekap

jakarta, 5.9.07 10.58 wib

Monday, August 13, 2007

menunggu

hari hari ini melelahkan, menunggu kabar pak boss diganti apa diteruskan. semuanya gara-2 regulator terlalu saklek mementaskan undang-2 fit & proper. sudah kutunggu 10 tahun untuk mendapatkan direktur baru. direktur dengan intregritas tinggi. aku dan teman-2 tahu bahwa perusahaan broker itu rawan duwit siluman, hanya seorang yg punya intregritas tinggi dan kaya dalam pendalaman agama dan kehidupan yg bisa bertahan dengan lenggokan sexy si duwit siluman ini.
selama 10 tahun sebenarnya aku sudah muak bertahan di perusahaanku, tetapi mendengarkan para sahabat teman sodara bahwa kedekatan sesama karyawan juga sejak awal aku bergabung, mengingat almarhum bossku yg pertama dan orang-2 dulu yg beberapa sudah wafat, rasanya begitu berat meninggalkan. dan dengan kepercayaan bahwa Allah itu tidak "sare" maka aku dan teman-2 berkeyakinan sudah saatnya Sang ratu adil akan datang memimpin perusahaan ini. eh...lha kok kemudian sudah mendapatkan pak boss yang begitu baik denan dedikasi yg tinggi dan intergritas tinggi lha kok kesandung soal fit & proper test dari depkeu. walah apa bangsa ini kadang suka aneh pada birokratnya. apa ya iya kudu yg hapal undang-2 yg musti jadi boss, bukankah undang-2 dipelajari juga sambil jalan, setidaknya ya tidak terlalu sakleg, kecuali kepada mereka yg terbukti nyolong, korupsi, ngemplang duwit komisi dan uang siluman. selama ini banyak direktur asuransi ada yg begitu, tapi buktinya ya lolos ...lha wong hapal undang-2....apa ya iya efektivitas undang-2 itu akan menjurus kesono. sebagai yg punya duwit tentunya kepada orang-2 pilihan yg sudah menunjukkan kinerja bagus bisa dipake, walau kesandung, tetapi anehnya ya lucu regulator itu kok ya seenaknya suruh ganti direktur baru...apa ya iya segampang itu encari direktur baru...apa mereka ndak mikir di otaknya tentang betapa sulit untuk mencari direktur baru dng kriteria kompetensi dan intergritas tinggi. kalau sekedar maling cd wae yo okeh. tapi kembali ya itu tadi peraturan ya peraturan..kita mau tereak kenceng, mereka bilang ya ini peraturan. konyolnya lagi peraturan itu tidak serta merta merubah anggaran dasar perusahaan perasuransian...dan masih ada banyak kelemahan kelemahannya. kalau intervensi dalam perekrutan direktur asuransi memang dibutuhkan tentunya dari awal ya mereka sudah mengganti dng yg sesuai. lha ini terjadi tumpang tindih dan terjadinya celah untuk bermain atau apalah.

yang pasti aku dan teman-2 di kantor seperti menunggu Godot.....belum tau gimana kelanjutannya. pak boss ini tidak ambisi untuk menjadi boss mengingat beliau sudah mapan secara ekonomi. sebagai direktur hal ini perlu banget, kalau dapet direktur yg mlarat gawat juga, tetapi pak boss ku yg kemarin sudah kaya juga rakus ...wah kalau ini ya semua tergantung sama manusianya. kembali lagi pada fitrah sejatine menungso kuwi.

malam-malam terakhir nuwun marang Gusti Allah kiranya masih diberi kesempatan beliau mengulang 6 bulan lagi sambil tetap di sini. soale kalau cari direktur baru lagi...wah jangan-2 malah dia rakus lagi...bubar dah perusahaan ini. sampai OBku bilang " bu masak kantor ini harus dipimpin oleh orang jahat terus, sepertinya orang baik enggan berada disini ya bu.?"...eh..eh..eh..eh. ya enggak lah ...pasti nanti akan datang calon yang baik..percaya itu. dan aku sudah bertekad untuk selalu melindungi perusahaan ini bagi pengacau-2 yg selama ini sudah menikmati madunya perusahaan ini tetapi malah tidak berusaha untuk melindunginya.

hari hari melelahkan
hanya penuh angan dan bagaimana
tanpa bisa bertindak dan berkehendak
semuanya menunggu putusan mimpi
sepertinya menarik benang kusut

semoga saja solusinya bagus
hatiku aku buat senang walau gamang

jakarta 09.10 wib

Tuesday, July 24, 2007

selimut

tebalmu membuat gerah bila panas tiba
kadang kurindu kala kabut datang memeluk
membias gigil dalam ngilu demam tinggi
kadang terpaksa jadi lap ompol
dan juga kain pel bila kebanjiran
berhari tanpa dicuci
bau apek bikin suka bayi-bayi


jakarta 13.00 wib

Wednesday, July 18, 2007

detik demi detik sama saja,

pagi berlari kala subuh masih berselimut bumi, naik turun jurusan itu saja dan menatap tangga coklat dalam hening
membuka komputer,menyalakan printer dalam redup mata koma terbilang
semilir ac menebar berpacu dengan wangian di tubuh dan menyisir badan menepis bedak
kecup bibir beradu dengan gigi dalam sarapan pagi sambil menatap layar kaca dalam berita selebrities
jam delapan seperti biasa berlari mulai bertapa
di tengah sorak dering telepon dan bunyi clip beradu dengan kertas
siang terjaga hanya menjejali perut dalam kerontang melilit
sesekali di selingi pertemuan kadang terasa basi
sampai sore menjelang dalam penat
naik turun jurusan itu lagi
kembali lagi dalam tidur panjang
lelah

jakarta, 19 juli 2007 13.25wib

Sunday, July 15, 2007

sms, sastra maszhab selangkangan

menerima email dari agung bayu nusantara pada hari senin 16 juli 2007 yang membahas SMS ini sangat menarik. aq baru saja membaca kumcernya Lan Fang "Kota Tanpa Kelamin", disitu terus terang agak jengah membacanya, begitu nyata pengarang menelanjangi kata-kata yang tadinya sangat tabu diucapkan apalagi ini dicetak dan diedarkan di umum, yang kemungkinan dibaca aanak-anak remaja.
baru saja akan meberikan komentar , eh datang email mas agung ini membahas soal SMS.
ya, aq merasakan justru pengarang wanita/perempuan yang begitu berani mengupas soal ini dibandingkan pria. mungkin kalau pria sepintas agak lumrah gitu, melihat latar belakang pria, tetapi ini justru ditulis oleh wanita yang sebenarnya atribut kewanitaannya lebih kental dibanding pria. apakah ini dalam rangka emansipasi atau suatu pemberontakan dalam penulisan ? aq sepertinya harus bertanya lebih dalam pada mereka dengan jawaban sejujurnya.
terlepas dari alasan apapun juga, rasanya dari segi etika dan penulisan sastra yang dikenal dengan pengungkapan yang halus, kok kelihatan kasar dan vulgar. dalam buku dan dalam pengungkapan verbal, mungkin akan beda. dalam buku yang diterbitkan dan kemungkinan dibaca oleh orang banyak, maka pengaruhnya akan lebih luas dibandingkan mungkinpengarang-2 wanita tersebut berbicara di forum yg pesertanya terbatas.
apakah dalam hal ini ada pemberontakan terhadap perilaku lelaki yang lebih kejam di realita kehidupan dalam memberlakukan perempuan sehingga menyebabkan perempuan-perempuan itu dengan berani mengungkapkan tulisan-2 vulgar dan kesan kasar kepada khalayak ramai ? atau kebiasaan kaum lelaki pada umumnya yang berpura santun didepan umum, tetapi lebih keji perbuatan sehingga tanpa bisa terucap dengan kata-2, sehingga kaum pengarang perempuan berani ber SMS? rasanya masih harus berinterview lebih dalam dengan mereka, mengapa hal itu dilakukan?
salah satu tugas pengarang adalah menyampaikan aspirasi yang berkembang dalam masyarakat disekitarnya dengan cara penyampaian dengan menulis sebisa dia tulis dengan bahasa yang dia bisa kuasai untuk menyampaikan apa yang aneh dan terjadi. melihat mendengar, mencium mencermati dan kemudian riset sampai akhirnya menuangkan dalam tulisan tentunya bermacam cara dia gunakan. dengan bahasa sederhana, ataukah bahasa langit (bahasa sastra tingkat tinggi) atau bahasa vulgar dan kasar (karena dinyakini ini bahasa yang mungkin tepat apabila keadaan memang sudah genting)

aq masih harus bertanya terus dengan mereka, yang kulihat adalah fenomena SMS hanya pada beberapa pengarang wanita saja, masih banyak pengarang wanita yang menulis dengan bahasa jati diri mereka sebagai wanita yang lain.

aq tidak berusaha membela mereka, cuma sekeliling ini berpacu dengan tulisan, kita melarang tulisan vulgar, tetapi internet tayangan tv dan mediasi lain berlomba merebut hati jutaan pemirsa anak dan remaja. apa yang bisa dilakukan ? kembali pada kita sendiri untuk membentengi memilah kemunduran zaman ini dengan mengkotak-2 bacaan mana yg baik dan yang buruk

aq pikir begitu enaknya, soalnya kalau dilarang bukunya beredar, tetapi tontonan, internet, dll masuk terus ya percuma.

jakarta 12.30 wib

Thursday, July 5, 2007

Imperia 3, bahasan terakhir

Tulisan ke tiga lanjutan “Imperia”

c. Cinta
· Meiske

“Justru karena Stefan itu anakku, maka kesedihannya adalah jurang paling terjal yang akan mencabik-cabik tubuhku, dan kebahagiannya adalah pilar-pilar yang membuatku mampu survive selama ini. Bahkan bila kebahagiaanya ternyata tak sejalan dengan definisiku tentang kebahagiaan itu sendiri. “

penggalan kalimat menarik yang diucapkan dari tokoh Meiske salah seorang redaksi senior pada majalah Dimensi yang bercerita anaknya Stefan adalah Gay. Walau dia bersuamikan orang barat dan hidup dengan pola pikiran barat bahwa gay sudah dianggap normal, biasa bukan abnormal seperti di dunia timur, tetapi was-was selalu ada dalam hatinya sebagai Ibu. Bagaimana Stefan bisa melanjutkan keturunan keluarganya kelak ? Bagaimana ia bisa punya anak? Anak secara biologis. Dia terkejut dan menyadari bahwa silsilah keluarganya akan selesai sampai di Stefan.
Disini ditemukan rasa cintanya yang dalam terhadap anaknya walau mempunyai kelainan.
Cerita ini aku melihat pada diri perancang muda berbakat kakaknya Mario Lawalata, dimana ibunya Pegy Lawalata dengan begitu santainya melihat perubahan terhadap anaknya yang lemah gemulai bak perempuan dengan kesabaran rasa cinta tinggi dan malah dengan keadaan yang begitu dapat berkarya dan menghasilkan sesuatu yang sangat dibanggakan. Bahkan konon dalam suatu wawancara perancang muda tersebut ditanya apabila diberikan waktu untuk hidup kembali ke dua kalinya , kau ingin menjadi apa?, dia menjawab dengan santai “menjadi sama seperti yang sekarang ini”
Wow, suatu pilihan yang benar-benar bertanggung jawab dan tidak ada pemberontakan terhadap Tuhan bahwa kenapa aku diciptakan berbeda.
Kalau dalam madzab Sufi sudah dalam tingkatan 10, kesempurnaan menyatu dalam keinginan Ilahi.

· Wikan Larasati

Wikan menangis, Ia ingat neneknya. Ia ingat ibunya, yang tak pernah dikenalnya dengan baik (meninggal saat dia masih kecil). Ia ingat ayahnya, yang tak pernah dikenangnya dengan patut. Ia ingat semua luka jiwa yang sudah dikuburnya, tapi seperti menyeruak kembali ke depan matanya.
Reporter baru di Majalah Dimensi, tokoh muda, masih kriuk, baru lulus dari bangku kuliah, fresh from the oven.
Dan kebanyakan masih idealis, dan hejo dalam melihat situasi dan kondisi di dunia kerja, dengan latar belakang jiwa yang membentuknya dalam asuhan nenek tercinta, ke dua orang tuanya sudah tiada, membuat Wikan tumbuh menjadi gadis dalam tanda tanya. (Antara cinta nenek yang membesarkannya dan dambaan akan kasih sayang yang hilang dari figure orang tuanya)

Melalui hari-hari kerja pertamanya di majalah Dimensi dan menemukan kejutan-kejutan selama satu minggu pertamanya, dan calon terdakwa tanpa ada pengadilan sekalipun untuk nantinya dikeluarkan dari perusahaan dimana dia baru bernaung tersebut.

Mempunyai kelebihan ESP extra sensory perception (telepati, psikokinesis, prekognisi dan clairvoyance)

Aku jadi teringat diriku sendiri, aku juga tidak tahu masuk di golongan yang mana, kadang-kadang mempunyai indra keenam dalam melihat orang atau merasakan adanya sesuatu akan terjadi, Cuma terkadang susah untuk menjelaskannya.

Beberapa temanku dari Makasar, Banten dan Yogja pernah berkata, di mata kiriku melihat ada seorang perempuan cantik seperti putri raja. Aku merinding ketika mereka memberitahuku seperti itu. Almarhum pacarku dulu juga berkata, di sorot tajam mataku terlihat bukan pancaran mataku yang sebenarnya tetapi ada mata lain, seperti elang, mata lelaki. (byuhh !)

Hiyyyyyy suka merinding. Yang kurasakan adalah bila ada seseorang yang akan melakukan sesuatu tindakan padaku yang sekiranya nanti akan mencelakakanku, biasanya aku terasa, sejak awal biasanya sudah menjaga jarak, begitu juga apabila melihat orang yang sejak awal perangainya sudah tidak berkenan di hatiku, maka aku biasanya akan menjauh, males berteman dengannya.
Begitu juga dengan firasat, bepergian atau hendak melakukan sesuatu, akan terasa sekali bila nanti tidak berjalan lancar.
Apabila ada orang yang mempunyai simpanan jin, pusaka atau bau-bau klenik selalu aku bisa merasakan.

Kejelekannya adalah bila aku marah terus suka mengeluarkan sumpah serapah. Hal ini sudah beberapa kali terjadi, dan adik serta sahabatku sudah menjadi korban atas sumpah serapah yang aku ucapkan. Maka itu sejak itu sampai sekarang aku selalu menjaga hati supaya tidak emosi dan akhirnya bisa mencelakakn orang lain.

Untuk model seperti , aku tidak tahu Uda Akmal masuk ESP atau yang lain ?

Pandangan akhir dari Imperia

Masih ada beberapa tokoh dalam buku ini, yang kesemuanya begitu menarik untuk dibahas, juga penokohannya begitu kuat. Tokoh Arlen, walau sepintas, tetapi tokoh ini sering dijumpai dikeseharian, bagi pegawai yang merasa dirinya senior, takut tidak dihormati oleh yunior, orang baru, dan biasanya kecemburuan itu berubah jadi dengki kalau yuniornya ini lebih pintar, cantik dan bisa menarik atasannya sehingga lebih banyak diberi order kerjaan atau malah promosi daripada mereka yang senior.

Uda Akmal begitu teliti tentang setting cerita, tahun bulan, waktu semuanya tersaji dengan begitu apiknya. Sebuah buku yang membuat aku tidak lepas selama seharian ingin secepatnya menyelesaikannya dan penasaran terhadap siapa pembunuh yang sebenarnya.

Serpihan musik dan pengetahuan begitu apik disusun, aku menari memutar kembali lagu Sting, The Corrs juga Queen dan wow R.E.M

Juga serpihan petuah Kyai Sepuh itu benar-benar merasuk dalam hatiku. Uda Akmal benar-benar deh !! acungan jempol buatmu. Pengalaman menjadi wartawan dan penulis membuat dua kombinasi ini dapat meramu sajian yang begitu apik, sekelas Dan Brown.


Danau Bodense, kebab….aha…melayang kembali dalam ingatanku Uda, Imperiamu benar-benar menyihirku kembali dalam tata masa lalu, kini dan nanti seperti kata Jenderal Pur “Jangan jadi orang nomor satu”

Penulis memberitahuku bahwa akan ada kelanjutan dari cerita ini, dia sengaja menggantung cerita, aku lebih suka dengan cerita yang menggantung, tidak titik, karena kehidupan ini juga menggantung tiada pernah ada titik, sekalipun kita sudah mati, akan terus berlanjut sampai nanti pengadilan terakhir di padang Masyar.

Kami dari konstituen “Betha Gama merajut sastra” memberikan nilai “threeplus” buat Imperiamu ini.

Dan kami dengan senang hari akan menunggu kelanjutannya, dan semoga rencana pembuatan filmnya bisa segera terlaksana.

Aku sudah bayangkan yang jadi MC adalah KD, terus yang jadi Jenderal Pur siapa ya Uda ?

So, hold on, hold on
Hold on
Hold on

Kamis, 14.45 5 Juli 2007

imperia 2, lanjutan bedah buku Akmal

Tulisan ke dua lanjutan “Imperia”

B. Pengkhianatan
· Rendra

“Jangan pernah mendahului takdir Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi, dengan menghakimi proses pencarian keimanan seseorang. Jalan yang ditempuh orang per orang itu berbeda, anakku. Kau tak akan pernah mengetahui hasil pencarian seseorang, bila sumpah serapah dan kebencian sudah mengotori kebersihan kalbumu. Jangan mempertuhankan dirimu sendiri dengan merasa kaulah hakim tertinggi yang berhak menilai segalanya, bahkan terhadap jalan hidup anakmu sendiri”

penggalan ini diucapkan oleh kakek buyut Rendra suami MC dalam buku diatas. Tokoh Rendra sebagai suami MC mengingatkan aku akan suami penyanyi terkenal di tanah air. Aku tak tahu apa obsesi Uda Akmal menulis tokoh ini rada-rada mirip dia, kakek buyut yang besar dikalangan pesantren, hanya bedanya ayah Rendra disini adalah seorang pejabat tinggi di Deplu, sedangkan suami penyanyi itu ayahnya adalah seorang Kyai cukup terpandang di Rambipuji, Jember sana.
Sosok dalam buku ini mencerminkan pemberontakan seorang anak dan sekaligus seorang anak yang kehilangan figure Ibu yang sangat dia cintai diusianya yang masih muda.
Dalam cerita tersebut, Ibu Rendra juga memberontak ingin menjadi pelukis yang dikalangan pesantren tentu saja di haramkan untuk dijalankan apalagi oleh santriwati anak seorang pendiri pesantren. Aib! Namun nasehat kakek buyut Rendra yang melihatnya sebagai pencarian diri atas “siapakah aku ini sebenarnya?” bagi perkembangan jiwa cucunya memperbolehkan dia menjadi perupa sampai pada suatu titik akhirnya Ibunya bisa mengenal dirinya sendiri dan kembali lagi menjadi perempuan soleh seperti yang diharapkan ayahnya.

Bagi orang yang berkutat di dunia agama yang kental dengan larangan, norma dan macam-2 bentuk aturan tentu saja pencarian Ibu Rendra mengenal Tuhan menjadikan aneh, bahkan mungkin apabila dibawah ke tempat Ibu-ibu pengajian akan dicap sebagai “perempuan abnormal”.
Itulah betapa ilmu untuk bisa mengerti tentang jiwa yang berkelana untuk mencari oase kedamaian itu dibutuhkan dan hanya bisa dicapai oleh mereka yang benar-benar sudah mumpuni lahir batin kepekaannya dalam melihat kehidupan yang sebenar-benarnya.
Aku jadi teringat cerita Sunan Bonang ketika awalnya dia bertemu Sunan Kalijaga sebelum beliau menjadi sunan, masih sebagai kepala perampok.

Rendra yang macho penampilan tetapi rapuh dalam perhatian dan kasih sayang akhirnya menikah dengan MC yang punya pribadi ingin selalu menguasai dengan topeng dibalik kelembutan dan kepasrahannya. Perpaduan yang sering dijumpai pada Lelaki Takut Istri atau ISTI (Ikatan Suami Takut Istri), dimana Istri begitu dominant mengatur suami, sampai-sampai uang buat ongkos pp saja diberikan pas di kantong celananya. Di lingkungan sekitar kita banyak sekali dijumpai suami-suami seperti ini. Ada yang memang sejak awal sudah kalah posisi dengansang istri yang lebih tegas, lebih suka mengatur, lebih dominan sebagai pemimpin keluarga walau yang mencari nafkah itu suami. Ada juga yang memang sejak awal dia sudah benar-benar kalah set, yang mencari nafkah adalah istrinya. Dia dibuat benar-benar tidak punya daya, kekuatan karena hegemoni sebagai pencari nafkah diambil alih oleh istri, jadinya dia berperan “Istriku adalah suamiku”
Apalagi Rendra yang pada awalnya dia ikut berperan sebagai pencipta lagu-lagu MC, namun kepopulerannya kalah jauh dibandingkan dengan istrinya, bahkan pundit-pundi keuangan yang mengalir adalah lebih besar jerih payah istrinya dibandingkan dia. Hal ini yang menyebabkan dia akhirnya menjadi bersikap apatis, bahkan cenderung membenarkan, “sendiko dawuh” menurut tanpa perlawanan pada semua tindakan, ucapan isrinya. Sampai dia dikhianati juga masih mereka-reka, apa iya sih, dan mata hatinya sepertinya tertutup masih menganggap istrinya itu seorang Dewi bagi anak dan keluarganya, walaupun realita sebenarnya terbalik.
Apa karena begitu cinta atau kemungkinan tidak ada nyali untuk bertindak lebih lanjut, tapi kenyataannya Rendra ini tetap masih menyangsikan apakah istrinya itu telah selingkuh di depan matanya?.

· Adel

“Persetan dengan Imperiamu! Kau lebih memuja patung dingin itu ketimbang Ibumu sendiri. Selama aku mengikutimu, tak pernah aku lihat kau menunjukkan rasa cinta dan banggamu kepada Ibumu seperti rasa bangga dan cintamu pada Imperia”

penggalan cacimaki yang diucapkan Adel , Sang manajer MC pada beberapa halaman akhir dari cerita diatas.

Apa gunanya terlihat indah berkilau kalau tak punya kekuasaan samasekali?

Setelah 10 tahun yang menekan, di mana MC memenangkan pertempuran demi pertempuran untuk meraih popularitas bagi dirinya sendiri , kini saatnya mata dunia terbuka untuk melihat siapa yang sesungguhnya memenangkan perang : MC atau dirinya ?

Itu yang selalu ada dalam pikiran Adel sang manajer. Dia sudah terlanjur luka dalam atas semua kepopuleran yang dialami oleh sahabat, anak asuhnya sendiri sebagai penyayi. Pada awalnya dia dan MC sama-sama merintis menjadi penyanyi namun bintang kemujuran berpihak pada MC dan pada akhirnya dia diangkat MC menjadi manager sekaligus pelatih vokalnya, karena tahu betul MC atas kelebihan dari Adel ini.
Tetapi ketahanan seseorang ada batasnya, apalagi bila kecemburuan dan rasa sakit hati itu tertanam bertahun-tahun dan kemudian bila ada jalan untuk membalasnya, maka dia tidak segan-segan melakukan balasan , pengkhianatan yang langsung telak Quik-shok.

Jenis orang seperti ini amat sangat berbahaya, bisa cobra dan belitan Phyton masih kala dahsyat serangannya. Maka itu hati-hatilah! Waspadalah! (kayak layar RCTI)

“Selamat tinggal, Mel. Hidup kita terlalu indah untuk dilupakan, namun terlalu menyakitkan untuk dikenang”

ucapan terakhir Adel sebelum meninggalkan MC kala dia berterus terang terhadap semua pengkhianatan yang telah dia lakukan. Betul-betul serangan telak. Top-gun !
Ungkapan True friend stabs you in the front tidak berlaku lagi, usang, kuno, garing !!

Tokoh Adel ini membuat aku menjadi mantap bahwa jangan pernah percaya kepada siapapun walau itu orang terdekatmu sekalipun, waspada tetap harus selalu dijalankan dan review terhadap apa yang sudah kita lakukan amat sangat penting, terutama kalau kita terlibat kerjasama dengan orang lain yang melibatkan sejumlah uang.
Ada pemeo yang bilang “Sodara ya sodara, tapi uang ya tetep uang, bisniss it’s bisniss”

bersambung......ke 3

11.10wib...siang merayap