<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746</id><updated>2011-04-21T14:10:27.935-07:00</updated><title type='text'>ilenkrembulan</title><subtitle type='html'>sejenak hadir menapak tilas kehidupan, dalam pancaran harapan, ada DIA yang selalu menemani</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>92</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-997271296478779657</id><published>2009-02-02T22:18:00.000-08:00</published><updated>2009-02-02T22:42:25.309-08:00</updated><title type='text'>hut apsas ke 4</title><content type='html'>sejak aq bergabung di milis apresiasi sastra 2007 lalu, aq sudah suka n senang dengan milis ini yg aktif rame seperti kehidupan ini, kadang ada perkelahian, beda pendpaat dan macam-=2, kadang ada pula karya-2 ada yg bagus dan jelek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejak hut apsas ke 3 aq udah terlibat sebagai panitia pada waktu itu mengurusi konsumsi, karena terus terang aq suka organisasi, jadi dng giat di organisasi maka akan bermanfaat, untuk apa cuma main di kulitnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada hut ke 3, aku masih belum bnyak mengenal orang, aku hanya kenal beberapa orang, namun kemudian berkembang sampai detik pada hut yang ke 4.&lt;br /&gt;ketuplak pada hut yg ke 3 mbak rita achdris memintaku untuk jadi ketuplak pada hut ke 4. aq sempat menolak, terus terang aq ini orang yg ada di belakang layar...eh suka dibelakang layar, tak mau tampil, akan bagaimana kalo tampil bisa grogi jadinya, nmun kemudian stelah berpikir dan konsultasi dengan pakde yohanes maka akhirnya aq terima juga penunjukan sebaga ketuplak setelah melalui pemilihan di milis secara terbuka. rivalku tman seperguruan di pasar malam caklul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mulailah kemudian penggalangan dana baik berupa makanan sumbangan buku maupun dana fersh money. ternyata cukup alot juga dan akhrinya ya ini yg kutakutkan, aq masih nombok juga, walau puas pesta itu berjalan sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisa menghadirkan para sastrawn senior maupun yunior yg selama ini selalu ada sliweran di maya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada bang saut, mas sitok dan bahkan mereka motong tumpeng barengan, ini ndak ada rencana apapun kecuali keinginanku yang selama ini sedang berperang bisa menikmati guyub dalam suasana pesta meriah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada penyair senior sitor situmorang, mas endo pds (PDS ini sumbangan dari mas hudan, kl ga ad dia aq bakal kliyengan), pk darmadi, pak pur, pak parikesit, mas ari tamba, juga mas joko sumantri, mas tulus w, bang manaek, bang sihar, wartawans, juga banyak apsasian yg hadir, ada gita dari sby, veve, mila, fitri yg militan membantu sampe malam bungkus kado...ah indahnyaaa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;juga kak wanda hamidah yg kuundang langsung di kitab tampangnya, hadir..wuahhhh senengnya, kang anwar, mbak anin yg pemenang novel itu, juga lainnya pengisi acara diskusi ms agus noor, mas hudan, broden juga tentunya bang saut sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;luar biasa....peserta buanyak 150 orang ditambah panitia..luar biasa...walau makanan sisa, tapi akhirnya habis juga, sumbangan buku yg tadinya seret ternyata mengalir juga dari mas anton serambi juga oom kafi kurnia di akoer, terus dana juga...mengalir semuanya...walau msih harus nombok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;luar biasa, sumbangan dari saudara kurawa di pasar malam yang tak henti hentinya membackupku sampai selesainya acara ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gita adikku tercinta dr sby dibelain naik kereta sayur...demi ultah apsas luar biasa, membacakan riwayat hidup di makam chairil anwar dan juga ke makam pram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin bisa dijadiin tradisi untuk mengunjungi makam para penyari besar yg mempelopori penulisan penulisan yg menggelegak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai kini msih jarang kutemui sebuah karya puisi sebagus amir hamzah, sanusi pane, juga laennya angkatan pujangg baru, mapun kemudian....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka itu ada sebuah angan sekiranya nanti pada reboan fair diadakan, aq pengen diskusi sastra itu berlanjut terus sehingga ada keinginan untuk memperbaruhi hasil karya itu terus menerus, beberapa pengisi sudah kuhubungi dan sudah bersedia sebagian, tinggal moderator....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ahhh terima kasih ALLAH ..kau sudah berikan sesuatu yg berharga untuk kunikmati, walau disisi lain aq masih mengais harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada gading yg tak retak....semua ada kekurangannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selasa, 3 feb 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yayayayaya sebuah acara sukses ini kan kudu ada pengorbanannya....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-997271296478779657?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/997271296478779657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=997271296478779657&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/997271296478779657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/997271296478779657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2009/02/hut-apsas-ke-4.html' title='hut apsas ke 4'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-7199303559298600126</id><published>2009-01-19T17:55:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T18:04:56.993-08:00</updated><title type='text'>resensi kumpulan puisi Afrizal Malna</title><content type='html'>Perjalanan di Halaman Belakang, Pakaian kotor di Dasar Jurang&lt;br /&gt;                                 Oleh  ilenk_rembulan&lt;br /&gt;        Buku kumpulan puisi setebal 256 halaman ini dengan cover batik menarik dan sederhana, namun meninggalkan kesan “art” bagi pecinta seni , seolah menggambarkan sosok penyairnya yang memang selalu tampil sederhana , tetapi menyimpan energy penciptaan dan  daya kreatifitas yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sepakat dengan siaran pers yang tercetak dalam undangan diskusi buku tersebut pada hari Jum’at tanggal 21 November 2007 di Cemara 6 Galery,Jakarta, saya sempat mencuri waktu sejenak dari kesibukan menyiapkan anggaran perusahaan, karena bagi saya,  Afrizal sebuah fenomena lain, tercetak di siaran pers tersebut bahwa Afrizal menawarkan sebuah strategi untuk memandang dunia secara berbeda. Di tangannya, keseharian yang ada di sekitar kita diramunya menjadi obyek puisi dengan strategi instalasi, Afrizal mengemban sebutan mesra “puisi instalasi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Judul buku puisi kali ini sudah merupakan bagian dari puisi itu sendiri. “Teman-temanku dari Atap Bahasa”, mengucap judulnya saja sudah saya rasakan sentuan instalasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di bagi dalam 2 (dua) bilik, bilik pertama  berisi 28 puisi oleh penyairnya diikat dengan nama Perjalanan di Halaman Belakang, sedangkan yang ke dua terdapat 40 puisi dengan lilitan nama Pakaian kotor di Dasar Jurang yang siap mengajak pembaca menyelami goresan seorang Afrizal.&lt;br /&gt; Sejak pertama menikmati puisi-puisi Afrizal dengan bentuk yang specific dalam penulisan maupun cetak tata letak dan sepintas awalnya bagi saya agak melelahkan. Selaku penggemar puisi puisi pendek dengan alur lompatan klasik pada umumnya, membaca puisi Afrizal terasa agak aneh. &lt;br /&gt;Namun kemudian setelah membaca kata demi kata yang terangkai bagaikan pecahan tubuh keseharian, dimana Afrizal berhasil dengan indahnya seperti meletakkan puzzle di sudut sana sini, saya menemukan kejutan itu. Perasaan lelah di awal ketika hanya melihat sepintas hilang sudah, bahkan mata ini menatap terus dan berusaha menyelami masuk ke dalam, seperti seorang penyelam menemukan “sesuatu” yang terasa kemilau di kedalaman laut pada samudra luas, yang membuat hatinya turut tergerak ingin mengetahui “ada apa disana?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian I : Perjalanan di Halaman Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kali ini saya ditemani  tarian jemari Maksim menghentak suara tuts piano, mengeja kata demi kata di bagian I ini. Perjalanan dengan membaca judulnya yang terpampang di halaman depan , hembusan puisi-puisi itu sudah berbicara. Susunan pecahan tubuh itu sudah mulai terasa di awal satu puisi pembuka “50 tahun usia kuping”. Coba rasakan sejenak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;kuping itu menulis seperti membaca dalam sebuah sumur yang terbalik. kuping itu menulis seperti menyalib tubuhku secara terbalik dalam sumur itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamu adalah daging dengan berat 2 ons. kamu adalah daging yang mendengar suara sumur yang terbalik dalam jantung manusia. kamu adalah 2 ons yang usianya hampir 50 tahun…..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Sepintas seperti hanya bermain kata saja, antara satu dan lainnya seperti di bolak-balik, namun apabila dicermati, kalimat selanjutnya merupakan bagian cerita dari kalimat sebelumnya, begitu seterusnya, lompatan yang teratur antara kata di kalimat atas kemudian menjelma di bawahnya saling terkait maknanya, bukan sembarang asal tempel, layaknya bermain puzzle, mencocokkan gambar di luar dalam hal ini di luar kehidupan, dengan rangkaian penciptaan di dalam, sehingga ditemukan kecocokan gambar  bisa tercipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Hal ini yang membuat saya tidak bisa berpaling atau menutup  buku, ketika membaca bait bait puisi yang ditulis panjang. Afrizal berhasil memikat mata dan hati saya dalam bermain imajinasi yang melantun lembut seperti tuts piano yang disentuh lembut tangan Maksim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Puisi-puisinya tidak hanya mempunyai makna dalam tetapi ada cerita yang disampaikan. Pengambilan kata-katanya dari bait awal sampai akhir itu bagi saya seperti melihat sebuah lukisan. Lukisan realita kehidupan yang dia sampaikan dengan symbol dimana  mungkin bagi sebagian pembaca berkerut kening bertanya tentang maksudnya, tetapi bagi sebagian lainnya akan merasa tertarik dan menatap lama symbol itu untuk kemudian setelah diselami menemukan jawaban dan dapat tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Hal ini terasa dalam puisi yang berjudul “halaman belakang bulan Januari”, sebagian saya kutip di bawah ini, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;engkau tak bisa merekat nyanyian burung, menjelang  hujan, di halaman belakang bulan januari. hujan masih mengungsi di negeri yang lain, sejak keretamu menerjang bulan januari dari politik pisang goreng… &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Puisi  ini indah, apalagi sewaktu dibawakan berduet dengan Djenar pada diskusi hari Jum’at kemarin. Seorang Djenar yang memang menarik ditambah puisi indah ini yang katanya Djenar lahir pas bulan Januari. Luar biasa !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Permainan judul puisi-puisinya sudah menarik, ada atap bahasa yang runtuh, mesin tik merah, kipas angin manusia yang kepanasan, aku merembes ke dalam sore, sebuah gerobak dia bilang, ingatkah aku berjalan di belakang punggungmu, dan masih banyak lagi. Metafora dalam bahasa tubuh digabung dengan kesederhanaan bangun dalam susunan katanya, membuat puisi Afrizal tak lelah untuk dijelajahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Saya contohkan disini, puisi berjudul “black box”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;nabi. Kalau n diganti dengan b, dia menjadi babi. tidak nabi. kalau b diganti dengan n, dia menjadi nani. tidak babi. black box. kalau b diganti dengan p, dia menjadi napi. tidak nani. kalau n diganti r , dia menjadi rabi. black box. tidak napi. kalau b diganti dengan s, dia menjadi nasi…..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Kesederhanaan dalam puisi di atas, sekilas bermain hapus dan ciptakan kata (apa ini alasan juri KLA tidak memenangkan buku ini), tapi ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh penyair ini, pada lanjutan puisi tersebut di bawah ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;black box, sayangku. pohon kamboja itu ada 5 meter di depan kita. black box. tapi setiap kata yang kita tanam, jaraknya tak terukur. lebih jauh jarak dari musim semi dengan seekor keong yang berjalan di atas lidah kita. black box : nabi, babi, nani, napi, rabi, nasi, nari…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tak tahu bagaimana kata-kata menciptakan kembali manusia seperti speaker dalam kobaran api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;black box.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Lihatlah ! bagaimana tiba-tiba dia menyelipkan kata speaker kemudian menggulungnya dalam kobaran api. Pembaca akan mereka-reka apa yang dia maksud ini? Adakah yang tahu makna “speaker dalam kobaran api “? Yang terbayang disela pikiran saya adalah lidah sapi panggang saus BBQ dalam kobaran api, tentunya lezat !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Satu lagi puisi yang berhasil memikatku lebih menikam, puisi ini sepertinya dipersembahkan buat sahabatnya Radhar ketika beberapa waktu lalu terbaring sakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Entahlah, ketika membaca kata-kata yang tersusun ini , saya seakan berlari tergopoh-gopoh seperti menyusuri lorong rumah sakit dengan ketergesaan penuh kepanikan. Afrizal bisa membuat saya malam ini berkeringat sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Soda susu dan bahasa Indonesia buat radhar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku minum soda susu bersama teman-teman. dan teman-teman minum soda susu bersamamu, radhar. meja tempat kita minum seperti gedung rumah sakit yang sudah ditinggalkan. kini jadi bangunan tua. sisa-sia jarum suntik telah berkarat. pisau-pisau bedah tak mau berkarat, seperti menjagamu agar tak ada kawat berduri dalam tubuhmu……..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir puisi ini , penyair menulis dengan penuh “rasa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;ini mentega, radhar. dan ini diriku. aku tak tahu, berapa yang harus kita bayar untuk menyewa hidup ini. aku tak tahu, hujan yang mana yang akan membuat box pakaian yang pernah kita kenakan. udara di bawah dagu kita, dan kilauan air di lantai.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Bait-bait kata di atas seperti mengingatkan pada kita semua, bahwa betapa pentingnya arti “sehat” itu , lihatlah “aku tak tahu, berapa yang harus kita bayar untuk menyewa hidup ini”. Ya, ketika kita jatuh sakit, harus siap sediakan berapapun untuk menyewa kembali hidup kita, siapa tahu yang punya “rumah” tubuh ini akan mengambilnya tanpa mau menyewakan lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian II : Pakaian kotor di dasar jurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada bagian II ini, puisinya lebih seperti membaca cermin (cerita mini). Kreatifitas pada kata yang berjiwa pada bagian ini begitu kuat, sehingga awalnya saya sempat mulai mengkhawatirkan bahwa saya tidak dapat menikmati lekuk lekuk pada tubuh puisi Afrizal yang sudah terlanjut saya nikmati di bagian I tidak saya temui. Namun perkiraan ini meleset, semakin lama saya telusuri lekukan tubuh puisi itu, semakin dalam saya bisa menikmati permainan Afrizal dalam memberikan “sesuatu” bagi jiwa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ada cerita dari atas sampai bawah dalam batang tubuh puisi itu, antara baris satu dan selanjutnya seperti rangkaian awal dari cerita pendek, ataupun novel. Afrizal tetap konsisten menciptakan guratan pinggul pada batang puisinya, walau itu ditulisnya panjang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kutipan sebagian puisi berjudul “apakah kamu masih sekolah, jilan “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;saya ingi menggambar wajah ayah. tapi bagaimana saya bisa menggambar wajah ayah, karena saya tidak pernah bertemu ayah. apakah ayah terus berjalan bersama hujan ? setiap saya bertemu sungai, saya seperti sedang memandang ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Apakah kamu masih sekolah, jilan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 + 1 = 2. ibu guru terbuat dari ayam goreng. 2 +2 = 4. bapak guru membuat gunung dari gula jawa. 7 + 4 = 9. itu sudah berlebihan, ayah jilan mau beli donat. saya bosan sekolah. saya tidak boleh belajar membaca dengan menari. saya harus belajar membaca dengan berteriak. saya tidak suka duduk di kursi. saya hanya ingin menggambar robot di lantai. saya bosan di sekolah karena harus selalu menggambar gunung. saya berlum pernah melihat gunung. gunung itu seperti roti dengan isi coklat dan kacang. saya ingin masuk ke dalam kepala ibu guru………………….&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Saya jadi teringat waktu masih SD dulu selalu seragam bila ibu atau bapak guru menyuruh menggambar. Kalau menggambar gunung, ada dua lekukan gunung di tengahnya ada gambar matahari , ada mata dan garis-garis berdiri. Kemudian ditarik lagi garis menyamping di bawahnya gambar jalan dan sawah petak-petak, dan anehnya semua teman-teman yang lain menggambar sama bentuknya. Apakah anda pembaca mengalami seperti yang saya alami dulu ini ? &lt;br /&gt;Saya merasakan memang saya belum pernah melihat gunung, pun  ketika hobby mendaki gunung kala SMA di Surabaya dulu , dari jauh G. Welirang dan G. Arjuna di Pandaan itu sekilas seperti gambar waktu SD, sehingga sayapun meng-amini gambar waktu SD tentang gunung itu hampir benar. Lalu bagaimana dengan gunung yang berdiri sendiri semacam G. Rinjani, G. Kelud , dll. Ah, ulasan ini jadi ngelantur ke gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Judul-judul puisinya sudah mengundang keingin tahuan pembaca. Aku pulang bersama matahari sehabis hujan, pohon jambu yang patah, pidato bunga-bunga, korek api di atas bayanganku, kepalaku tidak terbuat dari kecelakaan , seperti apakah januari itu bangkai sapi dalam telur dadar dan banyak lagi. Judul puisi yang panjang sepanjang isi tubuhnya, dan bisa dilanjutkan sebagai sebuah cerita mini ataupun cerpen . Bisa juga berkembang menjadi sebuah novel. Kenapa tidak ?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan sebagian  “ aku pulang bersama matahari sehabis hujan “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;kaos yang akan aku pakai telah selesai kucuci. matahari sehabis hujan, seperti berjalan bersama-sama para pengantar jenasah yang baru saja pulang dari sekolah. aku tak tahu siapa yang telah dikuburkan dan aku tak tahu siapa para pengantar jenasah itu. kaos yang akan kupakai kini telah kering. dan aku mulai mengenakannya. tubuhku seperti menyentuh tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku buka kaosku kembali. ada bekas tanah pada bagian bahu kaos itu. juga ada seorang guru yang terbakar di depan papan tulis. aku tak tahu guru itu mengajar siapa. aku juga tak tahu tanah itu dating dari mana. aku mengira kaos itu pernah terjatuh ditiup angin saat guru itu mengajari tanah untuk tidak menjadi api&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;aku membantah mungkin kaos itu ikut mengantar jenasah yang dikuburkan saat matahri sehabis hujan. tidak mungkin tanah yang memakai kaos itu untuk berjalan-jalan di sore hari. aku tidak mau menduga kalau tanah itu tanah kuburan yang memakai kaosku saat jalan-jalan di sore hari&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Puisi di atas tersebut terdiri 5 bait, yang empat bait panjangnya seperti di atas. Hitunglah ! berapa baris dalam satu bait itu. Antara rangkaian bait di atas dan selanjutnya merupakan satu kesatuan yang membentuk lingkaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Afrizal mengulang cerita pada bait berikutnya yang sebagian berisi penggalan dari bait sebelumnya atau di awalnya. Begitu seterusnya, seakan pembaca diingatkan bahwa batang tubuh puisinya itu tidak sekedar menulis runtut dari atas ke bawah lalu selesai, tetapi seperti dia bercerita tentang dari awal sampai akhir, namun mengingatkan sebagian di awal itu merupakan buntut dari akhir ceritanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menafsirkan seperti kehidupan ini. Kejadiian yang kita alami dan jalani merupakan sebagian dari akibat perbuatan kita sebelumnya dan begitu seterusnya , kehidupan kitapun dipengaruhi oleh sekeliling kita, alam dan manusianya yang sebagian perilakunya baik langsung dan tidak langsung ikut mempengaruhi perjalan hidup kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi di atas itu awalnya menceritakan kaos  yang sudah kering yang akan dipakai, kemudian ada jenasah yang dikubur dan pengantarnya, lalu tiba tiba di kaosnya ada tanah menempel, guru yang terbakar dan seterusnya, bahkan kemudian timbul kecurigaan antara kaos dan jenasah serta kuburan itu ada sangkut pautnya, begitu juga kehidupan ini. Bisa jadi salah tafsiran saya, namun sebagian besar puisi puisi Afrizal dalam bagian II ini kental seperti itu. Semakin ke dalam membacanya, seperti membaca cermin hidup ini secara tidak langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada puisi yang berjudul “rendra diarea lubang bahasa”. Puisi ini panjang terdiri dari 9 bait namun tiap baitnya terdiri minimum 5 baris dan penuh makna. Masing-masing bait itu sendiri sudah kuat dalam penyampaian isinya, seandainya dia berdiri sendiri sudah merupakan sebuah puisi, namun kemudian dirangkai selayaknya seperti membaca sepotong buku harian seorang Afrizal  tentang penyair Rendra dalam perjalanan yang dia kenal , sehingga menghasilkan satu tubuh puisi yang begitu kuat bagai pohon beringin (ini tidak dalam rangka kampanye lho ya !)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya suka sekali dengan penggalan kalimat di bait 8 “&lt;strong&gt;dia tahu, seorang penyair hanya lahir dari sebuah atap kalimat yang terbakar. ketika jeritan bahasa membuat sepasang lubang matanya” . &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa, dua kalimat ini terngiang-ngiang dalam waktu saya yang terkejar jam tayang anggaran yang masih belum disetujui.  Ya, seorang penyair hanya lahir dari  sebuah atap kalimat yang terbakar, kalau dia lahir dari kalimat yang biasa saja, tak ada letupan dari kata yang dia susun , tak ada gelora, tak ada keliaran , tak ada “sesuatu” untuk disampaikan pada sekelilingnya, pada dunia, layaknya roket “katyusha” yang membuat Israel geram dan ada alasan untuk terus menggempur Gaza pada serangan akhir-akhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surprise juga ! ternyata dalam kumpulan di bagian II ini saya menemukan puisi pendek. Judulnya “hujan pagi”. Judul pendek seperti isinya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hujan pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di dekatku ada sebuah gunting. hanya sebuah gunting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ganggangnya plastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di luar ayam rebut sekali. membuat tanah berantakan di atas tempat tidurku. seekor anaknya.&lt;br /&gt;- anaknya ---&lt;br /&gt;matanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----matanya—&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memberiku sebuah bahasa. bahasa yang penuh dengan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dengan iringan suara Agnes Monica mengalun lembut menyanyikan “matahariku” dan teringat penulis Lelaki Ikan pengagum Zhi Yie yang juga penggemar berat lagu tersebut, saya menghela nafas terbersit pertanyaan “mengapa kumpulan puisi teman-temanku dari atap bahasa” ini tidak memenangkan KLA ? Mungkin selera juri dan selera saya memang tidak sama dalam menafsirkan sebuah puisi apalagi sekumpulan, kan sebatalyon itu. Akan banyak multi tafsir. Kok seperti tentara saja, sekilas berita Al Jazeera masih menemani saya menutup di malam hujan gerimis yang selalu mengguyur Bogor di bulan Januari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Namun kemudian setelah membaca berita bahwa kumpulan puisi ini dinobatkan oleh majalah Tempo menjadi ”karya sastra terbaik 2008”, sempat juga  alam pikiran say bergoyang liar “adalah penobatan ini untuk menutupi kemenangan pada perhargaan yang lain yang seharusnya juga Afrizal terima ?”  Ojo no nduso ki !&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bogor, 10 Januari 2009. 23.33 wib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-7199303559298600126?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/7199303559298600126/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=7199303559298600126&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/7199303559298600126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/7199303559298600126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2009/01/resensi-kumpulan-puisi-afrizal-malna.html' title='resensi kumpulan puisi Afrizal Malna'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-9152463310543286934</id><published>2009-01-12T17:39:00.000-08:00</published><updated>2009-01-12T17:40:29.696-08:00</updated><title type='text'>Di sini</title><content type='html'>tetapi DIA bermain tangan di sini&lt;br /&gt;DIA kibaskan rambutnya di Manokwari&lt;br /&gt;lalu diambilnya air untuk keramas di Jember&lt;br /&gt;masih belum puas di Nusa Tenggara&lt;br /&gt;DIA berendam di Kalimantan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;dibiarkan kekasihnya berlarian di pengungsian&lt;br /&gt;sementara yang lain meributkan Gaza&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DIA masih terus berbisik&lt;br /&gt;setelah ini AKU akan bergoyang pinggul&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sulawesi, Sumtera, Jawa, tunggu jam tayangnya&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ilenk&lt;br /&gt;13.01.2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-9152463310543286934?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/9152463310543286934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=9152463310543286934&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/9152463310543286934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/9152463310543286934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2009/01/di-sini.html' title='Di sini'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-3160645118862889959</id><published>2008-12-29T20:25:00.000-08:00</published><updated>2008-12-29T20:28:08.278-08:00</updated><title type='text'>RENUNGAN AKHIR TAHUN</title><content type='html'>wah, berlagak menjadi adipati dalam kerajaan besr, pake judul renungan segala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebenarnya ya banyak yg direnungi di tahun yg akan lewat ini, langkah tentang hakekat jati diri yg tetap dipelihara di dalam hembusan angin kantor yg semakin tidak bershabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;walau pada akhirnya menjadi tersingkir, tetapi msih tetap di jalur yang benar dalam meneriakkan kebenran dan kejujuran, yng mana pada akhirnya orang akan tahu, bhwa memperingati eh mengingtkan kepda orang lain akan jalan kebenaran itu teteap harus terus dilaksanakan walau kdang menemui duri landak, namun tetep jalan terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rizki itu sudah diatur sma ILAHI, jadi tidak usah binun takut repot, menyuarakan kebenaran, kejujuran, walau kadang kusadari bahwa aku sendiri tidaklah bersih2 amat, tetapi setidaknya awl kehancuran bagi suatu mas itu sudah dapat diprediksi apabila kecurangan sejak awal sudah diantisipasi dan tidak berbuat begono....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tahun 2009 berharap semuanya bisa berjalan sesuai harapan, karier...temans-2...rizki...dan juga cinta...(cie..iki opo tho yoooo???)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya namanya berharap, berdo'a tentunya yg baik dan bagus dan nikmat......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada beberapa tugas yg menyita pikiran, disamping run off dari aa pialang juga jdi ketuplak hut apsas...weleh...juga ada pekerjaan yg sisa sisa di tahun 2008 sip menjdi beban prioritas di tahun ..eh di awal 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk run off ini, ada enaknya jadi boss di kantor, akhir tahun aku malah disibukkan membuat asumsi, kalau asumsi saja kelihatan gak ngejreng, AAP lg butuh tambahan dana 500 juta sesuai peraturn baru, ada yg mau nombokin tapi perorangan, ini bhaya juga, max kepemilikan hanya 40% supya kendali manajemen masih di asrinda begitu mauny dekom......cuma hari susah gini mana ada tambahan modal eh yg mau nambah modal bagi pemegang saham BUMN, bukankah lagi seret cash flow...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga saja tahun kerbau....eh aku shio kerbau...bis cerah...asl ga cerangapan.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH DAN MASEHI....SEMOGA SUKSES SELALU....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-3160645118862889959?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/3160645118862889959/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=3160645118862889959&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3160645118862889959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3160645118862889959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/12/renungan-akhir-tahun.html' title='RENUNGAN AKHIR TAHUN'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-8677112548676622907</id><published>2008-12-29T20:22:00.000-08:00</published><updated>2008-12-29T20:24:37.277-08:00</updated><title type='text'>Wakil rakyat wakil syahwat, Negara memisahkan mereka</title><content type='html'>Buku kumpulan puisi setebal 167 halaman yang terdiri dari 30 puisi dari A Slamet Widodo (A kepanjangan dari Aloysius), cukup mewah dari deretan buku puisi yang biasa saya koleksi. Judul cukup mengundang SELINGKUH dengan gambar grafis kuping lelaki di jewer ini, mengingatkan berita-berita infotainment tentang perselingkuhan yang marak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saya sepakat dengan cukilan komentar Triyanto Triwikromo, bahwa puisi Slamet terlihat spontan, segar dan tak bertanggung jawab pada estetika, juga sastra bagi Slamet lebih menjadi media pencerahan melalui canda yang sarat makna bukan karya sakral demikian cukilan dari Nugroho Suksmanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hiburan parodi getir membalut setiap puisinya. Kehidupan sehari hari disekelilingnya menjadi hidup tergambar dengan sentilan canda dan cegek (bahasa Surabaya = kecewa) yang kadang merupakan protet diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dia memasuki tema puisi yang jarang digeluti penyair-penyair lainnya, yang lebih mengutamakan estetika, menampilkan metaforik, mungkin dia cukup lelah dengan pekerjaan sehari-hari yang penuh estetika dan metaforik sebagai pengusaha, maka dia menyelami tema yang bertolak belakang dan menyoroti kehidupan nyata disekelilingnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Walau membuat puisi dengan canda, tetapi dari puisi itu ternyata ada terselip kritikan, ajakan dan ada pesan yang dia kirim untuk pembacanya. Kata-kata sederhana, sentilan bikin ketawa dan kadang juga cibiran terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saya kutipkan sebagian sentilan soal Selingkuh, sajak pada halaman pertama buku tersebut,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selingkuh itu&lt;br /&gt;pengkhianatan perkawinan&lt;br /&gt;karena sering saling “ahh ahh uhh uhh”&lt;br /&gt;maka disebut selingkuh&lt;br /&gt;ada pula yang bilang selingkuh itu&lt;br /&gt;“selingan indah keluarga utuh”&lt;br /&gt;tapi kalau nasib sial menjadi&lt;br /&gt;“selingan indah keluarga runtuh”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sajaknya yang berjudul Pornogafi dan pornoaksi banyak kata-kata sindiran buat diri sendiri dan kita semua, bahkan juga mengingatkan . Saya kutipkan sebagian,&lt;br /&gt;………………………………………&lt;br /&gt;Di zaman global&lt;br /&gt;siapa bisa mengawasi anak-anak nonton blue film&lt;br /&gt;pencet computer seisi dunia ada di sana&lt;br /&gt;sementara kita orang tua sebagai panutan&lt;br /&gt;suka memutar blue film sendiri di kamar&lt;br /&gt;…………………………………….&lt;br /&gt;Setiap sajaknya terdiri banyak bait, ada yang kadang sampai 25 bait, seperti bercerita, tetapi karena ditulis dengan gaya canda sentilan, pembaca tidak merasa berat atau bosan. Hal ini beda dengan puisi penyair-penyair serius dan berat. Dan yang membuat saya merasa terhibur , puisi Slamet kaya tema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema kehidupan sekitar yang tak akan habis tergali , saya merasakan penyair sekarang banyak miskin tema. Berkutat pada diri sendiri, alam dan tubuh serta cinta melankolis yang diramu dengan kata itu-itu saja. Padahal ada banyak rangkaian kata bisa kita susun dirajutan hidup keseharian kita ini. Slamet berhasil memotret sisi lain dan meramu menjadi berbagai tema di kumpulan puisinya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sajak berjudul LAPINDO, seperti mengingatkan kita akan bencana lumpur itu akibat kelalaian manusia juga&lt;br /&gt;Lumpur panas itu&lt;br /&gt;muncrat dari perut bumi&lt;br /&gt;setelah beribu tahun menyembunyikan diri&lt;br /&gt;sebuah kelalaian manusia&lt;br /&gt;menghantarnya ke permukaan bumi&lt;br /&gt;lumpur panas itu marah&lt;br /&gt;lantaran daerah kekuasaanya dijamah&lt;br /&gt;…………………………………………………………………&lt;br /&gt;(diakhir puisi, penyair inipun masih sempat menyisikan senyum getir pada pembacanya), &lt;br /&gt;…………………………………………………………….&lt;br /&gt;Sidoarjo jadi Sidoancur&lt;br /&gt;kuala lumpur pindah ke jawa timur&lt;br /&gt;menjadi kuali lumpur menjadi kuala kubur&lt;br /&gt;tak masuk ke akal kita…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak masuk akal, gara-gara lumpur ini, setiap saya mau pulang mudik ke Jawa Timur harus jeli mengukur waktu. Sejak tragedi Lapindo, betapa sengsara perjalanan ini, dari  Surabaya  perjalanan darat ke Jember harus dilakukan pada malam hari kalau tidak akan terjebak macet luar biasa panjang dan lama, karena tidak berfungsinya sebagian jalur tol Surabaya – Gempol akibat terpotong genangan lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sajak Bencana itu bernama banjir, saya kutipkan penggalan bait di tengah, membuat saya tertawa,&lt;br /&gt;………………………………………….&lt;br /&gt;Ada yang tinggal di real estate berkata&lt;br /&gt;“dulu developer bilang dijamin tidak banjir&lt;br /&gt;sekarang bilang banjir tidak dijamin”&lt;br /&gt;dulu hanya orang tertentu punya kolam renang&lt;br /&gt;sekarang semua orang punya kolam renang&lt;br /&gt;mau meninggalkan rumah takut dijarah&lt;br /&gt;tidak meninggalkan rumah kelaparan menjajah&lt;br /&gt;developer di kelapa gading&lt;br /&gt;terpaksa iklan apartemen dengan bonus perahu karet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul-judul puisinya sederhana, dari judul bisa langsung dapat diketahui tema dan isi puisi itu. Seperti puisi berikut ini, yang saya buat judul dari resensi ini. Tema dan isinya menngingatkan kita semua akan dagelan wakil rakyat yang ketahuan selingkuh dengan penyanyi dangdut dan adegan syurnya tersebar dimana-mana yang diambil dari hpnya. Kalau mengingat itu, hati saja menangis sedih, bagaimana tidak sedih wakil rakyat yang seharusnya bermoral tinggi dan bisa menjadi contoh menyebar aroma lendir dengan wanita lain dan itu gambar berhari-hari menghiasi layar kaca, saya sendiri sampai muak, karena ada dua kurcaci saya yang juga kadang nonton berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil rakyat wakil syahwat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada wakil rakyat kita&lt;br /&gt;orangnya baik dan alim&lt;br /&gt;maka ditunjuk jadi ketua bidang kerohanian&lt;br /&gt;bahkan diprediksi jadi menteri agama&lt;br /&gt;………………………………………….&lt;br /&gt;Seorang penyanyi dangdut&lt;br /&gt;menari midat-midut&lt;br /&gt;membuat ia kepincut&lt;br /&gt;terpesona tak bisa beringsut&lt;br /&gt;……………………………………………..&lt;br /&gt;karena pingin ada memori percintaan&lt;br /&gt;sebagai bagian penting kehidupan&lt;br /&gt;karena godaan setan&lt;br /&gt;peristiwa ajub-ajuban pun divideokan&lt;br /&gt;seperti peristiwa pesta pernikahan&lt;br /&gt;sebuah video porno&lt;br /&gt;                                                    mengantar keluarganya jadi nelongso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sajak sajak Slamet tidak hanya mengambil tema disini, bahkan teropong itu jauh juga menjelajah. Pada sajak yang berjudul SADDAM, mengingatkan seorang presiden Irak yang sebagian rakyatnya mengangkat sebagai pahlawan sekaligus juga pecundang. Salah satu presiden di dunia yang berani melawan hegemoni Amerika Serikat. Saya kutipkan bait akhir dari sajak ini , silahkan pembaca mengisi jawaban dari pertanyaan di akhir baris puisi ini,&lt;br /&gt;………………………………………………………..&lt;br /&gt;Begitulah hukum alam&lt;br /&gt;yang kuat menerkam yang tak berdaya&lt;br /&gt;bush menerkam saddam&lt;br /&gt;orang yang dulu maha kuasa&lt;br /&gt;sekarang tak berdaya&lt;br /&gt;lalu bush diterkam siapa?&lt;br /&gt;ketika saddam berkuasa&lt;br /&gt;selama 30 tahun&lt;br /&gt;200.000 orang mati jadi korbannya&lt;br /&gt;ketika saddam turun tahta kerna amerika&lt;br /&gt;selama 3 tahun 650.000 orang mati&lt;br /&gt;korban perang saudara&lt;br /&gt;lalu yang lebih baik bush atau saddam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya jawabannya sama dengan wartawan Irak yang melempar sepatu kala Bush pidato di Bahdag beberapa waktu lalu, yang menggegerkan dunia dan dalam sekejap membuat otak pembuat game terpacu adrenalinnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping sajak diatas, Slamet juga membuat sajak berjudul Guantanamo dan Intifada. Sajak-sajak lain tentang profesipun disinggungnya dalam berpuisi. Dokter, Nelayan, Pengacara, Hakim juga Preman tak luput dari peneropongan Slamet dalam menggali tema untuk isi puisinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah, sindiran atas profesi Dokter, yang oleh banyak kalangan disorot melakukan malapraktek tetapi selalu lolos dari jeratan hukum. Saya kutipkan sebagian,&lt;br /&gt;……………………………………………..&lt;br /&gt;Dokter&lt;br /&gt;di republik ini&lt;br /&gt;tak kalah pintar dari dokter luar negeri&lt;br /&gt;karena merasa pintar&lt;br /&gt;semua dikerjakan sendiri&lt;br /&gt;tak mau berbagi dengan dokter lain yang ahli&lt;br /&gt;pasien yang mustinya sembuh malah mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakanya rasa bersalah tak ada di hati&lt;br /&gt;yang disalahkan&lt;br /&gt;laboratorium, suster, atau pasien itu sendiri&lt;br /&gt;keluarga korban tak tahu hal ini&lt;br /&gt;keluarganya terbunuh mati&lt;br /&gt;malah mengucapkan terima kasih atas malapraktek ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat almarhumah istri boss yang meninggal 3 tahun silam setelah menjalani operasi pembuluh di jantungnya, kabarnya  pada waktu itu tensi beliau sedang tinggi, tetapi dokter tetap melakukan operasi, hanya dalam hitungan jam setelah operasi besoknya meninggal dunia, setelah sebelumnya  beberapa hari dirawat. Biaya operasi menghabiskan 150 juta rupiah. Kalau memang kematian sebuah takdir, seharusnya tanpa operasipun almarhumah pasti akan meninggal, tak perlu bersedekah pada dokter dan rumah sakit. Kalau kemudian meninggalkan teka-teki adanya dugaan malapraktek, keluarga menerimanya sebagai sebuah takdir, ironis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul puisi lainnya Sakauw,  Merokok, dan juga Viagra tak luput disemainya menjadi kumpulan kata yang menghibur juga memberikan peringatan pada pembacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merokok&lt;br /&gt;………………………………………&lt;br /&gt;Perokok pembayar setia pajak&lt;br /&gt;seharusnya ia jadi pahlawan&lt;br /&gt;triliunan rupiah disetorkan&lt;br /&gt;tapi perokok jadi hujatan&lt;br /&gt;Bila merokok dilarang istri&lt;br /&gt;bisa bikin suami maki-maki&lt;br /&gt;bila merokok dilarang Negara&lt;br /&gt;pabrik rokok gulung tikar semua&lt;br /&gt;urusan rokok memang dilema&lt;br /&gt;…………………………………………….&lt;br /&gt;Merokok itu&lt;br /&gt;membeli racun&lt;br /&gt;membakar uang&lt;br /&gt;menyantap asap&lt;br /&gt;memperkaya orang&lt;br /&gt;menuai penyakit&lt;br /&gt;membuat ketagihan&lt;br /&gt;bila mau coba silahkan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dua kurcaciku pastinya tetap saya larang merokok, disamping belum punya uang sendiri, rasanya dalam pikiran saya tetap tidak menyehatkan untuk dompet dan kesehatan tubuh. Saya tetap tidak suka asap rokok, karena rokok bila tidak dihisap tenang saja berbaring di kotaknya, dia indah dipandang, tetapi kalau sudah dipakai dan mengeluarkan kepulan putih itu, maka kontan saya membencinya dan ingin meringkus dan membunuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata puisi bisa menari dalam imajinasi pembacanya. Ya, tafsiran isi puisi memang bisa menjadi racun bila penyairnya mampu meracuni pembacanya. Racun kebaikan tentunya yang selalu diharapkan juga peringatan keburukan dari pesan yang ingin disampaikan penyair pada pembacanya. Karena dimata saya penyair juga bisa bertindak seperti rasul layaknya dalam menyampaikan pesan Ilahi lewat rangkaian kata-kata yang disusunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembacaan saya sudahi dengan hentakan lagu Goyang Duyu dari Project Pop menggema riang, seriang sajak-sajak Slamet namun meninggalkan bekas yang arif untuk diingat dan dicerna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, 21 Desember malam hari ibu, dalam cuaca mendung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-8677112548676622907?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/8677112548676622907/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=8677112548676622907&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/8677112548676622907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/8677112548676622907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/12/wakil-rakyat-wakil-syahwat-negara.html' title='Wakil rakyat wakil syahwat, Negara memisahkan mereka'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-3095913465668816305</id><published>2008-12-29T20:19:00.000-08:00</published><updated>2008-12-29T20:22:04.148-08:00</updated><title type='text'>NATAL 1989, ANDUNG-ANDUNG PETUALANG IBU SEORANG PENYAIR</title><content type='html'>Kali ini kumpulan puisi yang berjudul otobiografi ([sic] November 2007) dari penyair Saut Situmorang yang berisi puisi-puisi yang diramunya dalam kurun waktu 1987-2007, dengan tebal halaman 282 dan total jumlah puisi sebanyak 184 buah, saya jelajahi dalam penerawangan mata hati seorang awam.&lt;br /&gt; Memasuki alam pikiran seorang Saut, bagi yang belum mengenal secara luas bagaimana dia memposisikan diri dalam kancah sastra kontemporer Indonesia, yang selalu berani dan konsisten di jalur perlawanan terhadap hegemoni kelompok tertentu yang selama ini berusaha untuk mendominasi sastra Indonesia, tentunya akan sangat berbeda penilaiannya dengan yang sudah mengenal tulisan-tulisan dan ucapan yang cukup membuat kuping pembaca atau mata lawannnya menadi meradang.&lt;br /&gt; Saut dalam puisi-pusinya justru terkandung nilai-nilai manusiawi pada umumnya seorang  bersikap. Kelembutan pada puisi, juga humor bernada getir dan kadang kenakalan dalam romantisme dan pemberontakan pada situasi sekelilingnya lebih dirasakan daripada seorang Saut yang penyerang dan bersuara keras.&lt;br /&gt; Dalam pengantar buku tersebut yang dia tulis sendiri bahwa ciri para penyair di dunia puisi kontemporer Indonesia periode 1990an memilih kesederhanaan bahasa sehari-hari, kesederhanaan bahasa leksikal-gramatikal sehari-hari yang lugas tidak rumit, dengan tidak mengorbankan musikalitas dan visualitas bahasa, untuk mengungkapkan realitas puitis. Bahkan dia tambahkan juga sebuah motif dominan lain pada puisi para penyair 1990an adalah Politik. Hal ini berkaitan dengan dibaginya kumpulan dalam buku tersebut dalam 3 babak yaitu Cinta, Politik dan Rantau.&lt;br /&gt; Dalam penjelajahan pertama yaitu CINTA dari 3 babak imajinasi seorang Saut, dengan diiringi petikan gitar Bahalawan menari, sajak dengan judul “tidurlah cicak”, “sajak cicak”, “boraspati”, “tenunlah bendera o laba laba” dan “cicak mabuk”, sudah membuat diriku seperti melihat seseorang membuat pot keramik. Dimulai dari sebongkah tanah liat yang kemudian ditaruhnya dalam lempengan kayu pada mesin pemutar membentuk pot keramik sesuai yang diinginkan. Berputarnya mesin dan bongkahan tanah liat yang semakin besar membentuk pot ini yang tergambar dalam imajinasi saya membaca puisi-puisi tersebut.&lt;br /&gt; Betapa makna yang tersirat dari kata “cicak” akan terasa semakin dalam seperti kumparan yang berputar semakin cepat dan berakhir dengan klimaks setelah selesai membaca keempat syair tersebut.&lt;br /&gt;Saya kutipkan pada sajak pertama di akhir bait tertulis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cicak cicak di dinding dinding&lt;br /&gt;tidurlah&lt;br /&gt;tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian pada syair ke dua,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hormatilah cicak cicak di dinding rumahmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang ke tiga ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata kata terbakar lilinlah makananMu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ke empat ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu berpawailah di sekeliling langit langit kamar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cicak mabuk di dinding&lt;br /&gt;bayangannya menari sempoyongan di lilin kamar&lt;br /&gt;mengikuti gitar Lightning Hopkins&lt;br /&gt;dan hei, bukankah itu Li Po yang baru datang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggambaran seperti kehidupan ini, mengikuti siklus yang dipelajari dalam mata rantai makanan pelajaran biologi, yang kemudian dihubungkan dengan watak manusia lewat pengertian bahwa di atas langit masih ada langit begitu seterusnya, kegetiran dan kegembiraan datang silih berganti walau tidak seperti yang diharapkan bahkan kadang memabukkan sejenak, menjadi orang lain dalam diri sendiri.&lt;br /&gt;Kelembutan penyair ini kutemukan dalam beberapa puisi bahkan kadang tergores muram dan getir. Pada puisi yang dia buat setelah kawannya dari Kanada meninggal dunia dengan bunuh diri menggantung di kamar mandi di Medan. Syair itu berjudul “untuk Bill Russon, Medan, Oktober 1988”. Suara Daniel Powter menyanyikan Bad Day lamat-lamat  menemani saya menyelaminya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kematian&lt;br /&gt;seperti ular juga mengganti kulitnya&lt;br /&gt;dia jadi malam di kotamu yang gelap&lt;br /&gt;dengan rakus dia makan bulan &amp; bintang bintang yang &lt;br /&gt;menyerah tak berdaya&lt;br /&gt;dia makan juga lampu lampu neon di hotel hotel&lt;br /&gt;jalan-jalan utama kota &amp; lilin lilin redup gubuk gubuk perbatasan&lt;br /&gt;dia jadi burung malam yang menjerit jerit di langit di atas &lt;br /&gt;rumahmu&lt;br /&gt;jadi derak pintu &amp; jendela yang tak terkunci rapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelembutan dan kegetiran juga tergores dalam puisinya yang berjudul ”Natal 1989”. Saya katakan sejujurnya puisi ini sangat kuat menggambarkan kerinduhan seorang anak terhadap ibunya yang sudah lama meninggal, hati penyair ini akan sama dirasakan oleh jutaan anak-anak di dunia terhadap kehilangan ibu pusatnya gudang rasa kasih dan maaf yang tak tergantikan, walau kita ini sekeras batu hati ini terbuat, namun IBU tetap bisa meluluh lantakkan rasa itu. Itulah alasan saya mengapa kemudian judul puisi ini saya ambil menjadi judul esai dalam memandang kumpulan puisi Saut Situmorang ini. Kali ini Michael Buble menemani dengan Home-nya, suara jengkrik di pot bunga terdengar nyaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natal 1989&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini &lt;br /&gt;genap lima tahun&lt;br /&gt;aku tak merayakan natal bersamamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di sudut ruang tamu&lt;br /&gt;yang biasanya berdiri pohon natal&lt;br /&gt;sekarang cuma ada sarang laba laba&lt;br /&gt;dan debu –&lt;br /&gt;pohon natal itu juga pergi bersamamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di gereja ada pohon natal besar&lt;br /&gt;orang orang gembira dan lilin di tangan mereka terbakar&lt;br /&gt;hari ini mereka merayakan pesta –&lt;br /&gt;bagiku genap lima tahun kita berpisah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang ibu melemparkan kembang api ke langit&lt;br /&gt;dan anaknya bersorak sorak mandi hujan cahaya&lt;br /&gt;aku bersihkan sarang laba laba dan debu&lt;br /&gt;dari sudut ruang tamu tempatmu dibaringkan lima tahun yang lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca bait terakhir kepedihan itu terasa tergores dalam, saya membayangkan adakah setetes air mata di sudut mata penyair ini ketika menyudahinya? Adakah dia masih merindukan “mamak” pada setiap natal yang setia hadir? Saya rasa pasti itu, apalagi bila sejenak dalam diri ini merasakan tak punya siapa siapa, sendiri dalam hidup ini, lainnya dianggap debu. Sayup-sayup suara lonceng gereja menggema, dalam lamunan seperti ada gemerincing jejak Sinterklas menapaki awan . &lt;br /&gt; Disamping itu masih ada tiga puisinya yang menggambarkan akan jalinan antara dia dan almarhum ibunya, dalam puisi yang berjudul “andung andung petualang”, saya kutip sebagian, karena puisi ini cukup panjang dalam 19 bait,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kalau kau pergi , anakku&lt;br /&gt;siapa lagi kan menghibur hati ibu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;matahari panas&lt;br /&gt;angin berhembus panas&lt;br /&gt;bus tua meninggalkan kota&lt;br /&gt;aspal jalanan melarikannya selamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kalau kau pergi, anakku&lt;br /&gt;siapa lagi kan menghibur hati ibu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kota berganti kampung&lt;br /&gt;sawah berganti gunung&lt;br /&gt;anak lelaki dekat jendela&lt;br /&gt;lagu petualang jadi hidup di darahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kalau kau pergi, anakku&lt;br /&gt;siapa lagi kan menghibur hati ibu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kampung menjelma kota&lt;br /&gt;gunung gunung kembali rumah rumah&lt;br /&gt;begitulah berhari bermalam&lt;br /&gt;makin jauh anak dalam perjalanan tenggelam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kalau kau pergi, anakku&lt;br /&gt;siapa lagi kan menghibur hati ibu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyeberang laut menyeberang pulau&lt;br /&gt;beribu gunung kota terlampaui&lt;br /&gt;di negeri  seberang di negeri baru&lt;br /&gt;anak melangkah masuk hidup perantau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…………………………………………………………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseluruhan 19 bait itu terangkai begitu indahnya, menceritakan awal dia berangkat merantau dengan dihantar hati ibu yang galau, gambaran yang terasa pilu memendam rindu dendam pada keadaan yang memisahkan penyair dan ibunya sampai kematian kemudian tiba.&lt;br /&gt;Ada catatan kaki di bawah sajak ini, memberikan sekilas gambaran tentang ”andung-andung” yang merupakan nyanyian ratapan kematian di kalangan orang Batak Toba, isinya berupa kisah hidup yang meninggal dan dinyanyikan dalam bentuk performance tunggal di hadapan jasadnya. Ternyata penyair Batak ini tetap tidak meninggalkan aroma tradisinya dalam penciptaan syair-syairnya. Bagi saya ini suatu kelangkaan, banyak penyair kontemporer Indonesia masa kini, kadang terlarut dalam hiruk pikuk kata, jarang mengangkat tema tradisi mereka sendiri dalam memperkaya khasanah penciptaan puisinya, sehingga akan melestarikan tradisi itu sendiri, namun juga akan menambah wawasan pembacanya akan berbagai ragam tradisi yang melatar-belakangi kehidupan penyair itu sendiri. Imajinasi luas tak terbatas, begitu juga ada sejuta kata yang tak sama dapat diambil dari sekeliling kita sehari hari, seharusnya tak ada kata-kata yang itu itu saja muncul di syair-syair penyair sekarang ini juga temanya, karena tradisi memperkaya tema dan kata.&lt;br /&gt; Pada puisi yang berjudul “ibu seorang penyair”, menggambarkan awal ibu melahirkan sampai kemudian meninggal dunia ditorehkan dengan kesederhanaaan kata, namun tutur bahasa pengulangan yang begitu pilu, menambah goresan kelembutan hati penyair ini terpampang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ibu yang menangis&lt;br /&gt;menunggu kelahirannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ibu yang menangis&lt;br /&gt;kesakitan melahirkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;……………………………………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ibu yang menangis itu&lt;br /&gt;tak menangis lagi&lt;br /&gt;airmatanya sudah habis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang Dia tidur&lt;br /&gt;di antara rumputan di antara bintang bintang&lt;br /&gt;di langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian klimaksnya adalah puisi yang berjudul “hanya airmata dan terik matahari yang mengerti”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rumput rumput sudah mulai panjang&lt;br /&gt;dan seperti rambut kusut&lt;br /&gt;merambati permukaan gundukan tanah&lt;br /&gt;yang tak lagi berwarna merah&lt;br /&gt;waktu aku datang mengunjungimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertemuan kita ini&lt;br /&gt;punya arti&lt;br /&gt;hanya airmata dan terik matahari&lt;br /&gt;yang mengerti&lt;br /&gt;…………………………………………………………&lt;br /&gt;ada yang bilang tak boleh noleh ke belakang’kalau kaki sudah beranjak mau pulang&lt;br /&gt;tapi dari jauh&lt;br /&gt;kulihat salib kayumu&lt;br /&gt;tegak penuh&lt;br /&gt;seperti dirimu waktu melepasku&lt;br /&gt;di pelabuhan dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sisi yang lain kematian binatang peliaraannya berupa kucing, mampu juga membuat penyair ini menggoreskan kata-kata mengenangnya dalam rangkaian yang indah dan menyentuh. Dalam smsnya pada saya beberapa waktu lalu, dia ceritakan bahwa kucing itu dibawa dari Medan kemudian sempat ke Eropa mengalami masa karantina 3 bulan sampai kemudian selamat di Selandia Baru. Eh, sampai di sana mati dipukul orang. Saya sempat mengira ini seekor anjing, maklum di otakku tercemar Batak kan suka anjing, tak tahu kalau ini kucing. &lt;br /&gt;Lentingan suara Mariah Carey mendendangkan We belong together berbarengan dengan suara kucing tetangga mengeong sejenak, seakan kucing itu menerima tanda saya sedang membaca sajak tentang kematian kucing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;elegi claudie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di atas tanah&lt;br /&gt;lembab&lt;br /&gt;terlindung&lt;br /&gt;beberapa rumput berduri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia terbaring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bulu badannya&lt;br /&gt;yang putih&lt;br /&gt;dan pirang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tegak memanjang&lt;br /&gt;dari leher&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ke ujung punggungnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kedua kaki depannya&lt;br /&gt;agak terdorong ke muka&lt;br /&gt;dan kaki belakangnya&lt;br /&gt;keduanya tertekuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seolah dia sedang mengamati sesuatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kedua matanya&lt;br /&gt;terbuka&lt;br /&gt;terbelahak&lt;br /&gt;dan mulutnya menganga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu kuangkat&lt;br /&gt;ke pangkuanku&lt;br /&gt;badannya&lt;br /&gt;sudah dingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sorenya&lt;br /&gt;dokter bilang&lt;br /&gt;nadi ke hatinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pecah-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seseorang pasti memukulnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;besoknya aku&lt;br /&gt;kubur dia&lt;br /&gt;di atas bukit (di belakang rumah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang memandang ke lembah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wellington, juni 1990&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipologi penulisan yang terpotong potong ke bawah menggambarkan betapa hati penyair ini membuat susunan kata-kata dengan terbata-bata seperti seorang anak kecil yang menangis dalam sedu sedannya bercerita  ketika menjumpai hewan peliharaan mati dengan sangat mengenaskan, hancur hati, dia membuat begitu jelas intonasi kata pada baris tersendiri untuk “dia terbaring”, kemudian “seolah dia sedang mengamati sesuatu” dan terakhir penyebab kematian “pecah”. Penyair ini telah memberikan “tanda” intonasi kata apabila ada pembaca yang akan membacakan puisinya, sehingga puisi ini akan semakin hidup. Kadang pembaca sering menemukan kesulitan dalam membacakan puisi penyair. Apabila tidak terbiasa baca puisi, apalagi bagi seorang awam. Namun dalam puisi di atas ini, Saut juga memberikan semacam kemudahan dalam membaca karyanya terutama bagi orang awam untuk suatu ketika dibaca di depan publik.&lt;br /&gt;   Dalam babak Cinta ini, saya justru menemukan penggambaran romantisme masa pacaran penyair ini yang dibuat dalam bentuk puisi kurang begitu dalam dan kesannya kering di permukaan dan saya rasakan agak kasar, entahlah apa karena ada penggambaran hubungan yang terlalu gamblang dalam kata-kata atau mungkin saya sendiri sudah terhanyut berkubang sebelumnya dengan sajak-sajak dia dalam hubungan dengan kemanusiaan juga tentang kehidupan yang justru digambarkan dengan kelembutan hati penyair yang selalu ada dalam gambaran saya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak  sajak yang dalam, sebagai contoh ”karena laut sungai lupa jalan pulang”, soal Gempa Yogja, “Santiago”, “penyair dan danau”, ”marilah kita mabuk”, “bocah pemancing ikan” dan sajak dia yang terkenal “saut kecil bicara dengan tuhan”.&lt;br /&gt; Bahkan dalam kejadian gempa Yogja, dia masih sempat bermain nakal dalam imajinasi dengan puisi yang berjudul “aku ingin”  kukutip sebagian , dengan lirih suara dentingan piano Christian Bautista  dalam the way you look at me mengalun sendu , &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin bercinta denganmu&lt;br /&gt;waktu gempa lewat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; di kota kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat itu&lt;br /&gt;pasti tak ada&lt;br /&gt;keluh cemas , sinar mata ketakutan&lt;br /&gt;atau gemetar kakimu&lt;br /&gt;yang membuatku termangu&lt;br /&gt;…………………………………………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa puisinya yang menceritakan gempa ini, dan semuanya dia buat dengan pendalaman makna walau tersusun dari kata-kata yang sederhana. Bagi orang awam yang membacanya dapat ikut serta merasakan goncangan gempa itu dan sayatan pilu bagi korbannya. Bahkan saya sempat terjatuh dari kursi ternyata mor-bautnya copot. &lt;br /&gt; Dalam imajinasi kemudian dituangkan melalui bait bait puisinya, saya menemukan beberapa puisi dengan gaya bagaikan kumparan membentuk sebuah gelas kaca, berputar-putar menggelembung.  Beberapa puisinya seperti ini dalam gambaran saya ketika membacanya: ”insomania”,”sajak mabuk”, ”sajak musim salju”.&lt;br /&gt;Saya kutipkan sajak “insomania”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hampir.tengah.malam.jalan.&lt;br /&gt;jalan.kota.sudah.sepi.mobil&lt;br /&gt;kadang.lewat.lewat.mengiris.dingin.malam.&lt;br /&gt;di.kamar.sendiri.aku.mendengar.&lt;br /&gt;……………………………………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan penulisan setiap kata yang diakhiri tanda titik, menggambarkan bagaimana kesulitan kita untuk tidur. Bagi penderita insomania akut, penggambaran kesulitan memejamkan mata terasa dalam kata-kata yang dia tulis dengan akhiran titik. Saya melihat seperti kelopak mata ini sejenak terpejam, sejenak lagi terbuka terus menerus seperti itulah kiranya tafsir saya terhadap apa yang ditulis penyair ini dengan setiap kata langsung diakhiri titik. Padahal kalau dibaca dengan membuang tanda baca “titik” tadi akan tersususn baris-baris kata puisi biasa pada umumnya, namun di sini penyair tidak hanya menyampaikan isi puisi itu namun dia juga menggambarkan penyampaian itu seperti pembaca ini mengalami juga penyakit “insomania” dengan kejelasan titik-titik dalam setiap kata yang tersusun itu. Luar biasa!&lt;br /&gt;Di sini kemudian saya menemukan sisi lain dari Saut penyair garis keras ini (sebagian teman sastrawan menilai dia begitu), rocker garis cadas atau metal kali ya kalau pada aliran musik. Namun saya tak setuju seratus persen terhadap penilaian ini. Justru dalam syair syairnya itu banyak saya temui kelembutan seorang penyair yang sebenarnya, juga rasa tanggung jawab dia terhadap pembelajaran bagi pembacanya bagaimana dia menuntun pembaca untuk dapat menangkap apa yang ingin dia sampaikan, apa yang ingin dia ceritakan dengan segudang petualangannya selama ini mencari kehidupan dan membentuk kehidupan dia selanjutnya. Kata baginya tidak hanya sekedar rangkaian memilah milah, menggabung gabung, tapi bagaimana kata disusun dalam kontek tradisi juga pembacaan yang diatur dengan memberikan semacam tanda bagi pembaca yang mendalami puisi puisinya. Hal ini sangat jarang saya temui pada puisi-puisi penyair lain.&lt;br /&gt; Saut yang gegap gempita dalam konsistensi pendapat dan pemikiran juga tercermin dalam babak ke dua yang berjudul POLITIK.&lt;br /&gt; Sajak sajaknya pada babak ini luar biasa, penuh tenaga dan dorongan, kuat dalam penyampai ide dan kesederhanaan kata itu berhasil membuat beberapa teman kecil saya di SMA bisa memahami mengapa seorang penyair juga harus peka terhadap kejadian yang ada di lingkungan sekitarnya, tidak hanya situasi kemanusiaan, namun juga merembet pada keadaaan Negara, perjuangan kantong-kantong perlawanan yang ada di masyarakat pada umumnya.&lt;br /&gt;”Sajak mimpi untuk Widji Thukul”, ”marsinah”, ”dari berita di sebuah majalah”. Puisi terakhir ini sempat membuat mata hati saya meradang merah dan menggigil&lt;br /&gt;Saya kutipkan sebagian dengan ditemani lolongan Celien Dion dalam the power of love,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bocah perempuan itu pecah jantungnya&lt;br /&gt;waktu dituduh mencuri perhiasan tetangga&lt;br /&gt;airmatanya cuma minyak&lt;br /&gt;memarakkan api di dada sang angkara murka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu seorang polisi membawa bocak kecil itu&lt;br /&gt;ke kantornya. lalu polisi itu menendang&lt;br /&gt;badan kecilnya ke dalam sel yang terlalu&lt;br /&gt;besar buat rasa takut di matanya&lt;br /&gt;dia tak pernah mencuri perhiasan siapa&lt;br /&gt;siapa jawabnya waktu sebuah kepalan&lt;br /&gt;tangan raksasa menghancurkan semua&lt;br /&gt;keriangan kanak kanaknya&lt;br /&gt;selamanya&lt;br /&gt;lalu perempuan kecil itu direndam&lt;br /&gt;bagai selembar sarung kotor di bak mandi&lt;br /&gt;kantor polisi&lt;br /&gt;lalu perempuan kecil itu dinikmati&lt;br /&gt;jerit kesakitannya oleh dua polisi&lt;br /&gt;yang duduk merokok di kursi yang memaku kuku kakinya&lt;br /&gt;ke semen lantai!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi ini cukup panjang, dan membuat saya tak mampu membaca habis, karena tanpa sadar airmata mengaburkan kata-kata itu dan lamat-lamat seperti terdengar suara penyiar dalam acara buser atau jejak pembunuh entah apalagi di televisi dalam acara yang biasanya mengulas pembunuhan yang sudah dikemas menjadi barang tontonan menarik dan acara ini telah menjadi semacam ”guide” bagi lahirnya pembunuh pembunuh selanjutnya di masyarakat. Ya, acara televisi yang paling saya benci dan kurcaci saya larang untuk menontonnya, takut dia akan menjadi pembunuh dalam dunia lain.&lt;br /&gt; Kebobrokan moral, ketidak adilan dan tingkah laku masyarakat di sekeliling ini, memang tak luput dari goresan imajinasinya yang pilu dan dalam. ”sajak orang orang buangan”, ”surat bawah tanah”, ”catatan subversif tahun 1998”, juga puisinya tentang kejadian Mei 1998, ”aku adalah mayat” dan masih banyak lagi, yang begitu kuat menggambarkan situasi peristiwa yang berhubungan dengannya.&lt;br /&gt; Ada satu puisi dalam babak ini yang begitu menyentuh judulnya “inilah aku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inilah wajahku&lt;br /&gt;yang kau siarkan di media massamu&lt;br /&gt;tak perlu lagi kau memburuku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inilah tanganku&lt;br /&gt;yang kau tuduh menulis hasutan hasutan itu&lt;br /&gt;tak perlu lagi kau memburuku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inilah kakiku&lt;br /&gt;yang kau katakan lari dari tanggungjawabku&lt;br /&gt;tak perlu lagi kau memburuku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan inilah dadaku&lt;br /&gt;yang kau fitnah penuh benci pada negeriku sendiri&lt;br /&gt;tembaklah dengan senapanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau kau berani melawan nuranimu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada babak terakhir buku kumpulan ini RANTAU lebih banyak memuat puisi puisinya dalam bahasa  Inggris, yang memperjelas kalau penyair ini merantaunya di negeri  sono. Ada beberapa yang merupakan terjemahan puisi dia dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris seperti “1966”, “totem”, “subversive notes 1998”, “a letter from the underground”, “imagine we were in Dili”. Judul yang terakhir ini, sebelumnya  dalam bahasa Indonesia terdapat dalam babak POLITIK ini cukup menggelikan setelah membacanya. Saya kutipkan dengan keriangan Michael Learns dalam the actor dari jauh mengalun lembut, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seandainya  kita di Dili     imagine we were in Dili&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“jangan tembak, pak!     “don’t shoot, sir!&lt;br /&gt;jangan tembak!      please don’t shoot I’m an Indonesian!&lt;br /&gt;saya ini orang Indonesia!     look! here’s my ID card.&lt;br /&gt;lihat KTP saya KTP Jakarta!!!”    it was issued in Jakarta!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“wah, tenane, lho sialan!     “It’s true, shit!&lt;br /&gt;ya sudah. Hayo sembunyi!                                        okay, go and hide in                          sana di Koramil.        ourheadquarters. Hurry up!&lt;br /&gt;kok  wong Indonesia ada di jalan, what the hell is an Indonesian     doing out in the street,&lt;br /&gt;pengen mati, ya! diancuk!!!” do you want to get shot dead, eh? hurry up! bastard!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 september 1999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saya baru tahu kalau pisuh pisuhan bahasa Suroboyoan itu dalam bahasa Inggris jadi “bastard”, tapi kayaknya lebih enak dalam bahasa aslinya deh! terasa nendang diintonasinya. Dan saya bisa lebih leluasa misuhi wong bule dengan aslinya, kalau diterjemahkan kurang makyus. Dan Saut dalam puisi tersebut berupaya melucu namun getir. Bahasa sulitnya parody satire, dalam perang yang kejam selalu ada kelucuan terselip.&lt;br /&gt; Buku tebal bergambar narsis habis penyairnya ini diambil kala dia  masih imut dan menggemaskan, apakah sudah gede begini masih menggemaskan? Tentunya hanya untuk seorang Katrin Bandel hal ini masih menggemaskan dan bagi lawannya yang suka dikritik, Saut pun masih menggemaskan (barangkali?), rasanya tak habis habis untuk digali dan diselami. Bagi saya yang belum bertatap muka dengannya, walau sudah sering kontak by sms dan membaca beberapa esainya yang ditulis cukup serius, setidaknya cukup memberikan gambaran seorang Saut Situmorang yang sebenarnya mempunyai sisi bertolak belakang dengan gaya lantang bicaranya apalagi bila dia menemukan ketidak adilan dalam perjalanan sastra Indonesia saat ini.&lt;br /&gt; Di akhir buku ini ditutup dengan tiga puisinya yang berjudul  “Blues for Allah 1” , “Blues for Allah 2”, dan “Blues for Allah 3”,  puisi puisi ini sangat pendek, orang bilang walau dia pendek tapi padat berisi dan telak. Bahkan untuk puisi “Blues for Allah 3” tidak ada isinya, kosong melompong, dibiarkan pembacanya untuk bebas mau menulis apa.&lt;br /&gt;Iringan lembut Whitney Houston dalam I will always love you mengantarku menyelami dua puisi terakhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blues for Allah 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;the sky’s so blue the kids’re playing&lt;br /&gt;then the sea rose and ate up everything –&lt;br /&gt;tsunami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blues for Allah 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;the lonely moon and&lt;br /&gt;the silent night are what the&lt;br /&gt;tsunami left behind&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blues for Allah 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penilaian saya akan puisi-puisi Saut yang mudah untuk dicerna pembaca awam ini, tidak terikat dengan metafora yang jelimet, namun centang perentang dalam penyampaian gagasan juga penilaian dan perlawanan terhadap apa yang terjadi di sekelilingnya, membuat saya pribadi tak lelah menikmati puisi-puisinya. Walau ada beberapa puisi panjang dalam bait dan barisan kalimat, tetapi tidak memanjang satu kalimat oleh puluhan kata ini, sehingga bagi saya yang penggemar berat puisi yang tidak bertele-tele, terasa nyaman di mata dan di hati.&lt;br /&gt; Puisi-puisinya mewakili karakter dia sebenarnya, di satu sisi lembut, lucu dan romantis kering, di sisi lain garang perlawanan dan lantang tergores. Jadi ingat cerita Vendetta dengan lambang “V”nya yang terkenal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, Sore hujan gerimis,minggu malam hari raya qurban, 7 desember 2008. 17.07 wib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-3095913465668816305?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/3095913465668816305/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=3095913465668816305&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3095913465668816305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3095913465668816305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/12/natal-1989-andung-andung-petualang-ibu.html' title='NATAL 1989, ANDUNG-ANDUNG PETUALANG IBU SEORANG PENYAIR'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-1895909201847875708</id><published>2008-11-30T17:19:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T17:26:57.547-08:00</updated><title type='text'>coretan awal desember 2008</title><content type='html'>sebentar lagi awan berganti dengan wajah baru&lt;br /&gt;banyak kenangan lalu memaksa diri berdiri&lt;br /&gt;padahal sudah menemukan sandaran empuk&lt;br /&gt;untuk sekedar melepas punggung yang menyiksa perjalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kali ini tahun riak terasa agak menyita pikiran&lt;br /&gt;walau cuman sedepa tak lebih&lt;br /&gt;namun cukup dalam dirasa&lt;br /&gt;kang aku sendiripun sampai hari ini suk bertanya&lt;br /&gt;ada sesuatu pada pikirannyakah yang membuat&lt;br /&gt;putih tiba-tiba menjadi hitam&lt;br /&gt;dan hitamnya lebih hitam dari lelehan tir untuk membuat jalan&lt;br /&gt;dan lekatnya melebihi lelehan coklat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dendam, benci tiba-tiba terakhir mengiringi langkah ini&lt;br /&gt;tak tahu dari mana datang&lt;br /&gt;tapi dengan helaan nafas kesabaran&lt;br /&gt;semuanya akan terkikis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesabaran ini tetap teruji sampai kapanpun&lt;br /&gt;seperti kitab suci katakan&lt;br /&gt;diam selalu emas&lt;br /&gt;diam kendalikan emosi&lt;br /&gt;diam tak peduli&lt;br /&gt;diam puncak kesabaran&lt;br /&gt;diam&lt;br /&gt;diam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;goresan diatas kutulis buat teman-teman sejati di Kurawa gans's yang dengan kesabaran tinggi menghadapi kerikil yang cukup tajam walau bentuknya kecil....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sukses selalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.35wib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-1895909201847875708?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/1895909201847875708/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=1895909201847875708&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/1895909201847875708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/1895909201847875708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/11/coretan-awal-desember-2008.html' title='coretan awal desember 2008'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-8005368037908157014</id><published>2008-11-30T17:15:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T17:18:23.066-08:00</updated><title type='text'>Rendra in Reboan</title><content type='html'>RENDRA : TAK CUKUP HANYA PEDULI TAPI HARUS TERLIBAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kreativitas seni, tidak hanya puisi, menurut Suluk Demak harus&lt;br /&gt;muncul dari `kahanan'. Kreator harus selalu berada dalam keadaan,&lt;br /&gt;tidak berada dalam khayalan, tidak dalam teori tapi masuk dalam&lt;br /&gt;kahanan itu dengan modal kepedulian. Dengan demikian dia akan&lt;br /&gt;mendapatkan pergaulan kharismatik, masuk dalam kontekstualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ini tidaklah cukup, kita harus merangkul, terlibat. Dengan kata&lt;br /&gt;lain, keterlibatan itu mengakibatkan pengalaman pribadi. Kalau itu&lt;br /&gt;muncul dalam kesadaran itu namanya paradigma. Kalau hanya sekedar&lt;br /&gt;indah dan penuh rasa, itu banyak. Tapi dengan paradigma akan lebih&lt;br /&gt;unggul, apalagi jika dikaitkan dengan nilai-nilai universal. Semakin&lt;br /&gt;kontekstual, semakin tampak paradigmanya, tidak hanya wawasannya yang&lt;br /&gt;tampil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan oleh W.S Rendra ketika menyampaikan pidatonya di&lt;br /&gt;akhir acara Sastra Reboan#8 yang seperti biasa berlangsung di Warung&lt;br /&gt;Apresiasi (Wapres), Bulungan, Jakarta Selatan, kemarin (26/11). Di&lt;br /&gt;awal pidatonya Rendra yang mengenakan jeans da jaket biru ini menoleh&lt;br /&gt;ke latar panggung yang bertuliskan Paguyuban Sastra Rabu Malam. Slogan&lt;br /&gt;"Banyak Pintu Menuju Sastra" dikomentarinya "Ini yang pertama menarik&lt;br /&gt;perhatian saya. Ternyata puisi terus hidup hingga sekarang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari seratus penonton memadati Wapres, termasuk Presiden Penyair&lt;br /&gt;Sutardji Calzoum Bachri, meski hujan sejak sore mengguyur berbagai&lt;br /&gt;sudut Jakarta dan sempat membuat cemas panitia. Para penonton ini tak&lt;br /&gt;beranjak dari saat acara dimulai molor jam 20.00 hingga berakhir pukul&lt;br /&gt;23.00 wib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastra Reboan#8 kali ini menampilkan beberapa alumni Institut&lt;br /&gt;Teknologi Bandung (ITB) yang ingin berkumpul dan membaca puisi di&lt;br /&gt;acara ini. Dikomandoi oleh Slamet Widodo dan Nugroho Suksmanto,&lt;br /&gt;persiapan tampil di Sastra Reboan terus digodok dengan Kurnia Effendi,&lt;br /&gt;cerpenis flamboyan yang menghubungi kalangan alumni ITB untuk&lt;br /&gt;berpartisipasi. Penyair kondang, Acep Zamzam Noor yang sudah siap&lt;br /&gt;tampil, tidak jadi datang karena ada acara yang tak bisa ditunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain para alumni ITB, Sastra Reboan juga menampilkan beberapa&lt;br /&gt;pembaca puisi, penyanyi Fia dan geguritan (pembacaan puisi dalam&lt;br /&gt;bahasa Jawa) oleh grup gending Sri Redana Laras. Penampilan geguritan&lt;br /&gt;dari syair karya Ronggowarsito yang dipimpin Sugito ini cukup menarik&lt;br /&gt;perhatian. Para penembangnya anak muda dari yang masih SMP hingga&lt;br /&gt;mahasiswi. Bahkan salah satunya, Wulan bukan orang Jawa tapi Betawi&lt;br /&gt;asli. Di tengah geguritan ini Sutardji Calzoum Bachri tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara yang dibuka oleh MC Budhi Setyawan, yang kali ini didampingi&lt;br /&gt;penyair Rukmi Wisnu Wardani, diawali dengan penampilan Triana&lt;br /&gt;Kumalasari, Dian Ayu dan Mhammad Nurdin. Ketiga siswa SMA Martia&lt;br /&gt;Bakti, Bekasi ini tampil penuh percaya meski ada Sujiwo Tejo dan para&lt;br /&gt;penyair ternama lainnya. Begitu juga Sasib Negaraja dari Komunitas&lt;br /&gt;Sastra Jalanan Indonesia, Gemmy Mohawk (yang juga memperkenalkan buku&lt;br /&gt;puisinya `Sirami Jakarta Dengan Cinta"), Kuntet Mangkudilaga dan Een&lt;br /&gt;Nurhaeni, mahasiswi jurusan Broadcasting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang jam 21.00, Kurnia Effendi yang akrab disapa Kef menggantikan&lt;br /&gt;Budi dan Dani untuk memandu para alumni ITB. Nugroho Suksmanto dan&lt;br /&gt;Slamet Widodo lalu tampil dalam Bincang Sastra dan Komunitas (BSK)&lt;br /&gt;tentang latarbelakang berkumpulnya alumni ITB ini. "Ternyata banyak&lt;br /&gt;alumni itb berkecimpung juga di tulisan dan syair. Lewat acara di&lt;br /&gt;Sastra Reboan ini diharapkan memberikan rangsangan pada sarjan ITB&lt;br /&gt;untuk juga bisa menyukai sastra" ujar kedua tokoh Pena Kencana itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Militansi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai BSK, Kef yang masih di panggung membacakan puisi, disusul Prof.&lt;br /&gt;Danuswara yang ahli lingkungan kota dan guru besar ITB dengan dua&lt;br /&gt;puisinya "Jalan" dan "Kampung Kota'. Kemudian Teguh Haryono membacakan&lt;br /&gt;dua puisi juga, yang dikomentarinya sebagai pembacaan puisi pertama&lt;br /&gt;kali di Wapres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadjroel rahman membacakan 2 puisi berikutnya, salah satunya sering&lt;br /&gt;dibawakannya, "Dongeng Untuk Popy". Mantan aktivis ini memberikan&lt;br /&gt;gambaran bahwa mahasiwa ITB berkumpul dan mendirikan semacam komunitas&lt;br /&gt;sastra dng singkatan GAS, yang kadang juga diplesetkan menjadi&lt;br /&gt;Gerakan Anti Suharto krn pada waktu itu gerakan menentang Suharto&lt;br /&gt;bisa juga direfleksikan dengan berteriak di lapangan basket dalam&lt;br /&gt;bentuk apresiasi puisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya Nugroho Suksmanto membacakan 2 puisi "Jilbab" dan "Pantat",&lt;br /&gt;diikuti Lukman SH pelukis dan penyair yang membawakan puisi "Ganesha"&lt;br /&gt;dan dibuatnya saat berusia 27 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari deretan penonton tampak penyair Dharmadi, Endah Perca, Rita&lt;br /&gt;Achdris, Imam Maarif, Teguh Esha, Eka Kurniawan, Broden pabrik_t, Purwianto dan beberapa&lt;br /&gt;aktivis sastra dari Universitas Atmajaya dan Universitas Bung Karno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah pembacaan puisi, penyanyi Fia yang mengaku sejak 2004&lt;br /&gt;dibesarkan di Wapres tampil membawakan lagu "Ada Rindu Ada Cemburu"&lt;br /&gt;mendampingi Slamet Widodo. Penyair yang buku terbarunya `Selingkuh"&lt;br /&gt;ini membuat penonton cengengesan ketika membawakan puisi "Susu" yang&lt;br /&gt;di tengah pembacaan terselip kalimat `ah..mosok" dan ditirukan penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Sujiwo Tejo tampil, Sadewa yang putera WS Rendra naik ke&lt;br /&gt;panggung membaca "Cinta yang Bersandar di Sebuah Perahu" dan "Aku dan&lt;br /&gt;Gitarku", disusul Rara Gendis serta alumni ITB, Krismanggolo&lt;br /&gt;membawakan puisi karya Bung Karno "Nasionalis Revolusioner".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan puncak acara, Sujiwo Tejo tak pelak membuat pengunjung&lt;br /&gt;tergelak dengan komentar nakalnya di sela pembacaan sajak dan lagunya.&lt;br /&gt;Dengan ringannya saat membawakan sajak "Anyaman" Sujiwo Tejo sempat&lt;br /&gt;mengisahkan sebagian petualangan cinta Rendra yang membuat banyak&lt;br /&gt;penyair lainnya semisal Emha Ainun Najib terkagum-kagum. Sedang para&lt;br /&gt;alumni ITB yang membaca puisi malam itu disentilnya karena ternyata&lt;br /&gt;tak berani mengambil resiko menjadi seniman murni seperti dirinya,&lt;br /&gt;yang disambut tawa pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir acara, Slamet Widodo yang berbincang dengan Sutardji Calzoum&lt;br /&gt;Bachri menjelaskan bahwa Presiden Penyair ini terkesan dengan Sastra&lt;br /&gt;Reboan. "Saya sudah mendengar acara ini, tapi belum sempat dating.&lt;br /&gt;Terus terang, acara seperti ini bagus dan dibutuhkan. Sudah&lt;br /&gt;berlangsung secara rutin menunjukkan komunitasnya hidup. Tapi tanpa&lt;br /&gt;militansi penyelenggaranya, pastilah tak akan berjalan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai bertemu di Sastra Reboan #9 tanggal 17 Desember mendatang.&lt;br /&gt;(ilenk/gie)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-8005368037908157014?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/8005368037908157014/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=8005368037908157014&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/8005368037908157014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/8005368037908157014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/11/rendra-in-reboan.html' title='Rendra in Reboan'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-3122018677218981408</id><published>2008-11-26T00:46:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T00:47:25.424-08:00</updated><title type='text'>reboan november</title><content type='html'>Kota. Kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan November 1945, ada sebuah kota coba direbut dari tangan musuh.&lt;br /&gt;Bulan November 2008, siapa punya musuh? apa yang akan kita rebut&lt;br /&gt;darinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai peristiwa yang terjadi dalam bulan November, ada yang&lt;br /&gt;diperingati secara luas, tapi juga ada yang diam-diam dan senyap saja&lt;br /&gt;karena banyak yang belum mengenal peristiwanya. Satu peristiwa yang&lt;br /&gt;sangat akrab adalah Hari Pahlawan, peringatan bagi kegigihan dan&lt;br /&gt;keberanian arek-arek Suroboyo ketika menghadapi Jepang pada 10 November&lt;br /&gt;1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di November ini, tepatnya tanggal 26, Paguyuban Sastra Rabu Malam (PaSar&lt;br /&gt;MaLam) kembali menghadirkan Sastra Reboan #8 Sastra Reboan dengan tema&lt;br /&gt;"Merebut Kata", yang seperti biasa berlangsung mulai jam 19.00&lt;br /&gt;di Warung Apresiasi (Wapres), Bulungan, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastra Reboan #8 kali ini menampilkan beberapa alumni Insititut&lt;br /&gt;Teknologi Bandung (ITB) yang dalam perjalanan hidupnya berkiprah,&lt;br /&gt;setidaknya bersentuhan, dengan dunia sastra dan seni. Mereka sudah tak&lt;br /&gt;asing lagi namanya seperti Acep Zamzam Noor, Kurnia Effendi, Sujiwo&lt;br /&gt;Tejo, Nugroho Suksmanto, Slamet Widodo, Lukman SH, Karlina Supeli dan&lt;br /&gt;Fadjroel Rachman, dan lain-lain. Ada apa di balik kemunculan para alumni&lt;br /&gt;berpuisi? bisa disaksikan dalam Bincang Seputar Komunitas (BSK) yang&lt;br /&gt;merupakan bagian dari Sastra Reboan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ketinggalan, beberapa penampil lain yang pastinya akan semakin&lt;br /&gt;menyemarakkan Reboan kali ini. Jadi, silakan datang merayakan berbagai&lt;br /&gt;hal yang telah terjadi dan akan direnungkan dari November ini.&lt;br /&gt;Setidaknya, di Sastra Reboan kita bersama-sama menyapa dan mengenal&lt;br /&gt;sastra tanpa mengerutkan dahi, karena lelah sudah menjadi santapan&lt;br /&gt;sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26.11.2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-3122018677218981408?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/3122018677218981408/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=3122018677218981408&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3122018677218981408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3122018677218981408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/11/reboan-november.html' title='reboan november'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-5372951672912176053</id><published>2008-11-25T23:26:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T00:44:56.120-08:00</updated><title type='text'>cemburu</title><content type='html'>: balasan weny suryandari&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;aku disini &lt;br /&gt;aku dengar bisikmu&lt;br /&gt;walau hujan deras mengguyur&lt;br /&gt;detik ini masih kudengar dentangan hatimu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;aku ambil selimut biru&lt;br /&gt;menutup cemburu pilu&lt;br /&gt;agar tak menderu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;aku masih tetap disini&lt;br /&gt;menanti setia bisikmu&lt;br /&gt;tak perlu perih dihati&lt;br /&gt;cemburumu bukti cintaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26.11.2008, 14.30wib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-5372951672912176053?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/5372951672912176053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=5372951672912176053&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/5372951672912176053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/5372951672912176053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/11/cemburu.html' title='cemburu'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-6089740858661551646</id><published>2008-10-21T23:47:00.000-07:00</published><updated>2008-10-21T23:48:40.299-07:00</updated><title type='text'>reboan oktober</title><content type='html'>Bulan Oktober, selain ada hari-hari yang dianggap penting seperti&lt;br /&gt;peringatan milad Angkatan Bersenjata, peringatan Sumpah Pemuda, juga&lt;br /&gt;disebut-sebut sebagai bulan Bahasa. Berkenaan dengan hal itu, Paguyuban&lt;br /&gt;Sastra Rabu Malam (PaSaR Malam) kembali menghadirkan Sastra Rabu Malam&lt;br /&gt;atau biasa dikenal dengan "Reboan" dengan tema "Aku dan Bahasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reboan akan dilaksanakan pada 29 Oktober 2008 bertempat di WaPres,&lt;br /&gt;Bulungan pada pukul 19.00 - selesai dengan menghadirkan beberapa penyair&lt;br /&gt;seperti Awaludin, Ashar, Imam Ma'arif, Giyanto Subagyo, Heri Maja&lt;br /&gt;Kelana, Shinta Febrianny, Irmansyah, dan Pudwianto Arisanto. Selain&lt;br /&gt;penampilan mereka, Reboan juga akan membedah komunitas seni budaya yang&lt;br /&gt;cukup tua di Jakarta yaitu Komunitas Planet Senen dengan narasumber Imam&lt;br /&gt;Ma'arif dan Irmansyah. Mudah-mudahan dengan acara ini, pengunjung Reboan&lt;br /&gt;bisa mendapatkan tips dan trik hidup berkomunitas. Sebab seperti&lt;br /&gt;diketahui kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta sudah cukup pikuk&lt;br /&gt;dengan ambiens konsumerisme dan individualis yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan tema, akan tampil delapan orang ekspatriat dari Jepang,&lt;br /&gt;Korea, Ukraina, Mongolia, dan Perancis yang akan membacakan puisi-puisi&lt;br /&gt;berbahasa Indonesia. Mereka tampil berkat upaya Bung Kelinci dan Teater&lt;br /&gt;Pintu 310-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari anggota PaSaR Malam sendiri, setiap reboan selanjutnya akan&lt;br /&gt;memperkenalkan dan membedah karya anggotanya seperti Nurrudien Asyhadie&lt;br /&gt;dengan buku puisi "Beatnik dan sajak-sajak lain", Akmal Nasery Basral&lt;br /&gt;dengan kumpulan cerpen "Ada Seseorang di Kepalaku yang Bukan Aku",&lt;br /&gt;Johannes Sugianto dengan bukupuisinya "Di Lengkung Alis Matamu", Budhi&lt;br /&gt;Setyawan dengan "Kepak Sayap Jiwa", dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, datang dan rayakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sie Acara&lt;br /&gt;Dedy Tri Riyadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB : Acara ini terbuka untuk umum alias tidak dipungut bayaran&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-6089740858661551646?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/6089740858661551646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=6089740858661551646&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/6089740858661551646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/6089740858661551646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/10/reboan-oktober.html' title='reboan oktober'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-3558270350799424593</id><published>2008-10-21T23:44:00.000-07:00</published><updated>2008-10-21T23:47:12.563-07:00</updated><title type='text'>puisi lapindo dimuat di kompas.com</title><content type='html'>http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/18/14002696/puisi-puisi.ilenk.rembulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi-puisi Ilenk Rembulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/Sabtu, 18 Oktober 2008 | 14:00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapindo Satu&lt;br /&gt;      : bude Umi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dua ramadhan sudah berlalu&lt;br /&gt;ini ramadhan ke tiga&lt;br /&gt;adakah gema takbir di ujung sana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapindo Dua&lt;br /&gt;        :bulek Menik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jemari menyisir sahur di ujung rambut&lt;br /&gt;tetesan peluh menakar gelas kosong&lt;br /&gt;adakah mukena bersih yang masih tersisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapindo Tiga&lt;br /&gt;         :guru Tono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keluh menghimpit &lt;br /&gt;di ujung tumpukan buku&lt;br /&gt;jemari menghitung &lt;br /&gt;papan tanpa tulisan&lt;br /&gt;menunggu bagdo buka&lt;br /&gt;masih adakah bingkisan datang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapindo Empat&lt;br /&gt;            :ustadz m.arifin ilham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lafal dzikir bergema&lt;br /&gt;gelegak lumpur mengiringi&lt;br /&gt;lambaian tasbih menari&lt;br /&gt;jeritan puasa berjama’ah&lt;br /&gt;sudahkah kau kirim tahajud padaKu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapindo Lima&lt;br /&gt;            :tuanku bakrie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keranjang parcel masih terhidang&lt;br /&gt;lipatan sarung dalam jutaan&lt;br /&gt;kuketuk selembar hatimu  &lt;br /&gt;sudahkah kau kirim zakat untukKu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 9.10 wib, 16 september 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-3558270350799424593?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/3558270350799424593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=3558270350799424593&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3558270350799424593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3558270350799424593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/10/puisi-lapindo-dimuat-di-kompascom.html' title='puisi lapindo dimuat di kompas.com'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-1550902975148061604</id><published>2008-09-24T01:13:00.000-07:00</published><updated>2008-09-24T01:14:37.804-07:00</updated><title type='text'>riyoyo (2)</title><content type='html'>riyoyo sediluk maneh&lt;br /&gt;duwet gak gablek nang dompet wes entek&lt;br /&gt;arep tuku tuku &lt;br /&gt;tapi gak ono sing digawe tuku&lt;br /&gt;sidane cuma mlaku mlaku&lt;br /&gt;ngertiyo ngene sluku sluku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.25wib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-1550902975148061604?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/1550902975148061604/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=1550902975148061604&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/1550902975148061604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/1550902975148061604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/09/riyoyo-2.html' title='riyoyo (2)'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-3066817122768643523</id><published>2008-09-24T00:38:00.000-07:00</published><updated>2008-09-24T00:40:50.791-07:00</updated><title type='text'>attakhiyat akhir</title><content type='html'>sudah ribuan sujud terurai&lt;br /&gt;makan sahur dengan do'a&lt;br /&gt;ini lebaran ketiga&lt;br /&gt;akankah lumpur surut bersama takbir?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(do'a bulek karsih pada hamparan hening malam di tenda pasar sidoarjo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.55wib...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-3066817122768643523?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/3066817122768643523/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=3066817122768643523&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3066817122768643523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3066817122768643523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/09/attakhiyat-akhir.html' title='attakhiyat akhir'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-6928861252792495769</id><published>2008-09-22T19:38:00.000-07:00</published><updated>2008-09-22T20:46:46.078-07:00</updated><title type='text'>mudik</title><content type='html'>riyoyo sediluk maneh&lt;br /&gt;duwek sek durung gablek&lt;br /&gt;rego rego wes pating gemledak&lt;br /&gt;eh, podo munggah munggah terus&lt;br /&gt;balapan karo kuwalek karo discount klambi&lt;br /&gt;sijine naik ke puncak nggunung&lt;br /&gt;sijine turun 75%&lt;br /&gt;beli satu gratis satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;riyoyo opo mangan klambi anyar tok?&lt;br /&gt;gak kate mangan liyane&lt;br /&gt;kupat karo opor&lt;br /&gt;sambel goreng ati&lt;br /&gt;atine sopo sopo sing loro ati&lt;br /&gt;mumet nek ngene rekasane&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;riyoyo riyoyo&lt;br /&gt;jare cak kandar&lt;br /&gt;opo riyoyo lewat ngomahmu?&lt;br /&gt;aku dewe yo sek gak ngerti&lt;br /&gt;opo riyoyo tahun iki lewat malah mlebu mampir omah&lt;br /&gt;mending ngenteni ngarep gang ae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;riyoyo riyoyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.55 23.09.09&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-6928861252792495769?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/6928861252792495769/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=6928861252792495769&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/6928861252792495769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/6928861252792495769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/09/mudik.html' title='mudik'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-7140628734391329920</id><published>2008-09-16T20:43:00.000-07:00</published><updated>2008-09-16T20:45:03.855-07:00</updated><title type='text'>pikiran liar</title><content type='html'>1000 dzikir&lt;br /&gt;lebihkan !&lt;br /&gt;1000 takbir&lt;br /&gt;kumandangkan !&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1000 parcel&lt;br /&gt;bagikan !&lt;br /&gt;sisakan satu&lt;br /&gt;buatKu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jakarta, 10.50wib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-7140628734391329920?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/7140628734391329920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=7140628734391329920&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/7140628734391329920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/7140628734391329920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/09/pikiran-liar.html' title='pikiran liar'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-3209296352090680882</id><published>2008-09-14T18:17:00.000-07:00</published><updated>2008-09-14T18:18:07.399-07:00</updated><title type='text'>JawabNya</title><content type='html'>ada yang&lt;br /&gt;pulang&lt;br /&gt;menyatu&lt;br /&gt;dalam &lt;br /&gt;jiwa&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;menapak&lt;br /&gt;tanah&lt;br /&gt;menimbun&lt;br /&gt;jelaga&lt;br /&gt;dalam hitam&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;dia yang&lt;br /&gt;tersenyum&lt;br /&gt;menengadah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;tawa&lt;br /&gt;menari&lt;br /&gt;menjanjikan&lt;br /&gt;saat-saat jingga&lt;br /&gt;datang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;sept 2008&lt;br /&gt;sebelum jam kantor 8.05wib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-3209296352090680882?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/3209296352090680882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=3209296352090680882&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3209296352090680882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3209296352090680882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/09/jawabnya.html' title='JawabNya'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-9124225856848876402</id><published>2008-09-11T01:23:00.000-07:00</published><updated>2008-09-11T01:24:24.985-07:00</updated><title type='text'>anakku atau anakmu ?</title><content type='html'>Anakmu atau anakku ? apa itu perlu penjelasan ? sedangkan popoknyapun tak pernah kau cium baunya, dia hanya mengharap kelak usapan lembut tanganmu menempel di kepala mungilnya, kepala yang rindu belaian ayah yang sejak di rahim ibunya tak pernah kau berikan ruh kasih sayang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakmu atau anakku ? tak ada lagi yang perlu diperdebatkan, dia menjadi anak asing di negeri belantara seorang perempuan mulia, yang di rahimnya tak bakal keluar ruh  manusia, biarlah dia menyusu di buah dada yang ranum namun tak keluar air susu, biarlah para malaikat di surga menggantinya dengan kasih sayang dan cintanya sebanding dengan air susu ibunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakmu atau anakku ? apa itu penting buatmu ? apakah pengakuan ini akan menjadi alat untuk meminang perempuan lain, dan membiarkan ibu sang bayi teronggok tak berguna lagi, adakah pengakuan itu masih penting bagi jalan menuju pelaminanmu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakmu atau anakku ? biarlah sang pencipta yang mengadili nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ilenk, 15.31 wib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-9124225856848876402?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/9124225856848876402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=9124225856848876402&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/9124225856848876402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/9124225856848876402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/09/anakku-atau-anakmu.html' title='anakku atau anakmu ?'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-378570456578776802</id><published>2008-09-10T19:37:00.000-07:00</published><updated>2008-09-10T19:39:17.909-07:00</updated><title type='text'>badai sahur</title><content type='html'>aku datang !", teriak sebutir embun menempel di kaca jendela&lt;br /&gt;"tapi tidak sendiri"&lt;br /&gt;"sebentar lagi bersama saudaraku"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;tak lama petir menari sekelebat dengan genitnya&lt;br /&gt;membangunkan diriku untuk sahur&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;bresss !&lt;br /&gt;dalam sekejap saudara embun datang dalam jumlah ribuan&lt;br /&gt;menyerbu atap rumahku&lt;br /&gt;jatuh tergerai seperti kain korden tipis&lt;br /&gt;menembus &lt;br /&gt;menjelang pagi&lt;br /&gt;yang semakin dingin&lt;br /&gt;namun sahurku hangat&lt;br /&gt;secangkir capucino membasahi batin&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;ilenk, 09.39wib di kantor&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-378570456578776802?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/378570456578776802/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=378570456578776802&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/378570456578776802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/378570456578776802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/09/badai-sahur.html' title='badai sahur'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-5673142787869911778</id><published>2008-08-13T21:07:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T21:17:00.058-07:00</updated><title type='text'>cawang-bogor</title><content type='html'>tinggal mimpi-mimpi&lt;br /&gt;menggiring sederetan lelah menuju batas&lt;br /&gt;antara cawang - bogor&lt;br /&gt;tinggalkan sisa yang masih harus diraih&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(ilenk)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jakarta, 13/08/08 . 6.32&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-5673142787869911778?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/5673142787869911778/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=5673142787869911778&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/5673142787869911778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/5673142787869911778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/08/cawang-bogor.html' title='cawang-bogor'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-2782843381029139784</id><published>2008-08-13T21:04:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T21:05:35.527-07:00</updated><title type='text'>jagorawi</title><content type='html'>diantara kantuk menghadang&lt;br /&gt;suara kernet menjaring uang&lt;br /&gt;disela nyanyian pengamen&lt;br /&gt;deru debu melaju&lt;br /&gt;menuju kota mimpi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;diantara terawang jalang&lt;br /&gt;mata memandang pekat malam&lt;br /&gt;sesampai di tujuan&lt;br /&gt;penat kaki melangkah&lt;br /&gt;menuju rumah idaman&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(ilenk)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jakarta 13.08.08 01.10.pm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-2782843381029139784?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/2782843381029139784/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=2782843381029139784&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/2782843381029139784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/2782843381029139784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/08/jagorawi.html' title='jagorawi'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-2029285673614775719</id><published>2008-08-13T20:57:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T21:03:04.137-07:00</updated><title type='text'>suaraku</title><content type='html'>dan sampai hari ini faxnyapun belum kubalas&lt;br /&gt;tak kuberikan respons cepat seperti perkiraanmu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;bahwa akupun juga berhitung cermat&lt;br /&gt;adakah suaraku nanti ada imbas&lt;br /&gt;terhadap perbaikan nasibku dan nasibmu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;harga tawaranmu masih belum menggiurkan&lt;br /&gt;belum membuat nafsu bathinku bergerak&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;aku menunggu  investasi yang menguntungkan&lt;br /&gt;walau itu hanya satu suara&lt;br /&gt;"bep" sudah kupatok&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;akupun telah berhitung cermat&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(ilenk)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;*bep = break event point= balik modal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jakarta, pagi 6.56&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-2029285673614775719?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/2029285673614775719/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=2029285673614775719&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/2029285673614775719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/2029285673614775719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/08/suaraku.html' title='suaraku'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-1564010949134030490</id><published>2008-08-13T20:51:00.001-07:00</published><updated>2008-08-13T20:57:25.160-07:00</updated><title type='text'>Menyemir sepasang sepatu sendiri dalam hujan</title><content type='html'>Satu lagi buku kumpulan sajak dari para sahabat tercinta datang di dadaku dalam sejuk senja penuh keriuhan di ujung selatan Jakarta. Di sela asap bakar ayam dan kental rawon dan canda ria para Kurawa Pasar Malam, “Sepasang Sepatu Sendiri Dalam Hujan” di lepas dengan damai oleh salah satu penyairnya Maulana “Pakcik” Achmad dalam tanganku.&lt;br /&gt; Buku setebal 118 halaman yang memuat 105 sajak dari 3 penyair Maulana Achmad, Inez Dikara dan Dedy T .Riyadi dengan perlahan mulai dibuka dan menyelami bait-bait rohnya.&lt;br /&gt; Tulisan ini saya bagi dalam tiga ulasan, karena buku ini memuat 3 bab sajak dari mereka, dan sesuai dengan urutan dalam pemuatan sajak tersebut, puisi Maulana Achmad (selanjutnya saya sebut “Pakcik”) disajikan diawal, dengan jumlah 35 sajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Dari satu sumbu di jalan Barito, mengurai kata, setangkup-tangkup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dengan ditemani Anggun sabtu malam melantunkan Mimpi, sajak Monochrome sudah membuat diriku terperangkap.&lt;br /&gt;Aku menunggumu dalam pengap&lt;br /&gt;bermenit  raga ini tak bergerak&lt;br /&gt;angin pun kurasakan mati kaku hilang nafas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di peron ini,&lt;br /&gt;kucoba keduk sisa ingatan&lt;br /&gt;mencari namamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seujung kerdipan kau melintas deras, gemuruh&lt;br /&gt;ke hala yang tak kutuju&lt;br /&gt;tanpa sapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbayang kepengapan kehidupan kini yang sudah mulai menyesak di dada, mencari hanya segelas udara untuk bernafas, sepertinya susah, kemudian ketika ada jeda waktu nafas udara datang, namun dia bergegas pergi jauh seperti gemuruh kereta meluncur jauh, tetapi bukan ke tempat yang seharusnya kita tuju, dia menuju ketempat lain yang bukan kita tuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi kehidupan yang luruh , saya seperti menghadap cermin, menatapnya penuh lelah, penyair ini berusaha mengingatkan kita, bahwa kehidupan yang demikian riuh ini kadang kita tak tahu dimana nanti ujungnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lagu Takut yang dilantunkan riang oleh bibir seksi Anggun mengiringku menyelami sajak Mengurai kata. Sajak sederhana sekilas hanya untaian kata, tetapi saya menangkap makna seperti menaiki tangga kehidupan yang selama ini saya jalani. Pakcik mengurai kata seperti para sufi mengurai dihadapan muridnya di Masjid Biru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengurai kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seumur batu&lt;br /&gt;Senafas angin&lt;br /&gt;Serentak awan&lt;br /&gt;Sekejap senja&lt;br /&gt;Serumpun bintang&lt;br /&gt;Sebongkah bulan&lt;br /&gt;Sececap subuh&lt;br /&gt;Seabad embun&lt;br /&gt;Sepakung jamur&lt;br /&gt;Serimbun perdu&lt;br /&gt;Seputar dhuha&lt;br /&gt;Sekutuk mentari&lt;br /&gt;Seusung hari&lt;br /&gt;Sebaris bukit&lt;br /&gt;Setasik peluh&lt;br /&gt;Sepulau mimpi&lt;br /&gt;Selaksa asma&lt;br /&gt;Akulah hanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Putaran malam menjadi pagi, siang , sore dan kembali lagi menjadi malam dalam buaian mimpi setelah tua menjalani hidup akhirnya “akulah hanya”. Ya, kita pada akhirnya nanti hanya, hanya seonggok tanah seperti semula. Sengaja penyair tak menyudahi dengan titik, seterusnya dibiarkan mengambang terserah kita pembaca menafsirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tepuk tangan riuh pengiring penyanyi dalam In Your Mind masih dengan Anggun yang menemani malam semakin larut, tersandung sajak dengan judul Setangkup-setangkup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setangkup-setangkup&lt;br /&gt;:abah ahmad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belikan aku buku gambar, abah&lt;br /&gt;aku ingin menangkap gunung&lt;br /&gt;dan mencelupnya dalam sekarung warna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belikan aku susu, abah&lt;br /&gt;agar sehat badanku&lt;br /&gt;kuat tulangku&lt;br /&gt;terlindung hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belikan aku sepatu, abah&lt;br /&gt;biar kudapat berjalan ke madrasah&lt;br /&gt;yang ada di lembah dan langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tinggalkan satu saja fotomu, abah&lt;br /&gt;aku telah lupa lekuk urat wajahmu&lt;br /&gt;kau sudah terlalu jauh&lt;br /&gt;ambenmu pun sulit kurengkuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Malam semakin hening , tak ada suara ojek atau ambulance sesekali datang (rumah saya persis di sebelah BMC salah satu rumah sakit elite di bogor), selesai membaca sajak diatas, tiba-tiba wajah almarhum ayah terbayang. Tanpa terasa saya memutar lagu dari penyanyi  kesayangan beliau. &lt;br /&gt;Aku telah lupa lekuk urat wajahmu, ah ! kupandangi bingkai foto ayah tersenyum dengan  lesung pipitnya, Kau sudah terlalu jauh, ya beliau sudah tenang disisiNya, ambenmu pun sulit kurengkuh, dia terbaring tenang nun jauh dikerimbunan bamboo pemakaman desa di Jember. Mata merah dengan sudut basah terjuntai, ayah saya rindu padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Snow on the Sahara menerobos telinga dengan bisikan lembut, menyelami sajak-sajak pakcik seperti menemukan kembali kawan lama. Sajak-sajak pendek , kulumat habis malam itu menangkap sepintas rohnya dan kembali terus masuk dan duduk sejenak pada sajak Dari satu sumbu di Jalan Barito. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin sebelum bulan merapihkan tempat tidurnya&lt;br /&gt;tempat ini begitu padat dengan bebunyian&lt;br /&gt;kita semeja menyantap senyap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“seperti apa suaramu?” kau memberikan bait pertama&lt;br /&gt;perlahan aku mencari metafora yang belum pernah&lt;br /&gt;dibuat orang dari tubuhmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebatang mahoni membakar getahnya tepat di sisi kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kau masih diam? Padahal otakmu berdetakdetak”&lt;br /&gt;kau berikanku bait kedua&lt;br /&gt;kusemburkan tenung terampuh agar kau diam dan aku&lt;br /&gt;bisa mendapatkan metafora yang belum pernah&lt;br /&gt;dibuat orang dari tubuhmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebatang mahoni memecahkan bebijian di langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“apa kau bisu? Padahal matamu menusuknusuk”&lt;br /&gt;kau berikanku bait ketiga&lt;br /&gt;kuhunus sebilah badik agar kau takut dan diam, sehingga&lt;br /&gt;aku dapat mencuri metafora yang belum pernah dibuat&lt;br /&gt;orang dari tubuhmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebatang mahoni kini tak berdaun lagi ketika kau ratusan &lt;br /&gt;langkah menuju pulang&lt;br /&gt;“kopi mewasiatkanku kejujuran dan mulianya ingatan”&lt;br /&gt;kuteriakkan metafora yang belum pernah dibuat orang dari tubuhmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, tiba-tiba wajah Cak Kusno almarhum salah satu preman di Terminal Wonokromo yang merupakan sahabat saya waktu dulu sering menemani pendakian gunung semasa di SMA  di Surabaya, melintas sejenak.&lt;br /&gt;Padahal jalan Barito tentu lebih ramai dari terminal Wonokromo yang gelap, pengap, kumuh. Sepintas membaca badik, mengingatkan senjata itu yang selalu terselip di balik jaket Cak Kusno kemanapun dia pergi. Dan senjata itu pula nyaris  melukaiku pada suatu malam di keremangan Wonokromo ditodong orang dan ternyata ketika tahu siapa yang ditodong dan yang menodong saling kenal, maka kami berdua tertawa pedih. Penjahat dan korbannya ternyata dipisahkan dinding yang tipis. &lt;br /&gt;“Kopi mewasiatkanku kejujuran dan mulianya ingatan” baris kalimat diatas itu mengingatkanku sekali lagi akan celotehan Cak Kusno menyeruput kopi hangat setelah saya tak jadi ditodong malah diajak ngopi di sudut warung dekat Kebun Binatang dan seperti biasa dia cerita tentang sepenggal nasib dan saya seperti menangkap metafora yang belum pernah dibuat orang dari tubuhnya. &lt;br /&gt;Puisi di atas benar-benar mengingatkan akan sosoknya. Saya berkhidmat sebentar, mengirim do’a semoga dia tidur nyenyak disisiNya, lamat kudengar lirih dia berkata “ Ibuku rembulan dan bapakku matahari, sejak kecil aku rindu dekapan ibu dan usapan lembut tangan bapak di kepalaku, tapi aku hanya bermimpi”, ucapan itu lamat-lamat terngiang di kudukku, dan kurasakan angin dingin berhembus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(2) Dan Kau hanya menjalankan, bulan memar, di akhir setiap perjalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilik pertama dari tiga bilik dalam kumpulan sajak ini mulai kutinggalkan, memasuki bilik kedua dari penyair Inez Dikara (satu perempuan diantara dua penyair laki-laki dalam buku ini), kaki melangkah ringan dengan diiringi lantunan The Reason dari Hoobastank membaca lirih sajak Dan Kau Hanya menjalankan. Tiba-tiba keriuhan desingan peluru dan teriakan anak kecil dan sayatan pilu orang tua membayangiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajak yang ditujukan untuk tanah Palestina yang selalu bergejolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lagi kaurasakan butiran-btiran logam yang pecah &lt;br /&gt;di tubuhmu. Segar darah yang mengalir sumber-sumber &lt;br /&gt;airmata. Sedang desing timah yang membara, bagai lagu&lt;br /&gt;keseharian yang kian kau hafal liriknya, serupa amarah&lt;br /&gt;yang tertahan gelegar suara meriam yang ditembakkan&lt;br /&gt;menikammu hingga jauh&lt;br /&gt;ke dalam. Memar dada dan tapak tangan menggenggam&lt;br /&gt;iman. Anak-anak terlepas dari pelukan. Merah warna&lt;br /&gt;tanah perbatasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena telah Ia perintahkan padamu untuk rasakan sakit&lt;br /&gt;Itu. Dan kau hanya menjalankan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penyair mengajak kita sejenak untuk merenung betapa kita masih mujur bila dibandingkan saudara kita yang ada di bumi Palestina yang selalu bergejolak oleh perang saudara yang tidak tahu kapan akan berhenti. &lt;br /&gt;Perang disana sepertinya sudah biasa dijalani oleh mereka. “Sedang desing timah yang membara, bagai lagu keseharian yang kian kau hafal liriknya”. Bahkan merah tanah perbatasanpun dilumuri oleh darah anak-anak dan orang tua yang tak berdosa, perang  seperti sudah merupakan takdir dariNYA “karena telah Ia perintahkan padamu untuk rasakan sakit itu. dan kau hanya menjalankan”. &lt;br /&gt;Kadang bila perang berkecamuk, saya selalu bertanya “adakah tangan Tuhan ikut menyusun strategi penyerangan itu dan korbannya harus orang-orang tak berdosa? Saya tak berani menanyakan lebih lanjut, takut Tuhan akan marah dan murka, malam ini Dia bisa tembakan meriam di rumahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam menyulam kata, Inez lebih banyak menyentuh rasa sepi, rindu tertahan kadang juga tanya. Dalam sajak berjudul Sajak Hijau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang anak bermain-main&lt;br /&gt;di kejauhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang perempuan melambai-lambaikan&lt;br /&gt;tangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setumpuk mainan teronggok di kamar&lt;br /&gt;:kesepian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Barisan kata di atas tersebut yang tersusun secara sederhana namun dalam makna, berbicara tentang seorang perempuan yang telah lama mendambakan anak, bahkan dia sudah siapkan banyak mainan, namun yang ditungu-tunggu tak datang jua, tinggal sepi yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; She will be loved dari Maroon 5 masih mengalun lembut, sajak Bulan Memar yang terdiri dari 2 bait dengan masing-masing bait terdiri dari 3 baris kata pendek. Puisi-puisi Inez memang tidak panjang melelahkan, namun pendek dan  mudah dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan memar&lt;br /&gt;Jatuh redupnya&lt;br /&gt;Di teras kamar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kehilangan&lt;br /&gt;Berjarak Cuma&lt;br /&gt;Sedegup dada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Wind cries Mary melantun lincah dari mulut Jamie Cullum, menemani lebih dalam lagi pada sajak-sajak Inez. Dan pada sajak Di akhir setiap perjalanan, saya terpaku sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam lengang sunyi &lt;br /&gt;ranting-ranting keringa&lt;br /&gt;awasi hari hari pergi&lt;br /&gt;menunggu di akhir setiap perjalanan&lt;br /&gt;kulihat bayangmu menari-nari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam sajak ini terasa sunyi semakin menyelimuti diri. Semakin hening tanpa ada swara yang menggelitik malamku, sepertinya saya harus menunggu bayang-bayangnya menari. Tapi siapa yang saya tunggu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Bibir Ibu, Kepada embun, Kamboja menyapih sepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sampailah pada bilik terakhir dari kumpulan sajak ini akan kusudahi. Penyair Dedy T. Riady mengajak saya perlahan menyibak halaman pada bilik terakhir ini  Sajak indah berjudul  Bibir Ibu menyambut di ujung pintu masuk. Saya kutipkan sebagian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;……………………………&lt;br /&gt;Suatu kali, aku mendaki&lt;br /&gt;Tapi kata ibu, “lepaskan dulu sepatumu.&lt;br /&gt;Di lembah lidahku tak perlu ada batu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terciptalah puisi&lt;br /&gt;Seperti api yang membakar hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lain dari 2 penyair sebelumnya, sajak-sajak Dedy lebih panjang, walau ada beberapa yang ditulis pendek bahkan hanya sebaris saja, namun lebih banyak menyajikan sajak dalam bentuk panjang. Sepintas bayangan penyair lain seperti berjejak di syairnya, namun pada sajak yang utuh yang kutangkap tak ada pengaruh penyair lain di sajaknya, justru kujumpai puisi yang kuat. Seharusnya penyair ini membuang baju pengaruh itu, biarkan imajinasi berkembang sesuai kata hati, karena puisi mewakili jiwa bicara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Everytime dari Britney Spears melantun sexy ,lembut menerawang menapaki sajak berjudul Kamboja.&lt;br /&gt;1/&lt;br /&gt;Tak pernah musim begitu mendung&lt;br /&gt;Ketika sajak luruhkan murung&lt;br /&gt;Jatuh ia sebagai gerimis&lt;br /&gt;Kuburkan sisa sisa tangis&lt;br /&gt;2/&lt;br /&gt;Di pekuburan tanpa nama&lt;br /&gt;Di kuncupmu sajak berbunga&lt;br /&gt;Di dada ini masih ada kata&lt;br /&gt;3/&lt;br /&gt;Kamboja di ujung senja&lt;br /&gt;Siapa terkubur sia sia?&lt;br /&gt;Sebab malam nanti&lt;br /&gt;Sajakku akan terkubur di sini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sajakku terkubur disini bersama Kamboja, ya bunga kamboja selalu mengingatkan saya akan dara cantik dengan gemulai lesung pipit di pulau dewata dua tahun silam. Menyudahi membaca sajak kamboja ingatan akan wajahnya kembali terbayang, dua bulan yang lalu kuterima kabar, dia telah kembali pada Hyang Widi di Nirwana. Siapa terkubur sia sia? &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Desah suara Usher membisikkan Burn masih setia menemani saya melirik sajak Kepada Embun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin tak pernah meluruhkan&lt;br /&gt;Sebagaimana hujan&lt;br /&gt;Yang tak akan mengekalkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir sebuah malam&lt;br /&gt;Engkau akan datang diam-diam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga aku tak pernah tahu&lt;br /&gt;Itukah kau atau hanya air mataku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika membaca baris kata “engkau akan datang diam-diam”, saya celingukan, takut ada orang datang diam-diam alias maling. Terus terang saya agak lupa apa tadi pintu sudah terkunci atau belum, perasaan seperti ada kaki melangkah. “Itukah kau atau hanya air mataku”, ending yang menyentuh, luruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My happy ending dari si mungil Avril Lavigne, menghentak rasa kantuk yang sudah mulai memeluku. Sajak berjudul Menyapih Sepi membuat mataku terbelahak sejenak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu ajari aku menyapih sepi&lt;br /&gt;Sebagaimana sungai sentuhi batu&lt;br /&gt;Agar lumut sediakan tanah,&lt;br /&gt;Tempat bertumbuh beringin itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab aku hanya bisa&lt;br /&gt;Lesapkan senyap, seperti&lt;br /&gt;Asap menuju awan. Untuk&lt;br /&gt;Kembali bersama hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi ini menghanyutkan rasaku perlahan-lahan. Ibu ajari aku menyapih sepi, sebagaimana sungai sentuhi batu. Indah nian kata kata ini, saya jadi terbayang aliran sungai yang jernih airnya, lumut tumbuh berserakan di batu dan di kejauan rimbunan pohon dan kicauan burung bersahutan. &lt;br /&gt;Malam larut ini seperti lesapkan senyap, asap menuju awan, ya saya menuju kantuk yang semakin deras kembali bersama hujan. Di luar tiba-tiba hujan , angin meniup lembut di sela sela atas jendela kamar yang berpori-pori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, sabtu malam 24.50 wib 9 agustus 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-1564010949134030490?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/1564010949134030490/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=1564010949134030490&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/1564010949134030490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/1564010949134030490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/08/menyemir-sepasang-sepatu-sendiri-dalam.html' title='Menyemir sepasang sepatu sendiri dalam hujan'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-9207364885948494646</id><published>2008-08-07T00:27:00.000-07:00</published><updated>2008-08-07T00:31:41.309-07:00</updated><title type='text'>pak eko membohong gue</title><content type='html'>duh, penyesalan ini rasanya percuma hadir&lt;br /&gt;bahwa teman baik semasa kuliah dulu&lt;br /&gt;membohongiku&lt;br /&gt;dengan mengatakan jadi marketing&lt;br /&gt;perusahaan pialang saham&lt;br /&gt;nyatanya&lt;br /&gt;kemarin nunung cerita&lt;br /&gt;ketemu aroel di new york&lt;br /&gt;new york amerika&lt;br /&gt;dia lari kesana&lt;br /&gt;setelah membohongiku duapuluhjuta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku seperti berhenti bernafas&lt;br /&gt;kalau dulu dia tak kubantu&lt;br /&gt;kalau dulu aku berhati-hati&lt;br /&gt;kalau dulu kubiarkan uang itu di deposito&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, penyesalan tak berguna&lt;br /&gt;istrinya janji oktober mau mengembalikan&lt;br /&gt;semoga uangku tak hilang&lt;br /&gt;ya, semoga&lt;br /&gt;kalau hilang&lt;br /&gt;aku akan menulis ke kedutaan indonesia &lt;br /&gt;ke konsulat di new york&lt;br /&gt;bahwa ada pelarian dari indonesia&lt;br /&gt;malak seorang ilenk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pak eko pak eko&lt;br /&gt;kau tega tega teganya padaku&lt;br /&gt;uang itu tabunganku terakhir&lt;br /&gt;sebelum kuingin mendirikan toko buku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jakarta, 14.32 siang hari nyolong waktu kerja&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-9207364885948494646?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/9207364885948494646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=9207364885948494646&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/9207364885948494646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/9207364885948494646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/08/pak-eko-membohong-gue.html' title='pak eko membohong gue'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-3645341800013359598</id><published>2008-08-07T00:19:00.000-07:00</published><updated>2008-08-07T00:27:19.735-07:00</updated><title type='text'>ada beberapa laporan hilang</title><content type='html'>begitu ada tulisanku tak masuk di blog, langsung lemes deh. gimana ga lemes, enak-enak nulis dah dikirim tapi ga masuk.......tapek deh !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maren reboan sukses lagi, dibandingkan dengan yg bulan Juni sepi pengunjung, karena bersamaan dengan semifinal piala eropa. kalau kemaren tgl. 30/7 itu pas libur, ada beberapa penyair pengarang senior hadir, aa mbak meidy, pak martin, ibu diah , mas endo, uda akmal, mas kef, mbak ana.......kayaknya pengunjung mbludak seratus lebih lagi....hiks bener bener terharu deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami kami awak pasar malam juga ada rencana mau gawe besar, si sodara broden nurbroden yang mau kasih kerja.....wah kuwi kalo jadi byuh...geger padang kurusetra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eh, kemaren ketemu kang UHK, sempat dikritik, blogmu kok jarang kamu isi...kikikikikiki...buklan jarang..kaang suka males nulis, kebanyakan nulis...hahahaha nulis bon kaleee..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yayaya mulai sekarang aktif lagi ngisi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;habis lagi sedih, habes kelahi ma bos soal anggaran, dan vie pergi jauh ke kalimantan, sepi sunyi sendiri....halah !!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kaang aku suka bingung&lt;br /&gt;bicara salah&lt;br /&gt;mengingatkan salah&lt;br /&gt;padahal kerugian sudah di depan mata&lt;br /&gt;apa musti aki diam&lt;br /&gt;seribu kata tak perlu diucap&lt;br /&gt;hanya dibathin&lt;br /&gt;dan membiarkan sebelas temanku mati kelaparan??&lt;br /&gt;apakah itu solidaritas namanya ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku seperti berjalan sendiri&lt;br /&gt;berjuang sendiri&lt;br /&gt;di kantorku&lt;br /&gt;sekarang ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.30...jakarta pas jam kantor&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-3645341800013359598?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/3645341800013359598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=3645341800013359598&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3645341800013359598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3645341800013359598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/08/ada-beberapa-laporan-hilang.html' title='ada beberapa laporan hilang'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-7117776507428619515</id><published>2008-07-28T01:38:00.000-07:00</published><updated>2008-07-28T01:40:48.081-07:00</updated><title type='text'>di bogor</title><content type='html'>telepon berdering&lt;br /&gt;dalam irama desing keyboard dan kerlip kerlip monitor&lt;br /&gt;"yu, di bogor ada teh benalu?"&lt;br /&gt;swara serak sembilu menembak dari jauh&lt;br /&gt;"mau brapa kwintal ? jelas ada"&lt;br /&gt;"katanya bisa untuk obat?"&lt;br /&gt;begitu banyak orang berucap&lt;br /&gt;cuma obat kantong kering yang tidak mempan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;ah, ya, nanti akan ku giring teh benalu untukmu&lt;br /&gt;untuk mengobati pilunya paru-parumu&lt;br /&gt;biarlah ku sempatkan menyisir bogor sampai puncak&lt;br /&gt;demi dirimu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;*setelah menerima talipon dari kanjeng sunan mbelgedes..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jakarta, 25 juli 2008 10.42 wib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-7117776507428619515?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/7117776507428619515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=7117776507428619515&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/7117776507428619515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/7117776507428619515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/07/di-bogor.html' title='di bogor'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-8673459508966994801</id><published>2008-07-28T01:36:00.000-07:00</published><updated>2008-07-28T01:37:35.864-07:00</updated><title type='text'>rri pro 2fm resensi Lanang...</title><content type='html'>untuk jam 15.00 di RRI Pro 2 FM 105.1 Jakarta tentang Novel Lanang, akan bicara para pembahas dahsyat (alvabetical):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dian Ilenk Rembulan alias Dursilawati alias Nyi Woro Ciblon &lt;br /&gt;2. Pakcik Ahmad alias Ahmad Maulana alias Nama yang Bergema&lt;br /&gt;3. Sahlul Fuad alias Caklul alias Gus Lul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MERDEKA!!!!!!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-8673459508966994801?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/8673459508966994801/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=8673459508966994801&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/8673459508966994801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/8673459508966994801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/07/rri-pro-2fm-resensi-lanang.html' title='rri pro 2fm resensi Lanang...'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-2424706218594585618</id><published>2008-07-27T19:49:00.000-07:00</published><updated>2008-07-28T01:31:55.085-07:00</updated><title type='text'>reboan di RRI Pro 2FM</title><content type='html'>Setelah tampil di acara Pro Resensi di RRI Pro 2 FM pada 22 Juni lalu&lt;br /&gt;tentang Sastra Reboan, kini para awak panitia dapat giliran untuk&lt;br /&gt;berbincang di radio yang sama. Semuanya dalam hari yang sama yaitu&lt;br /&gt;Minggu, 20 Juli 2008 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Lanang' akan dibahas pada pukul 15.00 menghadirkan Yonathan Raharjo,&lt;br /&gt;dilanjutkan dengan topik 'Puisi Indie' bersama Johannes Sugianto dan&lt;br /&gt;Budi Setyawan pada 16.00 dan berikutnya mulai 17.00 menghadirkan&lt;br /&gt;penyair Setio Bardono dan Dedy Tri Riyadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini bisa didengar di gelombang 105.1 FM, dan jika ingin ikut&lt;br /&gt;nimbrung bisa hubungi telp. 345-9151, 352-2185, 352-2186.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi, berkat teman kita, Lia Achmadi yang penyiar dan MC handal,&lt;br /&gt;isi acara Reboan bisa didengarkan seminggu sebelum berlangsung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-2424706218594585618?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/2424706218594585618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=2424706218594585618&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/2424706218594585618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/2424706218594585618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/07/reboan-di-rri-pro-2fm.html' title='reboan di RRI Pro 2FM'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-5453542369929134958</id><published>2008-07-27T19:47:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T19:49:13.925-07:00</updated><title type='text'>DI Ruang Itu , Ibu, KAU Sebening  Embun Sehangat Kopi</title><content type='html'>Dalam ruang lengang Jumat sore tanggal 25 Juli 2008, lagi seorang penyair yang saya kenal bersahaja meluncurkan kumpulan puisinya malam itu. Dengan cover luar yang menarik dan kolaborasi yang menawan antara puisi dan gambar yang dihasilkan oleh beberapa fotografer menghiasi halaman luar dan dalamnya, menambah nilai  lebih  buku yang tidak tebal ini alias tipis. Bagai dara cantik yang baru tumbuh dengan kerampingan buku dan design cover luar dalam ditambah isinya yang istimewa, menjadikan saya jatuh cinta sejak pandangan pertama terhadap buku puisi ini.&lt;br /&gt; Beberapa kali saya sudah menikmati sajak-sajak Epri  di milis maupun yang termuat di Koran atau majalah, dimana susunan katanya  mempunyai roh, sehingga saya kepincut untuk selalu merenung bait-bait setelah jeda waktu selesai membacanya.&lt;br /&gt; Seperti menemui oase yang hilang, diantara gemuruh style penciptaan puisi oleh kebanyakan penyair jaman sekarang yang mempunyai kemiripan satu dengan lainnya, dikarenakan apa mereka sengaja menciptakan puisi disesuaikan dengan selera pengasuh rubrik Koran dan majalah atau keinginan untuk segera puisinya bisa di pajang di Koran atau majalah (Remy Soetansyah malam itu menyindir “kalau belum di muat di kompas belum jadi penyair” Apa iya !?), sehingga kadang mereka menggadaikan imajinasi dan creativitasnya sehingga hanya seonggok puisi yang membuat saya sebal dan kadang-kadang pengen muntah (padahal tidak sedang hamil) atau bahkan lebih ekstrim, saya sempat berpikir apa iya mereka para penyair itu sudah berkolaborasi dengan pengasuh rubrik Koran dan majalah mengadakan pembodohan pada pembacanya?, hanya menerbitkan bentuk puisi yang itu-itu saja. Kadang sering saya jumpai kata-kata yang hampir mirip satu sama lain, padahal otak masing-masing manusia ini tak ada yang sama dalam penciptaan imajinasinya, daya kreatifnya, kecuali kalau kita terlibat dalam satu konspirasi penciptaan tertentu yang sudah terpatron.&lt;br /&gt; Epri salah satu penyair yang berani tampil beda dari euphoria penyair masa kini, pemula yang telah membuat kumpulan puisinya dijadikan buku dengan judul “ Ruang Lengang” . Buku cantik ini terdiri dari 44 puisi, dimana hampir semua puisi Epri menyajikan ketenangan, kesunyian, kedalaman pada jiwa manusia dan rangkaian kata-katanya mempunyai roh yang kuat, walau hanya terdiri dari beberapa kumpulan kata-kata saja, namun bisa membawa pembacanya merenung, mengambil nafas sejenak, menerawang, dan yang terpenting adalah menciptakan ketenangan, kelembutan.&lt;br /&gt; Ditemani James Blunt menyanyikan 1973 pada malam yang sepi , saya mulai menjelajahi alam pikiran Epri dikedalaman kata-katanya.&lt;br /&gt; Saya teringat ucapan Jamal D. Rahman ketika membedah buku ini pada launching hari Jum’at, dan sepakat dengannya ketika membaca susunan kata dalam puisi yang berjudul “Di Ruang Itu”. Epri membawa pembaca untuk masuk ke dalam relung jiwa manusia yang terdalam, dia tidak mengajak kita ke luar dari pikiran kita, karena yang di luar itu memang realita, tetapi mengajak kita masuk ke dalam diri kita masing-masing, ada apa yang ada dalam diri kita ini?&lt;br /&gt;Di Ruang Itu&lt;br /&gt;Di dasar ruang hatimu kutanam sunyi&lt;br /&gt;Sebuah tempat yang selalu bisa kudatangi&lt;br /&gt;Kapan saja aku mau termangu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hari ini aku datang ke situ&lt;br /&gt;Memandangi kamu yang galau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku tulis sebuah sajak yang tak selesai&lt;br /&gt;Kuletakkan di salah satu dindingnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau boleh melengkapinya kapan saja&lt;br /&gt;Atau membiarkannya basah sendirian&lt;br /&gt;Dengan tetes airmatamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sajak ini berbicara ketika kita sedang galau, kata hati ini mengajak kita masuk ke dalam jiwa untuk merenung tentang apa yang harus kita lakukan dengan kegalauan hati kita. Biasanya kata hati kecil selalu memberikan solusi atau jalan keluar, disini Epri menulis “lalu aku tulis sebuah sajak yang tak selesai”, artinya solusi yang diberikan hati kecil kita memang tidak tuntas, tetapi mengajak logika  rasionalitas kita meneruskan untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi, diakhir bait “kau boleh melengkapinya kapan saja/ atau membiarkannya basah sendirian / dengan tetes airmatamu”. Suatu ending yang menggigit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Entahlah, pada saat launching kemarin, saya lupa menanyakan, mengapa dia membuat puisi dengan judul “kematian” sampai lima kali. Saya menjauhkan “tanda” atau “tahayul” tentang penciptaan puisi kematian seperti beberapa penyair membuat puisi dengan judul itu, kemudian tak berapa lama mereka benar-benar tiada. Dalam imajinasiku menangkap roh dari kata-kata yang terangkum di dalam sajak Epri adalah memperingatkan kita semua akan datangnya kematian yang setiap detik pasti akan terjadi dengan selalu kita mengingatnya “sudahkah kita siap menyongsong mati ?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari lima puisi kematiannya, saya sependapat dengan Dani moderator pada Jum’at malam itu, bahwa puisi dengan judul “Kematian 4”, membuat bulu kuduk merinding sejenak.&lt;br /&gt; Waktu semakin larut,  dengan iringan The Used menyanyikan sayup-sayup The bird and the Worm, saya membaca lamat setengah berbisik sajak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdiri di antara 3 jembatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepotong kain putih tanpa kacing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah buku diari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesobek alamat&lt;br /&gt;                        dan petunjuk jalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Berdiri di antara 3 jembatan”, mengingatkan saya akan hadist rosul yang mengatakan hanya 3 perkara yang akan menolong kita kelak di alam abadi yaitu amal perbuatan kita selama di dunia, harta atau ilmu yang di tinggalkan yang bermanfaat untuk kemanusiaan dan do’a anak yang saleh. “Sepotong kain putih tanpa kacing “ sama dengan kain kafan. Ya, hanya kain kafan sebenarnya harta yang tersisa yang dibawah ke alam abadi. Semua kemewahan, hiruk pikuk duniawi takada satupun yang mau ikut serta kecuali hanya sehelai kain kafan tanpa kacing, karena memang tidak di jahit (mengapa Tuhan tidak menyuruh kita untuk menjahit?, karena beliau kuwatir kita akan memperagakannya di sana, peragaan busana sudah tidak dibutuhkan lagi, hanya peragaan amal kebajikan yang diperlukan dan itu tidak butuh baju secara harafiah). “Sepotong diari”, jelas disini adalah buku amal kebajikan kita selama di dunia. “Sesobek alamat dan petunjuk jalan”. Alamat cukup satu yaitu Istana Arz di lapisan ke tujuh tempat singasana Allah dan petunjuk jalan adalah abdinya yang setia Malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Evanescence berteriak lembut dengan Call me when You’re Sober menemaniku menjelajahi lebih lanjut. Terpaku sejenak pada judul sajak “Pergi”, mengambil nafas perlahan dan memory memutar kembali kutipan dari Jamal D.Rahman bahwa dalam sajak ini Epri membawa kita ke dunia batinnya, di sini dia menegaskan betapa terbatasnya dunia dalam kita sebagai manusia. Dan sajak ini berhasil dibawakan dengan indah, lembut, mengena dalam musikalisasi puisi anak angin pada jum’at itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pergi menulis&lt;br /&gt;Kamu lambaikan tangan&lt;br /&gt;Lalu bilang, “Selamat jalan, hatihati ya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal aku pergi&lt;br /&gt;Ke dalam ruang sepi&lt;br /&gt;Hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat kalau kau&lt;br /&gt;Sudah sadar, kau mungkin&lt;br /&gt;Akan bilang, “Selamat datang, kau betah di sini kan sayang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Untaian kata di atas itu mengingatkan kita bahwa bila hati kita merasa tidak nyaman, biasanya kita suka merenung sejenak tanpa sadar sebenarnya hati nurani menyapa kita dan selalu menemani, memberikan ruang sejuk pada kegalauan pikiran kita, sehingga membuat pikiran kita kembali menjadi tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Panic at the disco dengan I write Sins, not Tragedies, menembus semakin dalam roh pada sajak-sajak Epri. Kali ini sajak yang dibuat tipografi dengan judul KAU. Pada saat pertama saya menerima buku ini dan membukanya, saya sudah suka dengan sajak ini, dan penafsiran saya tentang makna dari sajak ini ternyata sama dengan penafsiran yang diungkapkan oleh Jamal pada malam itu, namun yang menjadi surprise adalah sang penyair tidak mengira bahwa tipografi dalam sajak ini ternyata membentuk penafsiran yang mendalam tentang sajak ini sebagai semacam sajak keprihatinan sosial masyarakat kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L       S       T&lt;br /&gt;a       e      e&lt;br /&gt;n      r      r&lt;br /&gt;g      I         s&lt;br /&gt;k      n          e&lt;br /&gt;a      g            o&lt;br /&gt;h                 k&lt;br /&gt;k&lt;br /&gt;u&lt;br /&gt;terluka dalam perih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sungguh aku tak perduli&lt;br /&gt;bila KAU masih ada&lt;br /&gt;:di setiap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;t       a        m&lt;br /&gt;e       I         a&lt;br /&gt;t       r         t&lt;br /&gt;e                 a&lt;br /&gt;s                 k&lt;br /&gt;                  u       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jamal mengatakan bahwa “cakrawala” sedangkan saya lebih suka mengatakan “roh”. Ya, kata di tangan penyair seperti mempunyai roh untuk memberikan pencerahan pada pembacanya, memberikan suatu tanda atau sinyal kehidupan yang tidak tertangkap secara kasat mata. Rangkaian kata yang disulam begitu indah oleh penyair seakan hidup dan menantang pembaca untuk menafsirkan selaksa makna. Pada puisi KAU ini, KAU yang ditulis dalam huruf besar ini bukan mewakili TUHAN seperti pada umumnya penyair suka menulisnya, tetapi ENGKAU YANG ANGKUH (kutipan Jamal). Karena kalau kita menafsirkan Tuhan maka maknanya akan skeptis pada kalimat “sungguh aku tak peduli/bila KAU masih ada/di setiap…”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Epri mengajak kita merenung tentang kondisi sosial masyarakat kita saat ini, dimana harga-harga yang melambung, sehingga  sering membuat langkah kita ini terseok dalam luka dalam yang perih.   Dalam tipografi yang dibuat di atas dimana kata “langkah , sering, terseok” dicetak dari atas kebawah menyiratkan bahwa kebijakan-kebijakan yang datang dari atas (pemerintah), sering membuat masyarakat menjadi terseok (tipografinya melengkung menyiratkan bagimana kita jalan dengan terseret gontai). Selanjutnya karena sudah seringnya kita menerima kebijakan yang demikian parah, menjadikan kita menjadi tak peduli, acuh tah acuh, cuek (emang gue pikirin! ) dengan “sungguh aku tak peduli bila KAU masih ada di setiap tetes air mataku”.&lt;br /&gt; Sajak yang perih dan dalam bahwa pada akhirnya kita hanya bisa pasrah terhadap kondisi sekarang ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di samping puisi kedalaman jiwa dan kritik sosial serta kematian, Epri juga membuat indah rangkaian kata selarik puisi tentang kerinduan dalam cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dentingan lembut gitar Andra mengiringi nyanyian Sempurna memeluk malam yang semakin larut dalam sajak Sebening Embun Sehangat Kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta menetes bersama embun&lt;br /&gt;Mengepulkan larik rindu&lt;br /&gt;Di atas seduh kopi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengerjap mentari&lt;br /&gt;Mengayuh sepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Malam ini saya menikmati capucino sambil membayangkan kerinduan di asap yang mengepul. Dalam sepi rindu biasa datang dan saya menikmati sampai tuntas minuman dengan helaan nafas, dan tanpa sadar mengirim sms, tak seberapa lama bunyi siulan dari hp menandakan sms jawaban masuk. “Jam sgn belum tidur, lg ngapain?”, sedang menyetubuhi puisi, jawaban nakal kukirim. Tak lama hp mendering lirih , dan kemudian suara mbakyu dari Jember nyerocos rame. “Aku ada pesanan catering, makanya belum tidur dan kowe, walah edan! masih nulis puisi toh !”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sepertinya puisi dengan judul Ibu merupakan puisi wajib yang harus dibuat oleh banyak penyair. Ya,Ibu adalah muara dari segala muara. Epri menulis puisi untuk dipersembahkan pada ibunya sampai 3 puisi. Semua sajaknya saya suka, sederhana, dalam makna dan kerinduan saya terhadap almarhum ibu malam ini menjadi lekat dan mencengkeram laksana vampire mencekik leher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1/&lt;br /&gt;engkau adalah jutaan dongeng&lt;br /&gt;yang mengantarkan malamku dari bintang ke bintang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2/&lt;br /&gt;aku guratkan jutaan kata&lt;br /&gt;                               untuk menutup malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ibu hanya ajarkan satu kata&lt;br /&gt;                              untuk menatap matahari   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada Jum’at malam itu puisi ini dimusikali dengan iringan alat musik sintren. Mendengarkan dentingan senar sintren dengan melantunkan tembang irama mendayu sang sinden menyanyikan dengan penghayatan penuh, membuatku ikut hayut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pendakian gunung Gede yang pernah dilakukan penyair ini , dituangkan dalam 4 puisi. Salah satu puisi yang berjudul Edelweis mengingatkan saya pada laku masa lalu, suka mendaki gunung bila resah hinggap di dada. Dan memory menari membuka masa pendakian di Semeru, rebah di hamparan edelweiss, ketika kehilangan seseorang untuk selamanya. Petikan gitar dalam lagu Hanya Untuk-Mu dari Ten2Five mengalun lembut menjerat saya terhisap di masa lalu sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edelweis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;engkau adalah kumpulan kabut&lt;br /&gt;yang terhimpun di puncak sepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membawa pesan keabadian&lt;br /&gt;untuk terus mendaki kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;batu dan kawah itu bersaksi, kau adalah&lt;br /&gt;campuran dari desir impian para pendaki,&lt;br /&gt;gumam dingin kabut, letupan magma belerang,&lt;br /&gt;dan titisan pena awan yang merindukan&lt;br /&gt;bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tiang Listrik di depan rumah dipukul satu kali, menandakan sudah jam satu dini hari. Mata sudah tak dapat diajak kompromi lagi, saya menyudahi dengan tuntas semuanya. Hanya satu yang dapat saya ucapkan “rangkaian katanya indah , tenang dan dalam”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cover belakang tercetak hasil fotografer Wib dengan judul Sepi yang menggambarkan jejak kaki di pasir dan di bawahnya tercetak tiga baris puisi berjudul Berlari. Aku berlari pada pasir / lalu kami saling mengurai nyeri / dan begitu sibuk mengumpulkan air mata. Suatu pasangan gambar dan puisi yang menyiratkan pendalaman arti yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saya berharap Epri tetap  membetuk jati diri dalam penciptaan puisi, tidak mengikuti trend sekiranya itu tak perlu. Jangan gadaikan imajinasi dan kreativitas pada keadaan semu. Karena banyak kata bisa disulam menjadi roh  demi menyampaikan “sesuatu yang sunyi” dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, sabtu 26 Juli 2008 dan minggu 27 Juli 2008 dini hari 01.00 wib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-5453542369929134958?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/5453542369929134958/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=5453542369929134958&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/5453542369929134958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/5453542369929134958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/07/di-ruang-itu-ibu-kau-sebening-embun.html' title='DI Ruang Itu , Ibu, KAU Sebening  Embun Sehangat Kopi'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-2702925060635306671</id><published>2008-06-23T20:20:00.001-07:00</published><updated>2008-06-23T20:28:38.550-07:00</updated><title type='text'>jakarta bogor, diantara keinginan terpendam</title><content type='html'>: vie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ruang waktu masih tersedia&lt;br /&gt;padahal tadinya mau menuju arah berlawanan&lt;br /&gt;tetapi keinginan untuk tetap bersama&lt;br /&gt;walau debu dan bau keringat&lt;br /&gt;tak menyurutkan&lt;br /&gt;biarkah merajut berdampingan&lt;br /&gt;beriringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ntar antarkan aku ke utan kayu ya?&lt;br /&gt;"wah, aku tidak bawa helm dua"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rasa kecewa tersendat di ujung terminal&lt;br /&gt;tapi tak urungkan niat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ya udah biar nanti naik bis dari UKI"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rasa geram campur sedih sejenak mampir&lt;br /&gt;tapi tak membuat semua menjadi kering&lt;br /&gt;berjalan lembut&lt;br /&gt;dan sekarang telah berubah&lt;br /&gt;jarak bogor jakarta terasa cepat berjalan&lt;br /&gt;ah, mengapa tidak saja terjadi kecelakaan?&lt;br /&gt;atau macet ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;walau duduk terpisah tak membuat nada hilang&lt;br /&gt;sesekali tatapan lembut terlempar&lt;br /&gt;di antara dengus penumpang lainnya&lt;br /&gt;sentuhan di pundak&lt;br /&gt;membuat hati menjadi lega&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai kemudian di tunggunya&lt;br /&gt;berpisah di terik panas siang yang sengat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, sayang tak ada tutup kepala itu&lt;br /&gt;coba tadi kukabarkan suruh bawa dua helm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, ah, ah&lt;br /&gt;biarlah kali ini keting&lt;br /&gt;masih ada waktu berbicara&lt;br /&gt;entah kapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang jelas membuatku riang&lt;br /&gt;perubahan itu ada dan terasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.30 wib. (catatan sabtu 21/06/08)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-2702925060635306671?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/2702925060635306671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=2702925060635306671&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/2702925060635306671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/2702925060635306671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/06/jakarta-bogor-diantara-keinginan.html' title='jakarta bogor, diantara keinginan terpendam'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-8734717954787217449</id><published>2008-06-19T16:48:00.000-07:00</published><updated>2008-06-19T17:43:59.335-07:00</updated><title type='text'>selamat pagi</title><content type='html'>embun menguak pagi sepi&lt;br /&gt;dalam hening &lt;br /&gt;air wudhu yang mengalir&lt;br /&gt;dipancuran hati&lt;br /&gt;terasa sejuk &lt;br /&gt;menyetubuhi di subuh halimun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suara kodok dan jengkerik&lt;br /&gt;berirama dengan pengajian&lt;br /&gt;lamat-lamat takbir memijit sukma&lt;br /&gt;lembut&lt;br /&gt;tenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat pagi dunia !!&lt;br /&gt;apa kabar hari ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.45 wib jum'at pageee&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-8734717954787217449?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/8734717954787217449/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=8734717954787217449&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/8734717954787217449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/8734717954787217449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/06/selamat-pagi.html' title='selamat pagi'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-5836475800191748332</id><published>2008-06-17T16:50:00.000-07:00</published><updated>2008-06-17T21:30:23.845-07:00</updated><title type='text'>hembusan asap</title><content type='html'>hari ini ribuan tahun silam&lt;br /&gt;ketika masih hidup dinosaurus&lt;br /&gt;dan jaman palaentologi menyelinap&lt;br /&gt;di mimpiku dan mimpi bulan&lt;br /&gt;jauh langit masih merah membara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau menyelinap bersama telur telur nenek moyang buaya&lt;br /&gt;menari nari beludru bahkan tertawa&lt;br /&gt;semakin lebih terasa&lt;br /&gt;kurasakan &lt;br /&gt;lukisan lidah yang terjulur&lt;br /&gt;menghias rindu bias semakin dalam&lt;br /&gt;erangan binatang puba&lt;br /&gt;akhirnya menutup asaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jakarta, 11.30wib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-5836475800191748332?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/5836475800191748332/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=5836475800191748332&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/5836475800191748332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/5836475800191748332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/06/hembusan-asap.html' title='hembusan asap'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-6115434410788494041</id><published>2008-06-11T17:29:00.000-07:00</published><updated>2008-06-11T17:47:52.077-07:00</updated><title type='text'>perenungan</title><content type='html'>beberapa hari ini, aku merenung&lt;br /&gt;ada beberapa tugas kantor yang masih tergantung&lt;br /&gt;belum ada satupun selesai&lt;br /&gt;muncul terus persoalan baru&lt;br /&gt;secara berangsur-angsur meniti pagi pagi yang sudah semakin sesak&lt;br /&gt;di hati&lt;br /&gt;di kepala&lt;br /&gt;di tubuh&lt;br /&gt;lelah&lt;br /&gt;keinginan untuk bersandar segera&lt;br /&gt;berlibur&lt;br /&gt;belum kesampaian&lt;br /&gt;padahal aldymy sudah mau liburan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertama persoalan bonus,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku semakin tidak mengerti, mengapa orang sudah diberikan rejeki banyak masih serakah dan tak tahu diri.&lt;br /&gt;iwan nuntut pembagian bonus sampai juni, padahal sudah jelas jelas dia sejak th. 2003 diperbantukan di anak perusahaan, alasan perubahan akte notaris jabatan dia ke dua jadi direktur diperpanjang sejak juni. Ah, apa pula dng akte notaris? bonus tak ada hubungannya dng akte notaris jabatan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemarin aku menghitung bonus dia sudah pas, sejak mei dia dipertegas diperbantukan di anak perusahaan, padahal kalo mau runtut kebelakang dia sama arifin ya enggak dapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah ditaruh di anak perusahaan masih pula merugi sejak awal berdiri, di rongrongnya biaya-2 dengan korupsi kecil-kecilan.&lt;br /&gt;apakah dia tidak takut dng hari pembalasan? adakah muka malu sudah tak ada lagi di hati dan wajahnya hanya karena nafsu uang..uang uang...jadi ingat lagunya pretty girl dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka dengan kepala dingin sedikit sadis , ulah orang macam iwan begini yang merupakan benalu di setiap perusahaan harus dibinasakan.. binasakan hati nuraninya dulu baru badannya.&lt;br /&gt;manusia itu sekumpulan hati nurani kan?kalo sekedar tubuh mati sudah akan dirubung ulet...kelabang..kecoak dan teman-2nya....namun hati nurani..jiwa kan hidup sampai kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hanya berharap di setiap keheningan malam, bahwa hati nurani iwan dan arifin bisa terbuka sadar dan sesadar-2nya bahwa untung masih aku kasih bonus, coba kalau tidak.....bisa tereak bugil keliling monas...alamaik....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;soal kedua.&lt;br /&gt;renovasi ruangan !&lt;br /&gt;ah, lagi lagi minta dua tiga pemborongan...hanya renovasi kecil musti pembanding pembanding terus...sedangkan bos cetak company profile di temennya ga pake pembanding...itu tidak fair....adakah perbuatan boss selalu fair? ah sejuta cuman atu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;soal ketiga&lt;br /&gt;ini krusial kayaknya&lt;br /&gt;System...belum belum selesai molor molor terus....setahun dah lebih system dibuat ...pemogramannya ga prof banget..mintanya duwit duwit..tapi implementasinya di server ga jalan blass...apa pula maksudnya ini...?&lt;br /&gt;karena sudah terlanjur bayar uang muka 20 juta, maka seenaknya saja dia melenggang,...keterlaluan...&lt;br /&gt;semalam seh udah minta bantuan adeknya pak sugi yang tempo hari bawa itu orang...minta bantuan untuk menyelesaikan permasalahannya...kemarin ya sms umpat-umpat kan lucu..ndak prof blasss....aku paling tidak suka orang tidak berani bicara walau itu jelek sekalipun...apa ya mempertanggung jawabkan begitu...rasanya aneh kalo jadi saling lempar makian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;soal ke empat..kelima..seterusnya...walah puyeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rasanya jadi pengen berhenti bekerja saja...minta resign duluan...enak kali yaaa...pa lagi kalo disangoni...kekekekekekek....biar bisa buka warung buka toko buku seperti keinginan.....ahh kapan itu terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata su chen dulu, kalo kamu punya keinginan jualan ya sudah cepet cepet saja jualan, modalnya ya dikit dikit saja dulu, yg penting jualan jgn takut rugi...ah su chen dimana kamu yaaa...??? anakmu pasti banyak dan pasti pinter main basket..wong kamu termasuk tim inti jawa timur basket weee..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ahhh pagi pagi dah ngelantur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jakarta 7.45 wib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-6115434410788494041?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/6115434410788494041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=6115434410788494041&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/6115434410788494041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/6115434410788494041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/06/perenungan.html' title='perenungan'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-3849144890859441703</id><published>2008-06-08T23:20:00.000-07:00</published><updated>2008-06-09T00:12:41.169-07:00</updated><title type='text'>wawancara di radio bahana family</title><content type='html'>kudunya eh laporan ini kubuat pas hari kamis maren tanggal 5 juni 2008 jam 12 siang...tapi gimana lagi, kerjaan kantor akhir-akhir ini menggunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesuai janji sama cak dur Yonathan gue akhirnya jadi juga diwawancarai di radio bahana family dalam rangka bulan sastra, kali ini wawancara soal bukunya cak dur yg baru launching Lanang.....sebagai teman seperjuangan ada baiknya gue ikutan mempromosikan buku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seumur-umur gue dah luamaaa kaga diwawancarai di radio lage....hehehehe jadi maren termasuk langka juga, pas kudu ijin bohong lagi ama boss....dasar deh. !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wawancaranya seru banget...dan gw merasa bahagia banget teranyata banyak pendengar sudah baca buku Lanang, dan seperti biasa buku ini kan mengundang kontroversi soa ejaan atau apa lah katanya yg orang sastra atau merasa sok tau sastra dikecam..padahal HB Yassin mengajariku dalam buku-2nya kalau kita mengkritik itu harus berimbang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi dengan wawancara hari itu gue puas banget, dan keliatan cak dur juga senang ternyata mereka mengaparesiasi suku ini tidak pusing soal ejaan atau bahasa yang rumit tetapi oleh tema. Ya buku novel ini kaya akan tema. Pengarang yang baik adalah pengarang yg mau menyampiakan sesuatu untuk pembacanya. di novel Lanang ini cak dur ingin menyampaiakn tentang hasil rekayasa genetika yang sekarang ini sangat sangat membahayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada saat aq diwawancara aq terangkan bahwa heru yg ada di jerman yg kerja sebagai ahli mikrobiologi itu cerita kalau pada waktu yang akan datang bisa saja babi rasa daging sapi supaya haal, atau kambing rasa sapi..atau sebaliknya...karena persilangan gen yg luar biasaa...wah bisa bahaya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam dunia kosmetika kita semua tahu bahwa banyak hasil rekayasa genetika ini dipakai.....bisa bisa lagunya broery semangka berdaun sirih bisa kejadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana tidak bukankah semuanya itu cukup beralasan...dan rupanya dari delapan orang yg mengirim ulasan mereka sependapat dng gw soal rekayasa genetika ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan novel Lanang bisa dng gamblang menceritakan kejadian semuanya aitu bakal dimasa yg akan datang tidak lagi menjadi cerita fiksi namun cerita sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan pulang jam 11 sampe kantor lagi......membawa kenangan indah buat perjalannan membantu pemasaran Lanang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah karya sastra akan menjadi bernilai bila dia diapresiasi oleh orang-orang yang bukan sastra dan membelinya sebagai tambahan pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hidup LANANG...MERDEKA...salam bahagia buat Cak DUR...YONATHAN..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.45 wib...waktu kantor..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-3849144890859441703?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/3849144890859441703/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=3849144890859441703&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3849144890859441703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3849144890859441703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/06/wawancara-di-radio-bahana-family.html' title='wawancara di radio bahana family'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-9026658803113662130</id><published>2008-06-02T18:15:00.000-07:00</published><updated>2008-06-02T18:19:18.678-07:00</updated><title type='text'>LANANG, apresiasi penerawanganku</title><content type='html'>RINDU DENDAM CINTA TRANSGENIK&lt;br /&gt;Oleh : ilenk rembulan&lt;br /&gt;Judul Buku  : LANANG&lt;br /&gt;Penulis  : YONATHAN RAHARDJO&lt;br /&gt;Editor  : A. Fathoni&lt;br /&gt;Cetakan         : I, Mei 2008&lt;br /&gt;Penerbit : PUSTAKA ALVABET&lt;br /&gt;Harga  : Rp. 55.000,-&lt;br /&gt;Tebal  : 440 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Kita menggunakan bakteri dan jamur transgenik untuk memproduksi obat, enzim, vitamin dan materi-materi lain yang penting dan mampu menggantikan fungsi bakteri-bakteri atau jamur alami yang berperan dalam pembuatan pakan ternak.&lt;br /&gt; “Orang berusaha meningkatkan produksi bahan-bahan penghasil protein hewani dengan teknologi. Namun jangan lupa, teknologi juga bisa menimbulkan masalah. Demikian juga teknologi rekayasa genetika yang memunculkan makhluk yang sudah dimodifikasikan sifat-sifat keturunan bibitnya”&lt;br /&gt; Di jaman yang sudah semakin maju ini, pemikiran manusia berkembang dengan pesat untuk mencukupi kebutuhan hidup bagi jutaan bahkan milyar manusia di bumi untuk kebutuhan pangannya. Agar kebutuhan akan gizi dan semua zat pembangun bagi pertumbuhan raga dan jiwa manusia tercukupi, maka segala macam percobaan genetika dilakukan demi terpenuhi kesemuanya.&lt;br /&gt; Kadang tak jarang para ahli di negara maju menggunakan rekayasa genetika dengan menyilangkan berbagai  macam gen makhluk hidup demi terpenuhi kebutuhan meningkatkan produksi dari ternak maupun hasil pertanian. Hasil dari rekayasa ini biasanya disebut produksi transgenik. &lt;br /&gt; Bagi sebagian negara maju ada yang melarang penggunaan hasil ini, namun banyak juga sebagian besar negara telah menggunakan hasil rekayasa tersebut baik langsung maupun tidak langsung.&lt;br /&gt; Terbukti dengan munculnya penyakit sapi gila, kemudian flu burung dan lain-lain penyakit yang mulai timbul dari hasil negatif penggunaan penemuan tersebut.&lt;br /&gt; Bagaimana tidak gila sapi-sapi tersebut, ternyata menurut penelitian di dalam pakan ternak dicampuri tepung dari tulang sapi itu sendiri. Tanpa sadar sapi-sapi itu yang tadinya termasuk hewan herbivora berubah menjadi secara tidak langsung karnivora. Hewan makan dari tulang temannya sendiri, yang tentunya hal ini sudah menyimpang dari pola lingkaran makan hewan herbivora tersebut. &lt;br /&gt; Di samping itu munculnya trend pola makan sebagian manusia di negara maju yang serba fastfood dan kemudian menjalar ke negara berkembang, telah menimbulkan berbagai macam penyakit seperti kanker, diabetes yang semakin meningkat juga penyakit lainnya di mana pada masa dahulu tidak ada atau muncul, pada jaman sekarang mulai muncul dan menyebar.&lt;br /&gt; Apa jadinya bila gen penentu sifat makhluk hidup semisal kambing yang digabungkan dengan singa maka akan menghasilkan hewan singa berkepala kambing atau sebaliknya kambing berbadan singa. Hal ini bisa terjadi dari hasil transgenik yang dikembangkan oleh kepandaian manusia yang pada akhirnya menjadi keblinger ataukah sah-sah saja? Apakah tidak melawan kodrati Ilahi dengan memporak-porandakan hasil ciptaanNYA? &lt;br /&gt;Novel Lanang pemenang harapan II Sayembara Novel DKJ tahun 2006 ini, menceritakan salah satunya adalah penelitian dan pembuatan pakan ternak yang dihasilkan dengan rekayasa genetika atau yang disebut transgenik. Tema yang menarik yang digarap pengarangnya yang seorang dokter hewan, dengan beragam istilah ilmiah pada bidangnya ini, menambah wawasan tentang apa sebenarnya hasil penemuan transgenik itu sebenarnya, yang sekarang sebagian telah menjadikan buah bibir masyarakat tidak saja peternak maupun petani namun juga orang awam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SINOPSIS&lt;br /&gt; Dimulai pada suatu malam, seorang dokter hewan bernama Lanang menolong persalinan induk sapi perah yang melahirkan di lembah pegunungan jauh dari keramaian kota, tempat bermukim puluhan peternak sapi perah.&lt;br /&gt; Lahirnya anak sapi yang ternyata jantan tersebut disambut gembira peternak bernama Sukarya dengan harapan anak sapi tersebut menjadi besar dan bisa meneruskan membantu menopang kehidupan Sukarya sekeluarga.&lt;br /&gt; Namun sayangnya kegembiraan tersebut tidak berlangsung lama, karena kemudian anak sapi perah yang baru lahir tersebut kemudian terserang penyakit yang misterius dengan perut berbintik-bintik merah di depannya, giginya kotor, lidah biru, gusi busuk berbuih putih keruh, perutnya membesar dengan cepat kemudian pecah dengan isi yang terburai dengan dinding-dinding organ dalam terbelah kemudin muncul bisul merah, biru, hijau, hitam keruh.&lt;br /&gt; Dokter hewan Lanang yang berkerja di koperasi susu di daerah pegunungan tersebut tempat para peternak menggantungkan kepercayaan bila sapi-sapi perahnya bermasalah menjadi kalut, bingung, geram dan hampir putus asa tidak dapat menjawab gerangan penyakit apa yang kemudian secara luas menyerang sapi-sapi perah milih peternak sapi perah. Anehnya hanya sapi perah yang diserang tidak dengan sapi potong, walaupun sama-sama jenisnya sapi tetapi antara sapi perah dan sapi potong berbeda variannya.&lt;br /&gt; Bersamaan dengan kematian anak sapi pada waktu kelahirannya tersebut, pada malam setelah Lanang membantu persalinan, dia dikejutkan dengan datangnya makhluk aneh yang mirip burung tetapi bentuk tubuhnya seperti babi hutan yang masuk menyeruduk ke dalam rumahnya. Istri yang baru dinikahinya sempat shock dan menjerit ketakutan, setelah diusir sepertinya mahluk terebut cepat hilang dan tak berbekas.&lt;br /&gt; Antara percaya dan tidak Dokter Lanang mencari tahu tentang penyakit tersebut dan apa hubungannya dengan kemunculan hewan yang dirasakan aneh. Antara ilusi dan kenyataan sepertinya tidak bisa terlepas di alam pikiran Lanang.&lt;br /&gt; Penelusurannya tentang penyakit yang telah membuat heboh pemerintah dan para ahli dibuat pusing tentang penyebabnya, munculah seorang dukun hewan yang bernama Rajikun yang mengatakan bahwa penyakir tersebut disebabkan oleh burung babi hutan. Pada awalnya Lanang masih tidak berani untuk bercerita bahwa dia dengan mata kepala sendiri telah bertemu dengan makhluk tersebut yang dikiranya mahkluk jadi-jadian, namun dengan penjelasan dari Dukun Rajikun maka makin kuatnya tuduhan bahwa penyakit yang menyerah seluruh sapi perah sehingga mati tersebut adalah burung babi hutan yang menjadi hewan perantara penyebaran kuman.&lt;br /&gt; Para ahli yang ditugasi untuk meneliti penyebab dari penyakit tersebut merasa terkalahkan hanya oleh seorang dukun hewan yang memaparkan penyebab kematian yang sebagian menyisakan tanda-tanya, seperti apakah bentuk burung babi hutan tersebut. Mereka mentertawakan cerita dukun tersebut karena cerita yang berbau klenik tidak dilandasi ilmiah sama sekali, namun tidak dengan Dokter Lanang yang pernah bertemu dengan makhluk. Apa yang dipaparkan oleh Rajikun tersebut membuat pencarian Lanang tidak terus berhenti, bahkan dia ingin menghabisi binatang tersebut apabila bertemu lagi, senapan dan pisau belati telah menjadi kawan akrabnya selama perjalanan pencarian  tersebut.&lt;br /&gt; Dalam pencarian binatang tersebut dia mendapatkan telepon dari seorang dokter hewan juga bernama Doktor Dewi seorang ahli bioteknologi lulusan universitas luar negeri yang ternyata adalah bekas pacarnya dahulu semasa kuliah. Doktor Dewi ini bekerja pada sebuah Lembaga Penelitian milik asing yang memperoduksi hasil penemuan untuk meningkatkan produksi ternak dalam pakan ternak melalui pemakaian produksi transgenik.&lt;br /&gt; Lanang tidak mengetahui apa yang telah dibuat oleh Dewi mantan pacarnya itu yang ternyata masih menyimpan cinta yang membara terhadap Lanang, begitu juga dengan Lanang walau sudah beristrikan Putri, ternyata cinta lama kembali bersemi ketika bertemu dengan Dewi.&lt;br /&gt; Di lain pihak Rajikun ternyata bersengkokol dengan Doktor Dewi dan mempengaruhi Sukirno kepala koperasi tempat Dokter Lanang bernaung untuk kerjasama dalam penjualan pakan ternak yang dihasilkan oleh lembaga milik Dewi.&lt;br /&gt; Dokter Lanang pada akhirnya dapat membunuh burung babi hutan tersebut, dan sampel darah dari binatang tersebut telah dikirim pada Pusat Penelitian di ibukota untuk bahan penelitian lebih lanjut. Kebehasilan Dokter Lanang membasmi binatang perantara penyebab kematian sapi-sapi perah tersebut telah melambungkan namanya menjadi orang terkenal. Namun di dalam alam pikirannya hewan aneh tersebut selalu membayangi baik di antara istirahat sejenak ataupun datang dalam mimpi-mimpi tidur malamnya.&lt;br /&gt; Di lain pihak keberhasilan Dokter Lanang membasmi hewan tersebut harus ditebus dengan kehilangan istrinya yang ternyata berselingkuh dengan dukun Rajikun yang sebelumnya dukun tersebut telah menuduh Lanang menjadi pencipta binatang tersebut pada suatu seminar yang dihadiri para pakar dokter hewan, juga pengkhianatan pimpinan Koperasi Sukirno,  yang kemudian ternyata mereka itu bagian dari konspirasi Doktor Dewi.&lt;br /&gt; Doktor Dewi dengan lembaganya tersebut berhasil menguasai produk pakan ternak secara monopoli dengan adanya penunjukan dari pemerintah. Dia berhasil menguasai pimpinan tertinggi di Kementrian Kehewanan dan laboratorium miliknya semakin berkembang dan dengan leluasa dengan kepandaiannya dia menghasilkan makhluk-makhluk aneh hasil rekayasa transgenic tersebut untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya.&lt;br /&gt; Lanang dengan kesendirian tersebut masih menyimpan pikiran positif terhadap Dewi dan cintanya yang telah tumbuh kembali terus mencarinya, sampai pada akhirnya dia bertemu dengan Dewi namun tidak di ruang waktu seperti biasanya, tetapi Lanang telah dijadikan obyek rekayasa genetika berikutnya oleh kegilaan dan kebengisan Doktor Dewi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KARYA YANG MENGANDUNG UNSUR ILMIAH&lt;br /&gt; “Harap segera dikirim hormon transgenik untuk meningkatkan produksi susu, sejumlah Bovine Somatotropin Hormon yang dapat meningkatkan produksi susu dua puluh persen serta memperpanjang masa menyusui”&lt;br /&gt; “Harap segera kirim Porcine Somatoropin Hormon yang dapat meningkatkan produksi babi sebesar dua puluh persen dan mengurangi kadar lemak, dan kadar protein bisa meningkat”&lt;br /&gt; “Selain bermanfaat, produk transgenik untuk meningkatkan produksi susu dan daging merangsang terjadinya penyakit. Hormon Recombinan Bovine Somatotropine pada sapi memang dapat merangsang sel penghasil susu, sehingga meningkatkan produksi. Namun penyakit mastitis atau radang kelenjar susu meningkat sangat tinggi. Imbasnya, pemakaian antibiotika sebagai obat penyakit ini menjadi meningkat, residu antibiotika juga sangat tinggi. Residu di atas ambang batas menyebabkan bakeri kebal terhadap antibiotika.”&lt;br /&gt; “Pemakaian hormon tersebut juga akan meningkatkan dalam air susu yang diproduksi kadar faktor pertumbuhan insulin, hormone yang dihasilkan kelenjar ludah perut dan berguna mengatur pembentukan serta penguraian karbohidrat atau zat gula. Pada manusia maupun hewan, faktor pertumbuhan itu identik. Sehingga bayi yang minum susu dari sapi yang disuntik hormon itu punya risiko menderita penyakit gula darah alias diabetes. Di samping itu produk sapi perah yang diterapi hormon pertumbuhan sapi yang mengandung insulin-like growth dapat meningkatkan risiko kanker payudara, kanker prostat dan kanker usus besar.&lt;br /&gt; Penggalan dialog di atas ini terdapat dalam novel tersebut, bagaimana penemuan ilmiah telah membuat pikiran kita menjadi tahu, bahwa hasil rekayasa genetika ternyata sangat berbahaya. Dikatakan dalam buku tersebut bahwa Hormon Recombinan Bovine Somatotropine pada sapi akan memberikan risiko tinggi mempercepat masa berkembangnya penyakit sapi gila yang disebabkan oleh prion yaitu protein yang terdapat dalam inti sel setiap makhluk hidup, yang menyimpang dari keadaan normal, tidak punya asam nukleat, serta berkembang biak tanpa menyusun kehidupan dasar makhluk hidup berupa DNA dan RNA. Prion ini akan membahayakan kesehatan manusia yang memakan daging sapi, karena sapi yang disuntik hormon ini, akan meningkatkan kadar prion.&lt;br /&gt; Kemudian dijelaskan juga pada novel tersebut adanya penggunaan transgenik susu sapi yang dihasilkan dengan penyuntikan hormon itu kepada kambing, pada sapi akan meningkatkan serangan penyakit Caparine Althritis Encephalitis karena virus retro yang biasa menyerang kambing. Jenis virus ini indentik dengan virus HIV1 dan HIV2 atau Human Immunodeficiency virus, yang menyebabkan penyakit hancurnya ketahanan tubuh bermanifestasi berbagai penyakit pada manusia, yang juga termasuk golongan retrovirus. &lt;br /&gt; Di sini diceritakan bahwa perusahaan pakan ternak mempergunakan produk transgenik untuk menghasilkan pakan ternak yang mudah dicerna dan harganyapun relatif lebih murah. Bahwa sebenarnya perusahaan tersebut juga sudah tahu dampak negatif penggunaan hasil transgenik tersebut pada pakan ternak bila dibandingkan dengan penggunaan transgenik dalam pengobatan bidang kedokteran hewan. Karena pakan ternak diberikan pada hewan tidak mempunyai nilai ambang batas penggunaan.&lt;br /&gt; Dijelaskan juga bahwa kebiasaan hewan yang merumput secara alamiah berpeluang memakan produk tanaman transgenik juga, mengingat kebiasaan peternak suka memberikan makan ternaknya dari sisa hasil pertanian.&lt;br /&gt; Menyelusuri bait-bait kata pada susunan kalimat dalam novel tersebut yang walaupun hanya sebuah novel fiksi namun tentunya pengarang tidak gegabah memasukan istilah ilmiah yang sudah familiar terdengar pada khalayak ramai bahwa produk transgenik semakin berkembang dan sudah tersebar di bumi ini. Di negara maju banyak telah dihasilkan produk tersebut, yang pada akhirnya malah sekarang sudah mulai menimbulkan keresahan dengan mulai banyaknya masyarakat yang sudah melek pengetahuan bahwa dampak negatif bagi kesehatan lebih banyak daripada positifnya, namun pemberitahuan itu tenggelam dengan iklan besar-besaran produk pertanian maupun peternakan yang sudah mengglobal. &lt;br /&gt; Apabila di negara maju di mana masyarakatnya sudah melek pengetahuan, maka produsen ternak ataupun pertanian tidak langsung berkecil hati, mereka dapat juga melempar hasil produksinya pada negara berkembang, apakah kemungkinan Indonesia telah menjadi pasar bagi produk rekayasa transgenik tersebut? Tidak muskil hal ini bisa terjadi, lihat saja membanjirnya produk pertanian maupun daging impor, ayam impor yang relatif terjangkau harganya itu merupakan hasil rekayasa transgenik? &lt;br /&gt;Dampak negatif yang berkepanjang dari penggunaannya, sudah terbayang di depan mata. Apakah tak ada ruang lagi untuk menikmati benar produk yang terbebas dari hasil rekayasa demi kesehatan? Ataukah kita-kita ini sudah terbelenggu dengan perangkap hormon yang menguasai tubuh dengan serapan yang semakin melilit karena pola makan kita yang sudah teracuni hormon itu semakin jauh, sehingga kita sendiripun sudah tercemari sifat-sifat trasgenik, sehingga menjadi acuh tak acuh? &lt;br /&gt; Dengan membaca novel ini, jadi selama ini apakah kita semua telah memakan hasil sebuah rekayasa transgenik? Bagaimana kita akan tahu? Apakah menunggu penyakit dari dampak produk tersebut muncul? Terlalu mahal harga yang harus dibayar untuk mengetahuinya. Novel ini membuat penyadaran pembaca untuk mulai berhati-hati terhadap makanan yang akan dikonsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MORAL, RELIGI DAN KLENIK&lt;br /&gt; Sisi lain dari novel ini adalah bagaimana kita diperlihatkan pada moral sang pelaku dalam keseharian. Di satu sisi Dokter Lanang sebagai seorang lelaki dengan leluasa mengumbar nafsu sexnya begitu gampang diumbar, dia begitu gampangnya meniduri seorang pelacur yang dia sayangi tapi di satu sisi dia sudah beristri. Di lain pihak, dia pun menjadi begitu religius digambarkan ketika belum dapat memecahkan teka-teki penyebab penyakit yang menyerang sapi-sapi perah tersebut. Dengan meninggalkan istrinya tanpa perasaan ketakutan terjadi apa-apa, dia mencari jawaban dengan berdoa di tempat ibadah dilakukan sendiri. Di sini pengarang seperti membiarkan tokoh Lanang ini berjalan sendiri tanpa diceritakan mengapa itu bisa terjadi. Apakah tidak bisa menjalani beribadah dengan mengajak istrinya? Tentunya akan lebih bijak bila dalam pencarian penyebab itu, dia lebih membagi untuk istrinya dan bersama-sama pergi, daripada membiarkan istrinya di rumah sendiri yang pada akhirnya didatangi binatang tersebut yang kemudian menjelma sebagai dukun Rajikun.&lt;br /&gt; Sepertinya sifat keliaran Dokter Hewan Lanang ini identik dengan hewan yang begitu gampang berganti-ganti pasangan tanpa adanya rasa bersalah.&lt;br /&gt; Beberapa adegan persetubuhan walau digambarkan dengan halus namun terjadi beberapa kali dengan tidak hanya dengan istrinya tapi dengan mantan pacarnya Dokter Hewan Dewi. Perasaan bersalah telah berselingkuh tidak digambarkan kuat, hanya datang sesaat, seperti sesuatu pekerjaan yang biasa saja.&lt;br /&gt; Untuk hal ini novel ini hanya patut dibaca oleh orang dewasa, karena penggambaran tokoh-tokohnya lebih banyak bersifat amoral menurut pandangan umum masyarakat kita yang masih religius. Ada pesan yang ingin disampaikan oleh pengarangnya bahwa keadaan demikian di jaman sekarang kelihatannya sudah mulai lazim. Di satu sisi orang berteriak soal kekeringan adanya dahaga degadrasi moral dalam kehidupan masyarakat, tapi di sisi lainnya kehidupan bebas terpampang jelas di depan mata. Terjadinya kasus-kasus yang menimpa tokoh agama yang seharusnya menjadikan panutan tetapi berbelok melakukan hal-hal yang tak senonoh tergambar dalam tokoh yang bernama Rajikun. Dia ini sebenarnya dulunya bekas imam tempat ibadah Dokter Lanang ketika muda, karena melakukan perbuatan aib dengan salah satu jemaatnya yang seharusnya dia lindungi, tetapi malah “dimakannya” telah tercampakkan keluar dari tampat ibadah di mana dia bernaung. Sampai kemudian tibalah dia bertemu kembali dengan Lanang sebagai dukun hewan dan berkolaborasi dengan Dewi menciptakan hasil rekayasa transgenik.&lt;br /&gt; Dalam kehidupan sehari-hari banyak tokoh-tokohpun mempunyai muka dua, di satu sisi meneriakkan slogan moral dan mencontohkan kehidupan yang religi namun disisi lain dia juga melakukan perbuatan melanggar norma-norma dan apabila ketahuan merasa tidak bersalah malah menjadikan dirinya orang teraniaya, seperti memberikan pembenaran dia hanya khilaf atau menjadi umpan dari sebuah konspirasi pihak lain (mencari kambing hitam untuk menutupi aib yang telah diperbuatnya).&lt;br /&gt; Yang menarik dalam novel ini adalah tidak menyebutkan gereja atau masjid tetapi dengan pengungkapan kata tempat ibadah. Pengarang bermain metafora dalam penyajian ungkapan benda sehingga menimbulkan hal hal baru dalam menikmati suasana baca,  kaya istilah seperti diungkapkan Medy Loekito seorang penyair yang menulis di pembuka novel ini, bahwa membaca Lanang serasa membaca puisi panjang.&lt;br /&gt; Kemudian juga dibahas munculnya tokoh dukun hewan. Tokoh ini dimunculkan berimbang dengan munculnya para ahli yang mewakili dunia ilmiah. Namun dalam perjalanannya dunia ilmiah dikalahkan dengan tokoh dari dunia klenik, dunia dukun. &lt;br /&gt; Pengarang sepertinya menyindir juga, bahwa keseharian kehidupan di masyarakat banyak yang sudah makan bangku sekolahan sampai tinggi di mana pikiran rasionalnya lebih bicara, kadang dalam urusan rejeki, jodoh bahkan sampai kenaikan pangkat, jabatan masih lari pada dukun, pada urusan dunia klenik, yang sebenarnya bertolak belakang dengan akal sehat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTA DAN DENDAM&lt;br /&gt; Intrik yang dibangun pada cerita yang membuat menjadi pemenang harapan kedua Sayembara Novel DKJ 2006 ini juga kekuatan dalam penyajikan tentang cinta dan dendam.&lt;br /&gt; Orang bilang antara cinta dan dendam terpisah oleh dinding yang sangat tipis bahkan mungkin bisa menyatu dalam dua kata itu sendiri.  &lt;br /&gt; Lanang yang pada awalnya menjalin percintaan dengan Dewi yang berlainan keyakinan tetapi dalam perjalanannya akhirnya memilih menikah dengan Putri yang sama-sama satu agama.&lt;br /&gt; Namun cinta pada Dewi tidak serta merta menjadi padam, tetap ada dan semakin membara kala waktu mempertemukan mereka kembali, bahkan Lanang bisa begitu mudah melupakan Putri istri sahnya yang telah dipilihnya untuk mendampingi hidupnya.&lt;br /&gt; Begitu juga dengan Dewi, rupanya menyimpan rasa cinta terhadap Lanang yang tidak begitu saja gampang ditundukkan dan merasa dikhianati dengan menikahi teman sekelasnya waktu kuliah. Walau pada akhirnya mereka berdua membuat konspirasi untuk menundukkan Lanang yang pada akhirnya tetap tidak dapat ditundukkan.&lt;br /&gt; Yang aneh adalah bagaimana Putri bisa begitu gampang mencintai Lanang tetapi kemudian mengkhianatinya dengan berselingkuh dengan dukun Rajikun, yang pada akhirnya juga disesalinya. Dan mereka berdua bisa bersama-sama membagi perasaan cinta pada Lanang tanpa cemburu di satu pihak dan malah rasa cinta yang dimiliki mereka berdua itu menimbulkan kebencian terutama Dewi dengan ingin melenyapkan sifat Lanang sebagai manusia diganti dengan rekayasa genetika hewan babi dan burung yang dipersiapkan dalam operasi dan kemudian berhasil menjadikan Lanang menjadi makhluk baru hasil ciptaan rasa cinta Dewi yang telah berkembang menjadi dendam yang membara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EGO MANUSIA, SIFAT MASKULIN &amp; FEMININ &lt;br /&gt; Kelemahan pada diri Lanang yang digambarkan sangat macho dengan dada bidang, cerdas, tinggi besar, tidak dapat dipungkiri. Bahwa dia telah dikalahkan oleh ego pribadinya sendiri, banyaknya keinginan yang tidak terwujud dalam kehidupannya, cintanya yang hilang dengan dua wanita yang sudah didapatkannya tetapi kemudian dua-duanya pergi meninggalkannya, dan pada akhirnya bersama-sama menguasainya tanpa dia bisa berkutik melawannya.&lt;br /&gt; Sifat feminin dalam diri seorang Lanang yang fisiknya lelaki lebih menonjol berseberangan dengan sifat Dewi yang ternyata lebih maskulin dibandingkan fisiknya yang perempuan sejati, demikian juga dengan Putri yang berpenampilan lebih lembut daripada Dewi, ternyata juga menyimpan sifat maskulin yang dominan dengan begitu mudah mau diajak oleh Dewi menundukkan Lanang dengan operasi rekayasanya.&lt;br /&gt;Pembunuhan sebagian dari gen penentu kehidupan mahluk hidup tersebut dengan ringan dan bengis telah dilakukan dua orang perempuan dengan ego dan maskulinnya terhadap diri kekasih yang dicintainya sekaligus dibencinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN AKHIR&lt;br /&gt; Novel ini di awalnya ditulis dengan penggambaran cukup rumit,  namun kemudian mengalir cair semakin dalam, dengan penjelasan satu persatu runtutan kejadian, ditambah dengan imajinasi pengarang mengingatkan penulis pada novel Abdulah Harahap yang suka menulis tema mistik dengan hewan jadi-jadian, tetapi yang membedakan bahwa Yonathan Rahardjo berhasil menceritakan bahwa itu bukan hewan jadi-jadian tetapi adalah benar hasil rekayasa genetika dengan tidak lupa menyisipkan istilah ilmiah menjadikan tema yang diambil dapat menarik dan menjadikan satu pilihan dari banyak pilihan tema novel pada umumnya, dibumbui dengan kisah cinta dan intrik serta kepentingan di dalamnya dan dibiarkan menggantung pada akhir cerita, membuat novel ini bisa menjadikan pilihan menarik pembaca untuk menikmatinya.&lt;br /&gt; Dengan cover menarik, dan font yang tidak melelahkan mata, ditambah garis cetakan di atas dan bawah setiap halaman, menjadikan nilai tambah novel ini, walaupun penyajian beberapa catatan dari juri dan kolega pengarang cukup menyita halaman dan sempat mengganggu pemandangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selesai&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-9026658803113662130?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/9026658803113662130/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=9026658803113662130&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/9026658803113662130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/9026658803113662130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/06/lanang-apresiasi-penerawanganku.html' title='LANANG, apresiasi penerawanganku'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-8952608768331424222</id><published>2008-04-21T17:41:00.000-07:00</published><updated>2008-04-21T17:47:42.136-07:00</updated><title type='text'>harga sebuah harapan</title><content type='html'>sepertinya berjalan tanpa beban&lt;br /&gt;berharap tak ada aral melintang&lt;br /&gt;sepertinya tertawa tak ada tegukan&lt;br /&gt;berharap semua menjadia riang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, siapa menduga&lt;br /&gt;pos terakhir harus sudah ada&lt;br /&gt;disediakan ataupun tidak&lt;br /&gt;semuanya tetap bergerak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masa lalu tinggal goresan&lt;br /&gt;pena patah atau dipatahkan&lt;br /&gt;tak perlu lagi caci maki dilontarkan&lt;br /&gt;segera tinggalkan landasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ilenk 7.45, pagi sebelum bekerj&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-8952608768331424222?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/8952608768331424222/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=8952608768331424222&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/8952608768331424222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/8952608768331424222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/04/harga-sebuah-harapan.html' title='harga sebuah harapan'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-1653653536108993721</id><published>2008-04-21T17:38:00.000-07:00</published><updated>2008-04-21T17:41:38.710-07:00</updated><title type='text'>pagi menyapa tuk vie</title><content type='html'>masih ada sisa asap di jalanan&lt;br /&gt;masih ada kerikil terlontar di sela roda otor&lt;br /&gt;masih ada harapan di asa yang semakin tipis&lt;br /&gt;masih kah ada ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lewat siang dan separuh sore&lt;br /&gt;tak ada lagi dentingan suara&lt;br /&gt;hanya sepi dan kemudian senyap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cuma menanti tanda "suit..suit..suit..."&lt;br /&gt;sms menyala, namun tetap tak ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ilenk, 7.40 wib, pagi di kantor&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-1653653536108993721?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/1653653536108993721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=1653653536108993721&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/1653653536108993721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/1653653536108993721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/04/pagi-menyapa-tuk-vie.html' title='pagi menyapa tuk vie'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-1539762777545090553</id><published>2008-04-21T17:37:00.001-07:00</published><updated>2008-04-21T17:37:54.173-07:00</updated><title type='text'>Ibu, tak luruh do'a selalu untukmu</title><content type='html'>hangat harum tubuh pagi berselimut halimun&lt;br /&gt;dengan acak rambut dan riak baju tak beraturan&lt;br /&gt;berjalan tertatih di ujung subuh&lt;br /&gt;nyala lilin dan rangas arang hitam memeluk tubuh&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;suara gorengan dan asap nasi&lt;br /&gt;sesekali batuk menimpali di ujung adzan pilu&lt;br /&gt;dan bunyi gemerisik air luruh jatuh&lt;br /&gt;terakhir gumanan do'a pagi disitir&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;kepada perempuan pagi, yang selalu kukenang, almarhum Ibu&lt;br /&gt;22/04/2008&lt;br /&gt;ilenk&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-1539762777545090553?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/1539762777545090553/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=1539762777545090553&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/1539762777545090553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/1539762777545090553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/04/ibu-tak-luruh-doa-selalu-untukmu.html' title='Ibu, tak luruh do&apos;a selalu untukmu'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-2288389296663693540</id><published>2008-04-14T17:39:00.000-07:00</published><updated>2008-04-14T17:47:52.067-07:00</updated><title type='text'>ulasan puisi M. Aan Mansyur</title><content type='html'>DI TELUK PUNTONDO, SUATU SENJA ,  AKU HENDAK  PINDAH  RUMAH&lt;br /&gt;Oleh : ilenk_rembulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas menggenggam kumpulan puisi yang dipeluk dalam buku berjudul Aku Hendak Pindah Rumah dari M. Aan Mansyur selanjutnya disingkat MAM ini terasa berat diisi. Bukan apa-apa, aku sejak kecil sering membaca puisi pendek yang keindahannya sudah tidak diragukan lagi, walau kadang kutemui sedikit agak panjang namun tidak dengan jumlah bait, tapi jumlah kata dalam satu baris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kumpulan puisi ini ada sarat banyak puisi-puisi MAM yang banyak baris banyak kata, sehingga aku merasa kedodoran untuk menangkap roh dari puisi itu sendiri. Terus terang tanpa aku bisa menangkap jiwa dari kata-kata yang sudah dirangkai dengan susah panyah oleh penyair maka tidak akan bisa dengan tenang dan nyaman menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba untuk mulai menyukai puisi MAM dan mendalami maknanya karena tanpa itu rasanya tidak fair bagi jiwa ini hanya membaca puisi-puisi pendek tanpa membandingkan dengan puisi panjang, dengan keterpaksaan yang dalam dan iklas mau tidak mau aku menyelami dan mulai masuk di alam pikiran MAM dalam balutan puisinya yang cukup melelahkan bagi mataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku berbalut 182 halaman ini mulai kubuka perlahan dengan iringan Way to Mandalay nya Ritchie Blackmore , seperti kata bang HAH dalam pengantar di buku tersebut , bahwa keindahan puisi selalu ada dan terus ada, maka mengabaikan yang lain,  bermodal keindahan ini ku mulai menikmati puisi MAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyitir sekapur sirih dari pengarang di halaman akhir, bahwa kumpulan sajak ini terdiri dari 4 bab yang awalan setiap bab dimulai dengan “Rumah “ dan berisi 99 sajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah 1 : Pintu lama, Pintu Kenangan terdiri dari 24 puisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara penyanyi cewek menyanyikan 3 black crows nya Ritchie Blackmore diiringi kecringan sayup-sayup , menemani semakin dalam menjelajahi 24 puisi MAM dalam rumah 1 ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai menangkap keindahan pada puisi pendek (Ah! lagi lagi pendek) tetapi banyak baris dengan judul “Hujan Pagi”. Pada bait ke lima yang ku kutipkan disini :&lt;br /&gt;………………………………….&lt;br /&gt;Aku hirup kopi sebelum berlalu dingin&lt;br /&gt;Kau tahu, kopi itu kuseduh&lt;br /&gt;Sambil tersedu-sedu&lt;br /&gt;Sebab alangkah sendu&lt;br /&gt;Bunyi sendok dan gelas beradu&lt;br /&gt;………………………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, karena ada bunyi disini dan yang pasti puisi ini pendek sehingga rohnya dengan mudah dapat kutangkap, maka aku menikmatinya dengan geleng-geleng kepala seirama petikan Joe Satriani dalam The crush of love.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku jatuh cinta juga dan terperangkap pada puisi yang berjudul Sepasang Pohon Gerbang, puisi panjang MAM ini terdiri dari 7 bait masing-masing bait terdiri dari 4 baris, dan yang membuatku terpesona adalah diakhir setiap kalimat ada bunyi “ng”, Wow, dahsyat, mataku tak lelah menjelajahi dan berusaha masuk di sajak ini. Aku jadi terbayang pohon beringin di bekas rumah ex Wedana di jl. Getengkali Surabaya yang sekarang menjadi tempat berkesenian dengan nama “Cak Durasim” itu. Entahlah apakah pohon beringin saksi sejarah itu masih tegak berdiri sekarang ?, karena dulu waktu mbakyu rajin menjadi anggota teater disana sering berlatih di bawah pohon itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku tenggelam lagi pada beberapa puisi MAM yang panjang melelahkan mataku, karena rohnya tak dapat kutangkap, namun aku terjegal di sajak yang berjudul “Pada sebuah tengah malam”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAM, terus terang sebenarnya rohmu di puisi pendek amat kuat dibandingkan di puisi panjangmu yang seperti cerita mini (cermin). Aku kutip disini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udara begitu kelam,&lt;br /&gt;Diam bagai air kolam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau mengendap-endap ke dalam kenangku,&lt;br /&gt;Pelan letakkan satu ciuman di keningku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu seluruh waktu silam&lt;br /&gt;Tiba-tiba ingin kembali aku sulam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai di mana gerangan kini engkau tertambat,&lt;br /&gt;Jika sekarang aku pulang apakah aku terlambat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantap MAM, kuat roh itu membelengguku, petikan Joe masih mengiringi dengan hentakkan Flying in a blue dream, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terperangkap lagi pada puisi cermin MAM yang berjudul “Aku dan sepasang mata”, ini karena di setiap akhir baris ada bunyi “ap”, dengan bentuk bebas di setiap bait dan barisnya, namun keutuhan tetap terjaga. Kukutip sebagian :&lt;br /&gt;……………………………………………………&lt;br /&gt;Dan kelopaknya yang diam tak mengerjap,&lt;br /&gt;Tak pernah mau menyingkap&lt;br /&gt;Tetanda yang seharusnya terungkap&lt;br /&gt;Kata-kata yang seharusnya terucap&lt;br /&gt;Lalu isyarat apa yang mesti kutangkap?&lt;br /&gt;………………………………………&lt;br /&gt;Sebab aku tak lagi genap, tak lagi lengkap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu baris akhir yang menyudahi sajak ini, hem, sarat makna dalam. MAM akupun kadang juga merasa tak genap lagi, apalai lengkap, seiring waktu yang terus berputar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih ada satu lagi sajak yang berjudul “Puluhan tahun kemudian”, akupun menyukainya karena rohnya begitu gampang kutangkap ada bunyi disini dan kurasakan indah, memang menapak hari-hari menjelang usia tua adalah kenangan yang tak terlupakan, penuh keindahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selebihnya sajak-sajak lainnya terlalu penat kutangkap rohnya, walau aku tahu bagi penyair lain akan dibilang indah, tapi MAM kau harus sadari bahwa tidak semua orang termasuk aku bisa dengan nikmat melahap puisimu yang sebagian seperti cermin itu, tapi setidaknya di rumah pertamamu ini, aku sudah bisa melahap dengan lega, dan akan kulanjutkan masuk di rumah-rumahmu berikutnya, agar aku bisa dengan lahap menikmati sajianmu ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah 2: Pintu hati, pintu persembunyian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clouds race across the sky masih tetap si Joe ganteng, dengan matap mengalun terus menemaniku, diiringi petir menggelegar di langit bogor pada sabtu siang, dengan hujan rintik, kususupi lagi roh MAM di puisi-puisinya pada rumah ke 2 ini dengan jumlah sajak ada 32 buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesandung awal pada sajak “Mata Ibu”, seperti sajak Dino tempo hari, entahlah, setiap penyair membuat syair yang ditujukan untuk ibu, aku selalu menyukainya seperti apapun bentuk puisi itu. Ibu bagiku dan mungkin   juga banyak penikmat lainnya akan selalu menjadi ladang penciptaan kreasi dalam merangkai kata-kata untuk disajikan menjadi sajak yang utuh. Di bait akhir dari sajak ini kukutip :&lt;br /&gt;………………………………………………….&lt;br /&gt;Tetapi engkau sungguh tak tahu mengeluh&lt;br /&gt;Mulutmu corong seluruh doa paling minta&lt;br /&gt;Agar tuhan tak mengeringkan kali&lt;br /&gt;Sebelum ternak dan anak-anak&lt;br /&gt;Menemukan hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa ibu untuk siapapun orang dekat yang dicintainya, selalu akan terus meluncur dari batinnya, menyirami, mendorong langkah kita menapaki kehidupan yang semakin jauh ke depan. MAM berkat doa ibu juga kau sudah berjalan hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu akupun terpana dengan sajaknya yang berjudul “Gambar mirip Ibu”, karena ternyata memang Ibu berperan penting bagi jejak langkah kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini puisi pendek MAM yang berjudul “di Rahim Tanah” membuatku terpana sebentar, kukutip berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  MANA rumputan menemukan bunga?&lt;br /&gt;Di rahim tanah, di rahim tanah yang gembur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana sumur mendapatkan mata air?&lt;br /&gt;Di mana alir sungai-sungai akan berhilir?&lt;br /&gt;Di rahim tanah, di rahim tanah yang subur&lt;br /&gt;Di mana akan kau tanam air matamu?&lt;br /&gt;Di rahim tanah, di tempat ibu terkubur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian berlanjut di sajak “Doa” terdiri 3 bait dalam barisan berjumlah 8 dan singkat kata tapi sarat makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatkan agar aku sadar&lt;br /&gt;Usiaku akan pelan-pelan&lt;br /&gt;Berubah jadi bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatkan aku seluruh tangan&lt;br /&gt;Yang pernah menanam bebijian&lt;br /&gt;Di ladang-tubuhku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab aku ingin melihat mereka&lt;br /&gt;Merayakan pesta di musim panen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perjalanan merasuki rohmu dalam menyajikan puisi , aku tertambat pada sajak yang berjudul “Meriang”, kuselami sejenak dengan menghela nafas satu bait dari 3 bait yang tersaji ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SETIAP malam&lt;br /&gt;Pintu tak  kututup&lt;br /&gt;Jendela tak kukatup&lt;br /&gt;Kuundang angin yang ingin&lt;br /&gt;Merasuk jadi meriang di tubuhku&lt;br /&gt;Dan merusak suaraku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAM, terus terang suaraku pada saat membuat esai ini juga sedang rusak kena flue, apa mungkin ini jadi rohmu dengan mudah kutangkap ketika mengukir meriang ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I love you dari Saigon kick mendendang renyah menemaniku menikmati sajak lain yang lagi-lagi pendek saja berjudul “Sungai Susu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DI PANGKAL tidurnya mereka dengar bisikan&lt;br /&gt;Halus bagai biji-biji hujan yang berkecambah&lt;br /&gt;Siap tumbuh memanjat udara ke awan-awan&lt;br /&gt;Setelah di guyur panas matahari tidak terbelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nak, mari ikut Ibu berenang ke muara,&lt;br /&gt;Sungai susu sudah mulai mengaliri dada”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuntum-kuntum mata mereka dikatupkan&lt;br /&gt;Dan menikmati tubuhnya hanyut perlahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAM, aku berdesir membaca puisimu “Sahabat-sahabat Ibu”, lagu Love hurts by Nazareth menghentak lamunanku , baru dua rumahmu aku jelajahi tapi sebenarnya kau ini siapa baru aku temukan di puisimu ini.  Sulaman kehidupan pribadimu tersamar jelas di puisi ini, tanpa sadar mataku meradang basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJAK kaki ayah tak lagi mengenal bilah-bilah&lt;br /&gt;Lantai rumah kayu yang pernah dibangunnya&lt;br /&gt;………………………………………………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bait 2 : pisau&lt;br /&gt;KADANG-KADANG ia benci ranum buah-buahan&lt;br /&gt;Apel dan tomat yang merah,&lt;br /&gt;Semangka dan mangga berkulit kencang,&lt;br /&gt;Atau mentimun yang segar dan putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa remajanya tak bisa kembali&lt;br /&gt;Seperti juga alamat ayah yang sia-sia dicari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bait 3 : gunting&lt;br /&gt;BUNGA-BUNGA dan rumput di halaman&lt;br /&gt;Suka berubah jadi uban di kepalanya&lt;br /&gt;Ia tak ingin ada hutan menyeramkan&lt;br /&gt;Tumbuh di sana. Sebab bagaimanapun&lt;br /&gt;Ia tak pernah lelah menunggu anaknya&lt;br /&gt;Datang mencium keningnya atau&lt;br /&gt;Mungkin ayah dengan oleh-oleh&lt;br /&gt;Sebuah cerita tentang petualangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAM, ibumu kuat seperti almarhum ibuku juga, aku tiba-tiba rindu padanya. Salam ta’jimku pada beliau. Bahagialah kau masih ditemani olehnya, tidak seperti aku menapak separuh kehidupan tanpa ibuku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah 3: Pintu baru, pintu kegaduhan, terdiri dari 20 sajak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang aku tertatih-tatih memasuki rumah ke tiga ini. Sarat puisi bak cermin, dan berat kutangkap maknanya. Apa mungkin terlalu panjang sehingga awalnya roh itu sudah ada, keindahanyapun sudah terpampang, tapi kemudian cepat hilang, ketika aku sudahi dengan penuh kelelahan panjang mengakhiri setiap sajak-sajak MAM di rumah ini.&lt;br /&gt;Namun aku tak putus asa berusaha mencari bilik yang tidak membuatku lelah dan sesak, sampai pada judul “Aku hendak pindah rumah” judul yang sama yang dipakai untuk membungkus kumpulan buku kedua ini, baru aku bisa bernafas lega. Puisi panjang ini, dapat dengan mudah kutangkap aromanya, dan aku menikmatinya dengan lahap dan ringan diiringi I’m too deep dari Genesis. Dua baris kalimat akhir dari kutipan puisi tersebut :&lt;br /&gt;……………………………………&lt;br /&gt;Aku hanya menginginkan sebuah rumah yang penuh&lt;br /&gt;Dengan kalimat gaduh atau kalimat rusuh. Sungguh !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, opo yo tenan MAM?, kamu inginkan demikian? Bukankah sekarang banyak orang mendambakan rumah yang tenang dan damai bak di dalam tanah kuburan? Bahkan di apsas inipun ada sebagian orang menginginkan juga seperti itu ketika sebagian ada kegaduhan dan rusuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah 4: Pintu Waktu, Pintu Perjalanan, terdiri dari 23 sajak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya perjalanan menjelajahi lorong waktu rumah di dalam kumpulan puisi MAM ini menginjak pada bab akhir. Rumah yang berisi puisi yang paling aku suka, berisi pendek-pendek seperti sebuah coretan perjalanan, namun kaya makna dan pendalaman arti dalam rangkaian kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun berkali-kali katakan, rohmu itu ada pada sajak-sajak pendekmu MAM, ini adalah kataku, pasti akan ditebas oleh mereka pengangum puisi cerminmu. Aku sadari ada beberapa yang aku bisa mencernanya dalam membaca puisi cerminmu itu, namun aku lebih suka dan melahap sampai tuntas sajak sajak ringkasmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa catatan harianmu di awal-awal halaman rumah 4 ini, aku suka puisi yang kau tulis –Bone 14/01/1999&lt;br /&gt;SEBERAPA jauh kuda waktu&lt;br /&gt;Mampu membawaku di pelana?&lt;br /&gt;Oi, anak sulung tanpa ayah,&lt;br /&gt;Beradik dua, ibumu sudah tua,&lt;br /&gt;Cepat sekali kau tujuhbelas!&lt;br /&gt;Mengapa anak-anak itu&lt;br /&gt;Tak mau meninggalkan mainannya&lt;br /&gt;Dari pekarangan di dadamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi – Bone 14/01/2003&lt;br /&gt;AKU hanya menginginkan&lt;br /&gt;Ulang tahunku yang ketujuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesta kecil tak perlu kenangan&lt;br /&gt;Tentang hujan dan perempuan&lt;br /&gt;Yang nafasnya pernah membantu&lt;br /&gt;nafasku memadamkan nyala lilin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya menginginkan&lt;br /&gt;Hadiah mainan dan buku kosong&lt;br /&gt;Banyak perihal perih mau aku gambar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan harian pada saat kau ulang tahun, dan aku suka catatanmu yang di tulis di Bone, karena Bone tanah kelahiran, juga Bone mengingatkan aku akan seseorang, pada Lelaki masa laluku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua puisi yang ada di rumah ke 4 ini, aku suka. Apa memang sengaja MAM memasangnya di akhir, supaya kelelahan panjang melahap di rumah-rumah terdahulu, jadi ringan di bab akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang aku suka “Baju Penglaris”, tersenyum aku dibuatnya, sajak cibiran nan getir, ada permainan nakal di akhir puisinya.  Kukutip sebagian :&lt;br /&gt;……………………………………….&lt;br /&gt;“Ini memang mahal, Tuan.&lt;br /&gt;Safari bersaku banyak, membuat&lt;br /&gt;fasih berbohong dan berjanji.&lt;br /&gt;Hanya beberapa bulan dijamin&lt;br /&gt;uang kembali. Beli satu ada bonus&lt;br /&gt;rumah dan kendaraan dinas&lt;br /&gt;juga  perempuan simpanan&lt;br /&gt;kalau Tuan mau”&lt;br /&gt;………………………………………………………….&lt;br /&gt;Lukman nampak tak tertarik&lt;br /&gt;Pada gadis pelayan ia berbisik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada yang buat lelaki kesepian, Dik?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis pelayan tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf Tuan, ini toko pakaian,&lt;br /&gt;bukan toko mainan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyumanku berbarengan dengan Linger by Cranberries yang mengalun ringan. &lt;br /&gt;Ada lagi kutipan catatan harian yang ditulis :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-minggu 8/10/06&lt;br /&gt;BUNGA-BUNGA kuning&lt;br /&gt;ranting dan daun kering&lt;br /&gt;berserak di setapak&lt;br /&gt;bagai kenangan&lt;br /&gt;siap dilupakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-jumat 13/10/06&lt;br /&gt;DI SETIAP bab terakhir&lt;br /&gt;aku dikhianati Sang Pengarang&lt;br /&gt;Ia tak pernah menepati janji&lt;br /&gt;membayar lembar uangku&lt;br /&gt;dengan selain kesedihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping berisi catatan harian, ada lagi bentuk sajak dalam rumah terakhir ini yang aku suka, ada 4 judul yang bentuknya hampir sama, masing-masing adalah : Sejarah mata sejarah waktu ; Sejarah mata sejarah jarak ; Sejarah mata sejarah kata ; Sejarah mata sejarah arah&lt;br /&gt;……………………&lt;br /&gt;SEBELUM ada mata&lt;br /&gt;waktu adalah batu&lt;br /&gt;………………………………………&lt;br /&gt;MATAKU tak mengenal matamu&lt;br /&gt;Jarak adalah matahari, jauh tak terjangkau&lt;br /&gt;…………………………………………………………….&lt;br /&gt;AKU intip matamu&lt;br /&gt;di siang hari&lt;br /&gt;berserak huruf-huruf&lt;br /&gt;seperti kering dedaunan&lt;br /&gt;akan bersatu jadi tanah&lt;br /&gt;……………………………………………….&lt;br /&gt;MATAMU lengkap jadi mataku&lt;br /&gt;Yang manakah arah&lt;br /&gt;Selain yang satu?&lt;br /&gt;-kita adalah arah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun terpukau pada deretan makna yang berbaris di lukisan sajak yang berjudul “Sesaat setelah kapal bersandar”&lt;br /&gt;……………………………………&lt;br /&gt;Inilah petualangan terakhirku, Ibu&lt;br /&gt;setelah semua dermaga yang pernah menerimaku&lt;br /&gt;tidak lebih lidah perempuan-perempuan nakal&lt;br /&gt;Menjilat lalu muntah sambil mengumpat-umpat&lt;br /&gt;Tak tahan pada kerat-kerat&lt;br /&gt;dagingku dan keringat pekat&lt;br /&gt;yang kusuling dari mata air susumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAM aku mengais tanah harapan masa lalu di bukumu tentang asal usulmu dari Angin Mamiri yang datang mengalir dari timur ke barat di sajak-sajakmu, dan baru kutemukan pada sajak yang berjudul “Teluk Puntondo, Suatu Senja”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENJELANG petang, langit belang-belang&lt;br /&gt;Seperti ingatan seperti kenangan&lt;br /&gt;Ungu-biru-ungu-biru-ungu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dedaun bakau yang hijau dan payau&lt;br /&gt;Aku dengar seperti kau berceracau&lt;br /&gt;Pergilah kau!&lt;br /&gt;Pergilah kau!&lt;br /&gt;Lupakan aku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, sampai sekarang aku tak dapat melupakan lelaki dari Angin Mamiri itu datang, dia kisah lama penuh kenangan yang terlalu susah untuk dihapus walau oleh tipp ex yang paling modernpun. Love of my life by Queen dengan dentingan piaonanya yang khas mengalun bercampur samar-samar lagu Angin Mamiri yang di dendangkan si cantik Andi Meriem Matalata menambah senja di teluk Puntondo, semakin membentang, memanjang lalu menjelma bayang-bayang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal dan akhir buku ini ada 2 sajak, namun aku suka sajak yang ada di akhir buku yang berjudul “Lubang Untukmu”&lt;br /&gt;……………………………………….&lt;br /&gt;Aku ingin jadi lubang tanam bagi mayatmu&lt;br /&gt;Agar kau dan aku bisa sempurna menyatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa puisi MAM bertema tentang perjalanan hari tua dan kematian, di sajikan dengan perih namun dalam, mengingatkan aku tentang akhir kehidupan yaitu mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan sepintas pada awal lauching buku MAM di Graha Cipta II, TIM, tempo hari membuatku sedikit kecewa, karena MAM terkesan mengasingkan diri dari penikmat puisi, padahal ada banyak tanya di kepalaku yang ingin kusampaikan pada MAM saat itu, namun penyair satu ini menyendiri di sudut keramaian dan memilih diam dan sunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAM kau memang penyendiri atau ada hal lain yang menyebabkan dirimu menarik dari keramaian ? padahal sajak-sajakmu itu ramai, jarang aku jumpai kesendirianmu di permainan kata-katamu, walau ada juga sajak yang berbicara batinmu. Tapi jiwa  muda dinamiknya itu bergerak bagaikan tiupan angin mamiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAM, suatu kelak ketika dentangan waktu merambat ke barat dan masih ada tersisa kata-kata di keranjang untuk kau sajikan di buku ketigamu nanti,aku ingin MAM yang hangat, terbuka menyambut penikmatmu dalam sajian sajak-sajakmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma satu aku pesan , buatkan aku sajak pendek tak lebih dari 4 kata dalam sebaris namun terdiri dari 7 bait yang sarat makna dan kuatnya roh (halah ! cerewet ), daripada aku kau buatkan sajak cermin , aku lelah MAM menangkap rohnya !, dia keburu pergi jauh, metaforanya tak ada sama sekali, kering!. (maafkan aku MAM!, ini hanya gurauanku saja untukmu, jangan kau anggap serius! Aku takut nanti buku ke tiga kau tetap akan menyendiri dan terasing padahal kau mampu!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam damai dari Bogor, sore ini hujan deras di sabtu tanggal 12/04/2008, tepat 2 hari setelah hari kelahiranku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dapatkan bukumu dari pinjaman dimas Bayu Lukman yang ganteng itu (makasih bro !), karena pada awalnya terus terang aku tidak begitu tertarik dengan puisi bagaikan cermin tadi, namun membuatku penasaran, maka kupinjam dari dimas Bayu yang dengan baik hati meminjamkan padaku untuk kukupas dan kuselami roh yang ada di setiap sajakmu itu. Walau kuakui sampai tuntas aku tidak memahami puisimu yang cermin, namun yang ada dentingan bunyi dan yang pendek dengan cekatan aku dapat menangkapnya dan menikmatinya tentunya seperti biasa harus ada lagu pengiringnya supaya enak membacanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-2288389296663693540?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/2288389296663693540/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=2288389296663693540&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/2288389296663693540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/2288389296663693540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/04/ulasan-puisi-m-aan-mansyur.html' title='ulasan puisi M. Aan Mansyur'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-4129503439977783476</id><published>2008-03-28T02:07:00.000-07:00</published><updated>2008-03-28T02:16:18.783-07:00</updated><title type='text'>puisi puisi kuliner</title><content type='html'>rawon&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;hitam legam rambut terurai &lt;br /&gt;dalam daging dan kubis terjuntai&lt;br /&gt;masih adakah kata terangkai&lt;br /&gt;keinginan terbungkus bawang prei&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;lendir lemak bergerombol&lt;br /&gt;totol totol&lt;br /&gt;nasi hangat kebul kebul&lt;br /&gt;lidah minul minul&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;sambel terasi pelengkap&lt;br /&gt;seperti hati yang terungkap&lt;br /&gt;dalam dekap&lt;br /&gt;pengap&lt;br /&gt;uap&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;jakarta, akhir maret 2008   &lt;br /&gt;ilenk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gule kambing&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;kuali santan dalam belanga&lt;br /&gt;bumbu lengkap harum kapulaga&lt;br /&gt;mendekap raga&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;panas hangat&lt;br /&gt;merangas tersengat&lt;br /&gt;basahi bibir&lt;br /&gt;melintir&lt;br /&gt;cap&lt;br /&gt;cap&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;asap kebul kebul&lt;br /&gt;liur liur&lt;br /&gt;sedup sedup&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;jakarta, &lt;br /&gt;ilenk, akhir maret 2008&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;soto daging&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;to soto to soto&lt;br /&gt;ging daging ging daging&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;wajah letih terukir di lipatan babat&lt;br /&gt;menabur lesu di pucuk usus&lt;br /&gt;lapar merintih dalam dekapan paru-paru&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;ambil lontong&lt;br /&gt;jangan yang bolong&lt;br /&gt;apalagi yang melompong&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;mata terbuka&lt;br /&gt;mulut ternganga&lt;br /&gt;nafas lega&lt;br /&gt;lalu bersendawa&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;jakarta,&lt;br /&gt;ilenk, akhir maret 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-4129503439977783476?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/4129503439977783476/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=4129503439977783476&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/4129503439977783476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/4129503439977783476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/03/puisi-puisi-kuliner.html' title='puisi puisi kuliner'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-3492688906499410645</id><published>2008-03-17T18:12:00.000-07:00</published><updated>2008-03-17T18:47:31.132-07:00</updated><title type='text'>menangkap bicara-pikiran dan hati yang tidak menyatu</title><content type='html'>beberapa hari terakhir ini aku ingin ketawa ngakak campur sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana tidak ? manusia yg katanya ngaku belajar di australia, yang bersedia menjadi pembicara tetapi ketika di kritik..."audzubilah, masa terus mencaci maki sang pengkritik dan misuh-misuh isi kakus layaknya seperti bukan seorang akademisi. mengatakan orang laen bego......intinya hanya satu "tidak berani tanggung jawab terhadap apa yang sudah dia ucapkan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana mungkin ketka seorang yang mengaku pinter setiap ucapan yang keluar dari bibirnya tidak sejalan dengan pikiran dan hatinya, dan ketika ada seseorang yg mengingatkan dia baru merasa bersalah akan tetapi bukannya menyadari kesalahannya tetapi malah mencuci otak orang lain dengan mengatakan " ini lho maren itu yang aku maksudkan ini..loe seh yang bega kagak ngarti apa yg gua maksudkan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;halah halah halah......plin plan bener ente...napa sih musti cari legitimasi soal kepandaian? kalau seseorang itu pandai tdak arif dan bijak ya janganlah kau menamai dirimu pandai pinter orang lain bego dungu bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai manusia sejati memang kita semakin hari semakin merasa bego dungu bodoh, tidak ada yang menjadi lebih pandai pinter cerdas. karena bumi berputar terus masih banyak teka teki Ilahi yang bersembunyi yang belum ditemukan disadari disetulusi oleh manusia. sekolah semakin terus diperlukan sampai kita kta ini di patok oleh dua papan dengan bilik 2 x 1 meter, baru dah selesai kedunguan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, tapi ya sutralah, dengan postinganku kemaren itu, aku jadi melek mata dan hati bahwa selama ini orang yang di gadang-gandang cantik dan cerdas dalam berpikir ternyata hanya segitunya sama pinternya dengan anak balita yang baru belajar berjalan. belepotan semuanya kalau masih makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang aku ambil positif adalah renak-2 di apsasian sebagian besar bisa melihat dengan waskito dan bijak, dan aku jadanya kenal dengan mereka yang dipucuk kahyangan dewata sebagai orang-orang sastrawan yang selama ini tdak tersentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pembelajaran diri yang luar biasa bagiku......bahwa ilmu menulis yang sudah akan kutekuni ini bisa segera membuahkan hasil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hasil yang bukan berisi caci maki, tetapi sebuah esai kehidupan bahwa diatas kita masih ada yang lebih seterusnya sampai pada singasana Arz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga saja apa yang akan kurintis dengan pakde Yohanes Sugianto, Cak-dursosono Jo-Jo juga teman-2 lainnya bisa segera terealisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indahnya persaudaraan yang kutemukan di hati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;padang kurusetra menempa diri menjadi dursilawati yang mumpuni..semoga saja dijauhkan dari sikap jumowo yang akan menjatuhkan diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ilenk begopunk habes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jakarta, 8.45 wib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-3492688906499410645?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/3492688906499410645/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=3492688906499410645&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3492688906499410645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3492688906499410645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/03/menangkap-bicara-pikiran-dan-hati-yang.html' title='menangkap bicara-pikiran dan hati yang tidak menyatu'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-4990813708334854969</id><published>2008-03-17T17:28:00.000-07:00</published><updated>2008-03-17T18:11:56.243-07:00</updated><title type='text'>Oleh-oleh dari TUK</title><content type='html'>PUISI DIGITAL CYBERPUTIKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu salah satu makalah yang saya terima dan baca yang ditulis oleh Kang Cunong dimana beliau ini pada waktu membuat thesis mengambil tema Puisi Digital dan itu sudah terjadi 8 tahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari diskusi semalam di TUK, kesan awalnya sudah amburadul adalah ketika moderator tidak memfokus memberikan ruang bagi pembicara satu persatu membahas "Apa sih yang disebut puisi Digital itu sebenarnya? atau cyberpoetry?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadinya saya berharap kang Cunong bisa menjelaskan dulu sejarah CP itu 8 tahun silam sebenarnya sudah dimulai dng adanya YMS, dimana Medy juga Faruk HT telah memulainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi disini kesannya siapa yang mulai duluan menerangkan tidak ada, malah Uda Akmal yg konsis menjelaskan makalahnya sampai tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya sejarah awalnya itu di tangan Kang Cunong dulu, bahwa ini lho sebenarnya yg disebut cyberpoetry itu? bukan hanya sekedar memindahkan media yang akhir-2 ini lebih banyak meraja lela dng adanya milis-2, hanya sebaga pengganti media cetak, menjadi media di komputer atau milis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi yang Uda Akmal maksudkan diatas apa yang disebut CP itu adalah seperti yang ada di makalah Kang Cunong. Bagi hadirin yang hadir tadi malam, bisa dilihat pada makalah Kang Cunong pada halaman 2 dan halaman 5 yang saya kutip sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Puisi tidak lagi sederet huruf dan kumpulan kata yang bermakna tetapi sudah menjadi sebuah animasi - bentuk yang bergerak, berwarna, berbunyi, dan berlatar belakang lukisan atau foto (Budianta, 2004:191,Soewandi, 2004:248, Ridwan 2004:253)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada halaman 5 disitu tertera Kominos Zervos dalam Ashok Mathur mengklasifikasikan puisi cyber menjadi tujuh jenis yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    puisi cyber disebut puisi hypertext menggunakan program hyperlink&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.   puisi cyber menggunakan program hyperlink yang tidak melulu text tetapi juga image, bunyi,       video dan animasi dan jenis-jenis huruf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.   puisi cyber tidak dapat diterbitkan dalam bentuk cetak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.   puisi cyber merupakan puisi bercampur dengan bunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  puisi cyber dikenal juga sebagai puisi pertunjukkan seperti baca puisi, deklamasi ataupun drama puisi dan ini merupakan bentuk lama terutama dalam kesenian tradisional atau kesenian rakyat (di AS dikenal sebagai puisi yang diucapkan –spoken word poetry, di Ausi dan Inggris dikenal sebagai puisi pertunjukan – performance poetry)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.   puisi cyber adalah puisi kasat mata – visual poetry&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.   puisi cyber adalah animal teks yakni penggunaan program animasi komputer – the animated    text&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi disini sebenarnya antara pembicara satu dan satunya seharusnya saling terkait, tidak berjalan sendiri-sendiri. Seharusnya sebelum acara dimulai, baik moderator maupun pembicara itu sudah sama tahu materi yang akan dibawakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan saya semalam kelihatannya jalan sendiri-sendiri, apalagi pada sesi Mikail ini, kelihatan bangget “aku”nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forum semalam sebenarnya cukup ilmiah untuk perkembangan pembuatan CP, dan bisa menjadi pembelajaran yang selama ini salah kaprah tentang pemahaman CP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang diuraikan Uda Akmal semalam bahwa CP itu bukan sekedar memindahkan media dari katakan media cetak atau buku, ke media internet/komputer/maya/digital, tetapi lebih jauh dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kerja gabungan antara susunan kata seperti ulasan diatas dalam makalah Kang Cunong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma bener-2 saya sayangkan adalah seharusnya makalah Kang Cunong ini dibahas habis secara garis besar dan diberikan contoh-2 CP. Sayangnya contoh CP yang dibuat oleh Kang Nanang S pada waktu itu baru tampak di akhir acara. Padahal kalau dipikir kenapa Uda Akmal musti ambil contoh yang dari Luar soal CP (dari Korsel...emang keren abes seh !, Cuma contoh dari kang Cunong sebenarnaya sudah dapat mewakili apa itu CP, kemudian baru ditambahin contoh dari Uda Akmal, saling melengkapi lah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan-akan semalam hanya Mikail yang membuat CP, padahal kalau dipelajari sejarah CP 8 tahun lalu, sebenarnaya sebagian penyair kita sudah membuatnya, malah sudah berupa cd, yang dimotori oleh Medy Lukito dkk., termasuk Nanang dan TS Pinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma sayangnya, perkembangan CP ini tidak digarap lebih serius lagi dan lebih modern sebagai – performance art poetry yang lebih canggih, perkembangannya tenggelam pada hingar bingar pemindahan media saja. Akibat banyak tidak dimuatnya puisi-2 di media cetak dan ada hadirin yang sempat mengatakan hanya sebagai media perlawanan terhadap hegemoni satu dan lainnya, sehingga arti CP menjadi kabur-blawur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang bagi saya dan juga Cak Yonathan-Jo sempat berdiskusi, mengapa sesi kang Cunong tidak kuat bicara, malah kang Cunong bicara di luar kontek dari CP itu sendiri. Apa dia grogi menghadapi dominasi Mikail semalam yang kelihatan seakan-akan dia yang mulai CP?, padahal kalau dilihat contoh Mikail semalam di webnya...performance art poetry itu tidak kelihatan jelas, bila dibandingkan contoh yang diambil dari cdnya kang Cunong dan Uda Akmal. Kebanyakan memakai hyperlink saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ada catatan khusus buat Mikail, tentang semalam adalah sikap dia terhadap bangSaut. Pada awal TUK mengadakan undangan soal cybersastra dng pembicara ANB dan Kang Cunong, dia sempat sengit dan mengatakan mas Guntur dng bahasa kumpeninya dia yang bagi aku tidak bermutu, mengapa tidak mengundang bang Saut.  Eh, lha kok dalam perjalanannya malah dia yang jadi pembicara (dan ini sempat dipertanyakan oleh cak Yo-jo semalam tentang sikap dia) dan yang membuatku tidak menjadi nyaman lagi adalah kok dia jadi merendahkan bang Saut tidak bisa membuat poetry art  digital. Apa ya iya bang Saut tidak bisa? (saya tidak membela bang Saut atau  TUK, tetapi saya membela konsistensi dlm bicara). Apa karena dia bicara di TUK, sehingga keluar komentar begitu? Lha kalau bang Saut kerjasama dengan orang grafis dan IT untuk menciptakan CP itu, apa ga malah punyanya Mikail yang bisa kalah saing. Mengutip seorang arif dari Madura yang lahir di Glasgow,Scotland sana mengatakan bahwa ”kredibilitas seorang akademisi adalah ketika dia konsisten-inkonsisten dengan apa yang dia bicarakan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk selanjutnya bisa saja  diskusi CP ini dilanjutkan dengan lebih banyak penyair yang terlibat, sehingga pengertian CP yang sebenarnya bisa dimengerti tidak sekedar memindahkan media saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang membelah Jakarta-Bogor, terbayang dalam perkembangan  nanti mungkin tidak akan lama lagi bukannya launcing buku puisi tapi diganti dengan”launching&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album puisi digital art poetry” dari para penyair terutama penyair Apsas. Sudah kebayang kalau seandainya kolaborasi puisi Dino, kang UHK, Kang Buset di buat art digital dengan sound dj dan creativitas kata yang meliuk-liuk, ah...saya tidak peru lagi pusing menyuruh kurcaciku menikmati puisi, bisa langsung di pindahkan di IPOD atau hp, atau pc dan notebook, sehingga setiap saat ketika kangen ingin menikmati puisi Chairil Anwar, SDD, gurindamnya RHA, SCB juga yang laennya bisa dimana saja dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kedepannya mau tidak mau perkembangan teknologi akan merambah di semua bidang. Kalau pencipta lagu, penyanyi dan arranger dan RP berkolaborasi meniupkan ruh nyanyian menjadi sebuah totonan video klip kenapa syair dari penyair tidak juga bisa dikolaborasikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan membayangkan juga kalau ultah Apsas ke IV nanti sudah bisa dilombakan penciptaan Cyberpoetry bagi para apsasian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin multiplynya apsas sekarang bisa difasilisasi mengenai dimungkinkannya cyberpoetry didalamnya hasil penciptaan anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai kita kembalikan CP ke jalan yang benar demikian suara yang kutangkap semalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berharap kang Nanang S, mas Pinang dan lainnya yang sudah merintis awal CP di YMS bisa terus melanjutkan dan mengembangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilenk rembulan, Jakarta, 12/03/2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-4990813708334854969?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/4990813708334854969/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=4990813708334854969&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/4990813708334854969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/4990813708334854969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/03/oleh-oleh-dari-tuk.html' title='Oleh-oleh dari TUK'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-3239766754688794532</id><published>2008-03-12T02:01:00.001-07:00</published><updated>2008-03-12T02:12:39.864-07:00</updated><title type='text'>MEMBELAH  BIRAHI LAUT  BAKIRIM KASUBA DI PANTAI GALALA</title><content type='html'>Dengan diiringi lantunan lagu “taking chances” by Celine Dion, pagi cerah di sabtu awal maret walau di ujung kota bogor bergayut awan kelabu, namun tetap membuatku ingin cepat-cepat  menikmati  kumpulan puisi dari Dino Umahuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penikmat dan pelahap puisi membaca puisi-puisi Dino, aku berusaha meresapi jiwanya ketika metafora kata dalam buku itu terbentuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari 127 puisi yang terbagi dalam 5 bagian yaitu Haluan menuju, Narasi tanah asal, Sajak lautan ridu, Kipas lenso putih dan Jejak sunyi. Dari 5 bagian tersebut bagian Jejak Sunyi yang memuat paling banyak sajak-sajak Dino sekitar 36 puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik pada bagian pertama yaitu “Haluan menuju”, beta catat ada 13 kata “cahaya”  yang termuat di 9 sajak dino.  Mungkin bagi seorang penyair pengulangan beberapa kata dalam beberapa puisi hal yang lazim, tetapi bagi aku yang berusaha menikmati sajian kata yang sudah terbentuk cukup mengganggu makna yang kutangkap. &lt;br /&gt;Tentu saja dalam hal ini beta hanya terbatas sebagai penikmat yang tidak berhak mengatur sang penyair menyajikan kata dalam masakan berupa sajak, namun pengulangan demi pengulangan yang terhampar dari satu bagian dan disajikan dalam urutan sajak yang berdekatan cukup membingungkan sesaat, walau pada akhirnya  memaklumi saja mengapa kata "cahaya" itu harus ada di sajak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika lembaran pertama pada bagian ini, beta langsung suka dengan puisi yang berjudul “agama bunuh diri” yang dimasak pada tahun 1999  .  Rangkaian kata yang diramu dengan sederhana namun sarat makna dan dalam artinya. Langsung yang terbayang adalah kobaran api yang memanas ketika Ambon pada waktu itu membara. &lt;br /&gt;Lamunanku melompat pada beberapa waktu lalu, karena salah satu sahabatku sempat memberitahu, dia terjebak dengan kobaran api di kantornya. &lt;br /&gt;Ah, dendam selalu menyisakan luka yang mendalam, lebih-lebih kita tak tahu dendam apa yang terjadi dan mengapa harus terjadi. Bara telah menjadi abu, puisi Dino di halaman pertama pada bagian awal ini, menggores luka menyisakan tanya.&lt;br /&gt;..............&lt;br /&gt;Apakah mereka mengajarkan agama Tuhan&lt;br /&gt;Agar kita saling membunuh?&lt;br /&gt;Kalau memang demikian&lt;br /&gt;Mengapa agama melarang bunuh diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian pertama dari buku inipun banyak berbicara soal Ilahi Rabbi, kematian yang ditulis dengan metafora kata pulang, dan beberapa sajak berbicara dengan religiusnya. &lt;br /&gt;Adakah  Dino sedang gelisah terhadap kematian ? ataukah sedang gelisah berbicara dengan tuhanNYA? Ada satu sajaknya yang berjudul “pulang” yang cukup menawan juga menangkap kegelisahan akan kematian. &lt;br /&gt;Sebagian kukutip di bawah ini , sajak ini diramu pada mei 2007 di Banda Aceh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke arah manapun kau mendayung &lt;br /&gt;pelayaranmu hanya menelan buih  &lt;br /&gt;perahu merapuh/ layar-layar sobek  &lt;br /&gt;nasibmu karan di gerus waktu&lt;br /&gt;Maka pulanglah ke rumah cahaya &lt;br /&gt;rumah yang darinya kau telah lam melarikan diri &lt;br /&gt;sebelum aja menikammu dian-diam &lt;br /&gt;dalam satu kedipan mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian ke dua “Narasi tanah asal”, terdiri dari 27 puisi yang sebagian besar bercerita soal alam, gempa Yogja juga peristiwa tsunami di Aceh dan beberapa kenangan tentang Maluku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa puisi yang bercerita soal tanah asal Dino, ini yang paling beta suka. Ungkapan bahasa daerah yang terselip di sajak-sajaknya mengingatkan aku akan lambaian pantai-2 di gugusan pulang Maluku yang memang katanya terkenal indah luar biasa.&lt;br /&gt;Beta jatuh cinta pada puisi Dino yang berjudul “enggo lari”, dibuat tahun 2000&lt;br /&gt;.....................................&lt;br /&gt;Bawa berlayar kole-kole  &lt;br /&gt;cari ikan, bikin api&lt;br /&gt;di paparisa bikin janji, kawin lari &lt;br /&gt;jadi kasih, jadi rindu&lt;br /&gt;jadi kami putra Maluku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terasa terdengar  petikan ukelele sambil bergoyang ala penari hawaian….ahhhh semilir angin pantai berhembus…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian puisi yang berjudul “fragmen para leluhur” yang sarat akan beberapa istilah bahasa daerah,kemudian “menuju tanah asal” dan “nona panggil pulang” puisi ini beta baca sambil memdendangkan seperti menyanyi lagu olesio…..oh sio mama sio nona…..terasa banget ambone maniseee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di bagian inilah puisi yang berjudul “metafora birahi laut” yang kemudian menjadi ikon judul kumpulan puisi pada buku Dino berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini puisi paling bagus dari seluruh puisi yang ada di bagian kedua ini, terasa banget asinnya, ombaknya, deru angin kencangnya dan terakhir menimbulkan birahi laut yang luar biasa. Terasa badan seger basah kuyub seperti habis selancar…..(halah !!! )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian ke tiga yang terangkum dengan “Sajak lautan rindu”, terdiri dari 21 puisi yang sebagian besar ditujukan pada nama sandi edelweiss. Nama ini cukup membuatku bertanya-tanya “siapakah edelweiss?” bunga yang aku paling suka, kata para pendaki gunung bunga lambang cinta seperti salju abadi di puncak Himalay (ah, apa iya ?). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dino tidak salah kalau memakai ramuan kata edelweiss buat seseorang yang dia cintai, betapun sampai kini masih menyimpan edelweiss dari  pegunungan Jayawijaya yang dibawa “sang pengembaraku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping edelweiss ada satu lagi nama disebut ada dibeberapa puisi  “rifa”, wah adakah memang penyair itu ada banyak perempuan di imajinasi dan realitanya ? seperti kata banyak orang? Kalau ternyata banyak,  tak mengapa, karena perempuan memang merupakan salah satu ladang penghasil imajinasi ribuan kata bagi penyair (hayo, ngaku saja !). &lt;br /&gt;Jadi ingat salah satu teman berbisik padaku saat setelah minta tanda tangan pada bapak penyair romantis Indonesia SDD, temanku bilang “pak SDD ini kan dulunya ceweknya banyak” . ya, iyalah….gimana tidak banyak, wong cewek itu di kasih untaian beberapa kata yang romantis langsung gimana geto , sedangkan beta sendiri pernah memraktekkan berkirim beberapa kata sejuk sms ke temen cewekku , langsung responnya “cling”, gimana seorang SDD? Dan sekarang beta baca saka-sajak Dinopun sarat dengan beberapa nama perempuan. Aahh…inspirasi yang tidak akan habis habisnya…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian ini beta suka puisi “antara ternate dan Jakarta” di bawah judul ada tulisan edelweiss,  mengingatkan akan lagu antara anyer dan Jakarta…..hemmmm…romantis banget puisi ini…di buat di ternate feb 2007.&lt;br /&gt;........&lt;br /&gt;Rindu yang menggigil telah kularungkan pada setiap desahan ombak&lt;br /&gt;Laut Halmahera yang fasih telah menerjemahkan aroma tubuhmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dino, katakan padaku rindu yang menggigil itu seperti apa? Jadi kepingin nih ? yang terbayang ketika membaca bait ini adalah iklan dari obat sakit flu yang ada rintik salju turun (ahhhhh..!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping flamboyannya Dino terhadap perempuan , dia tidak lupa membuat puisi yang berjudul “ibu”, terus terang betapun jatuh cinta pada puisi ini pendek, terdiri dari lima bait, sarat makna dalam, tiba-tiba membacanya akupun kangen almarhum ibuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu &lt;br /&gt;mimpi pasti membunuhku malam nanti &lt;br /&gt;di tanah pelarian yang begini jauhakah doamu akan sampai? &lt;br /&gt;Ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dino, do’a ibu itu tak lenkang oleh jarak yang ribuan, selalu sampai dan sampai, itulah hebatnya do’a seorang ibu, yang membuat Dino sekarang menjadi penyair dan semoga menjadi penyair yang sukses mendulang kata di setiap do’a ibu.&lt;br /&gt;“Jangan biarkan perempuan itu sendiri”, ini judul puisi yang dibacakan cak Jonathan Raharjo sambil melukis di peluncuran buku ini tempo hari. Puisi ini dibawah judulnya ada tulisan edelweis. Hem, lagi lagi edelweis. Akhirnya terjawab sudah siapakah edelweiss ini sebenarnya pada puisi dino yang berjudul  “tunggu aku besok pagi”, kukutip penggalan puisinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang nanti akan kurajut layar bagi perahu yang akan berangkat&lt;br /&gt;mengikat janji di lepas pantai dimana camar sebagai saksi&lt;br /&gt;dibawah restu Sang Pemilik Bumi kita menikah&lt;br /&gt;selembar puisi akan kutulis sebagai maskawin jadi menanda hingga saat mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan kubangun istana mungil beratapkan anggrek berdinding edelweiss&lt;br /&gt;kelopak putih dan ungu semerbak wangi bagi  cinta yang mekar di dada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dari rahimmu kau lahirkan aditya dan nadya &lt;br /&gt;buah cinta kita kita dalam dekapan bumi dalam damai dan wangi puisi&lt;br /&gt;bocah-bocah lucu yang akan menemanimu saat aku sibuk, saat waktu manua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu pertanyaan yang menggelitik saat membaca puisi tersebut,  adakah cewek sekarang mau diberi selembar puisi untuk maskawin? (kalau ada yang mau, enaklah beta nanti, tak perlu susah cari mas kawin buat 2 kurcaci)&lt;br /&gt;Pada bagian ke empat “Kipas lenso putih” terdiri paling sedikit hanya 18 puisi,  menceritakan tentang lelaki pantai dan beberapa sajak sarat istilah bahasa Maluku. Salah satu puisi yang beta suka dibagian ini adalah “kipas lenso putih” :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya jika angin menggasak dahan bakau&lt;br /&gt;kita saling menitipkan senyuman di jemari langit&lt;br /&gt;lautan warna-warni tiang layar perahu nelayan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ombak putih-putih ombak datang dari laut&lt;br /&gt;kipas lenso putih nona manis sudah jauh&lt;br /&gt;ole sio-sio sayangee&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petikan ukulele terasa bangget…padahal di kejauhan suara Celine Dion dengan lagu “shadow of love” masih mengalun di tape recorder, antara imajinasi dan realita gak klop blas, tapi sengaja beta biarkan bercampur , karena menikmati sajak sajak Dino memang terasa campur seperti alunan music antara angin, ombak , desingan daun kelapa dan teriakan nona nona manis serta suitan camar di kejauhan jadi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian terakhir dari buku ini terdiri dari 36 puisi yang terangkum dalam bab “jejak sunyi”. Beberapa sajak menceritakan tentang gelisah rindu, amarah yang tercekat atau kemungkinan juga gelisah tentang ’sunyinya Dino”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi yang berjudul ”menghilang dalam gelap”, membuat bulukuduk ikutan menggigil, terdiri dari 4 baris kalimat , ini kutipannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba kau sudah sebegitu menghilang pada gelap&lt;br /&gt;Bayangan dan batang ara sama menghitam pada jarak&lt;br /&gt;Meski rindu tak terbilang seperti bintang&lt;br /&gt;Mencari nafasmu hembusan angin menggigilkan bulu roma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu puisi berjudul ”Pelayaran ke hulu ajal”,  sebagian beta kutipkan :&lt;br /&gt;..........&lt;br /&gt;Sudikah kau mengirim perahu bila tiada percaya di binar mata&lt;br /&gt;Darimana layar mengembang jika angin kau sumbat di mulut telaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayaran ini semakin mengirimkan nasib ke hulu ajal&lt;br /&gt;Jika saja kau sampai nanti&lt;br /&gt;Barangkali aku telah berpaling&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wuihhhh....kalimat terakhir itu lho Dino......”barangkali aku telah berpaling”...selingkuh yaaa???? ......hehehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu puisi berjudul ”perempuan di tenda biru”, jadi inga inga lagunya Desi tenda biru.&lt;br /&gt;..........................&lt;br /&gt;Tenda biru&lt;br /&gt;Puting beliung bertiupan&lt;br /&gt;Dengus nafasmu aroma pelangi&lt;br /&gt;Daun-daun menari geliatmu hasrat memenjara&lt;br /&gt;......................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas sudah beta baca semua kumpulan birahi lautnya Dino ini. Setangkup gelombang masih menggelitik di relung sudut mata. Ah, rindunya Dino...marahnya Dino...tercekat dalam kalam Ilahi Rabbi....dan gejolak riak pesisir Halmahera....semuanya dengan manise terangkum indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi Dino telah mengirim bahasa rindu pada Maluku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bogor, 8 maret 2008...9.00 wib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-3239766754688794532?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/3239766754688794532/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=3239766754688794532&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3239766754688794532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3239766754688794532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/03/membelah-birahi-laut-bakirim-kasuba-di.html' title='MEMBELAH  BIRAHI LAUT  BAKIRIM KASUBA DI PANTAI GALALA'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-2738046318474724685</id><published>2008-02-21T16:19:00.000-08:00</published><updated>2008-02-21T16:44:11.507-08:00</updated><title type='text'>cak bono:</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;setelah pagelaran ultah apsas ke 3 yang terbilang sukses bagiku, karena beberapa milis yg pernah aku datangi, ultah apsas memang lain daripada yang lain, yang bikin seneng adalah kerjasama dengan Japan Foundation itu lho ! yang bikin apsas lebih gimana geto..&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;bahkan ada harapan untuk ke depannya setiap ultah apsas dapat menjalin kerjasama dengan pusat kebudayaan bangsa lain sehingga apsas bener bener mendunia..karena pada dasarnya sastra itu tidak mengenal sekat negara...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;di sela sehabis hayatan tgl 16 februari kemarin, aku diberi puisi oleh cak bono.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;cacak satu ini kukenal sama akrabnya dengan pake Yo yg dengan tangan terbuka menjemputku pada pembacaan puisi di TUK tempo hari&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;kehangatan khas orang suroboyo, ini sering sms ria dngku dari serius ampe bayolan dan semuanya menyegarkan....&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;ah, indahnya persahabatan itu....&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;aq pengen ketemu dengannya tapi nggak keturutan pada ultah apsas kemarin...aq tadinya mikir dia datang, jebule...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;sego bali iwak bandeng...jebule rek..gak nyambung blass..&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;ini puisi untukku dari cak bono&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dian Ilenk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu kopi yang paling manis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gulanya terbuat dari sms-mu di pagi hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan air tawar yang berubah gurih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah tawamu yang seringkali berselingkuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan waktuku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*ObonKunjungi &lt;a href="http://cakdebono.multiply.com/"&gt;http://cakdebono.multiply.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kemudian aku balas,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Cak Bono:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selisik malam berubah berisik&lt;br /&gt;sms-mu masuk menisik&lt;br /&gt;hanya sekedar berbisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan pagi mengeja sapa&lt;br /&gt;di lembah sekolah kala mengajar&lt;br /&gt;bersahut balasan parik'an jenaka&lt;br /&gt;kadang bernoktah kurang ajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*ilenk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan pinggir :&lt;br /&gt;semlm sms masuk mengabarkan kalau aq disuruh melihat puisi yang khusus dibuatkan untukku dari Cak bono&lt;br /&gt;Cak bono ini adalah salah satu anggota merangkap moderator apsas yang seperti seribu tahun lalu sudah kukenal dekat, hanya dengan ber-sms ria (belum pernah ketemu blasss...), kami bisa berakrab berbalas parik'an suroboyoan yg selalu kurindukan...&lt;br /&gt;bahkan kadang di sela dia mengajar muridnya, aq suka menggoda dng sms gendheng-2 an khas suroboyan kae...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kapan cak kita buat group ludrukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sego bali iwak bandeng,...ojo lali.......(halahhh!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;trim's atas puisinya&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;jakarta, 7.25 wib.........jum'at page hujan gerimis disini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-2738046318474724685?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/2738046318474724685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=2738046318474724685&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/2738046318474724685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/2738046318474724685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/02/cak-bono.html' title='cak bono:'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-6412299157303683185</id><published>2008-02-12T16:00:00.000-08:00</published><updated>2008-02-12T16:29:08.113-08:00</updated><title type='text'>lemari waktu</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc9933;"&gt;lari lari,  jauh cepat, jangan kau buang wajahmu kebelakang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc9933;"&gt;tahan, perih dada, tak akan menyembuhkan lukamu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc9933;"&gt;pandang ke depan, ucap di bibir salam damai di hati biar keringat cepat kering&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc9933;"&gt;atur nafasmu, buang sial dalam kelam, dan jadikan pengalaman berharga&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc9933;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc9933;"&gt;lari lari, cepat buang sauh ke dalam rimba sunyi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc9933;"&gt;tak ada lagi penyesalan, tinggalkan senyuman&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc9933;"&gt;berikan tawa ha ha ha ha ha ha, lepas, lega, lapangkan parumu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc9933;"&gt;tak ada lagi sumbatan keruh air selokan, yang timbuni jiwa pekat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc9933;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc9933;"&gt;lari lari , hempaskan badan di kapas empuk&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc9933;"&gt;do'a lemparkan pada ujung lembing malaikat, dan sampirkan di dada tuhanMu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc9933;"&gt;ya nabi ya rasul illaihi alamin&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc9933;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc9933;"&gt;(duduk termangu , tepuk muka adakah ini mimpi?)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc9933;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc9933;"&gt;:nafas terengah, jantung detak mulai teratur, lemas, letih&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc9933;"&gt;menutup mata sejenak, gamang menembus tetesan embun&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc9933;"&gt;luruh basahi tubuh&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc9933;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc9933;"&gt;jakarta 7.25 wib&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-6412299157303683185?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/6412299157303683185/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=6412299157303683185&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/6412299157303683185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/6412299157303683185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/02/lemari-waktu.html' title='lemari waktu'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-6845846992463323052</id><published>2008-02-11T20:07:00.001-08:00</published><updated>2008-02-11T20:18:57.226-08:00</updated><title type='text'>lagi-lagi pisah</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;                                    : buat Vie&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;kembara lara menari di jiwa&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;kelana lari menatap senja&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;inikah yang ditunggu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;seperti diucapkannya pada rintik air mata&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;yang jatuh di pelukan rembulan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;putik perpisahan di ujung bibir&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;tak terucap walau batin berteriak&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"aku suruh mbak mien carikan jodoh "&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;tak ada perawan lagi menemani&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;empat tahun tak berarti apa-apa&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;bagi sang kakak sekalipun&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;kesadaran hadir ketika lara sudah menyatu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;tak ada bait sekedar ucapan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;apalagi terima kasih &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;semuanya dianggap sepi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;siapa yang menemani di akhir ini?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;siapa yang selalu membantu di kala sakit&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;siapa yang membesarkan hati di kala asa sudah terbalik?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;siapa yang mengelus lembut hati di kala radang menyatu?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;rasanya berdiri pada lembah asing&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;semua tak berarti apa-apa&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;pun sampai detik ini&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;tak ada ucapan sekalipun tentang keberadaanku&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;empat tahun waktu sia-sia&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;perpisahan di ambang jendela tua&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;kidung senja merembet di pucuk melati &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;harum wangi &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;memeluk sepi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jakarta 11.14wib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-6845846992463323052?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/6845846992463323052/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=6845846992463323052&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/6845846992463323052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/6845846992463323052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/02/lagi-lagi-pisah.html' title='lagi-lagi pisah'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-5498410917477511706</id><published>2008-01-15T00:41:00.000-08:00</published><updated>2008-01-15T01:54:46.582-08:00</updated><title type='text'>kecipak hati</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;ah, pergantian semusim, sms masuk dari bos, pesan bunga ucapan tanya sekretarisnya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;sertijab hari jum'at, dekom berganti  baju di tempat lain, dan aku sibuk mencari bunga&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;ah, enaknya jadi petinggi, bisa ganti baju setiap saat bila dekat dengan penguasa&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;ah, siapa bilang enak ? tanggung jawab dunia akhirat, siapa bilang ?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;ah, buktinya banyak yang bersedia, walau berat dirasa tapi enak di tanggung&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;ah, yang benar saja, aku juga mau kalau ringan di berat ah susah dirangkai kata&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;ah....&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;angan menari, kapan jadi di puncak?, lebih baik jangan, enak begini, jadi orang biasa saja&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;tapi aku ingin, seperti apa dilayani bak raja, disegani, dicari, diumpat, dicaci juga&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;kalau yang ini aku tak suka, biarlah bawahan menjilat, asal kursi empuk tetap terjaga&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;mana nuranimu !? sudah gila mimpi kali ini&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;ah, bangun aku dari tidur siang, ternyata cuma mimpi, sms dari bos masuk lagi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;apa sudah dikirim bunganya?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;lagi lagi bunga, enak sekali tukang bunga ? dapat rezeki terus, lalu aku kapan ?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;jakarta, 16.50 wib&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-5498410917477511706?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/5498410917477511706/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=5498410917477511706&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/5498410917477511706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/5498410917477511706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/01/kecipak-hati.html' title='kecipak hati'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-1796303701680364412</id><published>2008-01-15T00:33:00.000-08:00</published><updated>2008-01-15T00:41:23.372-08:00</updated><title type='text'>tahun baru, tahun harapan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;apa yang terpikir dalam otakku?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;brapa lama aku tak kunjungi kamu?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;rasanya sudah setahun, ya setahun&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;banyak masalah sampai kepalaku terasa mau pecah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;ah, kerja itu sepertinya melelahkan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;kuingin tidur panjang dan bangun di dalam istana megah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;dengan seribu pelayan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;rasanya tidak mungkin&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;tanpa terasa tahun 2008 sudah datang&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;tahun ini akubelum tahu langkah kaki&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;cintaku masih menggantung&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;dan janji bos untuk kenaikan gaji juga belum terealisasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;tetapi kerjaan sudah menumpuk&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;pemegang saham minta revisi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;yang satu maunya begini, satunya lagi begono&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;hidup sepertinya lelah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;tetapi aku ingin hidup terus&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;seperti Nabi Nuh seribu tahun&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;biar kulayari bahtera dunia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;sampai di ujungnya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;ujung yang mana?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;adakah dunia berujung?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;rasanya hanya mimpi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;akhir bulan sudah harus raker&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;persiapan emi persiapan sudah kurancang&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;lelah lelah lelah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;lelaki dipersimpangan semakin jauh diharap&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;entahlah, dimana lagi asap akan kusetubuhi?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;apakah dalam mimpi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;angan, realita jadi jauh menggantung&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;permainan masih terus digelar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;entah sampai kapan berakhir&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;adakah perpisahan sudah dekat?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;ataukah sengaja digantung&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;demi ambisi &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;demi cinta&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;demi kesetiaan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;ah, rasanya tak semuanya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;cuma hanya balas dendam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;pada kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;yang tak memberikan damai, hanya gelisah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;aku masih menggantung nasib&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;entah sampai kapan ?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;jakarta, 15.35 wib&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-1796303701680364412?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/1796303701680364412/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=1796303701680364412&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/1796303701680364412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/1796303701680364412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2008/01/tahun-baru-tahun-harapan.html' title='tahun baru, tahun harapan'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-4504334551647006393</id><published>2007-11-15T19:38:00.000-08:00</published><updated>2007-11-15T19:54:58.714-08:00</updated><title type='text'>otak bermandi keringat</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;'coba kamu hitung formulanya', begitu bisik datuk di telinga &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;pagi menyapa sudah dipenuhi dengan pinta&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;'dan jangan lupa yang kemarin kamu masukkan juga',tandasnya ngilu di ujung pinsil&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;periode november dalam hujan kering&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;dihimpit calculator dan coretan kertas&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;pucat dalam dingin pagi menghantar sarapan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;tuts keybord bercampur mie ayam menyatu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;dan kacamata turun menjeda keringat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;'secepatnya sore kita rapatkan', sms berteriak&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;berlari dalam otak menghitung detakan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;anggaran, realisasi, proyeksi, biaya kelebihan, minus, over&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;berkelebat dalam otak tua&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;bonus, tambahan gaji, insentif , teriak ruang kecil yang lain&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;"kelebihan bonus sudah termasuk pak', ngilu di bibir mengembang ceria&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;berputar otakku cuma satu berharap tahun ini bonus lima kali&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;keinginan mengembara di negeri pasir sudah terbayang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;biarlah lelah bulan ini memeluk otak&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;hanya lima huruf itu yang membuat hati terus berbunga&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;"ya, pak sudah selesai rencana anggarannya', lantang teriak pada datuk&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;ilenk rembulan....jakarta 10.55&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-4504334551647006393?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/4504334551647006393/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=4504334551647006393&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/4504334551647006393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/4504334551647006393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/11/otak-bermandi-keringat.html' title='otak bermandi keringat'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-8448650588113714511</id><published>2007-11-12T17:01:00.000-08:00</published><updated>2007-11-12T17:10:22.334-08:00</updated><title type='text'>ketemu penyair, jakarta</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;wah, seperti di pucuk ulam tiba....walah...akhirnya keturutan, nonton di TUK&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;terima kasih untuk semua laporan pandangan mata (dan getaran hati he he he) dari Om Yo, Mbak Ilenk dan Kang Akmal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAH&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;"akmal n. basral" &lt;anb99@yahoo.com&gt; wrote:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;saya tak sempat hadir di jumat malam, baik untukmenonton lebai hasan, maupun memirsa penampilanprogrock-poet urip herdiman "if it's too loud, thanyou're too old, yeah!" kambali.ada sesuatu di jadwalku yang, mendadak muncul, bukankeinginanku. maafkan kawan.tapi untunglah sabtu malam memberikan peluang, meskiair di pelbagai ruas jalan menggenang, menghadang.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;rupanya pembacaan sajak juga berfungsi untuk kopidarat apsas secara dadakan: selain lebai hasan, adajuga m. badri yang baru memboyong penghargaan daribintan, ita siregar, endah perca, donny anggoro (tapiasyik di meja lain), dedy t. riyadi (kemana inez danpakcik?), om yo sugi (kemana juga yo satunya: lanangrahardjo?), guntur indunisi sang tuan rumah.salam,~a~&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;@ guntur: pembacaan puisinya kurang panjang.(atau seharusnya saya "komplen" ke sitok ya?hehehe...)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;@ jengki: mengapa satu dari empat penyair manis dipanggung itu selalu mendedikasikan sajak untukmu ya(hahaha... di bangku penonton, aku dan zen hae sibukngerumpi, yang membuat sitok bertanya, "jengki itusiapa?")&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;@ hah: dua malam membuat semangat penonton bergeretuk di tuk, ahad pagi memborong satu halaman eksklusif dikompas pula! benar-benar ini penyair yang tinggisebenang dibandingkan para penampil lainnya. tahniah!--- &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;dian &lt;&lt;a href="mailto:dian.ileng@asrinda.com"&gt;dian.ileng@asrinda.com&lt;/a&gt;&gt; wrote:&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;menambahkan catatan dari pakde Yo, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;seperti keinginanku yang lama terpendam, akhirnya bisa&gt; menikmati "penyair palsu" melantunkan bait-2&gt; puisinya yg menggelegar yang ternyata menahan&gt; keinginanku menikmati puisi kang UHK.&gt; &gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;(mohon maaf kang UHK, kemarin jum'at aq tak bisa&gt; hadir menjumpaimu, karena kemacetan tingkat tinggi&gt; dan TUK lebih deket dng kantorku, terpaksa panah&gt; Karna tak bisa kunikmati)&gt; &gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;dari parade pengajian puisi jum'at malam (aku hanya&gt; bisa hadir hari pertama) bisa aku rasakan bahwa&gt; seorang penyair harus juga bisa membawakan puisi-2&gt; yang dia buat di publik, sehingga publik itu bisa&gt; merasakan getaran-2 sejuta makna kata yang dirangkai&gt; menjadi nikmat dirasakan.&gt; &gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;sesi pertama dengan gelegar bang HAH melantunkan&gt; sejutapuisinya di keheningan ruang temaram itu&gt; membuatku seperti ikut mendalami desah nafas dan&gt; deru jiwa bang HAH dlm penciptaan puisi&gt; itu......serasa berayun di Bibirmu bersujud ....&gt; &gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;pada sesi kedua ketika Lupita membawakan sajak, aku&gt; menemukan seperti membaca biasa. Setelah menikmati&gt; kudapan menggelegar dari bang HAH, tadinya aku&gt; membayangkan "reni jayusman baru" yang akan muncul&gt; dengan pembacaan yang akan kunikmati kurang lebih&gt; hampir sama...namun apa dikata, aku terpaksa tidak&gt; bisa memahami untaian kata-2 yang diucapkan&gt; Lupita.....yang aku tangkap hanya "bayang-bayang..."&gt; jadi terdengar datar...tenang...lirih...dan aku&gt; mengantuk.&gt; &gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;sesi ke tiga menggelegar lagi, untung mas Fajroel&gt; yang sudah aku kenal ketika launching Dongeng untuk&gt; Poppy tempo hari, bisa membangkitkan kantukku untuk&gt; melek kembali.....khas seorang Fajroel gitu lho....&gt; &gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;dan ke empat untung tidak mengantuk, cuma seandainya&gt; dina bisa agak menggigit dengan puisinya yg lumayan&gt; itu, mungkin aku bisa terobati obsesi penyair&gt; perempuan dengan gelegar bisa tercapai.&gt; &gt; tidak sedahsyat bang HAH, tetapi dengan penjiwaan yg&gt; mendalam, tentunya masa yang akan datang bisa di&gt; jumpai penyair-2 perempuan yang kuat dalam pembawaan&gt; karya-2 mereka, sehingga untaian kata bisa dinikmati&gt; lebih apik.&gt; &gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Pengajian Sabtu , terhalang hujan deras dari Bogor&gt; jadi tidak bisa menikmati....mohon maaf buat Mas&gt; Guntur.....&gt; &gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;semoga putaran selanjutnya pakde Yo bisa tampil&gt; membacakan puisinya....&gt; &gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;salam puisi,&gt; ilenk&gt; &gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;----- Original Message ----- &gt; From: blue4gie &gt; To: &lt;a href="mailto:Apresiasi-Sastra@yahoogroups.com"&gt;presiasi-Sastra@yahoogroups.com&lt;/a&gt; &gt; Sent: Monday, November 12, 2007 12:05 PM&gt; Subject: [*Apresiasi-Sastra*] Catatan Singkat dari&gt; '8 PENYAIR MUDA BICARA' Di TUK&gt; &gt; &gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Publikasi acara dengan tajuk `8 Penyair Muda Baca&gt; Karya' yang&gt; berlangsung selama dua hari (9-10 November 2007)&gt; di Teater Utan Kayu&gt; (TUK) cukup gencar. Tak hanya di milis-milis&gt; sastra tapi juga di media&gt; cetak. Mengundang rasa penasaran, apalagi nama&gt; Hasan Aspahani (Batam),&gt; Inggit Putria Marga dan Lupita Lukman (Lampung),&gt; Fadjroel Rachman dan&gt; Binhad Nurrohmat (Jakarta), Dina Oktaviani&gt; (Yogyakarta), S. Yoga&gt; (Nganjuk), dan Pranita Dewi (Bali) sudah tak asing&gt; lagi, karena karya&gt; mereka bertebaran di media cetak dan dunia cyber. &gt; &gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Barangkali istilah `Penyair Muda' bisa&gt; diperdebatkan, apakah dari segi&gt; usia atau pada jam terbang di dunia perpuisian&gt; yang baru sekian tahun&gt; lamanya. Toh jika dari segi umur, Fadjroel Rachman&gt; sendiri merasa dan&gt; mengakui bukan masuk di situ, seperti dikatakannya&gt; sebelum tampil di&gt; hari pertama `Seharusnya disebut 7 Penyair Muda&gt; dan 1 Penyair Setengah&gt; Tua'.&gt; &gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Tapi Sitok Srengenge sebagai wakil tuan rumah&gt; punya alasan tentang&gt; itu. "Tampilan para penyair pada November 2007 ini&gt; merupakan upaya TUK&gt; untuk melihat wajah perpuisian dengan tidak&gt; sekedar penampilan&gt; ramai-ramai dalam satu dua puisi masing-masing&gt; penyair, tapi adanya&gt; gambaran sejauh mana perkembangan mereka dalam&gt; tampilan selama 30&gt; menit. Karena itu, lebih cepat jika disebut&gt; sebagai pengajian puisi."&gt; &gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt; Dan acara dimulai usai pidato singkat Sitok. Jumat&gt; malam yang dingin&gt; diisi dengan gelegar suara Hasan Aspahani,&gt; lembutnya suara Lupita&gt; Lukman, gaya orasi Fadjroel Rachaman dan cuek-nya&gt; Dina Octaviani.&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Sedang esoknya, saat sorenya air menggenang hampir&gt; selutut di depan&gt; TUK, tampil secara berurutan Pranita Dewi, S.Yoga,&gt; Inggit Putria&gt; Marga dan Binhad Nurohmat. &gt; &gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Penonton juga menyimak, sejauh mana perkembangan&gt; dari tampilan selama&gt; 30 menit bagi masing-masing penyair itu. Dan&gt; Pranita Dewi dengan&gt; cerdiknya menyajikan 7 puisinya, yang empat&gt; merupakan puisi baru dan&gt; tiga dari bukunya `Pelacur Para Dewa'. Kesengajaan&gt; ini memberikan&gt; gambaran telah berkembangnya, dalam kedalaman isi&gt; dan kata, penyair&gt; Bali yang bernama lengkap Ni Wayan Eka Pranita&gt; Dewi ini.&gt; &gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt; Hasan Aspahani yang konon Desember depan akan&gt; meluncurkan bukunya di&gt; Jakarta, membawakan beberapa sajaknya yang pernah&gt; dimuat di Kompas dan&gt; sering dibawakan dalam aksinya seperti `Bibirku&gt; Bersujud Di Bibirmu'&gt; dan `Kamus Empat Kata Berawal I'. Penampilannya&gt; dengan suara ngerock&gt; ini sebagai pembuka langsung menghangatkan&gt; suasana. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Tak beda dengan&gt; Fadjroel yang sempat meledek Binhad soal peluang&gt; mereka sebagai 10&gt; besar finalis Khatulistiwa Literary Award 2007.&gt; &gt; Sedang Lupita dan Dina memberi nuansa baru yang&gt; tak menggebu. Lupita&gt; tampil begitu kalem, Dina dengan gaya cuek tapi&gt; mampu menghadirkan&gt; sajaknya dengan emosi penuh. Hal serupa juga dari&gt; Pranita dan Inggit&gt; yang mampu menghadirkan ciri mereka masing-masing,&gt; meski Inggit&gt; seperti `keliru' memilih puisi terakhirnya yang&gt; terasa kurang&gt; bertenaga dibanding beberapa puisi yang telah&gt; dibawakannya.&gt; &gt; Lain lagi dengan Binhad yang tampil paling akhir,&gt; dan banyak yang&gt; sudah menunggu puisi-puisi birahi dan orgasmenya.&gt; Gayanya yang jenaka&gt; dan sesekali meledek, membuat suasana meriah. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Tapi&gt; terasa kurang&gt; maksimal pada pemilihan puisi-puisinya, setidaknya&gt; seperti yang pernah&gt; dimuat di Kompas atau media lainnya. Bisa jadi&gt; karena sakit perut yang&gt; mendadak mendatanginya beberapa menit sebelum&gt; acara dimulai. &gt; &gt; S. Yoga sendiri, seperti penampilannya yang kalem&gt; tampil memukau&gt; dengan penguasaannya pada larik puisi-puisinya&gt; dengan nyaris tanpa&gt; melihat lembaran yang dibawanya. Warna budaya&gt; Jawa, terutama Jawa&gt; Timur dan Madura, terasa kental dalam setiap&gt; puisinya. &gt; &gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt; Sayangnya gambaran `sejauh mana perkembangan&gt; mereka' seperti kurang&gt; tampak dalam tampilan selama 30 menit bagi&gt; masing-masing penyair. Bisa&gt; jadi, tidak semua yang hadir punya pengenalan yang&gt; lengkap dengan para&gt; penyair itu, sehingga terasa sulit mencerna sejauh&gt; mana&gt; perkembangannya. Selain para penyair, yang larut&gt; dalam pertunjukan dua&gt; hari ini juga ada penggemar puisi, cerpenis dan&gt; lainnya. Mungkin akan&gt; lengkap referensinya jika disiapkan satu atau dua&gt; lembar foto kopi&gt; tentang perjalanan karier plus foto biar hitam&gt; putih saja dari 8&gt; penyair muda yang tampil.&gt; &gt; Setidaknya bisa mengurangi ketidaktahuan penonton,&gt; seperti dibisikkan&gt; oleh Donni Anggoro `Siapa dia', ketika para&gt; penyair di Sabtu kemarin&gt; satu per satu maju ke panggung. (Yo)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;tambah kenalan penyair lagi, terutama pakde Yo dari jawa timur, aku mau mbedah puisinya.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;jakarta, 8.10&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-8448650588113714511?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/8448650588113714511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=8448650588113714511&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/8448650588113714511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/8448650588113714511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/11/ketemu-penyair-jakarta.html' title='ketemu penyair, jakarta'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-3530121437531528489</id><published>2007-11-12T16:52:00.000-08:00</published><updated>2007-11-12T17:01:40.530-08:00</updated><title type='text'>ubud, bali</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;ah, mengapa baru sekarang aku posting perjalanan ini, padahal sesudah lebaran aku menikmati tiga hari perjalanan mengantar novi pindah ke ubud dengan deraian airmata. Ah, kehidupan seperti menulis pena para malaikat di depanku. Tuhan menguji kesabaran seorang perempuan yang teraniaya haknya.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;novi, sahabat satu ini dekat di hati, walau jauh di realita karena pertemuan jarang kami gelar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. &lt;span style="color:#6666cc;"&gt;&lt;strong&gt;kepindahan ke bali berpangkal dari keresahannya akan keadaan rumah tangganya. aku tak pantas menulisnya, tetapi aku akan mengambil hikmahnya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;dengan tertatih dua anaknya diambil oleh suaminya, suaminya yang paa akhir keputusan novi diambil, baru menyadari tentang kelemahannya, dengan membuat dua anaknya menjadi sandera cintanya. luar biasa, seorang lelaki yang kukatakan tak pantas menjadi lelaki, setelah dia campakan perempuan istrinya, kemudian mencabiknya dengan menyandera anaknya demi yang namanya kebahagiaan. dia gore luka hati istrinya dengan terbahak-bahak dengan atas nama kebenaran seorang suami. luar biasa ! aku muak melihatnya ! manusia dengan pendiam rasa ini bisa sesadis itu melakukan, yang tadinya aku tidak sampai segitu dalam lintasan bathin.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;tapi di akhir perjalanan , kusampaikan pada novi, untuk selalu tegar, keputusan pindah ke bali adalah yang terbaik, dan siapa tahu disini di tanah baru dia bisa sukses selalu dan tercapai cita-citanya, amien.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;dengan bulat tekad kukatakan, hapus airmata, lukis darah kehidupanmu nanti dengan ketegaran, tunjukkan, perempuan, istri teraniaya ini tetap berdiri tegak, mengayun langkah demi masa depan kehidupan itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;teman, saudara dan keluarga hanya sebagai selimut, penentuan takdir akhir hanya diri kita sendiri. keegoisan manusia ya penentuan jalan takdirnya, bukan orang lain dan siapa-siapa.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;di samping mengenal pak ketut dan ibu, juga dua pembantu setianya dan erwin sang pendamping kelak.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;biarkan omong orang bernyanyi lalu, karena diri sendiri penentu takdir...ya diri sendiri..&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;teriring do'aku dari bogor buat sahabat novi di ubud, bali....indahnya embun pagi ubud akan selalu menyelimuti dirimu, bathinmu, ragamu, sehat sehat selalu....&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;mengenang perjalanan ubud, bali 20 - 23 oktober 2007&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;jakarta, 08.03 wib&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-3530121437531528489?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/3530121437531528489/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=3530121437531528489&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3530121437531528489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3530121437531528489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/11/ubud-bali.html' title='ubud, bali'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-2512910813917525319</id><published>2007-09-04T19:44:00.000-07:00</published><updated>2007-09-04T19:49:51.110-07:00</updated><title type='text'>seraut pinsil kerinduan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#6666cc;"&gt;ah, mencari judul puisi hari ini terasa aneh&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;biarkan saja tangan menari seperti ucapmu selalu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;dalam kegetiran menunggu hasil yang tak menentu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;dan bilahan bambu kerinduan berjajar rapi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;sepertinya menanti untuk dipukul lembut&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;pengrajin angklung&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;ku bersenandung&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;tentang kau&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;hari ini&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;hanya senandung&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;yang kuharap dapat mampir&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;sejenak mengisi relung dadamu yang semakin tipis&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;digerus rokok dan asap abu-abu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;yang semakin erat memelukmu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;aku rindu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;sekilas seperti lagu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;benar, aku rindu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;nyanyian hatimu dalam detak &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;yang selalu kurasakan bila kita bersedekap&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;jakarta, 5.9.07  10.58 wib&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-2512910813917525319?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/2512910813917525319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=2512910813917525319&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/2512910813917525319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/2512910813917525319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/09/seraut-pinsil-kerinduan.html' title='seraut pinsil kerinduan'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-402635794864721949</id><published>2007-08-13T18:48:00.000-07:00</published><updated>2007-08-13T19:05:04.184-07:00</updated><title type='text'>menunggu</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;hari hari ini melelahkan, menunggu kabar pak boss diganti apa diteruskan. semuanya gara-2 regulator terlalu saklek mementaskan undang-2 fit &amp; proper. sudah kutunggu 10 tahun untuk mendapatkan direktur baru. direktur dengan intregritas tinggi. aku dan teman-2 tahu bahwa perusahaan broker itu rawan duwit siluman, hanya seorang yg punya intregritas tinggi dan kaya dalam pendalaman agama dan kehidupan yg bisa bertahan dengan lenggokan sexy si duwit siluman ini.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;selama 10 tahun sebenarnya aku sudah muak bertahan di perusahaanku, tetapi mendengarkan para sahabat teman sodara bahwa kedekatan sesama karyawan juga sejak awal aku bergabung, mengingat almarhum bossku yg pertama dan orang-2 dulu yg beberapa sudah wafat, rasanya begitu berat meninggalkan. dan dengan kepercayaan bahwa Allah itu tidak "sare" maka aku dan teman-2 berkeyakinan sudah saatnya Sang ratu adil akan datang memimpin perusahaan ini. eh...lha kok kemudian sudah mendapatkan pak boss yang begitu baik denan dedikasi yg tinggi dan intergritas tinggi lha kok kesandung soal fit &amp;amp; proper test dari depkeu. walah apa bangsa ini kadang suka aneh pada birokratnya. apa ya iya kudu yg hapal undang-2 yg musti jadi boss, bukankah undang-2 dipelajari juga sambil jalan, setidaknya ya tidak terlalu sakleg, kecuali kepada mereka yg terbukti nyolong, korupsi, ngemplang duwit komisi dan uang siluman. selama ini banyak direktur asuransi ada yg begitu, tapi buktinya ya lolos ...lha wong hapal undang-2....apa ya iya efektivitas undang-2 itu akan menjurus kesono. sebagai yg punya duwit tentunya kepada orang-2 pilihan yg sudah menunjukkan kinerja bagus bisa dipake, walau kesandung, tetapi anehnya ya lucu regulator itu kok ya seenaknya suruh ganti direktur baru...apa ya iya segampang itu encari direktur baru...apa mereka ndak mikir di otaknya tentang betapa sulit untuk mencari direktur baru dng kriteria kompetensi dan intergritas tinggi. kalau sekedar maling cd wae yo okeh. tapi kembali ya itu tadi peraturan ya peraturan..kita mau tereak kenceng, mereka bilang ya ini peraturan. konyolnya lagi peraturan itu tidak serta merta merubah anggaran dasar perusahaan perasuransian...dan masih ada banyak kelemahan kelemahannya. kalau intervensi dalam perekrutan direktur asuransi memang dibutuhkan tentunya dari awal ya mereka sudah mengganti dng yg sesuai. lha ini terjadi tumpang tindih dan terjadinya celah untuk bermain atau apalah.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;yang pasti aku dan teman-2 di kantor seperti menunggu Godot.....belum tau gimana kelanjutannya. pak boss ini tidak ambisi untuk menjadi boss mengingat beliau sudah mapan secara ekonomi. sebagai direktur hal ini perlu banget, kalau dapet direktur yg mlarat gawat juga, tetapi pak boss ku yg kemarin sudah kaya juga rakus ...wah kalau ini ya semua tergantung sama manusianya. kembali lagi pada fitrah sejatine menungso kuwi.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;malam-malam terakhir nuwun marang Gusti Allah kiranya masih diberi kesempatan beliau mengulang 6 bulan lagi sambil tetap di sini. soale kalau cari direktur baru lagi...wah jangan-2 malah dia rakus lagi...bubar dah perusahaan ini. sampai OBku bilang " bu masak kantor ini harus dipimpin oleh orang jahat terus, sepertinya orang baik enggan berada disini ya bu.?"...eh..eh..eh..eh. ya enggak lah ...pasti nanti akan datang calon yang baik..percaya itu. dan aku sudah bertekad untuk selalu melindungi perusahaan ini bagi pengacau-2 yg selama ini sudah menikmati madunya perusahaan ini tetapi malah tidak berusaha untuk melindunginya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;hari hari melelahkan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;hanya penuh angan dan bagaimana&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;tanpa bisa bertindak dan berkehendak&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;semuanya menunggu putusan mimpi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;sepertinya menarik benang kusut&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;semoga saja solusinya bagus&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;hatiku aku buat senang walau gamang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;jakarta 09.10 wib&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-402635794864721949?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/402635794864721949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=402635794864721949&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/402635794864721949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/402635794864721949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/08/menunggu.html' title='menunggu'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-4720452359570434861</id><published>2007-07-24T23:05:00.000-07:00</published><updated>2007-07-24T23:11:02.553-07:00</updated><title type='text'>selimut</title><content type='html'>tebalmu membuat gerah bila panas tiba&lt;br /&gt;kadang kurindu kala kabut datang memeluk&lt;br /&gt;membias gigil dalam ngilu demam tinggi&lt;br /&gt;kadang terpaksa jadi lap ompol&lt;br /&gt;dan juga kain pel bila kebanjiran&lt;br /&gt;berhari tanpa dicuci&lt;br /&gt;bau apek bikin suka bayi-bayi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jakarta 13.00 wib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-4720452359570434861?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/4720452359570434861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=4720452359570434861&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/4720452359570434861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/4720452359570434861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/07/selimut.html' title='selimut'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-4537836419458784654</id><published>2007-07-18T23:23:00.000-07:00</published><updated>2007-07-18T23:25:39.652-07:00</updated><title type='text'>detik demi detik sama saja,</title><content type='html'>pagi berlari kala subuh masih berselimut bumi, naik turun jurusan itu saja dan menatap tangga coklat dalam hening&lt;br /&gt;membuka komputer,menyalakan printer dalam redup mata koma terbilang&lt;br /&gt;semilir ac menebar berpacu dengan wangian di tubuh dan menyisir badan menepis bedak&lt;br /&gt;kecup bibir beradu dengan gigi dalam sarapan pagi sambil menatap layar kaca dalam berita selebrities&lt;br /&gt;jam delapan seperti biasa berlari mulai bertapa&lt;br /&gt;di tengah sorak dering telepon dan bunyi clip beradu dengan kertas&lt;br /&gt;siang terjaga hanya menjejali perut dalam kerontang melilit&lt;br /&gt;sesekali di selingi pertemuan kadang terasa basi&lt;br /&gt;sampai sore menjelang dalam penat&lt;br /&gt;naik turun jurusan itu  lagi&lt;br /&gt;kembali lagi dalam tidur panjang&lt;br /&gt;lelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jakarta, 19 juli 2007 13.25wib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-4537836419458784654?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/4537836419458784654/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=4537836419458784654&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/4537836419458784654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/4537836419458784654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/07/detik-demi-detik-sama-saja.html' title='detik demi detik sama saja,'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-4864522404503200959</id><published>2007-07-15T21:12:00.000-07:00</published><updated>2007-07-15T22:28:19.736-07:00</updated><title type='text'>sms, sastra maszhab selangkangan</title><content type='html'>menerima email dari agung bayu nusantara pada hari senin 16 juli 2007 yang membahas SMS ini sangat menarik. aq baru saja membaca kumcernya Lan Fang "Kota Tanpa Kelamin", disitu terus terang agak jengah membacanya, begitu nyata pengarang menelanjangi kata-kata yang tadinya sangat tabu diucapkan apalagi ini dicetak dan diedarkan di umum, yang kemungkinan dibaca aanak-anak remaja.&lt;br /&gt;baru saja akan meberikan komentar , eh datang email mas agung ini membahas soal SMS.&lt;br /&gt;ya, aq merasakan justru pengarang wanita/perempuan yang begitu berani mengupas soal ini dibandingkan pria. mungkin kalau pria sepintas agak lumrah gitu, melihat latar belakang pria, tetapi ini justru ditulis oleh wanita yang sebenarnya atribut kewanitaannya lebih kental dibanding pria. apakah ini dalam rangka emansipasi atau suatu pemberontakan dalam penulisan ? aq sepertinya harus bertanya lebih dalam pada mereka dengan jawaban sejujurnya.&lt;br /&gt;terlepas dari alasan apapun juga, rasanya dari segi etika dan penulisan sastra yang dikenal dengan pengungkapan yang halus, kok kelihatan kasar dan vulgar. dalam buku dan dalam pengungkapan verbal, mungkin akan beda. dalam buku yang diterbitkan dan kemungkinan dibaca oleh orang banyak, maka pengaruhnya akan lebih luas dibandingkan mungkinpengarang-2 wanita tersebut berbicara di forum yg pesertanya terbatas.&lt;br /&gt;apakah dalam hal ini ada pemberontakan terhadap perilaku lelaki yang lebih kejam di realita kehidupan dalam memberlakukan perempuan sehingga menyebabkan perempuan-perempuan itu dengan berani mengungkapkan tulisan-2 vulgar dan kesan kasar kepada khalayak ramai ? atau kebiasaan kaum lelaki pada umumnya yang berpura santun didepan umum, tetapi lebih keji perbuatan sehingga tanpa bisa terucap dengan kata-2, sehingga kaum pengarang perempuan berani ber SMS? rasanya masih harus berinterview lebih dalam dengan mereka, mengapa hal itu dilakukan?&lt;br /&gt;salah satu tugas pengarang adalah menyampaikan aspirasi yang berkembang dalam masyarakat disekitarnya dengan cara penyampaian dengan menulis sebisa dia tulis dengan bahasa yang dia bisa kuasai untuk menyampaikan apa yang aneh dan terjadi. melihat mendengar, mencium mencermati dan kemudian riset sampai akhirnya menuangkan dalam tulisan tentunya bermacam cara dia gunakan. dengan bahasa sederhana, ataukah bahasa langit (bahasa sastra tingkat tinggi) atau bahasa vulgar dan kasar (karena dinyakini ini bahasa yang mungkin tepat apabila keadaan memang sudah genting)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aq masih harus bertanya terus dengan mereka, yang kulihat adalah fenomena SMS hanya pada beberapa pengarang wanita saja, masih banyak pengarang wanita yang menulis dengan bahasa jati diri mereka sebagai wanita yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aq tidak berusaha membela mereka, cuma sekeliling ini berpacu dengan tulisan, kita melarang tulisan vulgar, tetapi internet tayangan tv dan mediasi lain berlomba merebut hati jutaan pemirsa anak dan remaja. apa yang bisa dilakukan ? kembali pada kita sendiri untuk membentengi memilah kemunduran zaman ini dengan mengkotak-2 bacaan mana yg baik dan yang buruk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aq pikir begitu enaknya, soalnya kalau dilarang bukunya beredar, tetapi tontonan, internet, dll masuk terus ya percuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jakarta 12.30 wib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-4864522404503200959?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/4864522404503200959/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=4864522404503200959&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/4864522404503200959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/4864522404503200959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/07/sms-sastra-maszhab-selangkangan.html' title='sms, sastra maszhab selangkangan'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-870330397646911652</id><published>2007-07-05T21:00:00.000-07:00</published><updated>2007-07-05T21:06:44.836-07:00</updated><title type='text'>Imperia 3, bahasan terakhir</title><content type='html'>Tulisan ke tiga lanjutan “Imperia”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Cinta&lt;br /&gt;·        Meiske&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Justru karena Stefan itu anakku, maka kesedihannya adalah jurang paling terjal yang akan mencabik-cabik tubuhku, dan kebahagiannya adalah pilar-pilar yang membuatku mampu survive selama ini. Bahkan bila kebahagiaanya ternyata tak sejalan dengan definisiku tentang kebahagiaan itu sendiri. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penggalan kalimat menarik  yang diucapkan dari tokoh Meiske salah seorang redaksi senior pada majalah Dimensi yang bercerita anaknya Stefan adalah  Gay. Walau dia bersuamikan orang barat dan hidup dengan pola pikiran barat bahwa gay sudah dianggap normal, biasa bukan abnormal seperti di dunia timur, tetapi was-was selalu ada dalam hatinya sebagai Ibu. Bagaimana Stefan bisa melanjutkan keturunan keluarganya kelak ? Bagaimana ia bisa punya anak? Anak secara biologis. Dia terkejut dan menyadari bahwa silsilah keluarganya akan selesai sampai di Stefan.&lt;br /&gt;Disini ditemukan rasa cintanya yang dalam terhadap anaknya walau mempunyai kelainan.&lt;br /&gt;Cerita ini aku melihat pada diri perancang muda berbakat kakaknya Mario Lawalata, dimana ibunya Pegy Lawalata dengan begitu santainya melihat perubahan terhadap anaknya yang lemah gemulai bak perempuan dengan kesabaran rasa cinta tinggi dan malah dengan keadaan yang begitu dapat berkarya dan menghasilkan sesuatu yang sangat dibanggakan. Bahkan konon dalam suatu wawancara perancang muda tersebut ditanya apabila diberikan waktu untuk hidup kembali ke dua kalinya , kau ingin menjadi apa?, dia menjawab dengan santai “menjadi sama seperti yang sekarang ini”&lt;br /&gt;Wow, suatu pilihan yang benar-benar bertanggung jawab dan tidak ada pemberontakan terhadap Tuhan bahwa kenapa aku diciptakan berbeda.&lt;br /&gt;Kalau dalam madzab Sufi sudah dalam tingkatan 10, kesempurnaan menyatu dalam keinginan Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Wikan Larasati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wikan menangis, Ia ingat neneknya. Ia ingat ibunya, yang tak pernah dikenalnya dengan baik (meninggal saat dia masih kecil). Ia ingat ayahnya, yang tak pernah dikenangnya dengan patut. Ia ingat semua luka jiwa yang sudah dikuburnya, tapi seperti menyeruak kembali ke depan matanya.&lt;br /&gt;Reporter baru di Majalah Dimensi, tokoh muda, masih kriuk, baru lulus dari bangku kuliah, fresh from the oven.&lt;br /&gt;Dan kebanyakan masih idealis, dan hejo dalam melihat situasi dan kondisi di dunia kerja, dengan latar belakang jiwa yang membentuknya dalam asuhan nenek tercinta, ke dua orang tuanya sudah tiada, membuat Wikan tumbuh menjadi gadis dalam tanda tanya. (Antara cinta nenek yang membesarkannya dan dambaan akan kasih sayang yang hilang dari figure orang tuanya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui hari-hari kerja pertamanya di majalah Dimensi dan menemukan kejutan-kejutan selama satu minggu pertamanya, dan calon terdakwa tanpa ada pengadilan sekalipun untuk nantinya dikeluarkan dari perusahaan dimana dia baru bernaung tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempunyai kelebihan ESP extra sensory perception (telepati, psikokinesis, prekognisi dan clairvoyance)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi teringat diriku sendiri, aku juga tidak tahu masuk di golongan yang mana, kadang-kadang mempunyai indra keenam dalam melihat orang atau merasakan adanya sesuatu akan terjadi, Cuma terkadang susah untuk menjelaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa temanku dari Makasar, Banten dan Yogja pernah berkata, di mata kiriku melihat ada seorang perempuan cantik seperti putri raja. Aku merinding ketika mereka memberitahuku seperti itu. Almarhum pacarku dulu juga berkata, di sorot tajam mataku terlihat bukan pancaran mataku yang sebenarnya tetapi ada mata lain, seperti elang, mata lelaki. (byuhh !)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiyyyyyy suka merinding. Yang kurasakan adalah bila ada seseorang yang akan melakukan sesuatu tindakan padaku yang sekiranya nanti akan mencelakakanku, biasanya aku terasa, sejak awal biasanya sudah menjaga jarak, begitu juga apabila melihat orang yang sejak awal perangainya sudah tidak berkenan di hatiku, maka aku biasanya akan menjauh, males berteman dengannya.&lt;br /&gt;Begitu juga dengan firasat, bepergian atau hendak melakukan sesuatu, akan terasa sekali bila nanti tidak berjalan lancar.&lt;br /&gt;Apabila ada orang yang mempunyai simpanan jin, pusaka atau bau-bau klenik selalu aku bisa merasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejelekannya adalah bila aku marah terus suka mengeluarkan sumpah serapah. Hal ini sudah beberapa kali terjadi, dan adik serta sahabatku sudah menjadi korban atas sumpah serapah yang aku ucapkan. Maka itu sejak itu sampai sekarang aku selalu menjaga hati supaya tidak emosi dan akhirnya bisa mencelakakn orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk model seperti , aku tidak tahu Uda Akmal masuk ESP atau yang lain ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan akhir dari Imperia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada beberapa tokoh dalam buku ini, yang kesemuanya begitu menarik untuk dibahas, juga penokohannya begitu kuat. Tokoh Arlen, walau sepintas, tetapi tokoh ini sering dijumpai dikeseharian, bagi pegawai yang merasa dirinya senior, takut tidak dihormati oleh yunior, orang baru, dan biasanya kecemburuan itu berubah jadi dengki kalau yuniornya ini lebih pintar, cantik dan bisa menarik atasannya sehingga lebih banyak diberi order kerjaan atau malah promosi daripada mereka yang senior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uda Akmal begitu teliti tentang setting cerita, tahun bulan, waktu semuanya tersaji dengan begitu apiknya. Sebuah buku yang membuat aku tidak lepas selama seharian ingin secepatnya menyelesaikannya dan penasaran terhadap siapa pembunuh yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serpihan musik dan pengetahuan begitu apik disusun, aku menari memutar kembali lagu Sting, The Corrs juga Queen dan wow R.E.M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga serpihan petuah Kyai Sepuh itu benar-benar merasuk dalam hatiku. Uda Akmal benar-benar deh !! acungan jempol buatmu. Pengalaman menjadi wartawan dan penulis membuat dua kombinasi ini dapat meramu sajian yang begitu apik, sekelas Dan Brown.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danau Bodense, kebab….aha…melayang kembali dalam ingatanku Uda, Imperiamu benar-benar menyihirku kembali dalam tata masa lalu, kini dan nanti seperti kata Jenderal Pur “Jangan jadi orang nomor satu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis memberitahuku bahwa akan ada kelanjutan dari cerita ini, dia sengaja menggantung cerita, aku lebih suka dengan cerita yang menggantung, tidak titik, karena kehidupan ini juga menggantung tiada pernah ada titik, sekalipun kita sudah mati, akan terus berlanjut sampai nanti pengadilan terakhir di padang Masyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami dari konstituen “Betha Gama merajut sastra” memberikan nilai “threeplus” buat Imperiamu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kami dengan senang hari akan menunggu kelanjutannya, dan semoga rencana pembuatan filmnya bisa segera terlaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah bayangkan yang jadi MC adalah KD, terus yang jadi Jenderal Pur siapa ya Uda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, hold on, hold on&lt;br /&gt;Hold on&lt;br /&gt;Hold on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 14.45 5 Juli 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-870330397646911652?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/870330397646911652/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=870330397646911652&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/870330397646911652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/870330397646911652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/07/imperia-3-bahasan-terakhir.html' title='Imperia 3, bahasan terakhir'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-3072932188627842352</id><published>2007-07-05T20:57:00.000-07:00</published><updated>2007-07-05T21:00:07.689-07:00</updated><title type='text'>imperia 2, lanjutan bedah buku Akmal</title><content type='html'>Tulisan ke dua lanjutan “Imperia”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pengkhianatan&lt;br /&gt;·        Rendra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan pernah mendahului takdir Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi, dengan menghakimi proses pencarian keimanan seseorang. Jalan yang ditempuh orang per orang itu berbeda, anakku. Kau tak akan pernah mengetahui hasil pencarian seseorang, bila sumpah serapah dan kebencian sudah mengotori kebersihan kalbumu. Jangan mempertuhankan dirimu sendiri dengan merasa kaulah hakim tertinggi yang berhak menilai segalanya, bahkan terhadap jalan hidup anakmu sendiri”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penggalan ini diucapkan oleh kakek buyut Rendra suami MC dalam buku diatas. Tokoh Rendra sebagai suami MC mengingatkan aku akan suami penyanyi terkenal di tanah air. Aku tak tahu apa obsesi Uda Akmal menulis tokoh ini rada-rada mirip dia, kakek buyut yang besar dikalangan pesantren, hanya bedanya ayah Rendra disini adalah seorang pejabat tinggi di Deplu, sedangkan suami penyanyi itu ayahnya adalah seorang Kyai cukup terpandang di Rambipuji, Jember sana.&lt;br /&gt;Sosok dalam buku ini mencerminkan pemberontakan seorang anak dan sekaligus seorang anak yang kehilangan figure Ibu yang sangat dia cintai diusianya yang masih muda.&lt;br /&gt;Dalam cerita tersebut, Ibu Rendra juga memberontak ingin menjadi pelukis yang dikalangan pesantren tentu saja di haramkan untuk dijalankan apalagi oleh santriwati anak seorang pendiri pesantren. Aib! Namun nasehat kakek buyut Rendra yang melihatnya sebagai pencarian diri atas “siapakah aku ini sebenarnya?” bagi perkembangan jiwa cucunya memperbolehkan dia menjadi perupa sampai pada suatu titik akhirnya Ibunya bisa mengenal dirinya sendiri dan kembali lagi menjadi perempuan soleh seperti yang diharapkan ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang berkutat di dunia agama yang kental dengan larangan, norma dan macam-2 bentuk aturan tentu saja pencarian Ibu Rendra mengenal Tuhan menjadikan aneh, bahkan mungkin apabila dibawah ke tempat Ibu-ibu pengajian akan dicap sebagai “perempuan abnormal”.&lt;br /&gt;Itulah betapa ilmu untuk bisa mengerti tentang jiwa yang berkelana untuk mencari oase kedamaian itu dibutuhkan dan hanya bisa dicapai oleh mereka yang benar-benar sudah mumpuni lahir batin kepekaannya dalam melihat kehidupan yang sebenar-benarnya. &lt;br /&gt;Aku jadi teringat cerita Sunan Bonang ketika awalnya dia bertemu Sunan Kalijaga sebelum beliau menjadi sunan, masih sebagai kepala perampok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rendra yang macho penampilan tetapi rapuh dalam perhatian dan kasih sayang akhirnya menikah dengan MC yang punya pribadi ingin selalu menguasai dengan topeng dibalik kelembutan dan kepasrahannya. Perpaduan yang sering dijumpai pada Lelaki Takut Istri atau ISTI (Ikatan Suami Takut Istri), dimana Istri begitu dominant mengatur suami, sampai-sampai uang buat ongkos pp saja diberikan pas di kantong celananya. Di lingkungan sekitar kita banyak sekali dijumpai suami-suami seperti ini. Ada yang memang sejak awal sudah kalah posisi dengansang istri yang lebih tegas, lebih suka mengatur, lebih dominan sebagai pemimpin keluarga walau yang mencari nafkah itu suami. Ada juga yang memang sejak awal dia sudah benar-benar kalah set, yang mencari nafkah adalah istrinya. Dia dibuat benar-benar tidak punya daya, kekuatan karena hegemoni sebagai pencari nafkah diambil alih oleh istri, jadinya dia berperan “Istriku adalah suamiku” &lt;br /&gt;Apalagi Rendra yang pada awalnya dia ikut berperan sebagai pencipta lagu-lagu MC, namun kepopulerannya kalah jauh dibandingkan dengan istrinya, bahkan pundit-pundi keuangan yang mengalir adalah lebih besar jerih payah istrinya dibandingkan dia. Hal ini yang menyebabkan dia akhirnya menjadi bersikap apatis, bahkan cenderung membenarkan, “sendiko dawuh” menurut tanpa perlawanan pada semua tindakan, ucapan isrinya. Sampai dia dikhianati juga masih mereka-reka, apa iya sih, dan mata hatinya sepertinya tertutup masih menganggap istrinya itu seorang Dewi bagi anak dan keluarganya, walaupun realita sebenarnya terbalik.&lt;br /&gt;Apa karena begitu cinta atau kemungkinan tidak ada nyali untuk bertindak lebih lanjut, tapi kenyataannya Rendra ini tetap masih menyangsikan apakah istrinya itu telah selingkuh di depan matanya?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·       Adel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Persetan dengan Imperiamu! Kau lebih memuja patung dingin itu ketimbang Ibumu sendiri. Selama aku mengikutimu, tak pernah aku lihat kau menunjukkan rasa cinta dan banggamu kepada Ibumu seperti rasa bangga dan cintamu pada Imperia”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penggalan cacimaki yang diucapkan Adel , Sang manajer MC pada beberapa halaman akhir dari cerita diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa gunanya terlihat indah berkilau kalau tak punya kekuasaan samasekali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 10 tahun yang menekan, di mana MC memenangkan pertempuran demi pertempuran untuk meraih popularitas bagi dirinya sendiri , kini saatnya mata dunia terbuka untuk melihat siapa yang sesungguhnya memenangkan perang : MC atau dirinya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu yang selalu ada dalam pikiran Adel sang manajer. Dia sudah terlanjur luka dalam atas semua kepopuleran yang dialami oleh sahabat, anak asuhnya sendiri sebagai penyayi. Pada awalnya dia dan MC sama-sama merintis menjadi penyanyi namun bintang kemujuran berpihak pada MC dan pada akhirnya dia diangkat MC menjadi manager sekaligus pelatih vokalnya, karena tahu betul MC atas kelebihan dari Adel ini.&lt;br /&gt;Tetapi ketahanan seseorang ada batasnya, apalagi bila kecemburuan dan rasa sakit hati itu tertanam bertahun-tahun dan kemudian bila ada jalan untuk membalasnya, maka dia tidak segan-segan melakukan balasan , pengkhianatan yang langsung telak Quik-shok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis orang seperti ini amat sangat berbahaya, bisa cobra dan belitan Phyton masih kala dahsyat serangannya. Maka itu hati-hatilah! Waspadalah! (kayak layar RCTI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selamat tinggal, Mel. Hidup kita terlalu indah untuk dilupakan, namun terlalu menyakitkan untuk dikenang”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ucapan terakhir Adel sebelum meninggalkan MC kala dia berterus terang terhadap semua pengkhianatan yang telah dia lakukan. Betul-betul serangan telak. Top-gun !&lt;br /&gt;Ungkapan True friend stabs you in the front tidak berlaku lagi, usang, kuno, garing !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh Adel ini membuat aku menjadi mantap bahwa jangan pernah percaya kepada siapapun walau itu orang terdekatmu sekalipun, waspada tetap harus selalu dijalankan dan review terhadap apa yang sudah kita lakukan amat sangat penting, terutama kalau kita terlibat kerjasama dengan orang lain yang melibatkan sejumlah uang.&lt;br /&gt;Ada pemeo yang bilang “Sodara ya sodara, tapi uang ya tetep uang, bisniss it’s bisniss”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung......ke 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.10wib...siang merayap&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-3072932188627842352?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/3072932188627842352/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=3072932188627842352&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3072932188627842352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3072932188627842352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/07/imperia-2-lanjutan-bedah-buku-akmal.html' title='imperia 2, lanjutan bedah buku Akmal'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-6656531534591324452</id><published>2007-07-05T20:55:00.000-07:00</published><updated>2007-07-05T20:56:50.993-07:00</updated><title type='text'>Imperia, membedah buku karangan Akmal</title><content type='html'>“Imperia”&lt;br /&gt;Kekuasaan, loyal, pengkhianatan dan cinta (I)&lt;br /&gt;Oleh : Konstituen Betha Gama merajut sastra / ilenk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kamu masih ingat danau Bodense, patung Imperia ? dan ceritamu barusan itu sama seperti Jenderal Pur?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sms itu masuk dari Berlin suatu malam, sesudah percakapan panjang lewat hp dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“siapa Jenderal Pur?’&lt;br /&gt;“katanya kenal dengan Akmal? Masa buku dia yang satu itu kamu belum baca? judul bukunya sama dengan patung idolamu itu, kalau ingin tahu jawabannya ya, cari liebling !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jawaban sms terakhir bikin penasaran, rupanya ada buku Uda Akmal berjudul patung itu. Keesokan harinya tanpa ba bi bu,  aku order ke toko buku langgananku minta secepatnya dikirim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kusampaikan pada dua sahabatku, mereka ketawa “Wah kowe ini kemana saja? kami-kami udah selesai lama baca buku itu, sekarang malah mau kami omongin denganmu sehubungan sering kamu dengung-2kan menjadi orang kedua itu lebih enak dari pertama di kekuasaan”&lt;br /&gt;Wah, betul-betul ketinggalan kereta jauh amat. Melihat halaman cetakan I bulan Juni 2005, ketinggalan satu tahun. Hiks...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kekuasaan dan loyal&lt;br /&gt;·        Jenderal Pur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan pernah berkeinginan berada di puncak dan menjadi nomor satu, karena kau akan menjadi sasaran tembak yang paling mudah. Begitu kau jatuh, kau akan jatuh dengan telak, menyakitkan. Jadilah orang nomor dua tapi dengan kekuasaan nyata. Kau tak terlihat, tetapi ada”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menjadi nomor satu adalah hal terbodoh dalam kehidupan. Kau tak kuberikan status semu, tapi kehidupan nyata”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dua penggalan kalimat diatas aku ambil dari buku Uda Akmal dengan judul Imperia. Nama ini diambil dari nama Patung perempuan cantik yang berdiri di kota Kontanz di Negara Jerman di tepi danau Bodense, danau cantik yang terdapat di selatan ,  disana. Patung tersebut konon adalah seorang perempuan pelacur Italia tetapi dia menguasai di tangan kanan raja Sigismund dan di tangan kiri Paus Martinus V.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalimat tersebut diucapkan oleh tokoh bernama Jenderal Pur yang terdapat dalam buku tersebut. Tokoh ini yang kemudian masuk dalam kehidupan penyanyi bernama Melanie Capricia sebagai the other Men/Women (kekasih gelap Melanie atau sebaliknya Melanie gundik Jenderal Pur, tergantung kacamata pembaca mau dilihat dari sisi mana, dua-dua nya sama menariknya) dan tanpa sadar hubungan diam-2 antara penyanyi dengan dia membawa jurang kehancuran bagi karier penyanyi tersebut tanpa disadarinya.&lt;br /&gt;Jenderal Pur ini mengingatkan aku akan tokoh beberapa jenderal purnawiraman era Suharto yang berebut pengaruh di militer dan public. Aku mencata ada almarhum Ali Murtopo, M. Yusuf, Amir Machmud dan juga bekas petinggi BAKIN sekarang jadi BIN, yang pasti pikiranku bukan oleh sosoknya yang jenderal tetapi kekuasaannya yang tidak pernah berhenti dan mati walaupun beliau sudah pension.&lt;br /&gt;Menjadi tokoh kedua namun sebenarnya adalah pengendali pertama juga mengingatkan akan sosok almarmuh Tien Suharto, yang konon katanya ada rumor ketika Suharto lengser “Wah , pak Harto baru dua tahun sudah lengser !” . “Kok dua tahun bukannya 32 tahun ?!”. “Yang tiga puluh tahun itu Bu Tien. Yang jadi presiden republik ke dua negeri ini sebenarnya bu Tien bukan pak Harto”.&lt;br /&gt;Ketika itu sudah bukan rahasia lagi, mau tanam PMA,PMDN, jadi menteri, gubernur, walikota semuanya kudu sowan di istana Cendana dulu sebelum melakukan langkah selanjutnya. Itu konon katanya (seperti lagunya Alam saja)&lt;br /&gt;Sejujurnya dalam kehidupan sehari-hari juga banyak diketemukan tokoh pengendali kekuasaan ini, menurutku menjadi tokoh kedua atau dibalik layar lebih aman dari bidikan musuh maupun apabila ada kesalahan yang dilakukan oleh  tokoh pertama. Alasan laen menurutku adanya suatu kepuasan batin apabila kita bisa memerintah orang dengan pola pikiran kita dan orang itu adalah bos kita/atasan kita. Aku paling suka dan menikmati peran tokoh di belakang layar ini. Apalagi jejaknya jarang bisa diketemukan dan paling suka dengan tokoh pertama yang gila kekuasaan tapi lemah dalam bertindak, ini bisa jadi biduk catur yang menyenangkan bagiku.&lt;br /&gt;Tapi tidak semua orang suka dengan peran dan menjalani sebagai tokoh pengendali di belakang layar ini, kebanyakan orang gila hormat, gila kekuasaan, ingin menempatkan pada posisi utama supaya orang tahu kalau dia itu orang nomor satu, padahal dalam memerintah kesehariannya dia sangat bergantung pada orang lain, dan kelemahan kebanyakan orang-orang ini adalah dia tidak merasa kalau dikendalikan oleh bawahannya atau orang terdekatnya/kepercayaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Yang kau butuhkan sekarang adalah anakbuah yang loyal, bukan yang kritis”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penggalan kalimat diatas itu diucapkan Jenderal Pur pada anak buahnya Moorhan  yang dia pasang di majalah Dimensi sebagai orang nomor dua setelah Pemimpin Redaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loyal dan kritis atau hanya loyal saja tanpa adanya kritis cukup membingungkan posisiku sebagai anakbuah.&lt;br /&gt;Kadang begitu loyalnya aku pada atasan, namun balasan yang kuterima tidak seimbang, pun ketika memposisikan sebagai karyawan yang kritis cukup juga membahayakan terutama bila bos itu type orang yang “wright or wrong this is me”. Mungkin kombinasi keduanya bisa membuat lebih harmoni, tetapi sampai sekarangpun aku menjalaninya hasilnya tetap tidak sesuai dengan harapan.&lt;br /&gt;Yang terasa adalah ketika kita mempunyai bawahan yang loyal memang  lebih terasa nyaman mengendalikan mereka dibandingkan yang kritis, isinya mengkritik melulu dan kesannya ambil keuntungan dikala kita dalam posisi terjepit. Tetapi pada anak buah yang loyal, kita masih mendapatkan perlindungan dan belaan dari mereka, mungkin mereka mengingat kebaikan-2 yang sudah kita berikan, walau kesannya seperti minta balasan. Dikalangan militer dan dunia mafia, loyalitas total sangat dibutuhkan demi karier lebih lanjut juga kepercayaan yang lebih besar dari bos/atasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Melanie Capricia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau kamu berada di depan Imperia, kamu bisa lihat seringainya yang penuh keyakinan seakan-akan memastikan mereka memang di bawah pengaruhnya. Satu petinggi Negara, satu petinggi agama, dikontrol seorang yang sering diludahi sebagai sampah masyarakat. Ironi yang sangat indah, bukan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penggalan kalimat itu diucapkan oleh Melanie Capricia, seorang tokoh lain di buku ini dan sebagai penyanyi terkenal, seorang diva. Disitu dia begitu mengidolakan tokoh Imperia yang sudah disebutkan diatas dan terobsesi dia juga sebagai jelmaan Imperia lain yang hidup di negeri ini. Dimana di tangan kanannya dia sudah menggenggam dunia pers/komunikasi dan informasi dan di tangan kirinya seorang jenderal yang punya pengaruh kuat di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pemikiran seperti Imperia itu, dia sudah merasa nyaman bercokol sebagai penyanyi papan atas dan sepertinya jauh dari cobaan ataupun saingan yang berusaha mencokel kedudukannya sebagai diva yang selalu dielu-2kan , selalu ditunggu-tunggu album barunya oleh penggemar yang berjumlah jutaan di tanah air.&lt;br /&gt;Kesombongannya tidak ditampakan dalam tiap kali bertemu sua baik dengan kalangan wartawan ketika jumpa pers ataupun dengan penggemarnya.&lt;br /&gt;Dia benar-benar memakai topeng menjadi penyanyi yang cantik tapi kesannya bodoh, inosence, yang hanya jual tampang dan suara yang pas-pasan. Dia menyadari kelebihan yang dia harus tutupi juga kekurangan yang dia punyai dengan cara menjadi Imperia tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru dengan kesombongannya ini dia bisa melakukan apapun juga demi keinginannya, bahkan dia berani mengorbankan suami dan keluarganya demi ketenaran yang sudah terlanjur dia peroleh dengan susah payah.&lt;br /&gt;Biasanya tameng “tawaran bagus tidak datang dua kali dalam hidup” mereka tenggelam dalam kesombongan Imperia ini, merasa dengan puas sudah menggenggam separuh dunia, begitu sering mereka ucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun perlu diingat, biasanya pada orang-orang type seperti ini, akan kehilangan kewaspadaannya terhadap orang paling dekat yang berada disisinya. Dalam buku ini diceritakan bahwa MC (penyanyi ini biasa disebut) justru dikhianati oleh Adel, manajernya sendiri, sahabatnya, guru menyanyi sejak awal dia mulai merintis di dunia nyanyi yang kadang-kadang dia perlakukan tidak hanya sebagai manajernya suatu jabatan terhormat, tapi juga tak lebih dari pembantu/baby sitter bagi anak-anak MC.&lt;br /&gt;MC dengan sadar mengkhianati suami juga anak-2nya tanpa merasa dosa sebagai pacar Sang Jenderal dan merasa mampu sudah menundukkan Sang Jenderal, rupanya masih ada Imperia lain yang lebih berkuasa dari dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh Melanie ini membuat aku tidak begitu suka dengan kekuasaan mutlak seorang istri (dominant) terhadap suaminya, karena bagaimanapun juga suami adalah partner kita dalam mengarungi biduk rumah tangga, dan kita sebagai wanita tidak dapat memungkirinya bahwa mereka adalah Imam/pemimpin bagi kaum wanita dan keluarganya, tetapi akupun juga tidak suka terhadap lelaki yang terlalu dominant terhadap istrinya, begini tidak boleh begitu juga, kalau ini terjadi kemungkinan besar dia tidak dilahirkan oleh seorang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung….ke (2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08.10wib...pagi yang nyaman&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-6656531534591324452?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/6656531534591324452/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=6656531534591324452&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/6656531534591324452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/6656531534591324452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/07/imperia-membedah-buku-karangan-akmal.html' title='Imperia, membedah buku karangan Akmal'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-3150371571118083449</id><published>2007-07-02T18:31:00.000-07:00</published><updated>2007-07-02T19:16:44.181-07:00</updated><title type='text'>kenal</title><content type='html'>kalau dipikir dunia ini benar-2 cuma selingkaran dua tangan dibulatkan. bagaimana tidak, kemarin dapat email dari arek jombang yang ada di yogja, tempo hari ada invite fei sato, yang ga taunya perupa seni, wah senang aq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu hari sabtu tanggal 29 juni 2007 pas ada peluncuran buku seratus sunyinya Marquez, ya ketemu teman kuliahnya Mbak Etty, Kang Dadang yang jual kaos ada tulisan Kafir Liberal, wah kok tulisannya apik tenan.  heheheheh kesan pemberontakan, walau biasanya menurut pengalaman mereka yang mempunyai jiwa berontak ki lebih care, lebih perhatian dan lebih sopan dari seorang alim sekalipun. semacam ada suatu jiwa yang tidak hilang, jiwa yang halus sebenar-benarnya dibandingkan dengan orang-2 yang tampak luarnya ni sebagai orang baik-2, alim kae, tapi mata dan hatinya jelalatan.&lt;br /&gt;memang hati tiak selalu berada di muka, kalau mukanya dursosono kemungkinan iya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus aq kenalan sama bapak sepuh Rahmat Ali. wah, kata mbak Endah pak Rahmat ki sering ngeliatin aq pas duduk bersebelahan. Ya, biar wae, wong namanya melihat, suatu kehormatan mengenal beliau, soalnya kata Mas Kef, sempat terdengar dia bilang 'Wah, senior datang nih". Berarti Mas Kef menganggap pak Ali ini senior, ga taunya iya je. Beliau ini suka menulis juga..dan pagi ini aq dapat email beliau, kok ya masih sempat nulis email padahal nunggu cucunya operasi, betul-2 suatu kehormatan, matur suwun nggih pak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fahmi arek gemblung dari jombang itu tinggal di yogja, aq ada rencana mau ke yogja, soalnya udah lama mau cetak antologi puisiku sama Mas Lukman sekaliyan ketemu Zely. Katanya sudah buka warung, ya syukur deh, idealis kadang harus tergerus dengan kenyataan hidup. Gusti Allah itu sudah menciptakan hamonisasi je, kok dilawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini aq ada janji mau buat previewnya Imperia Uda Akmal....sek nunggu boss pigi dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.25 jakarta isuk-2&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-3150371571118083449?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/3150371571118083449/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=3150371571118083449&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3150371571118083449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3150371571118083449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/07/kenal.html' title='kenal'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-6519871655912290926</id><published>2007-07-01T21:15:00.000-07:00</published><updated>2007-07-01T21:54:51.114-07:00</updated><title type='text'>jawab email tentang kehidupan bukan mimpi, tapi mimpi membuat hidup</title><content type='html'>tapi Nyai, semalam bawa sadarku berjalan dan Nyai ajarkan bahwa itu namanya mimpi&lt;br /&gt;dalam mimpi ada tersirat jalan mengambil keputusan terhadap hidup realita&lt;br /&gt;dalam mimpi kekasih abadi memberi ruh akan kemana kita melangkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tapi nduk, itu kadang-kadang "&lt;br /&gt;"kalau dawuh Gusti Allah memang di jalan yang benar, berarti itu ruhNya"&lt;br /&gt;"kalau petunjuk yang di dapat menyimpang berarti mimpimu hanya bunga tidur"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hidup bukan mimpi, tapi mimpi bisa membuat hidup, ketika kelokan jalan hidup buntu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam mimpi,&lt;br /&gt;ilenk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.30 jakarta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-6519871655912290926?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/6519871655912290926/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=6519871655912290926&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/6519871655912290926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/6519871655912290926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/07/jawab-email-tentang-kehidupan-bukan.html' title='jawab email tentang kehidupan bukan mimpi, tapi mimpi membuat hidup'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-5867776095837343874</id><published>2007-06-28T20:28:00.000-07:00</published><updated>2007-06-28T20:30:33.205-07:00</updated><title type='text'>komentarku atas karya Paulo Coelho</title><content type='html'>Mas Haris,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi buat aq karangan Paulo di The Alchemist itu bukan omong kosong...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertama, kalau aq ingin membaca buku (fiksi &amp; non fiksi) yang dilihat :&lt;br /&gt;1. judul,&lt;br /&gt;2.  ide keinginan pengarang yang ingin dia sampaikan di bukunya itu apa,&lt;br /&gt;3.  selanjutnya setting , dia ini mau cerita sebagai apa :&lt;br /&gt;a. diri sendiri (non fiksi kebanyakan , krn berhubungan dng dalil, hasil hipotesa, penelitian yg penulis lakukan)&lt;br /&gt;b. diri sendiri tetapi dia memakai toko lain (sebagai dalang)&lt;br /&gt;c. benar-2 tokoh rekaan hasil imajinasi/khayalan&lt;br /&gt;d. resensi (kalau dahulu pada saat aq sd, agak susah menemukan resensi/synopsis dari buku-2 yang terbit, sekarang mah banyak, teman seperti kang tanzil, mbak Endah perca juga mas jody adalah orang yg paling aq cari kalau aq membeli buku-2 fiksi, sedangkan non fiksi ada beberapa teman dosenku yg diminta pendapatnya)&lt;br /&gt;5. dll....banyak deh selanjutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah , setelah mendapatkan beberapa hal diatas, baru aq membacanya, dan sebagai penikmat buku aq akan berusaha masuk dalam alam pikiran sang pengarangku.&lt;br /&gt;kalau dia piawai menulis kata bersayap , terbuailah diriku, kalau dia piawai menuliskan fakta secara njelimet sama juga terbuai sampai deteil terbayang diotaku, bahkan untuk buku-2 horor sampai merinding membacanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah, di dalam buku alchemistnya Paulo ini, aq sejak awal pikiranku sudah terkotak bahwa ini dongeng. dongeng itu kan seperti juga bualan, cerita karang-karangan, hal hal aneh yg tidak ada di alam nyata.&lt;br /&gt;tapi ada dongeng yang mendekati kenyataan, dimana hal ini oleh si pengarang bisa menunjukkan kepada pembacanya hal itu bisa terjadi.&lt;br /&gt;contoh sederhananya adalah cerita wayang.&lt;br /&gt;Wayang itu kan dongeng, sejatine ada dan tiadanya kan sampai sekarang belum ada yang bisa membuktikan secara nyata.&lt;br /&gt;tapi apa yang terjadi, ketika aq duduk di depan kelir, dan gamelan berbunyi, dan kemudian dalang mulai memainkan peranannya, banyak sekali cerita dongeng yang dia sampaikan mengandung nasehat, filosofi dan kejadian-2 yang manusia alami. Memang cerita wayang itu dibuat antara kejadian nyata dan dongeng dipoles jadi satu supaya menarik.&lt;br /&gt;kalau nasehat itu disampaikan atau katakanlah ajaran agama atau apapun juga secara garis lurus orang akan jemu, bosan, tapi kalau kemudian dibumbui dongeng, impian khayalan bahkan kadang ga masuk akal, akan mudah diterima.&lt;br /&gt;yang penting asal si pengarang itu konsisten terhadap setting yang sudah dia bentuk di cerita yang dia sampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;coba lihat cerita film kartun "Avatar, the legend of Ang", pengarang men setting cerita jaman dahulu di negeri cina, tapi ada kutub nya juga, ini dongeng, negeri api, udara, air dan angin, ceritanya ya ga masuk akal masak ada banteng terbang, tapi ini memang dongeng, namun apa yg ditangkap dari cerita kartun itu, ajaran di belakangnya, bagaimana orang jahat bertindak, bagaimana orang saleh mendapatkan ganjarannya, jadi menarik kan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buku paulo ini aq membacanya seperti aq mendengarkan Ki Manteb mendongeng atau juga almarhum ibuku dulu yang suka mendongeng kala kami mau tidur, juga ketika aq baca buku-2 komik hc andersen/herge.&lt;br /&gt;sama juga aq membaca buku harry potter, dongen penyihir namun ada "sesuatu yang ingn disampaikan " dibalik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makanya kenapa kemudian buku Paulo bisa mendapatkan penghargaan. Banyak tulisan dia yang disampaiakan di bukunya emang kenyataannya begitu, ada yang memang bisa benar-2 terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam takdir,&lt;br /&gt;ilenk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----- Original Message -----&lt;br /&gt;From: &lt;a title="aku290386@yahoo.com" href="mailto:aku290386@yahoo.com"&gt;Haris Firdaus&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;To: &lt;a title="untukdhita86@yahoo.com" href="mailto:untukdhita86@yahoo.com"&gt;kurnia adhita wardhani&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cc: &lt;a title="psikopat_fisip_uns@yahoogroups.com" href="mailto:psikopat_fisip_uns@yahoogroups.com"&gt;milis kom 04&lt;/a&gt; ; &lt;a title="az_zukhruf@yahoo.com" href="mailto:az_zukhruf@yahoo.com"&gt;nur latifa&lt;/a&gt; ; &lt;a title="azzahmcguire@yahoo.com" href="mailto:azzahmcguire@yahoo.com"&gt;azzah nilawati&lt;/a&gt; ; &lt;a title="persma-indonesia@yahoogroups.com" href="mailto:persma-indonesia@yahoogroups.com"&gt;milis persma&lt;/a&gt; ; &lt;a title="klub-sastra@yahoogroups.com" href="mailto:klub-sastra@yahoogroups.com"&gt;klub sastra&lt;/a&gt; ; &lt;a title="lpm_visi@yahoogroups.com" href="mailto:lpm_visi@yahoogroups.com"&gt;milis visi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sent: Thursday, June 28, 2007 10:50 PM&lt;br /&gt;Subject: [KlubSastraBentang] Coelho, Takdir, dan Omong Kosong&lt;br /&gt;Coelho, Takdir, dan Omong KosongDan saat engkau menginginkan sesuatu, seluruh jagatraya bersatu padu untuk membantumu meraihnya. (PauloCoelho). Mungkin begitu banyak fakta yang bisa kita ungkapkanbuat membantah omongan Coelho di atas. Ada banyakbukti bahwa kita, teman kita, atau orang yang tak kitakenal, hampir selalu mengalami kesulitan ketika inginmencapai keinginannya. Tak jarang, kesulitan yangmerintangi itu akhirnya menggagalkan keinginan yangingin kita raih. Dan kita akan dengan mudah berkatabahwa seluruh jagat raya ternyata tidak sedang bersatupadu membantu kita. Kita mungkin akan dengan mudahmenganggap Coelho, seorang pengarang kelahiran Brasilyang banyak mendapat penghargaan ini, keliru. Bagikita, mungkin ia sedang beromong kosong lewatkalimatnya yang saya kutip di atas.Tapi benarkah seperti itu? Saya kutip kalimat itu darinovelnya yang paling terkenal, The Alchemist. Sebuahnovel yang kalau kita cermati memang berisi banyak“omong kosong”. Sebab terlampau banyak hal yangdiungkapkan Coelho dalam novel itu yang kadang takterbayangkan. Juga, mungkin karena itu, bisa dianggaptak masuk akal. The Alchemist bercerita tentangseorang anak gembala di daerah Spanyol yang bertualanghingga ke Mesir hanya karena alasan yang spekulatifdan sedikit absurd: mengejar harta karun yang ia lihatlewat mimpi berada di Piramida di Mesir. Si anakgembala yang kemudian mencoba menafsir mimpinya lewatseorang peramal itu, akhirnya memutuskan berangkat keMesir setelah bertemu seorang misterius yang disebutsebagai “Raja Salem” bernama Melkisedek. Lewat orangtua yang memakai perhiasaan emas di dadanya itu, sianak gembala mendapat petuah bahwa ia harus “mengejartakdirnya” dengan pergi ke Mesir dan mendapat hartakarun itu.Sampai di sini, kita bisa bertanya: bagaimana sesorangtahu takdir mereka? Si anak hanya melihat soal hartakarun itu lewat mimpi yang beberapa kali dialaminya.Sampai Melkisedek datang, si anak gembala itu takpernah berpikir buat pergi ke Piramida dan mengejarharta karun itu. Kemudian Melkisedek datang. Lalupetuah soal takdir itu didendangkan. Harap maklumkalau Coelho berbicara tentang kehidupan sebagaiseorang yang telah dewasa dan bahkan sedikitmenyerupai nabi. Petuah-petuah kehidupan dalam TheAlchemist memang seperti petuah agama yang disuarakandengan penuh keyakinan dan kadang dengan gaya yangsedikit misterius, buat menambah unsur dramatis.Membaca novel itu, akan kita temukan bait-baitrenungan tentang kehidupan yang begitu penuhkeyakinan, tak goyah, dan mungkin seperti doktrin.Tapi begitulah.The Alchemist mungkin berhasrat menjadi semacam“dongeng” yang memberi inspirasi dengan menampilkancerita-cerita yang penuh lambang. Agar bisa menarikmanfaat dari novel itu, mungkin kita harus tuntasmenafsir “lambang-lambang” itu. Bagaimana kehidupanmesti dijalani, bagaimana manusia harus mengejartakdirnya, dan bagaimana sebuah keberanian harus terusdipompa, semuanya ingin ditampilkan oleh Coelho lewatnovelnya itu. Maka, membaca The Alchemist sepertimembaca dongeng-dongeng dari zaman lampau. Ceritadalam novel itu mengalir lancar, meski dalam logikakebanyakan ada begitu banyak “lompatan-lompatanlogika”. Tapi, seperti layaknya sebuah “dongeng”,logika memang tidak diperlukan. Yang penting justrucerita-cerita “ekstrem” yang penuh lambang dan saratakan perenungan. Dan The Alchemist berhasil buat itu. Lambang yang paling menonjol dalam The Alchemistadalah soal mimpi, cita-cita, atau keinginan.Berkali-kali Coelho lewat tokoh-tokohnya yangmenyerupai nabi dan tahu segalanya, mengatakan bahwamanusia mesti mengejar cita-citanya atau “takdirnya”.Meski mimpi-mimpi itu adalah sesuatu yang berat buatdicapai, atau malah absurd buat dicapai. Tak pentingsemua itu. Yang penting, “takdir” mesti dijalani. DanCoelho mengajak kita percaya bahwa dalam perjalananmengejar “takdir”, akan banyak kita jumpaipelajaran-pelajaran, kebijaksanaan-kebijaksanaan, danpengalaman-pengalaman yang akan menambah kearifankita. Sehingga, meski “takdir” kita akhirnya taktercapai, apa yang telah kita dapatkan selama mengejar“takdir” itu telah lebih dari cukup. Sampai di sini, mungkin kita masih beranggapan bahwaCoelho sedang beromong kosong. Kita bisa mengatakanbahwa seandainya si anak gembala—tokoh utama dalam TheAlchemist—tidak bertemu dengan Melkisedek, mungkinanak gembala itu tak akan mengejar takdirnya. Lalukita akan bilang bahwa dalam novel itu terjadi sebuahkeajaiban yang tak bakal terjadi dalam kehidupan kita.Artinya, Coelho curang. Ia mengajak kita mengejar“takdir” dengan memberi contoh seorang yang mengejar“takdir” dengan bantuan begitu banyak “keajaiban”.Padahal, mungkin saja ia tahu kalau keajaiban jarangsekali singgah di hadapan kita. Tapi, siapa tahu Coelho justru ingin bilang kalaukeajaiban adalah sesuatu yang mungkin terjadi dalamdunia nyata. Asal kita percaya hal itu, mungkin kitabisa melihat keajaiban. Seperti si anak gembala yangmulanya juga tak percaya, kita mungkin juga takpercaya sebelum kita benar-benar menemukannya. Tapiagakanya, bukan keajaiban itu intinya. Keajaibanadalah sesuatu yang tak akrab dengan manusia. Buatmengejar “takdir”, kita mesti mulai dengan sesuatuyang akrab dengan kita: keberanian, kerja keras, dantekad yang tak putus. Kalau itu telah ada, soalkeajaiban sebenarnya tak penting. Dan apakah Coelhosedang beromong kosong atau tidak, itu mungkin jugajadi tak penting lagi. Sukoharjo, 1 Desember 2006Haris Firdaus(&lt;a href="http://rumahmimpi.blogspot.com/"&gt;http://rumahmimpi.blogspot.com&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-5867776095837343874?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/5867776095837343874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=5867776095837343874&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/5867776095837343874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/5867776095837343874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/06/komentarku-atas-karya-paulo-coelho.html' title='komentarku atas karya Paulo Coelho'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-5585303496840220488</id><published>2007-06-28T00:23:00.000-07:00</published><updated>2007-06-28T00:29:33.529-07:00</updated><title type='text'>bila cahaya datang</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;bila datang dalam atribut hitam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;katanya duka, kau masih telentang di sudut kota, lusuh, dan diam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;tak ada bicara cuma kepulan asap , bibir hitammu semakin tipis, namun aku selalu suka&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;kata-kata kali ini pelit, melirik dari samping , mengusap tangan kiri di kananmu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;tarik nafas dan lempar seperti lepas harapan, dan lari sejenak&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;bila datang putih dan merah sinar&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;masih kaos hitam, bau apek dan tumpahan gemuk dan bekas motor tergolek&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;sepi di pojok dan diam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;bila teriakmu datang di sepi penghujung&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;hanya bola mata menari sepi tanpa daya, putaw gerogoti tubuh , semakin kurus&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;lunglai, basah, kering&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;bila &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;sorot redup , tinggalkan jejak&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;ilenk 14.35 wib&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-5585303496840220488?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/5585303496840220488/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=5585303496840220488&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/5585303496840220488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/5585303496840220488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/06/bila-cahaya-datang.html' title='bila cahaya datang'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-466803707094834694</id><published>2007-06-27T21:43:00.000-07:00</published><updated>2007-06-27T21:45:03.498-07:00</updated><title type='text'>ini tulisanku atas lanjutannya pengarang</title><content type='html'>Apakah itu salah satu kepongahan kesombongan pengarang ? kalau bukan begawan yang mengkritik terus kritikan lainnya tidak dianggap ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu hubungan dia dengan pembaca setianya itu apa? apakah pengarang itu mengarang hanya untuk begawan orang-2 sekaliber sastrawan yang notabene kebanyakan dapat bukunya gratis, lalu sebagai sumbangsihnya dia kepada pembaca setianya yang sudah meluangkan waktu, uang dan kenikmatan lalu diabaikan begitu saja????????&lt;br /&gt;Padahal tanpa pembaca setianya, pengarang tidak akan berarti apa-2, dia hanya dikenang di jagad sastra saja, tulisan, ide atau apapun yang dia punya ya hanya dinikmati kalangan terbatasnya itu, dunia sastra yang sunyi (ini katanya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualam bisawab.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ilenk&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-466803707094834694?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/466803707094834694/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=466803707094834694&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/466803707094834694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/466803707094834694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/06/ini-tulisanku-atas-lanjutannya.html' title='ini tulisanku atas lanjutannya pengarang'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-1717954611469725139</id><published>2007-06-27T21:38:00.001-07:00</published><updated>2007-06-27T21:42:22.067-07:00</updated><title type='text'>ini komentarku atas tulisan Prof. Jakob Sumardjo sehubungan Andrea lagi, lagi lagi dia...</title><content type='html'>KeberatanKeberatan utama saya dalam menilai buku Andrea adalahcara menyusun danmembingkai refleksi pengalaman hidupnya dalam bentukstruktur yang utuhdan solid. Akibat antusiasmenya, semua mengalir derasdan abai terhadappenataannya. Logika cerita menjadi kesulitan saya yangutama dalammemahami nilai-nilai pengalamannya.Struktur ceritanya beralur lurus, kronologis, darimasa sekolah dasar,SMP, SMA, dan perguruan tinggi Universitas Indonesia,kemudian belajar diEropa. Namun, kekacauan waktu segera terasa dalammengikuti alur buku ini.Keajaiban-keajaiban yang ditunjukkan oleh teman-temanSD dengankreativitas mereka yang mengherankan (misalnya telahmengenal suku-sukuAfrika dengan budaya mereka) terjadi waktu SD atauSMP? Kalau sudah di SMPbias diterima dalam penilaian empiris, tetapi mengapaguru-guru SD-nya(yang dipuja pengarang ini) masih terus membuntuti?Apakah guru-guru SDMuhammadiyah itu juga mengajar di SMP? Kekacauan waktuantara masa SD danSMP ini membingungkan saya dalam memahamikeajaiban-keajaiban kecerdasanyang ditunjukkan oleh sekolah paling miskin dan serbakekurangan ini. Darimana mereka belajar pengetahuan itu semua? Dariguru-gurunya langsung,dari perpustakaan, dari bacaan di luar sekolah, daripergaulannya denganorang-orang terpelajar di tambang timah? Tak jelas.Kehidupan nyata ini memang penuh keajaiban-keajaibanmelebihi novel dankarya-karya fiksi yang lain. Namun, karya sastra yangmerupakan kesadarannilai penulisnya justru harus bersikap untukmemperjelasketidakmungkinan-ketidakmungkinan kehidupan menjadisebuah penalaran yangmungkin. Karya sastra itu mengandung logika tertentu,artinya bisaditerima kebenarannya oleh pembacanya. Banyakkisah-kisah kecerdasananak-anak Muhammadiyah itu yang diceritakan penuhkebanggaan, tetapimiskin penjelasan mengapa bisa seajaib itu.Mungkin buku-buku ini ditulis sebagai catatan kenanganmasa kecil.Penulisnya yang sudah belajar di Eropa dan banyakmembaca karya sastramenceritakan semua itu dari sudut pandang manusiadewasanya. Anakronissubyek dan obyek bisa saja terjadi. Kejadian di masakecil dijelaskansecara manusia kota besar yang kontemporer. Misalnyadalam buku SangPemimpi, Ikal dan Arai tersesat di Bogor yangseharusnya menuju keCiputat. Keduanya kagum dan terheran-heran menyaksikanrestoran KFC yangterang benderang yang tak ada di pengalamanBelitong-nya. Namun, tiba-tibaArai ini bisa menjelaskan secara rinci apa KFC itu danbagaimana parapembelinya tak usah bayar tunai. Dari mana Arai mampumenjelaskankeheranan mereka sebagai anak kampung yang begitudetail sehingga hanyamereka yang sudah lama hidup di kota besar saja yangbisa menjelaskansecara demikian.Kemampuan Andrea untuk memisahkan antara dirinya danobyek ceritanya tidakterjadi. Pengalaman masa lalunya diceritakan dalamterang kecerdasan masakininya seolah-olah sudah terjadi pada masa ceritanyaitu. Kemurnian,keluguan, dan suasana pikiran sezaman agak kacaudengan pengetahuan,kecerdasan, dan cara berpikir masa sekarangnya. Inilahyang membuat nilaidokumenternya menjadi kehilangan kepercayaan pembacaakibat antusiasme danoptimismenya dalam mempahlawankan masa lalunya.&lt;br /&gt;----------------&lt;br /&gt;aq memang bukan prof. jakob, tapi apa yang ditulis tentang keberatan diatas, aq sangat 150% mendukung, cuma kalau aq tulis mungkin Andrea ga gubris sama dengan dia memberi cap"orang pintar" pada orang-2 yang datang saat membahas bukunya.&lt;br /&gt;padahal menurut aq orang-2 pintar yang dia bilang itu memang sebenar-benarnya pintar. Bagaimana tidak pintar, mereka belum membaca, tapi mau-maunya meluangkan waktu untuk menghadiri bincang-2 buku Andrea dan yang membuat aq selalu salut angkat topi pada mereka, justru mereka inilah orang-orng yang antusias selalu bertanya atau berani menampilkan diri.&lt;br /&gt;Kalau aq direktur marketing, orang-2 seperti ini masuk dalam pengawasanku (berani, tebal muka, pokoe maju terus dan tidak takut malu). Suatu sikap yang jarang ditemui, dan sayangnya malah Andrea justru mencap "orang-orang pinter". Padahal menurutku, justru bagaimana seorang pengarang/penjual buku itu mdapat mempengaruhi orang lain yang tadinya tidak/belum mebaca bukunya menjadi datang, tertarik dan beli dan seterusnya menjadi pecintanya. Ini yang susah dan biasanya tidak begitu dipusingkan oleh si pengarang itu.&lt;br /&gt;Terus terang tidak hanya aq saja yang terheran-herang dng. pengetahuan anak sd yang digambarkan Andrea ini kok bisa begitu dalam pengetahuannya, kapan dia belajar (ada sesuatu benang merah yang kabur..benar-2 kabaur..tidak masuk akal), kurcaciku juga begitu.&lt;br /&gt;Ketika dia aku suruh baca buku laskar pelangi dia stop di tengah, "capek bunda...ga masuk akal, masak anak sd baru kelas brapa nih bisa sepintar itu, seluas itu ? (disitu Andrea jarang menceritakan kelas brapa pada saat pikiran dia menari menceritakan pengetahuan dia (yg aku brani bertaruh baru dia dapatkan saat bukan waktu dia menceritakan masa kecilnya itu)&lt;br /&gt;itu kurcaciku lho, anak kelas VI bilang begitu, bagaimana dengan bundanya?&lt;br /&gt;apa yang ditulis keberatan profesor Jakop sudah mencakup semua yang menjadi teka-tekiku. Tadinya aq pikir hanya aq sendiri dari puluhan bahkan mungkin ratusan pengemar Andrea yang merasa aneh saja dengan karangan dia, karena aq sampai detik ini selalu ingin membeli,membaca dan menikmati buku yang bisa mempengaruhi/menambah wawasan/memberikan tambahan pengetahuan dengan kepuasan hatiku, walau tidak musti seratus prosen terpenuhi.&lt;br /&gt;aq sempat protes pada teman sesama Muhamadiyah, kok tahun 1979 sekolah Muhamadiyah di Belitong begitu memprihatinkan sih, kalah dengan yang di yogja, di malang, tragis bener yaaaa...&lt;br /&gt;suatu keadaan yang memalukan banget sebagai warga Muhamadiyah, kok sebegitu reyotnya sekolah si Andrea ini, tapi ya itu tadi terlepas dari cerita Andrea yang ga masuk akal, karena dikatakan ini novel, kalau menurut aku ini otobiografi/biografi, salut pada teman-2 Andre akhirnya mereka jadi orang-2 pintar dan semoga sukses, dan lebih sukses lagi kalau mereka pulang membangun tanah kelahirannya, tidak dibiarkan tetap menjadi reyot di telan mimpi-mimpi saja.&lt;br /&gt;salam mimpi buat Andrea,&lt;br /&gt;ilenk&lt;br /&gt;nb : Buat Andrea...aq ini dulu termasuk "orang-2 pinter" yang kau cap disetiap pembahasan bukumu itu. Karena aku baru membeli buku pengarang itu kalau aq sudah terpuaskan dan tau apa yg disampaikan pengarang itu dan bagaimana si pengarang itu membuatku tertarik kemudian menjadi membeli bukunya dan menjadikan dia salah satu pengarang kesayanganku. Dan tidak semua "orang-2 pintar" itu punya uang untuk membeli buku, jadi siap-2 selalu menerima kehadirannya mereka, karena dimanapun yang namanya seminar,diskusi,lokakarya atau apapaun juga selalu ada "orang-2 pintar" ini, dan kehadiran mereka kadang dibutuhkan. Karena tidak semua orang berani bertanya, mengemukakan pendapat (walau kadang melenceng) di muka umum&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-1717954611469725139?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/1717954611469725139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=1717954611469725139&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/1717954611469725139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/1717954611469725139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/06/ini-komentarku-atas-tulisan-prof-jakob.html' title='ini komentarku atas tulisan Prof. Jakob Sumardjo sehubungan Andrea lagi, lagi lagi dia...'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-2840790966280418615</id><published>2007-06-27T21:32:00.000-07:00</published><updated>2007-06-27T21:33:39.948-07:00</updated><title type='text'>mengulas teori tentang small worldnya Kang Ardi</title><content type='html'>Instrumen yang mendapat bahasan yang paling banyak terdapat pada instrumen Bergaul dan Internet. Dalam bergaul, buku ini mengungkap bahwa begaul adalah instumen yang terbukti efektif dan cepat dalam meningkatkan nilai diri kita. Dalam bab ini pembaca akan dikenalkan dengan apa yang dinamakan small world phenomenon (small world efect) yaitu hipotesis bahwa setiap orang di dunia dapat dihubungi melalui sebuah rantai pendek pertemanan.&lt;br /&gt;Konsep ini juga pernah dikenal dengan istilah six deegrees of separation yang menyatakan bahwa dua orang teman yang tidak saling kenal dapat terhubungkan oleh enam orang teman. Buku ini memberikan contoh sederhana bahwa kita dapat menjadi teman Presiden SBY karena kita kenal A yang menjadi sudaranya B, sementara B tinggal di sebelah rumah C, sedangkan C berteman dengan D, kebetulan pula D adalah keponakan dari E, lalu ternyata E adalah adik sepupu dari F yang merupakan teman main SBY waktu masih kecil. Kesimpulannya, konsep ini menyimpulkan bahwa tidak banyak orang yang perlu kita hubungi bila ingin berkenalan dengan orang orang-orang tertentu. Tetapi kita tidak pula dapat bertemu dengan orang tersebut bila kita tidak mulai bertemu dengan orang-orang tertentu yang mungkin bisa mempertemukan kita dengan orang yang dituju&lt;br /&gt;Kang Tanzil,&lt;br /&gt;aq setuju dengan ulasan tentang kutipan diatas itu. Karena aq sendiri pernah mengalaminya.&lt;br /&gt;sebulan yang lalu, sodaraku yang kerja di Adjuster company , perusahaanya dapat order untuk survey klaim pesawat yang jatuh di perkebunan nusantara di Sumut. Dia telepon aq kira-kira kenal sama orang yang mengerti tentang pesawat/tehnisi. Lalu aq ingat bahwa bu guru dosenku Bu Pudji di Borobudur Universitas pernah mengajar kelas khusus di Curug. Aq langsung tilp beliau minta alamat salah satu muridnya yg di Curug. Alhamdullilah diberinya satu nama dan nomor hpnya, aq serahkan pad sodaraku yg di adjuster, eh..kemudian setelah disampaikan pada manager dia, dan setelah dihubungi murid bu Puji yang di Curug itu, tidak taunya malah manager sodaraku itu kenal sama itu orang (katanya dia teman baik kakaknya). Nah, aq yang tidak kenal pak Gandos (nama ahli/instruktur pesawat itu), karena ingat Ibu Pudji , ya jadinya manager sodaraku bisa berhubungan dengan pak Gandos langsung dan bertemu langsung dan bisa membantu menyelesaikan klaim tersebut.&lt;br /&gt;Dari pertemanan memang banyak manfaatnya. Beberapa tahun lalu, aq juga dihubungi temanku di Singapore, dia bilang ada buyer butuh lada, pala.&lt;br /&gt;Aq tadinya sempat mikir kemana carinya, aq ini bukan pedagang atau petani lada, trus ingat ada teman di Surabaya yang dia punya perantara pedagang / petani tersebut. Kemudian aq kontak, dan aq suruh kontak langsung temenku, aq cuman pesan kalau jadi transaksi aq harus dapat komisi. Eh, Alhamdullilah, jadilah transaksi dan aq kecipratan komisinya. Duh, memang pertemanan selalu membuat bahagia.&lt;br /&gt;Tri namanya, dia marketing asuransi Jiwa, minta referensi beberapa teman-ku , ya sudah aq beri, dan hasilnya, dia sekarang mendapatkan klien-2 baru dari teman-2 ku itu.&lt;br /&gt;Jadi, carilah teman sebanyak-banyaknya untuk membentuk lingkaran yang suatu saat akan kau butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam gaul,&lt;br /&gt;ilenk&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-2840790966280418615?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/2840790966280418615/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=2840790966280418615&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/2840790966280418615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/2840790966280418615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/06/mengulas-teori-tentang-small-worldnya.html' title='mengulas teori tentang small worldnya Kang Ardi'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-2986721077568391856</id><published>2007-06-21T23:14:00.000-07:00</published><updated>2007-06-22T00:00:47.810-07:00</updated><title type='text'>pesan buat Andrea Hirata</title><content type='html'>aq sngat terkesan dengan apa yang dikatakan Andre pada tulisan Mbak Endah dan Mbak Echy...bahwa disetiap dia mengadakan bedah bukunya "ada orang-2 cerdas" yang mengkritik dirinya tanpa membaca dulu isi bukunya.&lt;br /&gt;aq ga tau kata-2 orang cerdas disini Andre mengartikan kebalikan atau memang dia benar-2 menganggap mereka cerdas.&lt;br /&gt;rasanya dari tulisan Mbak Endah yang aq kutip yang isinya dari seluruh kritikan yang ditujukan padanya hanya kritikan dari Bapak Sapardi Djoko Darmono yang betul-2 diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aq tersenyum, ada yang kelewat dalam penapakan jati diri Andrea di dunia yang tanpa sengaja membuatnya melambung beberapa tingkat dari orang kebanyakan.&lt;br /&gt;melambung...ya melambung karena dia tiba-2 jadi pengarang dan bukunya laris, dan terkenal...namanya diperbincangkan du dunia sastra dan orang-2 yang berkecimpunglah disitu.&lt;br /&gt;"orang cerdas" yang dia katakan itu mungkin dia mau mengatakan orang-2 usil, yang sok tau atau apalah, aq ga mau berkonotasi mereka-reka, biarlah kalau suatu saat Andrea mampir di blogku ini dan membacanya dia bisa menulis apa yang dia maksud dengan "orang-2 cerdas versi dia" aq hanya menangkap bahwa itu "kebalikan dari arti orang-2 cerdas" saking jengkelnya dia kali menjawab pertanyaan yang kadang ga ada refleksi langsung dng tema yg ada saat diskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"orang-2 cerdas" ini menurutku memang cerdas dalam arti sebenarnya.&lt;br /&gt;aq mengartikan kata"cerdas" itu ya salah satunya adalah orang yang mempunyai pemikiran yang l;ain dari orang lain dan bisa memanipulasi pikiran dia itu dengan berusaha merealisasikan dalam nyata..(bicara, atau tulisan atau tindakan)&lt;br /&gt;biasanya ya bagi orang awam suka dianggap "nyeleneh atau sejenisnya"&lt;br /&gt;orang-2 cerdas ini selalu ada dimana-mana, tidak hanya di ruang diskusi, di seminar,dikeseharian, di kantor, dimanapun juga selalu ada, dan hal ini memang dibutuhkan oleh keadaan. Tanpa kehadiran mereka ada sesuatu yang hilang, kesannya jadi penurut,monoton,doktrin,ABS, sejenislah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang sering muncul justru di dalam seminar atau diskusi, mereka memang memposisikan seperti itu, dan aq brani katakan ini cerdas bener. Bgaimana tidak cerdas, mereka sudah menyediakan waktu luan menghadiri seminar/diskusi, duduk manis mendengarkan moderator bicara dan diikuti selanjutnya perlengkapannya, dan dengan antusias mereka brani untuk bicara dan yang paling membuatku terpukau mereka ini tanpa rasa malu brani menanyakan sesuatu yang di luar kontek atau kadang materinya sudah dibahas cuman dia tidak mendengarkan atau mungkin dia kurang jelas.&lt;br /&gt;memang selintas agak njelehi (ini kata orang soroboyo) nyeleneh, bikin kesal orang lain atau peserta lain, tapi kenyataan ini selalu ada. Dan konyolnya lagi kalau seminar itu membayar , mereka bersedia kehilangan uang demi itu.&lt;br /&gt;sudah waktu terbuang, mendengar trus bertanya dan akhirnya dikecam, itu hanya bisa dilakukan oleh mereka orang-2 cerdas dan tebal muka (orang seperti ini dicari untuk dijadikan marketing handal)&lt;br /&gt;maka itu Andre seharusnya tidak boleh kesal dengan orang-2 ini, dia harusnya bersyukur, siapa tau setelah itu mereka membeli bukunya dan bisa memahami apa yang ditulis oleh Andre.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disamping itu kira-2 Andre pernah menyelidiki tidak, kenapa disetiap diskusinya selalu banyak orang-2 cerdas ini ? apa dia tidak curiga ada yang salah ? mungkin dirinya? atau penampilannya? kesannya yang bagaimana gitu? atau orang-2 disekelilingnya yang ikut andil dia di acara itu?&lt;br /&gt;ingat lho mereka mengadakan kebanyakan di kampus, dimana dunia anak muda lebih dominan, dan tau sendiri kan dunia anak muda, mahasiswa itu bagaimana? wah, aq dulu termasuk jenis orang-2 cerdas yang dikatakan Andrea ini, kami membuat suatu gang yang bukan membuat onar, tetapi membuat suasana lain, kayaknya kalau lain dari yang lain akan menarik atau paling tidak mencuri perhatian walau akhirnya dikecam atau gimana gitu, enggak peduli, show must go on. Hasilnya, otak kami ini terasa segar terus, senang gitu, kami berusaha berpikir nanti harus bagaimana yaa agas suasana bagaimana? bukankah itu memerlukan pemikiran cerdas? ingat lho waktunya hanya sedikit tetapi dapat memikirkan dan membuahkan hasil yang bisa membuat orang lain "gringging..!"&lt;br /&gt;jadi salah besar kalau Andrea kemudian sampai kesal dan akhirnya membenci kritikan yang datang dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang aq mau nanya , apakah tujuan diadakan diskusi buku itu ?&lt;br /&gt;apakah orang yang datang dan mengikuti diskusi buku itu harus sudah membaca? kalau syaratnya ini apa sudah dicantumkan di pintu masuk? kalau tidak ada syarat ini berarti sah-sah saja orang yang belum membacanya ikutan.&lt;br /&gt;bukankah diskusi itu tujuan lainnya adlaah menarik orang bagaimana yang tadinya tidak tau menjadi ingin tau dan akhirnya membeli? bukankah teori marketingnya harus begitu kalau kita mau jualan?&lt;br /&gt;lhaaa kalau awalnya Andrea sudah mengecam dan mengatakan ini orang-2 cerdas dan tidak tahan dengan kritkan begini, ya turun ranjang saja, tidak usah menghasilkan karya, mendingan karya-2mu di jadikan buku harian disimpan di lemari.&lt;br /&gt;seharusnya kan Andrea datangi mereka, tawarkan, eh beli dong buku gw, paling enaggak lho kasih kek komentar tentang tulisan gw?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang pengarang besar menurut aq adalah "dia bisa menghargai kritikan yang datangnya dari orang awam tapi dia mencintai dunia karangan/sastra dibanding orang sastrawan sendiri"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa begini, ?&lt;br /&gt;1. sebagai orang awam tapi dia cinta buku&lt;br /&gt;2. setiap bulan atau paling tidak dia sudah sisihkan uang untuk membeli buku karangan kita (lain dengan ahli sastrawan kebanyakan bukunya diberi oleh pengarang lain terutama yang baru muncul, biasanya minta nilailah buat dicantumkan di bukunya nih hasil karya gw bagus menurt si anu, si polan/ ya ada nilai jual lah)&lt;br /&gt;3. sebagai pembeli wajar kalau dia ingin mendapatkan barang yang bagus...yang maksimal, jadi kalau kemudian dia beli barang hasilnya jelek, ya wajar-2 saja kalau dia mengkritik, memberi masukan.&lt;br /&gt;4. yang pasti orang-2 awam tapi cinta buku ini yang harus dicari oleh pengarang/sastrawan, tanpa mereka, hasil kau tak ada artinya, kalau cuma dipuji orang sesama sastrawan itu biasa, kalau dikritik orang awam yang dia mencintai buku, ini baru lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin ada yang hilang atau mungkin apa sudah dilaksanakan sebagian pengarang kita dalam membuat karangan.&lt;br /&gt;pernah tidak sih terlintas, pembacaku itu sebebarnya dari kalangan mana aja?apakah mereka itu sastrawan atau bukan? quisoner ini dapat dilakukan di tempelkan dibelakang karngan kita dan bisa dikembalikan, nanti dari situ kita bisa tau pembaca kita itu dari kalangan mana saja.&lt;br /&gt;semakin prosentase orang awamnya semakin banyak berarti pengarang itu hebat, dia berhasil memikat orang-2 yang bukan sastrawan menjadi mencintai karangan dan akhirnya akan mencintai buku, dan akhirnya akan bisa ikut mencerdaskan dirinya dan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih banyak aq ingin mengulas soal si Andrea ini...hehehe..tapi kali ini aq capek..paling tidak aq sudah tuangkan uneg2 ku mengenai orang-2 cerdas dia itu.&lt;br /&gt;kok kesannya Andrea ini ngeyek gitu....baru segitu aja jadi pengarang dikritik orang-2 cerdas malah lari bukannya merangkul mereka untuk dijadikan pencinta bukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lain kali pesan ke penrbit kasih buku-2 gratis karanganmu pada "orang-2 cerdas" ini karena justru ini potensial untuk karya-2 mu selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalam,&lt;br /&gt;ilenk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-2986721077568391856?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/2986721077568391856/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=2986721077568391856&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/2986721077568391856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/2986721077568391856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/06/pesan-buat-andrea-hirata.html' title='pesan buat Andrea Hirata'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-7920593382315805281</id><published>2007-06-20T21:25:00.000-07:00</published><updated>2007-06-20T21:33:41.710-07:00</updated><title type='text'>puisi ngilu minyak goreng</title><content type='html'>Puisi - seandainya ikut pertandingan 17 agustusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;krupuk mentah di pinggir wajan mak, tak ada minyak untuk menggoreng, katanya lagi naik daun untuk harga cuma 3 sendok sayur buat krupuk matang&lt;br /&gt;di bawah tiang bendera, aku melamun sambil lihat pengumuman di gardu pos, pertandingan gigit uang di dalam jeruk bali di poles gemuk hitam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku harus ikut !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan kumenangkan sebanyak-banyaknya uang walau hanya recehan buat tambahan mak beli minyak agar krupukku mengembang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ilenk  11.25 wib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-7920593382315805281?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/7920593382315805281/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=7920593382315805281&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/7920593382315805281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/7920593382315805281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/06/puisi-ngilu-minyak-goreng.html' title='puisi ngilu minyak goreng'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-3370668457347636583</id><published>2007-06-20T21:22:00.000-07:00</published><updated>2007-06-20T21:25:07.093-07:00</updated><title type='text'>komentarku terhadap puisi Jokpin</title><content type='html'>Hemmmm, aq memang bukan penyair apalagi sastrawan, tapi aq sangat menikmati syair...puisi...prosa...novel..dan kawan-2nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di kumpulan puisinya Jokpin kali ini, aq kecewa berat.....protes!...cuman mau protes ke mas jokpin ga tau kemana? trus kira-2 dianggap gak ?&lt;br /&gt;terus terang cuman satu puisi yang bisa aq nikmati dengan sepenuh hati..."kepada cium..."&lt;br /&gt;selebihnya biasa saja...ga tau apa aq kekurangan rasa dlm menikmati puisi-2 dia akhir2 ini dibandingkan dengan karya dia terdahulu ? wallahualam bisawab, atau mungkin aq telah lelah dijejali puisi-2 nuansa laen dari beberapa penyair laen yg juga telah membukukan hasil karyanya...sebagian hatiku mungkin telah direngut oleh mereka...sehingga buat Jokpin tinggal sisanya....atau.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini murni pendapat orang awam seperti aq yang penikmati rasa syair sejati...(niru iklan kopi...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau ketemu Mas Jokpin sampaikan salamku ya Mas Anwar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-ilenk-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamis. 21.06.2007 pagi mulai kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----- Original Message -----&lt;br /&gt;From: &lt;a title="wartax@yahoo.com" href="mailto:wartax@yahoo.com"&gt;Anwar Holid&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;To: &lt;a title="pasarbuku@yahoogroups.com" href="mailto:pasarbuku@yahoogroups.com"&gt;pasarbuku@yahoogroups.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cc: &lt;a title="pegiatpendulum@yahoogroups.com" href="mailto:pegiatpendulum@yahoogroups.com"&gt;pegiatpendulum@yahoogroups.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sent: Thursday, June 21, 2007 12:46 AM&lt;br /&gt;Subject: [KlubSastraBentang] [Selisik] SIHIR PEMULUNG KATA&lt;br /&gt;Republika, [Selisik], Minggu 17 Juni 2007SIHIR PEMULUNG KATA-------------------&gt;&gt; Anwar HolidKepada Cium (Kumpulan Puisi)Penulis: Joko PinurboPenerbit: Gramedia Pustaka Utama (GPU), 2007Tebal: 44 hlm; 13.5x20 cmHarga: Rp20.000,-ISBN: 979-22-2716-4Nyaris semua kritik menyatakan salah satu puncak puisi Indonesia era 2000-an ada di pundak JokoPinurbo (Jokpin). Bahkan blurb buku puisi ini dengan bersemangat menyatakan: masa depan puisiIndonesia terletak pada tangannya. Bukti pengakuan itu tentu sejumlah prestasi: memenangiKhatulistiwa Literary Award berkat Kekasihku (2004); buku-bukunya laris, padahal hampir semuapenerbit pikir panjang bila hendak menerbitkan buku puisi saking trauma betapa sulit menjual bukupuisi. Menurut seorang editor GPU, Kepada Cium terjual 800 kopi dalam tiga minggu pertama masuk ketoko pada awal April 2007. Pencapaian itu sulit disamai penyair lain. Kepada Cium, kumpulan puisi kedelapan dia, amat lain dari segi materi dibandingkan buku diasebelumnya. Beda paling signifikan yaitu hilangnya tradisi tambahan esai terhadap puisi dalamedisi tersebut, termasuk tak ada endorsement sastrawan lain maupun pujian dari kritik terkemuka.Keputusan penulis dan penerbit ini bisa jadi semacam keyakinan makin besar bahwa Jokpin beranimenyerahkan puisi kepada pembaca tanpa harus ditemani pendapat kritik maupun disuguhi komentaryang biasanya cenderung dingin, serius, dan bahkan sampai tahap tertentu membatasi kebebasanpembaca yang ingin menikmati puisi seenak-enaknya.Buku ini sangat tipis, hanya terdiri dari 33 puisi, puisinya pun relatif pendek semua. Kesan tipisini disiasati dengan menambah sejumlah drawing karya Mirna Yulistianti, editor buku tersebut.Hasilnya, buku tampil tambah manis. Karena tipis, Kepada Cium bisa selesai dalam sekali baca,mungkin hanya butuh waktu kurang dari satu jam untuk menamatkan. Tapi, juga justru karena tipis,pembaca akan mudah sekali terpikat oleh puisi-puisi itu, akibatnya mereka akan mengulang-ulangmembaca. Jokpin tak menerangkan kenapa memutuskan hanya memuat 33 puisi, padahal dalam periode2005-2006 dia produktif dan karyanya terus bermunculan di media massa. Barangkali dia inginmemastikan pilihan tersebut bakal menyihir publik, sesuai ucapannya: 'Puisi yang baik adalah yangbisa menyihir.'Setelah bolak-balik membaca Kepada Cium, yang paling terasa ialah Jokpin mengurangi kadarmain-main yang mencapai puncaknya dalam Telepon Genggam (2003). Dia mengembara, memain-mainkanimajinasi dan logika, namun semua disampaikan hati-hati, lebih tenang, dan bilapun lucu, efeknyahanya menimbulkan senyum simpul, atau nyengir getir saking sangat menyindir. Di buku ini dia jelasberusaha mengekang hasrat mengembangkan puisi jadi flash fiction agar betul-betul tetap merupakanpuisi asli. Dari sana kita bisa yakin atas komentar Dr. Okke Kusuma Sumantri Zaimar bahwa keahlianJoko Pinurbo mengemukakan pisau bermata dua bukan bualan untuk meyakin-yakinkan publik maupun demimenyenang-nyenangkan penyair. TAHUN 2005 - 2006 merupakan periode perih bagi Indonesia; pada awal 2005 terjadi tsunami di Acehdan Sumatera Utara, kemudian menyusul berbagai bencana alam, banjir bandang, kebocoran lumpurpanas Lapindo, termasuk gempa di Jogjakarta, yang sempat merusakkan rumah Jokpin dan meruntuhkanrumah dua adiknya. Adakah peristiwa dalam periode itu tertatah di buku ini? Dia menulis puisitentang tsunami dan gempa, juga terpukul oleh kejadian fatal yang menimpa anak-anak karena kalaholeh kemiskinan. Wajar bila beberapa puisi bernuansa sedih, sekaligus religius dan peka sosial.Yang terbaik melampiaskan perasaannya terhadap keperihan antara lain 'Kepada Uang', 'Harga DuitTurun Lagi', dan 'Sehabis Sembahyang.' Menilik subjek yang muncul, Jokpin justru banyak mengulang atau makin mengulik tema yang dulu diaperkenalkan dalam Telepon Genggam. Kepada Cium banyak menggunakan citra telepon genggam, kesulitankomunikasi, kondisi sosial, dan tentu saja terus mencari sisi baru citra lama yang membuat penyairini legendaris: celana, celana dalam, kasih sayang, kenangan masa kecil, perihal tubuh danbenda-benda rumah. Sisanya macam-macam: menafakuri waktu, harapan, absurditas menghadapi kenyataanhidup, mengejek kepura-puraan, dan eksplorasi terhadap puisi dan bahasa itu sendiri. Dengan begituKepada Cium menghasilkan dua jenis puisi: yang langsung bisa dinikmati, bermakna jelas,menyinggung perasaan---jenis mata pisau pertama, karena langsung mengarah, menusuk ego manusiayang profan, ragawi, senantiasa kurang puas dan sulit sekali bersyukur. Lainnya kabur, unik,mengedepankan naluri, menarik-narik pembaca ke batas samar antara makna tersirat danharfiah---jenis mata pisau kedua, yang mengarah lebih pada permainan tafsir dan berbagaikemungkinan.Membahas 'pisau bermata dua', bisa diperdebatkan apakah itu suatu keunggulan atau justru merupakantanda ambiguitas dan ciri kelemahan? Bila merujuk pada Saini KM dalam Puisi dan BeberapaMasalahnya, ambiguitas di antaranya disebabkan oleh kegagalan penyair dalam menemukan lambang yangtepat untuk pikiran dan perasaannya, atau penyair sendiri ragu-ragu serta belum memutuskan apasebenarnya yang menjadi pokok renungannya, sikap dan perasaan apa yang dialami dalam hubungannyadengan pokok tersebut (hal. 213). Puisi sangat pendek Jokpin sangat potensial menghadirkanambiguitas, misalnya 'Ranjang Kecil', 'Magrib', 'Seperti Apa Terbebas dari Dendam Derita';barangkali disebabkan ketersediaan ruang penafsiran dari teks itu pun sangat sempit. Pembaca awampasti kesulitan menentukan maksud persis sang penyair sebenarnya apa. Ambiguitas sering sengajadisisakan penyair agar melahirkan polemik, macam-macam tafsir, bahkan mistifikasi.Kepada Cium tampaknya merupakan kado tanda ulang tahun ke-44 Jokpin. Dalam bingkisan itu diamemasukkan banyak isi, dari yang universal, menyangkut perhatian semua insan hingga ke detil batinindividu, yang intim, hanya bisa diresapi khusyuk sendirian.[]* Anwar Holid, editor &amp;amp; penulis lepas.Kontak: Jalan Kapten Abdul Hamid, Panorama II No. 26 B Bandung 40141  Telepon: (022) 2037348  HP: 08156-140621  Email: &lt;a href="mailto:wartax@yahoo.com"&gt;wartax@yahoo.com&lt;/a&gt;Never underestimate people. They do desire the cut of truth. Jangan meremehkan orang. Mereka sungguh ingin kebenaran sejati.© Natalie Goldberg----------------------------------------------------------Esai, resensi, artikel, dan lebih banyak tulisan. Kunjungi dan dukung blog sederhana ini:&lt;a href="http://halamanganjil.blogspot.com/"&gt;http://halamanganjil.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-3370668457347636583?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/3370668457347636583/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=3370668457347636583&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3370668457347636583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3370668457347636583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/06/komentarku-terhadap-puisi-jokpin.html' title='komentarku terhadap puisi Jokpin'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-8069284139855029791</id><published>2007-06-20T21:20:00.000-07:00</published><updated>2007-06-20T21:22:26.998-07:00</updated><title type='text'>kritikan buat Andrea Hirata</title><content type='html'>menambahkan sedikit apa yang diungkapkan Mbak Echy...sebagai pengarang fiksi yang mencampurkan adanya fakta dan juga kajian menyerempet ilmiah, memang harus hati-2....&lt;br /&gt;seperti yang ditulis Andrea tentang rumus integral tempo hari....karena latar belakang ilmiah bila dimasukan juga dlm cerita harus bener-2 sesuai dengan teori yng sebenarnya, kecuali apabila dia memuat atau mengajukan teori-2 baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aq sependapat dengan Prof. Jakop tentang tetraloginya Andrea ini, terlalu banyak yang memuji, sehingga  sepertinya lanjutannya seakan dipaksakan...dan hasil buku ketiga yang tipis dan berisi cuman segitu.....semoga saja di buku ke empatnya dia lebih matang lagi , tidak mencari-cari fiksi yang di faktakan atau fakta-fakta yang di fiksikan secara tergesa-gesa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai pengarang justru kalau tidak ada yang mengkritik bukunya ya seperti sayur tanpa garam.&lt;br /&gt;menerima pujian akan lebih mudah terutama dari pembaca yang begitu gampang terbakar emosi, tapi menghadapi kritikan pedas belum tentu dia bisa tahan, dan sebagai seseorang yang menghasilkan suatu karya harus siap diposisi kritikan ini, karena dengan dikritik berarti kita sudah mendapat perhatian dari yang kritik, dengan dikritik berarti ada tambahan orang yang sayang kepada kita, dengan dikritik ada tambahan kerjaan buat langkah selanjutnya, dengan dikritik........terakhir tidak ada manusia yang sempurna, karena sempurna hanya milik kekasih abadi kita Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam kritik,&lt;br /&gt;ilenk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----- Original Message -----&lt;br /&gt;From: &lt;a title="echy_art@yahoo.co.id" href="mailto:echy_art@yahoo.co.id"&gt;Dessy NS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;To: &lt;a title="klub-sastra@yahoogroups.com" href="mailto:klub-sastra@yahoogroups.com"&gt;klub-sastra@yahoogroups.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sent: Wednesday, June 20, 2007 10:29 PM&lt;br /&gt;Subject: [KlubSastraBentang] Laporan Andrea Hirata Di STISI Bandung&lt;br /&gt;Hujan yang yang mengguyur Bandung tak sedikitpun mengurangi semangatku untuk meluncur menuju STSI, tempat dimana diskusi buku Tetralogi Laskar Pelangi diselenggarakan. Perjalananku cukup lancar, dari arah Soekarno Hatta menuju kawasan Buah Batu yang biasanya macet, ternyata siang ini terasa lebih sepi dari biasanya. Pukul 14.10 menit aku tiba di pelataran parkir, saat memarkir kendaraan aku bertemu dua orang guru SMA yang juga akan menghadiri acara tersebut. Kami langsung menuju lokasi.Acara ini diselenggarakan di lantai dua gedung jurusan teater . Saat mengisi buku tamu kami diberi 3 lembar fotocopian yang ternyata berisi catatan Prof.Jakob Sumarjo tentang Tetralogi Laskar Pelangi. Ruangan dalam keadaan gelap saat aku memasuki ruang pertemuan tsb, ternyata acara baru saja dimulai yang diawali dengan teater pendek Sang Pemimpi yang diambil dari adegan saat Ikal,Arai dan Jimbron tertangkap basah di bioskop, lalu adegan saat kepala sekolah menghukum mereka untuk membersikan wc lengkap dengan ocehan Jimbron tentang kuda-kudanya dan saat mereka harus memperagakan adegan sang majikan mengejar-ngejar pembantu saat menjemur pakaian. Persis seperti yang ada di buku, Ikal menjadi pembantu, Jimbron sang majikan dan Arai sebagai anjing yang melolong. Semua adegan tsb diiringi gelak tawa penonton yang sebagian besar adalah mahasiswa jurusan teater. Kebetulan aku mendapat sebuah bangku kosong di barisan ketiga dan sempat berkenalan dengan mbak Wita yang tenyata adalah salah satu panitia penyelenggara.Setelah acara teater tsb selesai kami sempat disuguhi makanan ringan dan segelas air mineral yang kemudian dilanjutkan dengan memperkenalkan sang penulis Andrea Hirata dan Bapak. Prof. Jakop Sumardjo. Beliau adalah Budayawan, Guru Besar STSI Bandung dan mengajar di Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam mata kuliah Filsafat Seni, Antropologi Seni, Sejarah Teater, daan Sosiologi Seni.Acara dipandu oleh moderator mas Heru ….(lupa nih belakangnya), Andrea sempat memperkenalkan beberapa "selebritis" seperti mas Kris dari Bentang lalu mbak Dian (istrinya mas Kris), mang Jamal dan kalau gak salah Hermawan aksan yang datang terlambat.Walau tidak hadir nama uda Akmal N.Basral juga sempat disebut-sebut. Seneng juga ahirnya bisa melihat wajah-wajah yang biasanya hanya tulisannya yang bisa dibaca di buku atau di milisProf.Jakob mengawali sesi awal dengan membahas buku-buku Andrea mulai dari Laskar pelangi, Sang pemimpi dan Edensor dengan segala kelebihan dan kekurangannya., lalu ditanggapi oleh Andrea dan yang menurut mas heru lebih ke pembelaan diri..he..he.Saat sesi tanya jawab tiba, pertanyaan lebih dinominasi oleh para mahasiwa STSI, beberapa menurutku agak meleset dari isi buku dan topik yang sedang dibahas karena mereka yang bertanya bahkan sama sekali belum membaca karya-karya Andrea, aku jadi geli sendiri melihat tingkah laku khas mahasiswa yang dengan pd-nya mengaku sbg seorang penyair. Andrea sempat mengungkapkan pengalamannya dalam 47 x diskusi buku yang ia lakukan dari kota ke kota bahwa kritikan pedas justru biasanya muncul dari "orang-orang cerdas" yang belum membaca karyanya, yang pada ahirnya melenceng kemana-mana. Ada juga mas Kris yang maju untuk menjelaskan "pertanggung jawabannya" sebagai penerbit atas kekurangan-kekurangan dalam Laskar Pelangi yang diulas pak Jakob.Pada ahir sesi tanya jawab seorang wanita menanyakan nasip A Ling dan bagaimana jadinya nasib Ikal jika seandainya Arai tidak ada ? pertanyaan tersebut dijawab dengan otak marketing seorang Andrea dengan cara menyarankan sang penanya mencarinya di buku keempat yang bejudul Maryamah Karpov. Penanya terahir (yang rada maksa ) mengungkapkan kekecewaannya karena diskusi lebih mengarah ke semacam jumpa fans yang yang lebih banyak menyanjung karya Andrea dan bukannya membahas tema pendidikan yang diangkat dalam buku laskar pelangi .Dalam catatannya selain memuji beberapa kelebihan Andrea dalam mengangkat kisah anak-anak Belitong yang ternyata hidup miskin di tengah tambang Timah yang tidak mereka nikmati, Prof Jakob membahas masalah fakta atau fiksi, seperti yang menjadi tema dalam pertemuan tersebut.berikut beberapa kutipan yang aku ambil dari:Biografi atau Novel, Fakta atau Fiksi? (Sebuah Catatan tentang Tetralogi Laskar pelangi karya Andrea Hirata)Oleh: Prof.Jakob Sumardjo."Persoalannya justru di sini, yaitu apakah itu fakta atu fiksi, atau fakta diramu dalam fiksi? Penerbitnya dan juga para pengulasnya menyebut karya-karyanya sebagai "novel" yang jelas genre fiksi dalam sastra. Sebagai novel tak perlu menghubungkannya dengan fakta-fakta pengalaman hidup Andrea. Pengarang bebas menggunakan fakta hidupnya untuk sesuatu makna sebagai respon terhadap persoalan hidup dirinya dan masyarakat. Dalam novel, apa yang dikisahkan pengarang tidak harus diartikan "telah tejadi secara histories" Semua cerita novel hanya sarana mengungkapkan makna pikiran dan perasaan dalam acuan impian, harapan, tata nilai subyektifnya"."Tetapi selama pembacaan, saya menilai bahwa buku-buku ini dimaksudkan sebagai otobiografi atau sekurang-kurangnya buku dari sebagian episode hidupnya. Buku ini mengandung fakta-fakta yang dialami penulisnya. Dan fakta-fakta itu penuh dengan keajaiban, bagaimana anak-anak miskin di pulau gersang itu dapat begitu cemerlang pemikirannya dan sebagian berhasil belajar di Eropa. Hidup memang penuh keajaiban dan ketidak-masuk akalan, dan kadang sulit dijelaskan.""Keberatan utama saya dalam menilai buku Andrea adalah cara menyusun dan membingkai refleksi pengalaman hidupnya dalam bentuk struktur yang solid. Akibat antusiamenya, semua mengalir deras dan abai terhadap penataannya. Logika cerita menjadi kesulitan saya yang utama dalam memahami nilai-nilai pengalamannya.""Saya dibuat heran bagaimana tokoh-tokoh sastra besar bisa mengomentari buku-buku Andrea ini dalam pujian-pujian yang begitu tinggi dan menjanjikan sebagi lahirnya penulis besar masa kini. Apakah mereka telah membaca serius buku-buku ini? Seluruh buku telah dibacanya? Memang, bahan cerita Andrea amat memikat untuk diceritakan, namun cara dia menceritakan itu telah mengaburkan makna penting bahannya sendiri. Kalu ditulis dalam perenungan yang lebih jernih dan tertata, bahan ceritanya bisa melahirkan karya sastra penting. Ketergesaan dalam menumpahkan kisah kesuksesan dengan antusiasme dan optimisme yang begitu percaya diri, terlihat dalam waktu dekat dia telah menulis serial tetraloginya begitu lascar pelangi meledak di pasaran."Acara berahir jam 5 sore (mundur 1 jam dari jadwal) ditandai dengan penyerahan cendera mata oleh panitia untuk bapak Jakob, Andrea dan mas Kris. lalu bagi-bagi buku dari Bentang untuk para pemain teater dan para penanya. (hiks… jadi sedih gak kebagian buku, diantara buku-buku tsb tdp bukunya Gabriel Garcia Marques "Seratus Tahun Kesunyian") Hujan gerimis menyambutku di pelataran parkir, begitupun awan gelap yang menggantung di atas langit kota Bandung, kemacetan khas jalan Buah Batu di sore hari menemani pikiranku yang masih tertinggal di STSI, ternyata ada satu criteria tambahan untuk menjadi seorang penulis: kuat mental dan tahan kritik. Jadi…syarat untuk menjadi seorang penulis adalah : membaca..membaca..membaca.. menulis..menulis..menulis dan….siap untuk dikritik.Temen-teman segitu dulu laporanku dari STSI Bandung, mungkin ada yang mau menambahkan ? mangga atuhh..Tabik,-Echy-&lt;br /&gt;__._,_.___&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-8069284139855029791?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/8069284139855029791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=8069284139855029791&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/8069284139855029791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/8069284139855029791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/06/kritikan-buat-andrea-hirata.html' title='kritikan buat Andrea Hirata'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-6032141578709727418</id><published>2007-06-19T01:15:00.000-07:00</published><updated>2007-06-19T01:16:39.695-07:00</updated><title type='text'>berdir</title><content type='html'>berdiri, selendang terlepas pergi bersama pasir laut, rambut terurai, bau keringat pedangan asongan menawar&lt;br /&gt;ada gerombolan semut, naik menuju mata kaki, gatal semakin gatal&lt;br /&gt;berdiri, yang ditunggu tidak datang, perut mual masuk angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.25wib, jakarta sore merayap di kantor&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-6032141578709727418?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/6032141578709727418/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=6032141578709727418&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/6032141578709727418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/6032141578709727418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/06/berdir.html' title='berdir'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-7081895204760165671</id><published>2007-06-18T20:17:00.000-07:00</published><updated>2007-06-18T20:19:52.356-07:00</updated><title type='text'>ini komentar Mas Akmal untuk sajak jakarta berlinku</title><content type='html'>"jakarta-berlin"-nya oke lho, mbak ilenk.  tapi di baris terakhir "ich wuensche (bukan wunche) dir" itu nggak kepotong ya mbak? karena kalau "ich wuensche dir" itu dalam bahasa inggrisnya "i wish you ..." , nah, apa yang di-wish-kan oleh si penulis syair itu?&lt;br /&gt;atau maksudnya "ich vermisse dich', alias 'i miss you' (nggak pake 'but i hate you' seperti kata slank, hehehe...)&lt;br /&gt;ach so, ngomongin jerman  jadi inget lagu jadul banget dari peter maffay yang pasti mbak ilenk kenal banget: du.&lt;br /&gt;Du bist alles, was ich habe auf der Welt, Du bist alles was ich will.Du, Du allein kannst mich versteh'n&lt;br /&gt;(kaulah segalanya yang kumiliki di dunia, kaulah segalanya yang kuinginkan.                                  kau, hanya kau seorang yang bisa mengertiku).&lt;br /&gt;lho, lho, kok jadi mellow emo melongo kayak gini, hehehe.... nulis sajak terus ya mbak.&lt;br /&gt;~a~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikirim Mas akmal tanggal 30 Mei 2007 untuk komentrin sajak jakarta berlinku.&lt;br /&gt;ada sedikit koreksi untuk untuk "ich wunche dir" seharusnya " ich braunche dich"&lt;br /&gt;itu yang kubaca di smsnya yg tetinggal....hiks....uci...uci..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-7081895204760165671?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/7081895204760165671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=7081895204760165671&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/7081895204760165671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/7081895204760165671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/06/ini-komentar-mas-akmal-untuk-sajak.html' title='ini komentar Mas Akmal untuk sajak jakarta berlinku'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-2696006378631636637</id><published>2007-06-18T20:11:00.000-07:00</published><updated>2007-06-18T20:16:44.353-07:00</updated><title type='text'>waktu acaranya mas Fajroel , dongeng untuk popy</title><content type='html'>lelah, berdiri lunglai, lapar, haus, mengantuk, tapi harus pulang malam ini&lt;br /&gt;ku ketuk pintu taxi, melaju 100 km dalam hening malam, cepat melesat agar sampai di sarang&lt;br /&gt;sapaan lembut sopir , sedikit senda gurau dan cerita tentang seribu nasib kemarau di kantongnya mencari kaisan rejeki&lt;br /&gt;mata merem, terbang ke awan jauh, sampai kemudian terjaga di alam bawah sadar&lt;br /&gt;aku tidur dan bermimpi berlari ke afrika, menjelajahi amsterdam, berlin, tokyo, pnom penh, manila, leiden. den haag, terjerabab di takuban prahu, bandung, bogor, jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada kata yg layak aq lukiskan kecuali, wow!&lt;br /&gt;sejak awal ketika membuka buku dongeng untuk poppy, yang pertama terlintas adalah gaya penulisan.&lt;br /&gt;gaya penulisan dan kata-kata Mas Fajroel bikin jantung bersiul sejenak, ini dia, penulisan yg tidak lazim pada puisi bebas negri ini dan terus terang ada sebagian puisiku kutulis memakai gaya itu.&lt;br /&gt;pada waktu aq bicara kemarin dng Mas Fajroel, "Wah , mas gaya pian ampir sama ma ulun nih "&lt;br /&gt;cuman kalah cetak duluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beliau cerita kalau puisinya non liris, ini sempat membuat bingung Mas Sujiwo Tejo ketika membacanya, dengan alunan suara putrinya beliau seperti menangkap nada ini liris apa non liris?. bingung juga akhirnya.&lt;br /&gt;suasana malam itu  betul-betul hidup, ini baru puisi, ini puisi baru, dibacakan oleh mereka yg bener-2 menghayati pembacaan puisi, maka membuat apa yang ditulis Mas Fajroel malam itu menjadi hidup dan sampai di kuping terasa indah didengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengenalan buku sastra apa itu puisi atau prosa, rasanya akan lebih hidup kalau sebagian dihadiri tokoh penyair atau sastrawan itu sendiri (ini menurutku). Karena terus terang saja akan terasa hidup.&lt;br /&gt;Coba perhatikan, ketika Wanda Hamidah membaca dengan cara Mas Imam Soleh membaca akan lain. Intonasi, gaya, pakai menghentak-hentakkan kaki, bersiul dan bertepuk tangan seakan-akan, kita dibuat masuk dalam kata-kata yang ditulis Mas Fajroel bener-bener hidup oleh gaya mas Imam. Apalagi kemudian salah satu puisinya dinyanyikan oleh Mas Mukti yg berjudul "Mengiris Roti dunia"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi disini ukuran selebrities tidak menjamin puisi bisa dibawakan dengan bener-bener hidup kecuali seleb itu orang teater juga dan bisa menjiwai seperti Mas Imam dan Mas Tejo..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat pulang di rumah, aq membayangkan bagaimana nanti Oktober kata Mas Fajroel puisinya akan dibacakan secara teatrical di zone zero denpasar bali (Pada peringatan Bom Bali). Pasti Mas Tejo lebih lebih hidup lagi membawakannya (jadi kepengen kesana)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;walau malam itu aq pulang jam 12 malam tapi hatiku puas banget bisa bincang-2 sejenak dengan Mas Fajroel, foto-2 ama Uda Akmal, kenalan sama Mbak Etty (aih mbak Aura cakep banget, kita besanan yuukkkkk !!_), sama Sekar, sama Mbak Indah Indosiar, Mas Baihaqi, ketemu Mas Hermawan (aku sudah sore nyampe di mp book, jadi gak sempat ngikutin acaran mas Her, tapi masih sempat uluk salam sama Mas Her), ketemu Mang Jamal yg bener-2 hampir ganteng, waduh kok aq ga dibagi bukunya? dan sma Mbak Ita (kapan neh kita ke Bandung nemuin teh Senny)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada hari itu bersamaan juga Jokpin meluncurkan puisinya, aq sempat nyeletuk sama Mas Fajroel, Uda Akmal kalau puisi Jokpin ma biasa saja (maklum kebiasaan baca yg jauh lebih  cuman mereka ga mau menerbitkan), pas saat bilang gitu juga malam sama Mas Kef sama Mbak Endah, eh Mas Kef bilang "Tuh Ada penggemar Jokpin" sambil nunjuk Mbak Endah. Biar saja ada penggemar, wong aq gak suka heheheheheheh.&lt;br /&gt;Bukan gak suka, cuman aq melihatnya kata-kata dia itu masih umum, stylenya masih seperti GM, Sapardi, dll.&lt;br /&gt;Nah, kalau kata-2 Mas Fajroel ini, stylenya dia udah buat yg khusus.&lt;br /&gt;Jadi aliran puisi bebas tapi Gothiq gitu lho! Duh, Mas Fajroel bukan non liris, tapi lebih bergaya Gothiq mas (beliau sempat cerita kalau agak sulit juga mencari gaya tulisan yg dipakai Nazi, ternyata katanya tulisan Nazi itu pakai tangan emang rada-2 mirip Gothiq gini, namun ya tulisan Nazi ga ketemu ini juga bagus kok)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aq lebih condong gaya puisi Mas Fajroel merupakan era pembaharuan dari puisi bebas sekarang. Liris Gothiq kali ya enaknya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang pasti puisimu hadir menjadikan pilihan lain dari gaya kata dan penulisan, tidak bercermin pada patrun puisi bebas selama ini. Bener-bener Lari ke Afrika !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesuai janjiku malam itu pada Mbak Ita dan Aunti Endah, aq sertakan puisi aq yg seperti Mas Fajroel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.......................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jakarta - berlin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telepon berhenti sejenak, berpikir, melamun, tegang, bisu, gemetar, kertas, ballpoint, pinsil, tersungkur sejenak disisi meja, ambil hp dan baca sms&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;;"bunda amy yang baik, aku tidak dapat menjumpaimu besok pagi, karena sorenya harus segera berangkat ke berlin, mendadak !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lemas, putus asa, teh poci telah habis kering tenggorokan, mau berlari dalam lorong tapi sepi mencekam, tak mampu berdiri apalagi pergi&lt;br /&gt;besok, lusa, minggu , depan, kapan lagi, tahunan, berapa detik jam dan hari lagi aku akan jumpa kamu?&lt;br /&gt;lelaki di perempatan jalan, berjanji dalam empat tahun kembali dari negeri empat musim jauh dalam bilangan bulan empat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:menghantar rindu, jakarta - berlin dalam rajutan, mimpi, pelukan hangat, salju, gugur daun, semi dan panas bikini dan belepotan bibir sensual menghias sampul hari sepi, melayang autobahn "ich braunche dich"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jakarta, 10 april 2000            13.00 wib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..........................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gimana Mbk Ita, Aunti Endah, kan hampir mirip toh, cuma aq gak cetak saja.....hehehehehe&lt;br /&gt;makanya membaca tulisan Mas Fajroel tentang Berlin, jadi inga inga inga think !!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;okey, aq pikir cukup kali ya Aunti Endah tambahan laporannya, maklum ini membuatnya sambil nyuri,nyuri, biasa monday monday !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya, lebih enak hari Sabtu ya Aunti, dan lebih hidup lagi kalau tokoh2 seleb sastrawan/penyair juga hadir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sastra,&lt;br /&gt;ilenk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28 mei 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-2696006378631636637?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/2696006378631636637/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=2696006378631636637&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/2696006378631636637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/2696006378631636637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/06/waktu-acaranya-mas-fajroel-dongeng.html' title='waktu acaranya mas Fajroel , dongeng untuk popy'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-6137837360332618433</id><published>2007-05-23T19:50:00.000-07:00</published><updated>2007-05-23T19:56:18.951-07:00</updated><title type='text'>renungan</title><content type='html'>bunyi keyboard masih berdentang keras&lt;br /&gt;berusaha mengimbangi gejolak hati yang panas&lt;br /&gt;dinginnya ac ruangan serasa bara di ujung layar&lt;br /&gt;gemeretak mendesis lembut pada ganggang telepon&lt;br /&gt;akankah dibanting setelahnya atau biarkan menggantung ?&lt;br /&gt;butiran keringat meluncur lembut disisi jendela rambut tipis&lt;br /&gt;ditepisnya dengan pinsil berujung basah&lt;br /&gt;mata nanar menatap kosong dalam putaran clip&lt;br /&gt;akankah selalu kata-kata itu meluncur terus&lt;br /&gt;"kan peraturannya kalau pegawai perempuan dihitung single!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejak kapan peraturan itu tercipta?&lt;br /&gt;bahwa perempuan mempunyai hak berbeda untuk menuntut yang seharusnya dia dapatkan ?&lt;br /&gt;kalau sama-sama pegawai, mengapa harus beda?&lt;br /&gt;kalau pegawai lelaki, istri dan anaknya sampai batas tiga  ditanggung kantor&lt;br /&gt;kalau pegawai perempuan walau dia punya suami dan anak tiga apalagi lebih tetap saja dihitung single&lt;br /&gt;mengapa ada beda ?&lt;br /&gt;kewajibannya sebagai pegawai sama&lt;br /&gt;menjalankan tugas sama&lt;br /&gt;jabatan sama&lt;br /&gt;gaji sama bahkan bisa lebih besar perempuan&lt;br /&gt;tapi untuk tunjangan kesehatan mengapa harus beda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alasan klise yang membuat perut mual&lt;br /&gt;bukankah lelaki pencari nafkah !?&lt;br /&gt;(itu kan dulu !)&lt;br /&gt;sekarang kan sudah banyak perempuan melakukan hal yang sama&lt;br /&gt;bahkan dalam satu dua kasus dia mengambil peran lelaki dalam mencari nafkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nanti kalau sama-sama ditanggung, bisa terjadi double"&lt;br /&gt;"itukan bisa dibuat peraturan"&lt;br /&gt;"untuk pegawai perempuan bila suami dan anak sudah dijamin pada kantor tempat dia bekerja, tidak perlu diikutkan, sedangkan yang tidak atau belum ada tunjangan kesehatan pada tempat kantor suami, maka suami dan anak dapat ditanggung"&lt;br /&gt;"cukup adil kan ?"&lt;br /&gt;"tetapi biaya akan membengkak?"&lt;br /&gt;"membengkak bagaimana?"&lt;br /&gt;"itu sudah merupakan kewajiban perusahaan , kalau mau tidak membengkak ya jangan menerima pegawai perempuan "&lt;br /&gt;sudah susah aku menahan emosi&lt;br /&gt;sepertinya isi perut sudah mendidih ingin keluar&lt;br /&gt;muntahkan pada muka  mereka&lt;br /&gt;"kalian ini sudah sepuluh tahun bekerja bersama kami sudah seperti saudara, ternyata hati kalian busuk!"&lt;br /&gt;dengan dingin  kekesalan meluncur dikebekuan&lt;br /&gt;"coba bayangkan kalau salah satu dari kalian meninggal, istri kalian bekerja, anak kalian tidak dijamin, akankah roh kalian tenang disana ?" ayo jawab !"&lt;br /&gt;satu persatu muka itu menjadi diam&lt;br /&gt;antara sesamanya saling bertukar pandang dalam bisu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah lama kebencian terhadap peraturan usang ini&lt;br /&gt;didengung dengungkan perempuan dan lelaki sama, tetapi kenyataan berbeda&lt;br /&gt;"rasakan nanti, diantara kalian punya anak perempuan"&lt;br /&gt;"rasakan nanti diantara kalian kalau terjadi kematian itu"&lt;br /&gt;"rasakan nanti, kalau istri kalian bekerja"&lt;br /&gt;"rasakan nanti, bagaimana kalau anak mereka sakit, perlu uang, sedangkan tunjangan dia masih tetep dianggap single"&lt;br /&gt;"rasakan nanti, rasakan nanti"&lt;br /&gt;"istrimu akan kelelahan dalam panjang membisu"&lt;br /&gt;"dengan status jandapun masih dianggap single"&lt;br /&gt;tiba-tiba pening merayap di relung kepala&lt;br /&gt;bando yang melekat erat di rambut basah oleh butiran keringat&lt;br /&gt;kepalan tangan tak cukup untuk meredam emosi&lt;br /&gt;perlahan-lahan wajah para lelaki samar dan kemudian lenyap&lt;br /&gt;hitam pekat&lt;br /&gt;yang terdengar dentang bunyi jam&lt;br /&gt;lamat-lamat&lt;br /&gt;jauh-jauh&lt;br /&gt;pelan sekali&lt;br /&gt;tek&lt;br /&gt;tek&lt;br /&gt;tek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 mei 2007....08.03wib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-6137837360332618433?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/6137837360332618433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=6137837360332618433&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/6137837360332618433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/6137837360332618433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/05/renungan.html' title='renungan'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-6780691805029360277</id><published>2007-04-11T02:19:00.000-07:00</published><updated>2007-04-11T02:55:39.963-07:00</updated><title type='text'>antara cinta, dusta dan perpisahan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#339999;"&gt;&lt;strong&gt;sejak awal aku mengenal kamu sudah tau mesti harus bagaimana cerita ini berakhir. aku pada awalnya berharap banyak padamu, tentang getaran cinta dan pengharapan di usia yang mulai merayap ini. sepanjang tahun jalan hidup rasa cinta itu tak kudapatkan, sampai kemudian bertemu di maya dan realita denganmu. mengukir hari hari indah bersama dan melangkah lewati dosa sepertinya aku sudah tak perduli lagi. aku kemudian menyadari bahwa aku tidak bisa berpisah denganmu, berpikir mulai otak berjalan mulai hayalan dan menetapkan harus bagaimana ikatan itu dibuat.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#339999;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#339999;"&gt;diciptakan seseorang lagi yang harus bisa mengikatmu tanpa aku harus melakukan langsung. dibutuhkan pengorbanan tinggi materi maupun moril melewatinya dan sampai detik ini aku berhasil. namun yang kutuai kadang sungguh menyakitkan, kadang tidak terbayang sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#339999;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#339999;"&gt;tempo hari kau berhubungan dengan perempuan yang membuatku menjadi sakit hati luar biasa, karena kau telah memperalatku dan aku menjadi bodoh sama sekali. eh kemarin sore aku dapatkan secarik sms yang ditujukan pada "lonte" itu. aku terpaksa menamakan demikian karena aku tau dia bukan perempuan baik-baik. aku menjadi terhempas, aku pikir kamu sudah sama sekali melupakan dia, ternyata di hp mu nama itu masih ada dengan nomor yang laen, dan yang membuatku menjadi terbelah sembila adalah smsmu.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#339999;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#339999;"&gt;dengan tokoh lain kubalas tulisan dengan sembilu juga dan dengan ringannya kaupun menulis sms padaku untuk mengakhiri hubungan kita.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#339999;"&gt;ya aku tahu betapa mahal yang harus kubayar semuanya. kadang aku suka berpikir kenapa musti semuanya aku alami, adakah aku salah padamu atau kemungkinan Allah murka padaku membalas sakit hati mantan suamiku pada diriku sehingga tak ada seorangpun lukiskan cinta di hatiku.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;betapa enaknya jadi "lonte" itu, masih bisa rasakan sms sayang darimu padahal aku jarang menerimanya event itu hari ultahku. aku merasa TUHAN menghukumkan kemarin dengan membongkar segala aibmu, namun kenapa aku masih saja bertahan dan bertahan. aku sudah panjatkan do'a panjang untuk jauhkan darimu kalau memang kamu berniat jahat padaku. aku sudah lelah berjalan dan aku menyadari betul mungkin "lonte" itu memang jodohmu, siapa tahu , ini rahasia TUHAN. kadang ada ketakutan itu terjadi, betapa hebat balasan atas semua yang kulakukan sebagai pengkhianatan cinta, dan aku mendapatkannya langsung. sebenar-benarnya aku ingin mengakhiri sang tokoh itu menuju kenetralan, namun sepertinya aku belum siap. tapi aku bertekad bahwa aku harus siap. aku tahu kamu bohong, beberapa hari lalu aku memang bermimpi kau menggandeng wanita, aku berpikir ada apa ini. rupanya itu firasat dariNYA. luar biasa aku masih diberi tanda dariNYA, aku tahu DIA memang benar-benar tidak meninggalkanku. aku ingin berlari lagi menghadapNYA. kali ini aku harus tuntaskan. betapa kau ingin pulang ke padang hanya ketemu "lonte" itu, padahal dulu uang yang kau bohong dng dia belum terbayarkan. kemarin betul-betul hatiku hancur berkeping-keping. aku menyadari sesadar-sadarnya bahwa apa yang mustinya aku ingin kerjakan denganmu, aku sudah berjawab. tak ada akan lagi keinginan buka Wanet, aku takut aku tidak bisa menegakkan emosi dan hati dan logika ditempatnya. terpaksa semuanya mulai sekarang harus berhitung. aku tidak mau nanti kalau seandainya aku belikan kamu hp, isinya hanya "lonte" itu, akupun tidak mau semua apa yang selama ini aku korbankan ke kamu jadi berhitung, aku perlahan akan menghindar....menghindar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;awalnya sakit memang, tapi aku berharap dengan ijinNYA aku bisa bertahan, semoga saja. padahal sorenya aku masih berbincang lama dengan bos baruku, ada harapan untuk menarikmu bekerja denganku, namun semuanya porak poranda karena sms itu. bahkan kau berkata menyakitkan "aku ingin mengais masa laluku, aku ingin disayangi dengan apa adanya"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;padahal apa yang sudah aku berikan padamu, sepertinya kamu tidak melihatnya. dan sepertinya aku tidak berharga sama sekali. "ambar" memutuskan hubungan denganmu tapi kau pun berusaha untuk menghilang dariku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;aku sekarang mulai berpikir jernih, untuk berusaha menerima kenyataan walau pahit. dan semoga janjiku pada diriku sendiri ini bisa tercapai, aku hanya ingin TUHANKU melindungi aku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;walau aku tahu sampai hari ini kita masih berhubungan, tapi aku mulai menyadari untuk tidak terikat emosi lagi dengamu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;aku mencitai dirimu tanpa berharap memilikimu...... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-6780691805029360277?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/6780691805029360277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=6780691805029360277&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/6780691805029360277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/6780691805029360277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/04/antara-cinta-dusta-dan-perpisahan.html' title='antara cinta, dusta dan perpisahan'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-3993924937926382734</id><published>2007-04-10T00:00:00.000-07:00</published><updated>2007-04-10T00:18:18.285-07:00</updated><title type='text'>ulang tahun</title><content type='html'>"Aku sudah kabulkan beberapa permintaanmu"&lt;br /&gt;Tuhanku berbicara lembut dalam kelam waktu subuh ini&lt;br /&gt;aku masih berselimut kabut ketika denting jam menggelitik perut malamku&lt;br /&gt;hari ini bangun terasa malas&lt;br /&gt;ada yang hilang sejenak saat mata berkeliling di sudut kamar sepi&lt;br /&gt;"bukankah kau hari ini ulang tahun ?"&lt;br /&gt;bisik malaikat subuh sambil menarik kaos tidurku&lt;br /&gt;aku bergegas bangun&lt;br /&gt;ah ha ulang tahun ?&lt;br /&gt;sudah keberapa tahun aku melangkah di batas bumi ini ?&lt;br /&gt;sudah kering kemarau ke berapa ?&lt;br /&gt;sepertinya laju becak ibuku menuju rumah sakit masih terasa jejaknya&lt;br /&gt;aku masih bisa membau keringat kepanikan ibu&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;"cepetan cak ! wetengku wes mules nemen ki !"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;pekikan ibu dalam bahasa jawa logat suroboyo menggema di hatiku&lt;br /&gt;senyumku tiba-tiba memeluk erat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hawa pagi air menyiram sanubari&lt;br /&gt;bersama dengan gema adzan lamat di tv&lt;br /&gt;dan terdengar kemudian acara jejak rasul berlanjut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku masih terpekur bimbang&lt;br /&gt;ada langkah hilang seperti terbang&lt;br /&gt;membawaku pada masa lalu yang tak berujud&lt;br /&gt;"kau mau minta apa?"&lt;br /&gt;bisikan lembut menyeret anak rambut di balik telinga&lt;br /&gt;"terserah kamu, aku tak bisa menentukan, apapun darimu selalu aku terima"&lt;br /&gt;diplomasi jawabanku pada saat itu menari di senyum malu-malu&lt;br /&gt;dan kau membalas dengan kerlingan mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sambil menyisir rambut panjang yang satu dua helai jatuh&lt;br /&gt;"boleh aku potong rambutku ? dikit kok !"&lt;br /&gt;kemarin aku telepon vie&lt;br /&gt;"boleh tapi dua centi saja "&lt;br /&gt;gerakan kaki melangkah seperti biasa&lt;br /&gt;irama dzikir menyisir sampai ke terminal dan telungkup tidur ayam di pagi subuh bersama ribuan ilalang menuju kota harapan&lt;br /&gt;masih berjalan sepi&lt;br /&gt;tak ada deringan kejutan&lt;br /&gt;ada yang aku rindukan pada hari ini&lt;br /&gt;"happy birthday ! zum gebursttag meine liebe !"&lt;br /&gt;ribuan waktu berselang menari lagi di mata kantukku&lt;br /&gt;kau lilitkan selendang sutra sulaman halus&lt;br /&gt;ada namaku di baliknya&lt;br /&gt;"ini fuji sendiri yang menyulam "&lt;br /&gt;suatu saat kakak perempuanmu bicara&lt;br /&gt;hari ini aku masih menyimpannya&lt;br /&gt;sepertinya aku rindu&lt;br /&gt;rindu dekapan itu&lt;br /&gt;ribuan kenangan kurajut kembali&lt;br /&gt;menatap mata elangmu yang sekarang entah dimana&lt;br /&gt;atau mungkin sudah jadi tanah ?&lt;br /&gt;aku kubur cinta pertamaku yang abadi&lt;br /&gt;tapi sebenar benarnya aku tidak menguburnya&lt;br /&gt;selalu ada sebagian yang kusisakan di relung ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jam delapan pagi&lt;br /&gt;"selamat ulang tahun ya"&lt;br /&gt;"kok cuman selamat tok !"&lt;br /&gt;"ya mestinya kan bersyukur masih ada yang selalu ingat kasih ucapan"&lt;br /&gt;ya vie walau hanya ucapan&lt;br /&gt;aku masih merasakan bahagia itu&lt;br /&gt;walau sebenarnya&lt;br /&gt;aku ingin lebih&lt;br /&gt;aku ingin kau cium aku&lt;br /&gt;aku ingin kau dekap aku&lt;br /&gt;aku ingin kau kau kau&lt;br /&gt;semua yang seperti biasa kita berdua lakukan&lt;br /&gt;aku ingin&lt;br /&gt;cuma hanya ingin&lt;br /&gt;angin pagi&lt;br /&gt;angin siang&lt;br /&gt;angin malam&lt;br /&gt;aku terbang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.23wib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-3993924937926382734?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/3993924937926382734/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=3993924937926382734&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3993924937926382734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3993924937926382734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/04/ulang-tahun.html' title='ulang tahun'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-4433883858251872113</id><published>2007-04-02T18:26:00.001-07:00</published><updated>2007-04-02T18:31:31.423-07:00</updated><title type='text'>merajut mimpi</title><content type='html'>tinggal mimpi&lt;br /&gt;aku mengecup dengan jelas bibir pagi itu&lt;br /&gt;masih basah dan kain itupun masih terasa dingin&lt;br /&gt;lendir menutup sekujur tubuh&lt;br /&gt;setelah kau lumuri dengan ludah malammu&lt;br /&gt;masih hangat&lt;br /&gt;kelenjar kulit kasarmu menempel dalam birahi anganku&lt;br /&gt;berjalan di nadi semak belukar&lt;br /&gt;dan merajam menusuk dengan irama angin sepoi&lt;br /&gt;dan mengoyak jantung pisang&lt;br /&gt;sobek !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan aku terkulai bangun&lt;br /&gt;mimpi !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ilenk, 8.35wib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-4433883858251872113?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/4433883858251872113/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=4433883858251872113&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/4433883858251872113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/4433883858251872113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/04/merajut-mimpi_02.html' title='merajut mimpi'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-3564369076282217082</id><published>2007-04-02T18:26:00.000-07:00</published><updated>2007-04-02T18:31:30.734-07:00</updated><title type='text'>merajut mimpi</title><content type='html'>tinggal mimpi&lt;br /&gt;aku mengecup dengan jelas bibir pagi itu&lt;br /&gt;masih basah dan kain itupun masih terasa dingin&lt;br /&gt;lendir menutup sekujur tubuh&lt;br /&gt;setelah kau lumuri dengan ludah malammu&lt;br /&gt;masih hangat&lt;br /&gt;kelenjar kulit kasarmu menempel dalam birahi anganku&lt;br /&gt;berjalan di nadi semak belukar&lt;br /&gt;dan merajam menusuk dengan irama angin sepoi&lt;br /&gt;dan mengoyak jantung pisang&lt;br /&gt;sobek !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan aku terkulai bangun&lt;br /&gt;mimpi !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ilenk, 8.35wib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-3564369076282217082?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/3564369076282217082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=3564369076282217082&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3564369076282217082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/3564369076282217082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/04/merajut-mimpi.html' title='merajut mimpi'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-2098643348608545026</id><published>2007-04-02T18:19:00.000-07:00</published><updated>2007-04-02T18:26:42.799-07:00</updated><title type='text'>kata itu akhirnya akan terucap</title><content type='html'>aku sudah berhayal lama tentang untaian kata-kata itu&lt;br /&gt;dan akhirnya kemarin hari jum'at 30 maret 2007 kau ucapkan jua&lt;br /&gt;malam dalam hening hp kau katakan akan pergi tinggalkan aku&lt;br /&gt;seperti juga bayang-bayangku selama ini&lt;br /&gt;yang pada akhirnya kau akan pergi jua&lt;br /&gt;karena hubungan ini tipis, landasannyapun aku tidak tahu&lt;br /&gt;keterikatan kau padaku juga sebaliknya aku tak dapat kumengerti sampai sekarang&lt;br /&gt;kadang aku ingin banget menghindar&lt;br /&gt;justru seharusnya kata-kata itu aku yang ucapkan&lt;br /&gt;tapi sepertinya aku membiarkan kau yang berkata&lt;br /&gt;aku ingin sudahi sandiwara ini&lt;br /&gt;terlalu berisiko tinggi&lt;br /&gt;namun kadang aku masih ingin menikmati&lt;br /&gt;untuk membalas sakit hati ?&lt;br /&gt;aku tak dapat menjawabnya&lt;br /&gt;entahlah,&lt;br /&gt;aku sepertinya masih tergoda&lt;br /&gt;untuk larut terus dalam permainan ini&lt;br /&gt;besoknya sabtu kau masih ucapkan juga kata-kata itu&lt;br /&gt;aku janji akan tepati&lt;br /&gt;untuk secara perlahan harus bisa melupakan kamu&lt;br /&gt;melupakan kebersamaan ini&lt;br /&gt;menapak hampir tiga tahun&lt;br /&gt;kedekatan kita berdua memang aneh&lt;br /&gt;dekat banget tapi kadang juga jauh banget&lt;br /&gt;ketergantungan namun ada kebebasan&lt;br /&gt;aku tak tahu&lt;br /&gt;yang jelas aku bisa menikmati keanehan ini&lt;br /&gt;dan sepertinya kamu juga&lt;br /&gt;sampai senin 2 april 2007 permainan masih berlanjut&lt;br /&gt;entah sampai kapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ilenk, 8.30 wib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-2098643348608545026?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/2098643348608545026/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=2098643348608545026&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/2098643348608545026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/2098643348608545026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/04/kata-itu-akhirnya-akan-terucap.html' title='kata itu akhirnya akan terucap'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-4929775772963291067</id><published>2007-03-08T17:24:00.000-08:00</published><updated>2007-03-08T17:30:55.349-08:00</updated><title type='text'>harapan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;getaran itu mulai terasa&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;makin lama makin kencang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;dan mulai terdengar keras&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;sambil memejam mata dan menghela nafas&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;berharap ada perubahan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;seperti do'a yang selalu dihantarnya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;pada setiap usapan di atas sajadah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;"Ya Robbi kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;kumohon di setiap detik detak ini&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;tuk berharap ada pergantian,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;biar ada nafas perubahan,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;janganlah dibiarkan kerakusan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;menyelubungi tempat kami&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;mencari nasi setiap hari"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;ilenk, 08.35 wib&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-4929775772963291067?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/4929775772963291067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=4929775772963291067&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/4929775772963291067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/4929775772963291067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/03/harapan.html' title='harapan'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-4532782820532091021</id><published>2007-02-14T18:44:00.000-08:00</published><updated>2007-02-14T23:12:10.202-08:00</updated><title type='text'>vie (3)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;seharusnya aku menulis hal ini tanggal 8 februari, tapi berhubung setelah banjir besar melanda jakarta dan hujan turun terus, maka internet keganggu, sehingga gw ga bisa nulis uneq-uneq yg bikin kesal bangggggetttttt.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;gimana ga kesal, semenjak vie punya motor, kan gw lum pernah tuh diboncengin ma dia, nah pas susah-2 banjir gini kan gw minta tolong ma dia untuk boncengin gw ke UKI, soalnya sejak UKI dan terowongan itu masih kerendem aer tinggi, bis jurusan kesono ga ada, ada juga masuk tol, nah kan binun juga gw....makanya gw minta tolong dia anterin sekaliyan deh nyobain motor baru.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;eh, apa lacur dikata, dia ga mau nganterin gw alasan klasik katanya ga ada SIM, padahal dia kemarin ambil motor dari bekasi sendiri, trus abis itu dia pake keliling kota padahal ga ada SIM....ya gw marah besar.....bener bener marah gitu, trus gw bilang di telepon "gw sumpahin lu celaka!".... gw tutup deh telepon.. ...eh trus dia telepon balik,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;"kenapa ga sekaliyan aja nyumpahin gw mampus" katanya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;"ga! kok enak, biar lu sakit dulu baru mati..", umpat gw kesal banget&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;"kalau gitu lu ga usa liat gw kalau gw sampe celaka ", jawabnya lagi dengan marah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;"eh..ngapain liat lu....ogah !", jawab gw ga kalah sewotnya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;trus telepon ditutup.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;biasanya gw kalau kelahi ma dia, trus ngalah, atau dia ngalah...eh ini kita sama-2 gitu ga mau ngalah....biarin deh&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;ada kali tiga hari gw diem aja.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;malamnya dia kirim sms ma gw, dia bilang katanya kecelakaan....wah sakti bener sumpah gw kejadian. Tapi gw kan ga bodo, gw telepon si nina, temen kost dia, apa katanya, dia baek baek aja. Nah, lo...bohongin gw....kekekekeke&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;sebenarnya seh takut bener tuh dia kejadian celaka.....ya gw seh tenang aja....walau kemudian resah juga ga biasanya diemin dia lama gini.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;tapi melihat kesalnya hati, nelangsanya hati....gw bener bener jengkel ma dia.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;sampai suatu saat ada email dari axis si john kalau kasih tau mau interview dia , nah kepaksa kan gw kasih tau ke dia......yaaaa gw kepaksa telepon dia, tapi lagaknya kayak robot gitu...abis itu taruh lagi......&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;terus ga tau napa pas hari jumat tanggal 9 februari, gw kok telepon dia tanyain soal dia kan banyak survey semenjak abis banjir menelan jakarta itu.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;ya udah deh sejak saat itu lancar kembali deh komunikasi.....gw juga geleng-2 deh....eh tapi dia tetep ngotot kalau dia ga bohong....apalagi soal kecelakaan...gw seh ketawa aja.......&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;dan minggu tanggal 11 februari 2007 ketemu di bogor, itupun tadinya maunya cuman sebentar ambil coklat, trus gw bilang lu ga usah kesini kalau cuman cepet-2., trus gw kirim sms gw bilang kalau tingkah lu itu udah pongah dan sombong...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;nyampe juga di bogor...sempat juga seh diem lama, walau makan JC donut dan capucino....tapi akhirnya ya gw cairin dengan cerita soal survey banjir itu.....lalu mengalirlah cerita cerita seperti biasa....dan akhirnya gw lagi deh kena...beliin dia keperluan biasa.....tuh kan padahal tadinya udah janji ga mau beliin dia...abis males....&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;tapi ya udah deh untuk kali ini saja....abis itu ya ga usah .....&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;akhir2 ini lu makin jelek deh vie....entahlah..biasanya cakep gitu....rambutnya yg jadi jelek sekarang....katanya ga minum susu...hemmmm...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;gw ga tau kadang-kadang suka kangen berat seh ma dia...tapi kalau dah ketemu dah lega...walau abis itu kangennnnnn lagi....&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;ya wes...., hari ini tadi dia kasih tau kalau bawa oleh2 dari pontianak, madu kesukaanku, trus ga tau ama apa aja gitu......ya udah deh...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;jkt, 14.15 wib&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-4532782820532091021?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/4532782820532091021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=4532782820532091021&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/4532782820532091021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/4532782820532091021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/02/vie-3.html' title='vie (3)'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-8680334064637262800</id><published>2007-01-28T23:16:00.000-08:00</published><updated>2007-01-28T23:25:38.031-08:00</updated><title type='text'>vie(2)</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="color:#9999ff;"&gt;hem, padahal kemarin udah nulis banyak, ternyata kok ya ga masuk di publishis...padahal aku lagi jengkel banget sama kamu.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#9999ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#9999ff;"&gt;gimana ga jengkel, setelah pegang uang, rencana kredit speda motor aja ga omong ama aku, padahal nanti kalau ada apa-2 ya larinya ke aku lagi aku lagi...kadang kalau diingatkan beini suka marah kamunya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#9999ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#9999ff;"&gt;aku sih setuju setuju aja kamu ambil kredit motor, daripada uang habis untuk judi, cuman ya maksudku hutang satunya lunasin dulu, baru membuka hutang new gitu...jangan sampai hutang itu kebuka semuanya, bisa runyam...dan aku nanti yg blingsatan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#9999ff;"&gt;enak di kamu kagak enak di aku.....&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#9999ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#9999ff;"&gt;cuman kemarin aku agak marah, jengkel gimana gitu ma kamu, sepertinya aku ini sudah ga ada gunanya gitu, alasan yg pulsa abislah..atau apalah sehingga ga bisa menghubungi aku, sampai kemudian kamu bilang motor udah ada di kost kamu.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#9999ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#9999ff;"&gt;trus untuk beli helmpun kudu rame lagi, aku cuman ingatkan beliin sekali buat aku, kan nanti kalo aku bonceng....eh kamunya kayak kebakaran jenggot.... yg katanya pake helm kudu yg bagus lah (mosok pake helm 5 jeti kayak Rosi pake itu...yg bener wae...) ya intinya aku ga boleh bonceng...yg bonceng ya itu cewek-2 laen...trus buntut2-nya kalau ada apa-2 ke gua lagi....ogah deh gw kalau begini!&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#9999ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#9999ff;"&gt;gua mulai sekarang udah jaga jarak aja ama kamu....sepertinya apa yg aq lakukan selama ini udah kabur...kabur bae...walau sebenarnya ya ga bisa...tetapi aq akan berusaha....daripada nanti nangis bombay....mendingan nangis opo yooo ????&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#9999ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#9999ff;"&gt;ini tadi aja kamu tiba-2 mampir ke kntr...aq sengaja buat wajah cembetut...ga tau bawaannya jengkel aja, padahal aq kangen ma kamu....ben wae lah !!! sebellll tenan gitu liat muka you itu.....&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#9999ff;"&gt;kamu ya sempat nanya napa kok aq cemberut...tapi wegah omong...ben wae....cuek aja....ga nanya panjang katanya mau cepet-cepet beli kaca spion gitu..wes..ra urus....!!!!!!&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#9999ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#9999ff;"&gt;jadinya hari ini tambah sebellllllllllllll bawaannya ma kamu vie....... tenan ki..!!!!&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#9999ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#9999ff;"&gt;14.25 wib.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#9999ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-8680334064637262800?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/8680334064637262800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=8680334064637262800&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/8680334064637262800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/8680334064637262800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/01/vie2.html' title='vie(2)'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-1358186493880063897</id><published>2007-01-15T18:12:00.000-08:00</published><updated>2007-01-15T18:25:06.504-08:00</updated><title type='text'>tambahan kerjaan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;belum habis rasanya mikir kudu pake apa untuk menyelesaikan segala utang yg terjadi selama tahun 2006, dan berharap di tahun 2007 ini ada tambahan pemasukan, eh....jebule diawal tahun boss dah umumke kalo ndak naikin gaji karyawan kalo produksi kagak kecape....padahal tuh pemegang saham setuju aje sebenarnya...ini mah akal akalan bos aja mentang2 dah mau brenti, jadi ntar tergantung bos baru gimane enaknya....&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;trus udah gaji kagak naek la kok kerjaanku ditambah suruh ngurusin utang piutang yg selama ini di handle ama revol.....walah...gara-gara kemarin soal utang piutang ama jasindo n allianz yg ga beres, sekarang awak jadi ketiban sampur.....iyo nek sampur enak, laa iki ra penak ngene....dobol tenan...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;sekeetaris katanya nanti mau cari lagi...lha wong gaji aja ga naek kok mau trima karyawan baru , piye seh pemikiran boss iki...kan mending gaji sekretaris anyar buat nambah ke gua ya....biar kerjaan diwenehi okeh ya gua seh tancap aja.....&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;jian kadang ora mudeng blas pemikiran mereka itu....apa emang dibuat begitu biar ga mudeng laennya blas..&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;aku seh pada dasarnya apa aja okey aja....asal yang diatas kuwi ya mengerteni ngono...tiwas udah dibelain mati-matian eh tetep aja..gaji ra di mundake..malah bonus dikurangi kayak kemarin itu....aku kalo inga-inga wuihhh...dunia akherat aku ga iklas.....hihhhhh....&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;kadang terbersit untuk pindah lahan...namun kalo dilihat perjalanan panjang masuk perusahaan ini sejak awal kok sayang banget....kalo dilihat sejarahnya...kok ga tega untuk meninggalkannya...namun apa yg aku dapat selama ini dirasa kurang juga kadang mikir juga.....&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;entahlah...nanti kalau ada tawaran bagus mungkin dengan kepaksa gua harus oncat dari sini.....&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;tapi semuanya ya tergantung ama Yang Maha Kuasa...la wong selama ini aku kalo cari rejeki itu plong lurus2 wae...sepertinya DIA menuntun dengan mudahnya....namun kali ini kok agak susah ...berarti kan sementara hamba tidak diperkenankan meninggalkannya...lalu sampe kapan..? tahankah aku dengan situasi ini ? semoga saja....(jangan panggil ilenk kalo tidak tahan !!!...ehemmmm)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;jadi sekarang naik turun tangga...ngurusin kerjaan yang nambah...ya semoga do'a do'a ku di dengan Yang Maha Kuasa...dikasih pengganti bos baru yang enak...yang mengerti karyawannya....pokoknya yang jujur gitu lho....amien...semoga aja&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;ya hari ini sementara segini dulu unek-uneknya...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-1358186493880063897?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/1358186493880063897/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=1358186493880063897&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/1358186493880063897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/1358186493880063897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/01/tambahan-kerjaan.html' title='tambahan kerjaan'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-9075473631465538017</id><published>2007-01-05T00:45:00.000-08:00</published><updated>2007-01-05T00:46:33.197-08:00</updated><title type='text'>lelah</title><content type='html'>Lelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kuletakkan kepala dalam lelah di meja&lt;br /&gt;kuselipkan tangan dalam ketikan keybord&lt;br /&gt;kupejamkan mata sejenak dalam mesin print&lt;br /&gt;dan selonjor kakiku pada nafas mesin fax&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini betapa mata lelah melihat angka dan huruf&lt;br /&gt;dalam remang cahaya redup karena lampu kupadamkan satu&lt;br /&gt;inginnya aku melelehkan badan sejenak&lt;br /&gt;pada kursi biru panjang di sudut ruangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;detik berlalu&lt;br /&gt;sepoi angin dari AC melaju lembut&lt;br /&gt;dan terlelaplah aku&lt;br /&gt;pada mimpi panjang&lt;br /&gt;mendengkur&lt;br /&gt;krrrrrrrr.....krrrrrrrr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jakarta, 29.11.2006   15.45 wib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-9075473631465538017?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/9075473631465538017/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=9075473631465538017&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/9075473631465538017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/9075473631465538017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2007/01/lelah.html' title='lelah'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-5644583714768522846</id><published>2006-12-28T01:13:00.000-08:00</published><updated>2007-01-05T00:44:35.606-08:00</updated><title type='text'>Lelap tidur panjang akhir tahun</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;em&gt;hela nafas menari perlahan&lt;br /&gt;di sela bibir kering siang sejuk AC&lt;br /&gt;terhempas dalam kursi biru tuaku&lt;br /&gt;di ruangan sempit penuh lemari arsip dan geletak computer&lt;br /&gt;printer masih menyala namun dia sudah membisu&lt;br /&gt;tak lagi muntahkan kertas seperti biasanya&lt;br /&gt;telepon warna coklat muda juga diam membisu&lt;br /&gt;biasanya waktu jeda begini bunyi tiada henti&lt;br /&gt;rasanya aku bisa leluasa mengelus kebebasan sejenak&lt;br /&gt;ya, kupikir sejenak&lt;br /&gt;karena sejam lagi sudah akan ramai&lt;br /&gt;seperti biasa kantor pada umumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffff66;"&gt;&lt;em&gt;menatap calendar di atas monitor&lt;br /&gt;sebentar lagi akhir tahun dua ribu enam&lt;br /&gt;rasanya bumi cepat berputar&lt;br /&gt;bersaing dengan getaran gempa yang sudah mulai sering muncul&lt;br /&gt;di kerak tepian permukaannya&lt;br /&gt;umur semakin pendek&lt;br /&gt;membatin menutup mata&lt;br /&gt;menerawang masih adakah sisa yang harus dikenang&lt;br /&gt;sepanjang sejarah dua ribu enam yang lalu&lt;br /&gt;Untuk dibawa menuju tahun depan menjelang&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;&lt;em&gt;lirih membuka bibir kering lusuh ini “Ya Allah Ya Rabbi “&lt;br /&gt;helaan nafas berat menari bersama debu di terangi dengan angin AC perlahan&lt;br /&gt;“adakah KAU beri aku jalan keluar terhadap semua masalah yang kuhadapi sepanjang tahun ini ?”&lt;br /&gt;“adakah KAU beri aku kemudahan menyelesaikannya di tahun yang akan datang ?”&lt;br /&gt;tak banyak aku berharap di tumpukan notulen rapat yang belum sempat terkirim&lt;br /&gt;hanya kaisan rizki dan kemuliaan&lt;br /&gt;untuk menjelang tahun depan menjadi lebih baik&lt;br /&gt;“beri aku harapan dan jalan lurusMU Ya Rabbi “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#66cccc;"&gt;&lt;em&gt;beberapa hari akhir ini wajah lusuh teman teman kantor menari&lt;br /&gt;biasanya sehabis rapat besar pemegang saham ada berita gembira&lt;br /&gt;dibagikannya rizki berupa bonus tahunan&lt;br /&gt;yang biasanya sudah disetujui oleh pemilik modal&lt;br /&gt;namun kali ini berita kering terhampar&lt;br /&gt;seperti keringnya kue dalam toples yang tinggal tiga&lt;br /&gt;tak ada bonus terbagi&lt;br /&gt;menunggu tahun depan setelah tutup buku&lt;br /&gt;“aaaahhhh ! “&lt;br /&gt;keluhan panjang bersama tarikan wajah kaget, lesu dan terhempas&lt;br /&gt;“waduh, aku sudah harapkan untuk membayar hutang ,mbak “&lt;br /&gt;“wah, gimana dengan rencana melahirkan istriku ?”&lt;br /&gt;“ah, nggak jadi pulang menengok ibuku !”&lt;br /&gt;bermacam suara menari nari terus setiap hari&lt;br /&gt;menghampiri mejaku berkeluh kesah berganti orang&lt;br /&gt;aku hanya bisa menjawab “aku juga sama dengan kalian, kecewa!”&lt;br /&gt;tapi apa mau dikata&lt;br /&gt;nasib pegawai ya seperti ini&lt;br /&gt;hanya bergantung pada si empunya&lt;br /&gt;sang majikan yang berkuasa&lt;br /&gt;berharap ada sedikit hati terkuak demi harapan&lt;br /&gt;harapan siapa ?&lt;br /&gt;aku tak tahu harapan siapa itu ?&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;&lt;em&gt;akhir tahun menjelang&lt;br /&gt;detik arloji di tangan berdenyut seirama dengan jantung&lt;br /&gt;yang mulai ikut berpikir&lt;br /&gt;aku juga harus membayar hutang&lt;br /&gt;aku juga berharap tadinya membayar dengan uang bonus&lt;br /&gt;semuanya ternyata sekarang hanya mimpi&lt;br /&gt;mimpi kelam akhir tahun tanpa bisa berbuat apa&lt;br /&gt;mimpi meniup terompet&lt;br /&gt;tetapi yang keluar hanya suara&lt;br /&gt;bepp… bepp.. bepp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;semakin rapat kelopak mataku kupejam&lt;br /&gt;bos besar sudah sejak siang pulang&lt;br /&gt;sejak habis dioperasi selalu pulang&lt;br /&gt;katanya harus istirahat&lt;br /&gt;tapi tetap menerima gaji utuh tiap bulan&lt;br /&gt;kayalanku berjalan “seandainya jadi bos, enak kali ya?”&lt;br /&gt;bersama sunyi ruangan&lt;br /&gt;tanpa ada dering telepon&lt;br /&gt;tak ada suara fax&lt;br /&gt;mesin printer tidur&lt;br /&gt;akupun tidur&lt;br /&gt;dan berharap bangun di tahun depan&lt;br /&gt;sudah menjadi bos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;met tahun baru 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, kamis 28 desember 14.46wib&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3055948537642187746-5644583714768522846?l=ilenkrembulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/feeds/5644583714768522846/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3055948537642187746&amp;postID=5644583714768522846&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/5644583714768522846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3055948537642187746/posts/default/5644583714768522846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilenkrembulan.blogspot.com/2006/12/lelap-tidur-panjang-akhir-tahun.html' title='Lelap tidur panjang akhir tahun'/><author><name>ilenkrembulan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04270583449924352109</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://1.bp.blogspot.com/_KghFe4pTDQs/SWvwsqnVYNI/AAAAAAAAACs/3MqpwUvYY08/S220/ulan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3055948537642187746.post-1487319790323740020</id><published>2006-12-25T19:41:00.000-08:00</published><updated>2006-12-25T20:47:23.780-08:00</updated><title type='text'>menjulang di atas awan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;em&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;awalnya jemari hatiku terasa berat untuk melangkah ke jakarta&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;namun mengingat kau merayakan natal sendiri disini tanpa saudara&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;kusempatkan melaju juga dalam mendung cuaca hari senin&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;apalagi masih selalu terselip kerinduan untuk hanya sekedar&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;mengusap helai rambut atau tatapan kosong dari samping&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;berharap ada sesuatu kejutan pada hari bahagia ini&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;jalan tak begitu padat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;mendapat pergantian bis di jakarta semudah menangkap angin&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;adakah angin bisa ditangkap?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;dalam kantuk perlahan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;dan mengabarkan lewat koneksitas gelombang suara&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;ku janji berhenti di halte seperti biasa&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;menjemput dia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;tuk melangkah entah ke awan mana&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;sempat bingung menentukan arah kemana kita pergi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;sempat kusisir sejenak rambut yang mulai kusam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;katamu "aku sudah lama tidak minum susu"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;adakah pengaruh minum susu dengan rambut kusam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;kau bilang "ada !"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;"ooo..." baru tahu aku&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;akhirnya awan di ujung seperti biasa kita mangkal&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;melepas rindu, penat dan bicara&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;sebenarnya tak ada uang di dompetku&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;sejak setahun ini aku sudah tercekik &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;namun entah karena iba atau sekedar ingin menyenangkan kamu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;aku langkahkan kaki di hari bahagia ini&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;ku usahakan ada sedikit&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;ya walau sedikit tapi ada&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;dari melihat kartu tarot&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;sampai bercerita tentang semu kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;di sela makan steak kesukaanmu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;dan cerita tentang makna natal bagi agamamu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;rasanya cukup lama kita berkelana&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;di selip tiang bangunan dan hiruknya lelakon manusia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;sampai tak terasa sore menjelang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;waktunya untuk berjalan sendiri kembali seperti semula&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;mampir sejenak membeli sesuatu &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;ada yang kurang biasanya pada dirimu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;dan sempat kita berdua bersihtegang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;tentang makna hemat dan irit&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;yang selama ini selalu bertentangan antara kau dan aku&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;dan akhirnya berjalan dalam bisu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;menanti bis yang membawa pulang &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;sempatkan kau bertanya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;"setelah ini mau kemana ?"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;pertanyaan aneh bagiku&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;tak biasanya kau bertanya begitu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;sepertinya sudah tahu alur ini mau berjalan kemana&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;namun kali ini ada sentuhan lain&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;"aku tiba-tiba ingin"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;"hah !"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;gejolak bunyi gamelan yang lama sudah terkubur dalam &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;mulai menabuh genderang perlahan mulai pasti&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;dan bunyi gong bertalu talu dalam hati mulai menari&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;ada harapan sirna datang &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;ada keinginan terpendam datang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;ada kesanggupan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;"tapi aku tak ada uang "&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;kincir iblis menari dalam rasukan batin&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;seperti menarik antara tak perlu ada permainan lagi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;tetapi sepertinya bisikan mengatakan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;"ini untuk yang terakhir kali"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;melaju dalam kebimbangan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;tanpa berusaha untuk mencegah atau berbalik&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;diikuti irama gelegar dahsyatnya keinginan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;dan sampai pada suatu tingkatan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;pada suatu tempat di awan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;kita termangu dalam sepi dan hampa&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;hanya sekejap&lt;/span&
