Sunday, January 28, 2007
vie(2)
gimana ga jengkel, setelah pegang uang, rencana kredit speda motor aja ga omong ama aku, padahal nanti kalau ada apa-2 ya larinya ke aku lagi aku lagi...kadang kalau diingatkan beini suka marah kamunya.
aku sih setuju setuju aja kamu ambil kredit motor, daripada uang habis untuk judi, cuman ya maksudku hutang satunya lunasin dulu, baru membuka hutang new gitu...jangan sampai hutang itu kebuka semuanya, bisa runyam...dan aku nanti yg blingsatan.
enak di kamu kagak enak di aku.....
cuman kemarin aku agak marah, jengkel gimana gitu ma kamu, sepertinya aku ini sudah ga ada gunanya gitu, alasan yg pulsa abislah..atau apalah sehingga ga bisa menghubungi aku, sampai kemudian kamu bilang motor udah ada di kost kamu.
trus untuk beli helmpun kudu rame lagi, aku cuman ingatkan beliin sekali buat aku, kan nanti kalo aku bonceng....eh kamunya kayak kebakaran jenggot.... yg katanya pake helm kudu yg bagus lah (mosok pake helm 5 jeti kayak Rosi pake itu...yg bener wae...) ya intinya aku ga boleh bonceng...yg bonceng ya itu cewek-2 laen...trus buntut2-nya kalau ada apa-2 ke gua lagi....ogah deh gw kalau begini!
gua mulai sekarang udah jaga jarak aja ama kamu....sepertinya apa yg aq lakukan selama ini udah kabur...kabur bae...walau sebenarnya ya ga bisa...tetapi aq akan berusaha....daripada nanti nangis bombay....mendingan nangis opo yooo ????
ini tadi aja kamu tiba-2 mampir ke kntr...aq sengaja buat wajah cembetut...ga tau bawaannya jengkel aja, padahal aq kangen ma kamu....ben wae lah !!! sebellll tenan gitu liat muka you itu.....
kamu ya sempat nanya napa kok aq cemberut...tapi wegah omong...ben wae....cuek aja....ga nanya panjang katanya mau cepet-cepet beli kaca spion gitu..wes..ra urus....!!!!!!
jadinya hari ini tambah sebellllllllllllll bawaannya ma kamu vie....... tenan ki..!!!!
14.25 wib.
Monday, January 15, 2007
tambahan kerjaan
Friday, January 5, 2007
lelah
kuletakkan kepala dalam lelah di meja
kuselipkan tangan dalam ketikan keybord
kupejamkan mata sejenak dalam mesin print
dan selonjor kakiku pada nafas mesin fax
hari ini betapa mata lelah melihat angka dan huruf
dalam remang cahaya redup karena lampu kupadamkan satu
inginnya aku melelehkan badan sejenak
pada kursi biru panjang di sudut ruangan
detik berlalu
sepoi angin dari AC melaju lembut
dan terlelaplah aku
pada mimpi panjang
mendengkur
krrrrrrrr.....krrrrrrrr
jakarta, 29.11.2006 15.45 wib
Thursday, December 28, 2006
Lelap tidur panjang akhir tahun
di sela bibir kering siang sejuk AC
terhempas dalam kursi biru tuaku
di ruangan sempit penuh lemari arsip dan geletak computer
printer masih menyala namun dia sudah membisu
tak lagi muntahkan kertas seperti biasanya
telepon warna coklat muda juga diam membisu
biasanya waktu jeda begini bunyi tiada henti
rasanya aku bisa leluasa mengelus kebebasan sejenak
ya, kupikir sejenak
karena sejam lagi sudah akan ramai
seperti biasa kantor pada umumnya
menatap calendar di atas monitor
sebentar lagi akhir tahun dua ribu enam
rasanya bumi cepat berputar
bersaing dengan getaran gempa yang sudah mulai sering muncul
di kerak tepian permukaannya
umur semakin pendek
membatin menutup mata
menerawang masih adakah sisa yang harus dikenang
sepanjang sejarah dua ribu enam yang lalu
Untuk dibawa menuju tahun depan menjelang
lirih membuka bibir kering lusuh ini “Ya Allah Ya Rabbi “
helaan nafas berat menari bersama debu di terangi dengan angin AC perlahan
“adakah KAU beri aku jalan keluar terhadap semua masalah yang kuhadapi sepanjang tahun ini ?”
“adakah KAU beri aku kemudahan menyelesaikannya di tahun yang akan datang ?”
tak banyak aku berharap di tumpukan notulen rapat yang belum sempat terkirim
hanya kaisan rizki dan kemuliaan
untuk menjelang tahun depan menjadi lebih baik
“beri aku harapan dan jalan lurusMU Ya Rabbi “
beberapa hari akhir ini wajah lusuh teman teman kantor menari
biasanya sehabis rapat besar pemegang saham ada berita gembira
dibagikannya rizki berupa bonus tahunan
yang biasanya sudah disetujui oleh pemilik modal
namun kali ini berita kering terhampar
seperti keringnya kue dalam toples yang tinggal tiga
tak ada bonus terbagi
menunggu tahun depan setelah tutup buku
“aaaahhhh ! “
keluhan panjang bersama tarikan wajah kaget, lesu dan terhempas
“waduh, aku sudah harapkan untuk membayar hutang ,mbak “
“wah, gimana dengan rencana melahirkan istriku ?”
“ah, nggak jadi pulang menengok ibuku !”
bermacam suara menari nari terus setiap hari
menghampiri mejaku berkeluh kesah berganti orang
aku hanya bisa menjawab “aku juga sama dengan kalian, kecewa!”
tapi apa mau dikata
nasib pegawai ya seperti ini
hanya bergantung pada si empunya
sang majikan yang berkuasa
berharap ada sedikit hati terkuak demi harapan
harapan siapa ?
aku tak tahu harapan siapa itu ?
akhir tahun menjelang
detik arloji di tangan berdenyut seirama dengan jantung
yang mulai ikut berpikir
aku juga harus membayar hutang
aku juga berharap tadinya membayar dengan uang bonus
semuanya ternyata sekarang hanya mimpi
mimpi kelam akhir tahun tanpa bisa berbuat apa
mimpi meniup terompet
tetapi yang keluar hanya suara
bepp… bepp.. bepp
semakin rapat kelopak mataku kupejam
bos besar sudah sejak siang pulang
sejak habis dioperasi selalu pulang
katanya harus istirahat
tapi tetap menerima gaji utuh tiap bulan
kayalanku berjalan “seandainya jadi bos, enak kali ya?”
bersama sunyi ruangan
tanpa ada dering telepon
tak ada suara fax
mesin printer tidur
akupun tidur
dan berharap bangun di tahun depan
sudah menjadi bos
met tahun baru 2007
Jakarta, kamis 28 desember 14.46wib
Monday, December 25, 2006
menjulang di atas awan
awalnya jemari hatiku terasa berat untuk melangkah ke jakarta
namun mengingat kau merayakan natal sendiri disini tanpa saudarakusempatkan melaju juga dalam mendung cuaca hari senin
apalagi masih selalu terselip kerinduan untuk hanya sekedarmengusap helai rambut atau tatapan kosong dari samping
berharap ada sesuatu kejutan pada hari bahagia ini
jalan tak begitu padat
mendapat pergantian bis di jakarta semudah menangkap angin
adakah angin bisa ditangkap?
dalam kantuk perlahan
dan mengabarkan lewat koneksitas gelombang suara
ku janji berhenti di halte seperti biasa
menjemput dia
tuk melangkah entah ke awan mana
sempat bingung menentukan arah kemana kita pergi
sempat kusisir sejenak rambut yang mulai kusam
katamu "aku sudah lama tidak minum susu"
adakah pengaruh minum susu dengan rambut kusam
kau bilang "ada !"
"ooo..." baru tahu aku
akhirnya awan di ujung seperti biasa kita mangkal
melepas rindu, penat dan bicara
sebenarnya tak ada uang di dompetku
sejak setahun ini aku sudah tercekik
namun entah karena iba atau sekedar ingin menyenangkan kamu
aku langkahkan kaki di hari bahagia ini
ku usahakan ada sedikit
ya walau sedikit tapi ada
dari melihat kartu tarot
sampai bercerita tentang semu kehidupan
di sela makan steak kesukaanmu
dan cerita tentang makna natal bagi agamamu
rasanya cukup lama kita berkelana
di selip tiang bangunan dan hiruknya lelakon manusia
sampai tak terasa sore menjelang
waktunya untuk berjalan sendiri kembali seperti semula
mampir sejenak membeli sesuatu
ada yang kurang biasanya pada dirimu
dan sempat kita berdua bersihtegang
tentang makna hemat dan irit
yang selama ini selalu bertentangan antara kau dan aku
dan akhirnya berjalan dalam bisu
menanti bis yang membawa pulang
sempatkan kau bertanya
"setelah ini mau kemana ?"
pertanyaan aneh bagiku
tak biasanya kau bertanya begitu
sepertinya sudah tahu alur ini mau berjalan kemana
namun kali ini ada sentuhan lain
"aku tiba-tiba ingin"
"hah !"
gejolak bunyi gamelan yang lama sudah terkubur dalam
mulai menabuh genderang perlahan mulai pasti
dan bunyi gong bertalu talu dalam hati mulai menari
ada harapan sirna datang
ada keinginan terpendam datang
ada kesanggupan
"tapi aku tak ada uang "
kincir iblis menari dalam rasukan batin
seperti menarik antara tak perlu ada permainan lagi
tetapi sepertinya bisikan mengatakan
"ini untuk yang terakhir kali"
melaju dalam kebimbangan
tanpa berusaha untuk mencegah atau berbalik
diikuti irama gelegar dahsyatnya keinginan
dan sampai pada suatu tingkatan
pada suatu tempat di awan
kita termangu dalam sepi dan hampa
hanya sekejap
tetapi memuntahkan kemurkaan
ada ketakutan pada diriku
ada gamang pada diriku
"ada yang aneh dalam diriku ini, Tuhan?"
masihkan aku dibolehkan menyebut kata itu ?
tak tahu aku
yang kurasakan aku menikmatinya
dalam didihnya warna surgawi
di hari kudus ini
menari terus menari
melangkah diatas awan
jauh jauh tak terbilang
doa dan dosa menancap disana
jkt. 11.45
Sunday, December 17, 2006
arwan maulana
sepertinya aku sudah tidak mungkin lagi bertemu atau apapun juga denganmu
sejak kejadian setahun lebih yang lalu, tanpa ada kabar berita
- aku sempat terhenyak dengan kejadian itu
- aku sempat putus asa, kecewa dan geram
- aku merasa kau bohongi terang terangan
- kebaikanku sepertinya kau balas dengan keji
aku pasrahkan semuanya pada Ilahi, apakah masih sempat aku bertemu dengan mu lagi mas Arwan
beberpa teman menyarankan untuk mengumumkan di bloggermu tentang kejadian ini, tetapi aku simpan, aku tidak sampai sekejam itu
aku tau kau berbuat pasti ada sebab sebabnya, seandainya pada waktu itu kau hubungi aku, tentu ceritanya akan lain
btw, semuanya sudah berlalu, yang jelas hari ini aku bahagia menerima emailmu mas Arwan, puisimu sempat kubaca di harian republika, akhirnya keturutan juga puisimu di muat.
aku menunggu kapan bisa ketemu denganmu lagi....ya yang jelas sukur sukur bisa menyelesaikan janji yang tertunggak, semoga saja..
teman sejati tak pernah meninggalkan kita selagi kita dlam kesusahan
jkt. 11.45wib
Tuesday, December 12, 2006
bayangan

