Tuesday, June 19, 2007

berdir

berdiri, selendang terlepas pergi bersama pasir laut, rambut terurai, bau keringat pedangan asongan menawar
ada gerombolan semut, naik menuju mata kaki, gatal semakin gatal
berdiri, yang ditunggu tidak datang, perut mual masuk angin

15.25wib, jakarta sore merayap di kantor

Monday, June 18, 2007

ini komentar Mas Akmal untuk sajak jakarta berlinku

"jakarta-berlin"-nya oke lho, mbak ilenk. tapi di baris terakhir "ich wuensche (bukan wunche) dir" itu nggak kepotong ya mbak? karena kalau "ich wuensche dir" itu dalam bahasa inggrisnya "i wish you ..." , nah, apa yang di-wish-kan oleh si penulis syair itu?
atau maksudnya "ich vermisse dich', alias 'i miss you' (nggak pake 'but i hate you' seperti kata slank, hehehe...)
ach so, ngomongin jerman jadi inget lagu jadul banget dari peter maffay yang pasti mbak ilenk kenal banget: du.
Du bist alles, was ich habe auf der Welt, Du bist alles was ich will.Du, Du allein kannst mich versteh'n
(kaulah segalanya yang kumiliki di dunia, kaulah segalanya yang kuinginkan. kau, hanya kau seorang yang bisa mengertiku).
lho, lho, kok jadi mellow emo melongo kayak gini, hehehe.... nulis sajak terus ya mbak.
~a~

dikirim Mas akmal tanggal 30 Mei 2007 untuk komentrin sajak jakarta berlinku.
ada sedikit koreksi untuk untuk "ich wunche dir" seharusnya " ich braunche dich"
itu yang kubaca di smsnya yg tetinggal....hiks....uci...uci..

waktu acaranya mas Fajroel , dongeng untuk popy

lelah, berdiri lunglai, lapar, haus, mengantuk, tapi harus pulang malam ini
ku ketuk pintu taxi, melaju 100 km dalam hening malam, cepat melesat agar sampai di sarang
sapaan lembut sopir , sedikit senda gurau dan cerita tentang seribu nasib kemarau di kantongnya mencari kaisan rejeki
mata merem, terbang ke awan jauh, sampai kemudian terjaga di alam bawah sadar
aku tidur dan bermimpi berlari ke afrika, menjelajahi amsterdam, berlin, tokyo, pnom penh, manila, leiden. den haag, terjerabab di takuban prahu, bandung, bogor, jakarta

tak ada kata yg layak aq lukiskan kecuali, wow!
sejak awal ketika membuka buku dongeng untuk poppy, yang pertama terlintas adalah gaya penulisan.
gaya penulisan dan kata-kata Mas Fajroel bikin jantung bersiul sejenak, ini dia, penulisan yg tidak lazim pada puisi bebas negri ini dan terus terang ada sebagian puisiku kutulis memakai gaya itu.
pada waktu aq bicara kemarin dng Mas Fajroel, "Wah , mas gaya pian ampir sama ma ulun nih "
cuman kalah cetak duluan.

beliau cerita kalau puisinya non liris, ini sempat membuat bingung Mas Sujiwo Tejo ketika membacanya, dengan alunan suara putrinya beliau seperti menangkap nada ini liris apa non liris?. bingung juga akhirnya.
suasana malam itu betul-betul hidup, ini baru puisi, ini puisi baru, dibacakan oleh mereka yg bener-2 menghayati pembacaan puisi, maka membuat apa yang ditulis Mas Fajroel malam itu menjadi hidup dan sampai di kuping terasa indah didengar.

Pengenalan buku sastra apa itu puisi atau prosa, rasanya akan lebih hidup kalau sebagian dihadiri tokoh penyair atau sastrawan itu sendiri (ini menurutku). Karena terus terang saja akan terasa hidup.
Coba perhatikan, ketika Wanda Hamidah membaca dengan cara Mas Imam Soleh membaca akan lain. Intonasi, gaya, pakai menghentak-hentakkan kaki, bersiul dan bertepuk tangan seakan-akan, kita dibuat masuk dalam kata-kata yang ditulis Mas Fajroel bener-bener hidup oleh gaya mas Imam. Apalagi kemudian salah satu puisinya dinyanyikan oleh Mas Mukti yg berjudul "Mengiris Roti dunia"

Jadi disini ukuran selebrities tidak menjamin puisi bisa dibawakan dengan bener-bener hidup kecuali seleb itu orang teater juga dan bisa menjiwai seperti Mas Imam dan Mas Tejo..

saat pulang di rumah, aq membayangkan bagaimana nanti Oktober kata Mas Fajroel puisinya akan dibacakan secara teatrical di zone zero denpasar bali (Pada peringatan Bom Bali). Pasti Mas Tejo lebih lebih hidup lagi membawakannya (jadi kepengen kesana)

walau malam itu aq pulang jam 12 malam tapi hatiku puas banget bisa bincang-2 sejenak dengan Mas Fajroel, foto-2 ama Uda Akmal, kenalan sama Mbak Etty (aih mbak Aura cakep banget, kita besanan yuukkkkk !!_), sama Sekar, sama Mbak Indah Indosiar, Mas Baihaqi, ketemu Mas Hermawan (aku sudah sore nyampe di mp book, jadi gak sempat ngikutin acaran mas Her, tapi masih sempat uluk salam sama Mas Her), ketemu Mang Jamal yg bener-2 hampir ganteng, waduh kok aq ga dibagi bukunya? dan sma Mbak Ita (kapan neh kita ke Bandung nemuin teh Senny)

pada hari itu bersamaan juga Jokpin meluncurkan puisinya, aq sempat nyeletuk sama Mas Fajroel, Uda Akmal kalau puisi Jokpin ma biasa saja (maklum kebiasaan baca yg jauh lebih cuman mereka ga mau menerbitkan), pas saat bilang gitu juga malam sama Mas Kef sama Mbak Endah, eh Mas Kef bilang "Tuh Ada penggemar Jokpin" sambil nunjuk Mbak Endah. Biar saja ada penggemar, wong aq gak suka heheheheheheh.
Bukan gak suka, cuman aq melihatnya kata-kata dia itu masih umum, stylenya masih seperti GM, Sapardi, dll.
Nah, kalau kata-2 Mas Fajroel ini, stylenya dia udah buat yg khusus.
Jadi aliran puisi bebas tapi Gothiq gitu lho! Duh, Mas Fajroel bukan non liris, tapi lebih bergaya Gothiq mas (beliau sempat cerita kalau agak sulit juga mencari gaya tulisan yg dipakai Nazi, ternyata katanya tulisan Nazi itu pakai tangan emang rada-2 mirip Gothiq gini, namun ya tulisan Nazi ga ketemu ini juga bagus kok)

Aq lebih condong gaya puisi Mas Fajroel merupakan era pembaharuan dari puisi bebas sekarang. Liris Gothiq kali ya enaknya...

yang pasti puisimu hadir menjadikan pilihan lain dari gaya kata dan penulisan, tidak bercermin pada patrun puisi bebas selama ini. Bener-bener Lari ke Afrika !

sesuai janjiku malam itu pada Mbak Ita dan Aunti Endah, aq sertakan puisi aq yg seperti Mas Fajroel.

.......................

jakarta - berlin

telepon berhenti sejenak, berpikir, melamun, tegang, bisu, gemetar, kertas, ballpoint, pinsil, tersungkur sejenak disisi meja, ambil hp dan baca sms

;"bunda amy yang baik, aku tidak dapat menjumpaimu besok pagi, karena sorenya harus segera berangkat ke berlin, mendadak !"

lemas, putus asa, teh poci telah habis kering tenggorokan, mau berlari dalam lorong tapi sepi mencekam, tak mampu berdiri apalagi pergi
besok, lusa, minggu , depan, kapan lagi, tahunan, berapa detik jam dan hari lagi aku akan jumpa kamu?
lelaki di perempatan jalan, berjanji dalam empat tahun kembali dari negeri empat musim jauh dalam bilangan bulan empat

:menghantar rindu, jakarta - berlin dalam rajutan, mimpi, pelukan hangat, salju, gugur daun, semi dan panas bikini dan belepotan bibir sensual menghias sampul hari sepi, melayang autobahn "ich braunche dich"

jakarta, 10 april 2000 13.00 wib

..........................................................

gimana Mbk Ita, Aunti Endah, kan hampir mirip toh, cuma aq gak cetak saja.....hehehehehe
makanya membaca tulisan Mas Fajroel tentang Berlin, jadi inga inga inga think !!!!!

okey, aq pikir cukup kali ya Aunti Endah tambahan laporannya, maklum ini membuatnya sambil nyuri,nyuri, biasa monday monday !

ya, lebih enak hari Sabtu ya Aunti, dan lebih hidup lagi kalau tokoh2 seleb sastrawan/penyair juga hadir

salam sastra,
ilenk

28 mei 2007

Wednesday, May 23, 2007

renungan

bunyi keyboard masih berdentang keras
berusaha mengimbangi gejolak hati yang panas
dinginnya ac ruangan serasa bara di ujung layar
gemeretak mendesis lembut pada ganggang telepon
akankah dibanting setelahnya atau biarkan menggantung ?
butiran keringat meluncur lembut disisi jendela rambut tipis
ditepisnya dengan pinsil berujung basah
mata nanar menatap kosong dalam putaran clip
akankah selalu kata-kata itu meluncur terus
"kan peraturannya kalau pegawai perempuan dihitung single!"

sejak kapan peraturan itu tercipta?
bahwa perempuan mempunyai hak berbeda untuk menuntut yang seharusnya dia dapatkan ?
kalau sama-sama pegawai, mengapa harus beda?
kalau pegawai lelaki, istri dan anaknya sampai batas tiga ditanggung kantor
kalau pegawai perempuan walau dia punya suami dan anak tiga apalagi lebih tetap saja dihitung single
mengapa ada beda ?
kewajibannya sebagai pegawai sama
menjalankan tugas sama
jabatan sama
gaji sama bahkan bisa lebih besar perempuan
tapi untuk tunjangan kesehatan mengapa harus beda?

alasan klise yang membuat perut mual
bukankah lelaki pencari nafkah !?
(itu kan dulu !)
sekarang kan sudah banyak perempuan melakukan hal yang sama
bahkan dalam satu dua kasus dia mengambil peran lelaki dalam mencari nafkah

"nanti kalau sama-sama ditanggung, bisa terjadi double"
"itukan bisa dibuat peraturan"
"untuk pegawai perempuan bila suami dan anak sudah dijamin pada kantor tempat dia bekerja, tidak perlu diikutkan, sedangkan yang tidak atau belum ada tunjangan kesehatan pada tempat kantor suami, maka suami dan anak dapat ditanggung"
"cukup adil kan ?"
"tetapi biaya akan membengkak?"
"membengkak bagaimana?"
"itu sudah merupakan kewajiban perusahaan , kalau mau tidak membengkak ya jangan menerima pegawai perempuan "
sudah susah aku menahan emosi
sepertinya isi perut sudah mendidih ingin keluar
muntahkan pada muka mereka
"kalian ini sudah sepuluh tahun bekerja bersama kami sudah seperti saudara, ternyata hati kalian busuk!"
dengan dingin kekesalan meluncur dikebekuan
"coba bayangkan kalau salah satu dari kalian meninggal, istri kalian bekerja, anak kalian tidak dijamin, akankah roh kalian tenang disana ?" ayo jawab !"
satu persatu muka itu menjadi diam
antara sesamanya saling bertukar pandang dalam bisu

sudah lama kebencian terhadap peraturan usang ini
didengung dengungkan perempuan dan lelaki sama, tetapi kenyataan berbeda
"rasakan nanti, diantara kalian punya anak perempuan"
"rasakan nanti diantara kalian kalau terjadi kematian itu"
"rasakan nanti, kalau istri kalian bekerja"
"rasakan nanti, bagaimana kalau anak mereka sakit, perlu uang, sedangkan tunjangan dia masih tetep dianggap single"
"rasakan nanti, rasakan nanti"
"istrimu akan kelelahan dalam panjang membisu"
"dengan status jandapun masih dianggap single"
tiba-tiba pening merayap di relung kepala
bando yang melekat erat di rambut basah oleh butiran keringat
kepalan tangan tak cukup untuk meredam emosi
perlahan-lahan wajah para lelaki samar dan kemudian lenyap
hitam pekat
yang terdengar dentang bunyi jam
lamat-lamat
jauh-jauh
pelan sekali
tek
tek
tek

21 mei 2007....08.03wib

Wednesday, April 11, 2007

antara cinta, dusta dan perpisahan

sejak awal aku mengenal kamu sudah tau mesti harus bagaimana cerita ini berakhir. aku pada awalnya berharap banyak padamu, tentang getaran cinta dan pengharapan di usia yang mulai merayap ini. sepanjang tahun jalan hidup rasa cinta itu tak kudapatkan, sampai kemudian bertemu di maya dan realita denganmu. mengukir hari hari indah bersama dan melangkah lewati dosa sepertinya aku sudah tak perduli lagi. aku kemudian menyadari bahwa aku tidak bisa berpisah denganmu, berpikir mulai otak berjalan mulai hayalan dan menetapkan harus bagaimana ikatan itu dibuat.
diciptakan seseorang lagi yang harus bisa mengikatmu tanpa aku harus melakukan langsung. dibutuhkan pengorbanan tinggi materi maupun moril melewatinya dan sampai detik ini aku berhasil. namun yang kutuai kadang sungguh menyakitkan, kadang tidak terbayang sebelumnya.
tempo hari kau berhubungan dengan perempuan yang membuatku menjadi sakit hati luar biasa, karena kau telah memperalatku dan aku menjadi bodoh sama sekali. eh kemarin sore aku dapatkan secarik sms yang ditujukan pada "lonte" itu. aku terpaksa menamakan demikian karena aku tau dia bukan perempuan baik-baik. aku menjadi terhempas, aku pikir kamu sudah sama sekali melupakan dia, ternyata di hp mu nama itu masih ada dengan nomor yang laen, dan yang membuatku menjadi terbelah sembila adalah smsmu.
dengan tokoh lain kubalas tulisan dengan sembilu juga dan dengan ringannya kaupun menulis sms padaku untuk mengakhiri hubungan kita.
ya aku tahu betapa mahal yang harus kubayar semuanya. kadang aku suka berpikir kenapa musti semuanya aku alami, adakah aku salah padamu atau kemungkinan Allah murka padaku membalas sakit hati mantan suamiku pada diriku sehingga tak ada seorangpun lukiskan cinta di hatiku.
betapa enaknya jadi "lonte" itu, masih bisa rasakan sms sayang darimu padahal aku jarang menerimanya event itu hari ultahku. aku merasa TUHAN menghukumkan kemarin dengan membongkar segala aibmu, namun kenapa aku masih saja bertahan dan bertahan. aku sudah panjatkan do'a panjang untuk jauhkan darimu kalau memang kamu berniat jahat padaku. aku sudah lelah berjalan dan aku menyadari betul mungkin "lonte" itu memang jodohmu, siapa tahu , ini rahasia TUHAN. kadang ada ketakutan itu terjadi, betapa hebat balasan atas semua yang kulakukan sebagai pengkhianatan cinta, dan aku mendapatkannya langsung. sebenar-benarnya aku ingin mengakhiri sang tokoh itu menuju kenetralan, namun sepertinya aku belum siap. tapi aku bertekad bahwa aku harus siap. aku tahu kamu bohong, beberapa hari lalu aku memang bermimpi kau menggandeng wanita, aku berpikir ada apa ini. rupanya itu firasat dariNYA. luar biasa aku masih diberi tanda dariNYA, aku tahu DIA memang benar-benar tidak meninggalkanku. aku ingin berlari lagi menghadapNYA. kali ini aku harus tuntaskan. betapa kau ingin pulang ke padang hanya ketemu "lonte" itu, padahal dulu uang yang kau bohong dng dia belum terbayarkan. kemarin betul-betul hatiku hancur berkeping-keping. aku menyadari sesadar-sadarnya bahwa apa yang mustinya aku ingin kerjakan denganmu, aku sudah berjawab. tak ada akan lagi keinginan buka Wanet, aku takut aku tidak bisa menegakkan emosi dan hati dan logika ditempatnya. terpaksa semuanya mulai sekarang harus berhitung. aku tidak mau nanti kalau seandainya aku belikan kamu hp, isinya hanya "lonte" itu, akupun tidak mau semua apa yang selama ini aku korbankan ke kamu jadi berhitung, aku perlahan akan menghindar....menghindar
awalnya sakit memang, tapi aku berharap dengan ijinNYA aku bisa bertahan, semoga saja. padahal sorenya aku masih berbincang lama dengan bos baruku, ada harapan untuk menarikmu bekerja denganku, namun semuanya porak poranda karena sms itu. bahkan kau berkata menyakitkan "aku ingin mengais masa laluku, aku ingin disayangi dengan apa adanya"
padahal apa yang sudah aku berikan padamu, sepertinya kamu tidak melihatnya. dan sepertinya aku tidak berharga sama sekali. "ambar" memutuskan hubungan denganmu tapi kau pun berusaha untuk menghilang dariku.
aku sekarang mulai berpikir jernih, untuk berusaha menerima kenyataan walau pahit. dan semoga janjiku pada diriku sendiri ini bisa tercapai, aku hanya ingin TUHANKU melindungi aku.
walau aku tahu sampai hari ini kita masih berhubungan, tapi aku mulai menyadari untuk tidak terikat emosi lagi dengamu.
aku mencitai dirimu tanpa berharap memilikimu......

Tuesday, April 10, 2007

ulang tahun

"Aku sudah kabulkan beberapa permintaanmu"
Tuhanku berbicara lembut dalam kelam waktu subuh ini
aku masih berselimut kabut ketika denting jam menggelitik perut malamku
hari ini bangun terasa malas
ada yang hilang sejenak saat mata berkeliling di sudut kamar sepi
"bukankah kau hari ini ulang tahun ?"
bisik malaikat subuh sambil menarik kaos tidurku
aku bergegas bangun
ah ha ulang tahun ?
sudah keberapa tahun aku melangkah di batas bumi ini ?
sudah kering kemarau ke berapa ?
sepertinya laju becak ibuku menuju rumah sakit masih terasa jejaknya
aku masih bisa membau keringat kepanikan ibu
"cepetan cak ! wetengku wes mules nemen ki !"
pekikan ibu dalam bahasa jawa logat suroboyo menggema di hatiku
senyumku tiba-tiba memeluk erat

hawa pagi air menyiram sanubari
bersama dengan gema adzan lamat di tv
dan terdengar kemudian acara jejak rasul berlanjut

aku masih terpekur bimbang
ada langkah hilang seperti terbang
membawaku pada masa lalu yang tak berujud
"kau mau minta apa?"
bisikan lembut menyeret anak rambut di balik telinga
"terserah kamu, aku tak bisa menentukan, apapun darimu selalu aku terima"
diplomasi jawabanku pada saat itu menari di senyum malu-malu
dan kau membalas dengan kerlingan mata

sambil menyisir rambut panjang yang satu dua helai jatuh
"boleh aku potong rambutku ? dikit kok !"
kemarin aku telepon vie
"boleh tapi dua centi saja "
gerakan kaki melangkah seperti biasa
irama dzikir menyisir sampai ke terminal dan telungkup tidur ayam di pagi subuh bersama ribuan ilalang menuju kota harapan
masih berjalan sepi
tak ada deringan kejutan
ada yang aku rindukan pada hari ini
"happy birthday ! zum gebursttag meine liebe !"
ribuan waktu berselang menari lagi di mata kantukku
kau lilitkan selendang sutra sulaman halus
ada namaku di baliknya
"ini fuji sendiri yang menyulam "
suatu saat kakak perempuanmu bicara
hari ini aku masih menyimpannya
sepertinya aku rindu
rindu dekapan itu
ribuan kenangan kurajut kembali
menatap mata elangmu yang sekarang entah dimana
atau mungkin sudah jadi tanah ?
aku kubur cinta pertamaku yang abadi
tapi sebenar benarnya aku tidak menguburnya
selalu ada sebagian yang kusisakan di relung ini

jam delapan pagi
"selamat ulang tahun ya"
"kok cuman selamat tok !"
"ya mestinya kan bersyukur masih ada yang selalu ingat kasih ucapan"
ya vie walau hanya ucapan
aku masih merasakan bahagia itu
walau sebenarnya
aku ingin lebih
aku ingin kau cium aku
aku ingin kau dekap aku
aku ingin kau kau kau
semua yang seperti biasa kita berdua lakukan
aku ingin
cuma hanya ingin
angin pagi
angin siang
angin malam
aku terbang

14.23wib

Monday, April 2, 2007

merajut mimpi

tinggal mimpi
aku mengecup dengan jelas bibir pagi itu
masih basah dan kain itupun masih terasa dingin
lendir menutup sekujur tubuh
setelah kau lumuri dengan ludah malammu
masih hangat
kelenjar kulit kasarmu menempel dalam birahi anganku
berjalan di nadi semak belukar
dan merajam menusuk dengan irama angin sepoi
dan mengoyak jantung pisang
sobek !

dan aku terkulai bangun
mimpi !

ilenk, 8.35wib